Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Implementation and Performance Analysis of 3-Phase Motor Rotation Left & Right S. Pongoh, Deitje; R. Rondonuwu, Arnold; A. Wenno, Leony; Muaya, Refaldi; Aldo Pioh, Alfian; Rumbay, Arther; A.G Moningka, Jesica; I.T Najoan, Christiano; A. Kalalo, Gerald
Interdisciplinary Journal of Advanced Research and Innovation Vol. 3 No. 1 (2025): Interdisciplinary Journal of Advanced Research and Innovation
Publisher : Ravine Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58860/ijari.v2i2.55

Abstract

This article will offer a fresh perspective on what it would be like to include a 3-phase motor that spins left and right into a device and how to assess the performance that would arise from doing so. We will discuss a few items: 1) What is a left- and right-rotating 3-phase motor? 2) How can a tool or system incorporate left and right-rotating 3-phase motors? 3) What happens when left and right-rotating 3-phase motors are used? 4) Performance analysis and the things to consider if we use a three-phase motor with left and right rotation. This journal will be expanded to make it more understandable and beneficial to all readers. It is based on several current studies and discoveries.
Influence of the Surrounding Environment Steam Power Plant (PLTU) Kema Satu Village, Kema District, North Minahasa District A Wenno, Leony; Munaiseche, Maya E.I; Worotikan, Laela; B Lahete, Sheva; Gunawan, Riski; T Lontaan, Edna; Made Miniari, Ni; Anggreyno, Gregoryan; Tabuni, Yeko
Interdisciplinary Journal of Advanced Research and Innovation Vol. 3 No. 2 (2025): Interdisciplinary Journal of Advanced Research and Innovation
Publisher : Ravine Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58860/ijari.v2i5.59

Abstract

In today's era, it is important to understand the impact of Steam Power Plant (PLTU) operations on the environment and economy around the plant site, especially in Kema Satu Village. PLTUs, which harness the kinetic energy of steam from geothermal heat, are widely used due to their ease of operation and accessibility of fuel. However, they also have significant impacts, both positive and negative, on local communities. This study aims to assess the environmental and economic impacts of PLTU Sulut 3 on the surrounding area, evaluate its operational efficiency, and determine its contribution to stabilizing and improving electricity supply in North Sulawesi and Gorontalo. The research method used was a combination of qualitative and quantitative techniques to ensure a comprehensive analysis. Data was collected through observation, interviews, and analysis of relevant secondary data. The results show that the PLTU in Kema Satu Village has significant impacts on the local environment, including air and water pollution, soil degradation, and ecosystem disruption. In addition to providing electricity supply and employment opportunities for the local community, the PLTU has also triggered property price inflation and shifts in the local economy. Other negative impacts include damage to the local agricultural sector and increased greenhouse gas emissions. The implications of this study emphasize the need for careful planning, community involvement, and the implementation of sustainable practices to mitigate negative effects on residents and the environment.
Evaluasi Konsumsi Energi Listrik Pada Gedung Rektorat POLBANGTAN Manokwari Lesnussa, Henny
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 19 No. 3 (2025)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v19n3.2892

