Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Improvement Potential Hydroelectric Power (Hydropower) Supports Global Sustainability Wenno, Leony Ariesta; Ngantung, Axl J.V; Batudaka, Arauna P; Wokas, Kelvinsky N; Lumempow, Dirly
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 8 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i8.2797

Abstract

Hydroelectric Power Plant (PLTA) is a renewable energy source that plays an important role in fulfilling electricity needs in a sustainable way. This study aims to comprehensively analyze the development potential of hydroelectric power plants in supporting global energy sustainability by examining technical efficiency, economic viability, environmental impacts, and social implications through systematic evaluation of international best practices and mitigation strategies. The research methodology employs a systematic literature review approach, analyzing data from peer-reviewed academic journals, international energy organization reports (IEA, IRENA, WEC), and policy documents from multiple countries including Norway, Canada, Brazil, and China, with data categorized into technical, economic, environmental, and social aspects for comprehensive evaluation. Research results show that the hydroelectric power plant has superiority in provide electricity with supply stable and efficient high. Key findings demonstrate that modern hydroelectric technologies achieve remarkable performance: Kaplan and bulb turbines increase energy conversion efficiency significantly, Pumped-Storage Hydroelectricity (PSH) technology enhances system flexibility and grid stability, operational costs remain 60% lower than fossil fuel plants over long-term periods, and hydropower contributes to avoiding over 3 billion tonnes of CO? emissions annually while supporting flood control and water resource management. The research implications indicate that successful hydropower development requires integrated approaches combining technological innovation, supportive policies, environmental protection measures, and active community engagement to achieve optimal sustainability outcomes while maintaining economic viability and social acceptance.
PELATIHAN PERAWATAN PENDINGIN UDARA DENGAN BUDAYA 5R PADA JEMAAT GEREJA GMIM BETEL SARIO LINGKUNGAN II KOTA MANADO PROV. SULAWESI UTARA Rumokoy, Stieven Netanel; Atmaja, i Gede Para; Dodie, Stanley Bernadus; Simanjuntak, Christopel H.; Weno, Leony Ariesta
Universal Raharja Community (URNITY Journal) Vol. 3 No. 1 (2023): URNITY (Universal Raharja Community)
Publisher : UNIVERSITAS RAHARJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9599.041 KB) | DOI: 10.33050/urnity.v3i1.2493

Abstract

Rumah Ibadah merupakan salah satu fasilitas umum yang perlu perhatian khusus dalam pengelolaan tata ruang udara. Untuk kaum nasrani, gereja merupakan tempat melaksanakan ibadah dan kegiatan penunjang lainnya. Gedung gereja GMIM Betel Sario merupakan salah satu rumah ibadah yang terletak di kota Manado, Propinsi Sulawesi Utara. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh jemaat ini adalah tata kelola sistem perawatan pendingin udaranya. Penggunaan dan pembersihan peralatan ini belum terprogram dengan baik. Ditengah kota yang padat dan panas, kebutuhan pendingin udara akan erat hubungannya dalam dampak kualitas hasil kerja dan kesehatan jemaat yang beraktivitas di ruang gereja. Melalui Program penerapan IPTEK pada masyarakat (PIM), tim pelaksana telah melakukan pembinaan pengelolaan penggunaan dan perawatan pendingin udara dengan budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Dengan metode ini kebersihan dan efektifitas penggunaan pendingin udara dapat terlaksana dengan baik. Pelaksanaan kegiatan ini telah dimulai dengan metode diskusi yang selanjutnya dilakukan praktek dan monitoring. Dengan kegiatan ini Peserta telah mendapatkan pengetahuan untuk melakukan perawatan pendingin udara yang benar sekaligus pelaksanaan perawatan pendingin udara yang ada pada tempat ini.
PELATIHAN INSTALASI PLTS SKALA RUMAH TANGGA UNTUK PEMANFAATAN CLEAN ENERGY PADA JEMAAT GEREJA GMIM EXODUS WATUTUMOU II KEC. KALAWAT I MINAHASA UTARA PROV. SULAWESI UTARA Dodie, Stanley Bernadus; Simanjuntak, Christopel H.; Rumokoy, Stieven Netanel; Atmaja, i Gede Para; Weno, Leony Ariesta
Universal Raharja Community (URNITY Journal) Vol. 3 No. 1 (2023): URNITY (Universal Raharja Community)
Publisher : UNIVERSITAS RAHARJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11411.345 KB) | DOI: 10.33050/urnity.v3i1.2495