Abstract

Penggunaan peralatan listrik disebuah instansi dalam operasional sehari-hari dapat menyebabkan meningkatnya konsumsi energi listrik, dimana pasokan energi yang tersedia tidak sebanding dengan penggunaannya. Sehingga untuk meminimalkan pemakaian energi listrik, sesuai dengan kebijakan pemerintah sebagai usaha mengefisienkan pemakaian energi. Oleh karena itu perlu dilakukan perhitungan konsumsi energi listrik untuk mengetahui efisien atau tidak penggunaan listrik di Politeknik Pembangunan Pertanian (POLBANGTAN) Manokwari. Evaluasi konsumsi energi di gedung Rektorat POLBANGTAN bertujuan untuk mengetahui penggunaan energi dan peningkatan efisiensi penghematan biaya pemakaian energi (kWh) penggunaan energi listrik dalam kategori penerangan, pengkondisian udara dan peralatan elektronik. Dari data historis konsumsi energi Listrik tahun 2023-2024 didapatkan IKE sebesar 78,138 kWh/m2/bulan yang termasuk dalam kategori boros. Dari data kelompok beban yang dikumpulkan penulis, didapatkan IKE sebesar 13,58 kWh / m² / bulan yang termasuk dalam kategori cukup efisien. Setelah itu dilakukan perhitungan peluang hemat energi yang didapatkan sebesar 26,428 kWh/hari atau 792,84 kWh/bulan atau 9.514,08 kWh/tahun. Jika dikonversi menjadi rupiah maka peluang hemat energi yang didapat adalah sebesar Rp. 1.347.455,37 / bulan atau Rp. 16.169.464,4 / tahun.
Improvement Potential Hydroelectric Power (Hydropower) Supports Global Sustainability Wenno, Leony Ariesta; Ngantung, Axl J.V; Batudaka, Arauna P; Wokas, Kelvinsky N; Lumempow, Dirly
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 8 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i8.2797

Abstract

Hydroelectric Power Plant (PLTA) is a renewable energy source that plays an important role in fulfilling electricity needs in a sustainable way. This study aims to comprehensively analyze the development potential of hydroelectric power plants in supporting global energy sustainability by examining technical efficiency, economic viability, environmental impacts, and social implications through systematic evaluation of international best practices and mitigation strategies. The research methodology employs a systematic literature review approach, analyzing data from peer-reviewed academic journals, international energy organization reports (IEA, IRENA, WEC), and policy documents from multiple countries including Norway, Canada, Brazil, and China, with data categorized into technical, economic, environmental, and social aspects for comprehensive evaluation. Research results show that the hydroelectric power plant has superiority in provide electricity with supply stable and efficient high. Key findings demonstrate that modern hydroelectric technologies achieve remarkable performance: Kaplan and bulb turbines increase energy conversion efficiency significantly, Pumped-Storage Hydroelectricity (PSH) technology enhances system flexibility and grid stability, operational costs remain 60% lower than fossil fuel plants over long-term periods, and hydropower contributes to avoiding over 3 billion tonnes of CO? emissions annually while supporting flood control and water resource management. The research implications indicate that successful hydropower development requires integrated approaches combining technological innovation, supportive policies, environmental protection measures, and active community engagement to achieve optimal sustainability outcomes while maintaining economic viability and social acceptance.
PELATIHAN PERAWATAN PENDINGIN UDARA DENGAN BUDAYA 5R PADA JEMAAT GEREJA GMIM BETEL SARIO LINGKUNGAN II KOTA MANADO PROV. SULAWESI UTARA Rumokoy, Stieven Netanel; Atmaja, i Gede Para; Dodie, Stanley Bernadus; Simanjuntak, Christopel H.; Weno, Leony Ariesta
Universal Raharja Community (URNITY Journal) Vol. 3 No. 1 (2023): URNITY (Universal Raharja Community)
Publisher : UNIVERSITAS RAHARJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9599.041 KB) | DOI: 10.33050/urnity.v3i1.2493