Abstract

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa penggunaan energi terbarukan memiliki keunggulan dalam berbagai hal. Di Indonesia ada berbagai langkah kebijakan yang diambil oleh pemerintah untuk mendukung pemanfaatan Energi Terbarukan. Salah satu pemanfaatannya adalah dengan membangun PLTS skala rumah tangga yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat yang memilih untuk memanfaatkan kesempatan ini. Jemaat gereja dituntut untuk menopang setiap program yang baik dari pemerintah . Sebagai wujud tindakan dukungan kebijakan pemerintah, Jemaat Gereja perlu mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang benar dalam menyokong program ini. Gereja GMIM Exodus watutumou II berkomitmen untuk membina warganya untuk mendukung setiap program pemerintah bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan Program Penerapan IPTEK pada Masyarakat (PIM), tim pengusul kegiatan telah melakukan pelatihan instalasi PLTS skala rumah tangga untuk pemanfaatan Clean Energy pada Jemaat Gereja GMIM Exodus watutumou II. Kegiatan ini dibuat dalam bentuk Workshop sehingga transfer informasi dan kompetensinya dapat dilaksanakan dengan lebih efektif. Alat yang digunakan adalah luaran penelitian yang pernah dilakukan di program studi sarjana terapan teknik listrik. Luarannya yaitu peserta mendapat pengetahuan dan keterampilan yang benar dalam menginstal sistem PLTS skala rumah tangga.
WORKSHOP INSTALASI PLTS OFF GRID SYSTEM DENGAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL INNOVATION PADA WARGA KELURAHAN MERAS, MANADO Rumokoy, Stieven Netanel; Atmaja, i Gede Para; Dodie, Stanley Bernadus; Simanjuntak, Christopel H.; Wenno, Leony Ariesta; Mansauda, Karlah Lifie R.
Universal Raharja Community (URNITY Journal) Vol. 4 No. 1 (2024): URNITY (Universal Raharja Community)
Publisher : UNIVERSITAS RAHARJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33050/urnity.v4i1.2835

Abstract

Pemerintah terus mendorong masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan Energi bersih. Contoh dari penggunaan energi bersih adalah dengan menggunakan energi matahari menjadi energi listrik. Penggunaan energi matahari menjadi energi listrik dapat dengan menggunakan panel surya dengan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan sistem off grid. Kelurahan Meras berlokasi diarea kota Manado yang secara potensi memiliki paparan energi surya yang baik. Selain itu terdapat fasilitas umum seperti Gedung gereja, Kantor kelurahan, Halte dan fasilitas lainnya yang membutuhkan energi listrik. Fasilitas-fasilitas ini berpotensi besar untuk menggunakan sistem PLTS dalam pemanfaatan energi listrik. Tantangannya adalah, masyarakat kelurahan Meras belum begitu familiar dengan sistem PLTS yang menggunakan Panel Surya. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pemanfaatan energi surya melalui instalasi PLTS dengan sistem off grid. Workshop akan menggunakan Alat Praktek PLTS sebagai sarana pelatihan bagi masyarakat. Melalui alat ini, pengetahuan akan pemanfaatan energi surya dapat berkembang. Daya minat pemanfaatan energi bersih diprediksi akan tumbuh Ketika ada keuntungan secara finansial juga dalam manajemen penggunaan energi. Kegiatan pelatihan akan berupa workshop instalasi PLTS dan dintegrasikan dengan analisis keekonomian dalam pemanfaatan energi bersih.
DIGITALISASI DATA POSYANDU ANAK DAN KEAMANAN DESA PASLATEN DENGAN GOOGLE SPREADSHEET DAN SMART CCTV Lahinta, Fitria Claudya
Jurnal JANATA Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Janata
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/2e5rth95

Abstract

Kegiatan Pengabdian Berbasis Masyarakat (PBM) di Desa Paslaten, Kecamatan Kauditan, dilaksanakan oleh tim dari Politeknik Negeri Manado dengan fokus pada peningkatan kapasitas digital dan keamanan lingkungan. Program ini mencakup pelatihan pengolahan data menggunakan Google Spreadsheet dengan studi kasus data Posyandu Anak Desa Paslaten, serta pemasangan Smart CCTV di lokasi strategis kantor desa. Peserta kegiatan terdiri dari perangkat desa inti, kepala jaga, dan kader posyandu, yang secara aktif mengikuti pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan peserta dalam pengelolaan data digital, di mana 87% peserta mampu menginput data dengan benar, 83% mampu menerapkan rumus otomatis untuk perhitungan, dan 73% berhasil membuat dashboard monitoring berbasis Google Spreadsheet. Selain itu, pemasangan Smart CCTV meningkatkan efektivitas pengawasan keamanan desa melalui deteksi gerak dan pemantauan jarak jauh secara real-time. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong transformasi digital di tingkat desa sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan produktif bagi masyarakat. 
PENERAPAN PLTS UNTUK LAMPU PENERANGAN PADA TANGGA GEREJA GMIM GOLGOTA MALENDENG Wenno, Leony Ariesta; Pongoh, Deitje Sofie
Jurnal JANATA Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Janata
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/vyvaca25

Abstract

Gereja GMIM Golgota Malendeng merupakan pusat kegiatan keagamaan dan sosial warga di Kelurahan Malendeng, Kota Manado. Lokasinya yang berada di dataran tinggi dengan akses tangga bertingkat seringkali menyulitkan jemaat, terutama saat malam hari akibat minimnya penerangan. Kondisi ini menimbulkan risiko keselamatan, khususnya bagi anak-anak dan lansia. Oleh karena itu, penyediaan sistem penerangan yang aman dan berkelanjutan sangat diperlukan. Salah satu alternatif yang tepat adalah penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), mengingat tingginya potensi energi matahari di wilayah Sulawesi Utara. Melalui teknologi ini, gereja dapat memperoleh sumber penerangan mandiri tanpa tergantung pada jaringan listrik utama yang tidak selalu stabil. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menyediakan penerangan berkelanjutan di area tangga gereja serta membangun kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pihak gereja dalam pemanfaatan teknologi tepat guna. Metode pelaksanaannya mencakup survei kebutuhan, perancangan sistem PLTS (panel surya, baterai, dan lampu LED), instalasi oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen dan keterlibatan masyarakat, serta pelatihan pemeliharaan kepada pengurus gereja. Hasilnya sebuah sistem PLTS skala kecil yang terdiri dari 1 panel surya 150 Wp, 1 solar charge controller (SCC) tipe MPPT, 1 baterai 12 V 50 Ah, 1 lampu sorot 50 Watt, kabel secukupnya, serta panel listrik integrasi telah terpasang dengan baik di area tangga gereja.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya sebagai Sumber Energi Pada Rakit Rumah Apung Di Kawasan Pesisir Pantai Malalayang Kota Manado Christian J. Saputro; Leony Wenno; Fanny Jouke Doringin; Josephin Sundah
Jurnal Elektrik Vol. 4 No. 1 (2025): Vol.4 No.1 1 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v4i1.1196

Abstract

Penggunaan energi terbarukan semakin penting untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil dan menurunkan emisi karbon dioksida akibat pembakaran bahan bakar fosil. Salah satu solusi adalah dengan memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan menentukan komponen PLTS yang diperlukan untuk rakit rumah apung di kawasan pesisir Pantai Malalayang, Manado. Metode penelitian meliputi kajian literatur, perancangan sistem, instalasi lapangan, serta pengujian kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PLTS mampu memberikan pasokan listrik stabil, yang dibuktikan dengan data hasil pengukuran yaitu pada percobaan pertama dengan tegangan rata-rata 228 volt dengan beban yang terpasang sebesar 200 watt PLTS mampu mensuplay beban selama 10 jam dengan penggunaan baterai sebesar 38% dari persentasi baterai, selanjutnya pada percobaan kedua dengan tegangan rata-rata 229 volt dengan beban yang terpasang sebesar 200 watt PLTS mampu mensuplay beban selama 10 jam 30 menit dengan penggunaan baterai sebesar 48% dari persentase baterai. Temuan ini dapat menjadi referensi untuk pengembangan energi terbarukan pada infrastruktur apung di wilayah perairan lainnya.
Analisis Potensi Tenaga Surya Sebagai Pemanfaatan Sumber Energi Pada Rakit Rumah Apung Nelayan Johan Pongoh; Hizkia Gabriel Momongan; Leony A. Wenno; Arnold Robert Rondonuwu; Ventje Ferdy Aror; Doostenreyk Niala Kantohe
Jurnal Elektrik Vol. 2 No. 2 (2023): Vol.2 No.2 1 Desember 2023
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v2i2.1215

Abstract

Penelitian ini membahas pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah apung nelayan di wilayah Malalayang, Manado, Sulawesi Utara. Kondisi geografis daerah ini memiliki potensi energi surya yang tinggi, dengan rata-rata intensitas radiasi matahari mencapai 5,73 kWh/m²/hari. Selama ini, nelayan mengandalkan generator berbahan bakar fosil yang boros dan tidak ramah lingkungan. Metode penelitian meliputi pengumpulan data iklim dan radiasi matahari, perhitungan kebutuhan energi rumah apung, serta simulasi sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menggunakan perangkat lunak PVsyst dan RETScreen. Sistem yang dianalisis memiliki kapasitas 4480 Wp (8 panel surya 560 Wp), inverter 4400 W, dan beban harian 1080 W selama 7 jam. Hasil simulasi menunjukkan potensi produksi energi tahunan mencapai ±7,4 MWh dengan nilai Performance Ratio 84,3%, menandakan kinerja sistem yang stabil dan efisien. Proyeksi 10 tahun memperhitungkan degradasi panel sebesar 0,5% per tahun, menghasilkan total produksi energi sekitar 68,42 MWh. Hasil ini membuktikan bahwa PLTS berpotensi menjadi solusi berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah apung nelayan. Selain mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, penerapan sistem ini juga dapat menekan biaya operasional, mendukung transisi energi bersih, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir.
Konsep Desain Alat Penghasil Coco Coir Terintegrasi Pemisah Cocopeat dan Cocofiber Stieven Netanel Rumokoy; I Gede Para Atmaja; Christopel H. Simanjuntak; Leony A. Wenno; Stanley B. Dodie; Karlah Lifie R. Mansauda
Jurnal Elektrik Vol. 4 No. 1 (2025): Vol.4 No.1 1 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v4i1.1223

Abstract

Pemanfaatan sabut kelapa sebagai produk yang memiliki nilai jual lebih masih terbatas. Sabut kelapa mengandung komponen bernilai tinggi, yaitu serat (cocofiber) dan serbuk (cocopeat), yang berpotensi digunakan dalam industri, hortikultura, dan produk bernilai tambah lainnya. Namun, pengolahan sabut kelapa secara konvensional masih manual, terpisah, dan kurang efisien, sehingga produktivitas rendah dan kualitas produk tidak seragam. Penelitian ini bertujuan merancang konsep alat penghasil coco coir terintegrasi yang mampu memisahkan cocopeat dan cocofiber secara otomatis untuk mendukung UMKM. Metode yang digunakan meliputi studi literatur dan studi deskriptif. Studi literatur fokus pada karakteristik sabut kelapa, teknik pengolahan, dan analisis desain alat yang ada. Studi deskriptif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan ahli, teknisi, dan pelaku UMKM untuk memvalidasi kebutuhan pengguna, aspek ergonomi, keamanan, serta potensi ekonomi alat. Hasil rancangan konsep alat terdiri dari dua komponen utama: tabung pencacah dan kerucut pemisah. Tabung pencacah menghancurkan sabut kelapa menjadi coco coir, sedangkan kerucut pemisah memisahkan campuran menjadi cocopeat dan cocofiber. Sistem ini meningkatkan efisiensi proses, kualitas produk seragam, serta mendukung pemanfaatan limbah sabut kelapa secara ekonomis dan ramah lingkungan.
Analysis Study of Overcurrent Relay in the Underground Distribution Network System in the Business Area of Manado City Leony Ariesta Wenno; Godeliva Ngala; Deitje S. Pongoh
Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa Dan Inovasi Volume 7 Number 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/asiimetrik.v7i2.8515

Abstract

Currently, the distribution network installed in the business area of Manado City still uses medium-voltage overhead lines (SUTM), while an underground cable system (SKTM) has been planned for implementation. To ensure the reliability of the planned underground distribution network, the selection of protection devices is crucial. In addition, there is still a lack of OCR analysis for underground distribution system protection in Manado City. Therefore, this study aims to obtain the settings for the overcurrent relay (OCR) on the underground cable conductors on the low voltage side. The data needed for this study was obtained through direct field surveys and interviews with relevant parties to gather additional information regarding the standards for underground cable construction. Considering the potential increase in load in the future, the calculation of the OCR protective settings was performed by calculating the cross-sectional area of the medium voltage conductors and the current-carrying capacity of the low voltage conductors. As a result, the setting value for the OCR was determined to be 5 Amperes with a Time Multiplier Setting (TMS) of 0.004.