Abstract

Rumah Ibadah merupakan salah satu fasilitas umum yang perlu perhatian khusus dalam pengelolaan tata ruang udara. Untuk kaum nasrani, gereja merupakan tempat melaksanakan ibadah dan kegiatan penunjang lainnya. Gedung gereja GMIM Betel Sario merupakan salah satu rumah ibadah yang terletak di kota Manado, Propinsi Sulawesi Utara. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh jemaat ini adalah tata kelola sistem perawatan pendingin udaranya. Penggunaan dan pembersihan peralatan ini belum terprogram dengan baik. Ditengah kota yang padat dan panas, kebutuhan pendingin udara akan erat hubungannya dalam dampak kualitas hasil kerja dan kesehatan jemaat yang beraktivitas di ruang gereja. Melalui Program penerapan IPTEK pada masyarakat (PIM), tim pelaksana telah melakukan pembinaan pengelolaan penggunaan dan perawatan pendingin udara dengan budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Dengan metode ini kebersihan dan efektifitas penggunaan pendingin udara dapat terlaksana dengan baik. Pelaksanaan kegiatan ini telah dimulai dengan metode diskusi yang selanjutnya dilakukan praktek dan monitoring. Dengan kegiatan ini Peserta telah mendapatkan pengetahuan untuk melakukan perawatan pendingin udara yang benar sekaligus pelaksanaan perawatan pendingin udara yang ada pada tempat ini.
PELATIHAN INSTALASI PLTS SKALA RUMAH TANGGA UNTUK PEMANFAATAN CLEAN ENERGY PADA JEMAAT GEREJA GMIM EXODUS WATUTUMOU II KEC. KALAWAT I MINAHASA UTARA PROV. SULAWESI UTARA Dodie, Stanley Bernadus; Simanjuntak, Christopel H.; Rumokoy, Stieven Netanel; Atmaja, i Gede Para; Weno, Leony Ariesta
Universal Raharja Community (URNITY Journal) Vol. 3 No. 1 (2023): URNITY (Universal Raharja Community)
Publisher : UNIVERSITAS RAHARJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11411.345 KB) | DOI: 10.33050/urnity.v3i1.2495

Abstract

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa penggunaan energi terbarukan memiliki keunggulan dalam berbagai hal. Di Indonesia ada berbagai langkah kebijakan yang diambil oleh pemerintah untuk mendukung pemanfaatan Energi Terbarukan. Salah satu pemanfaatannya adalah dengan membangun PLTS skala rumah tangga yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat yang memilih untuk memanfaatkan kesempatan ini. Jemaat gereja dituntut untuk menopang setiap program yang baik dari pemerintah . Sebagai wujud tindakan dukungan kebijakan pemerintah, Jemaat Gereja perlu mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang benar dalam menyokong program ini. Gereja GMIM Exodus watutumou II berkomitmen untuk membina warganya untuk mendukung setiap program pemerintah bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan Program Penerapan IPTEK pada Masyarakat (PIM), tim pengusul kegiatan telah melakukan pelatihan instalasi PLTS skala rumah tangga untuk pemanfaatan Clean Energy pada Jemaat Gereja GMIM Exodus watutumou II. Kegiatan ini dibuat dalam bentuk Workshop sehingga transfer informasi dan kompetensinya dapat dilaksanakan dengan lebih efektif. Alat yang digunakan adalah luaran penelitian yang pernah dilakukan di program studi sarjana terapan teknik listrik. Luarannya yaitu peserta mendapat pengetahuan dan keterampilan yang benar dalam menginstal sistem PLTS skala rumah tangga.
WORKSHOP INSTALASI PLTS OFF GRID SYSTEM DENGAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL INNOVATION PADA WARGA KELURAHAN MERAS, MANADO Rumokoy, Stieven Netanel; Atmaja, i Gede Para; Dodie, Stanley Bernadus; Simanjuntak, Christopel H.; Wenno, Leony Ariesta; Mansauda, Karlah Lifie R.
Universal Raharja Community (URNITY Journal) Vol. 4 No. 1 (2024): URNITY (Universal Raharja Community)
Publisher : UNIVERSITAS RAHARJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33050/urnity.v4i1.2835

Abstract

Pemerintah terus mendorong masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan Energi bersih. Contoh dari penggunaan energi bersih adalah dengan menggunakan energi matahari menjadi energi listrik. Penggunaan energi matahari menjadi energi listrik dapat dengan menggunakan panel surya dengan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan sistem off grid. Kelurahan Meras berlokasi diarea kota Manado yang secara potensi memiliki paparan energi surya yang baik. Selain itu terdapat fasilitas umum seperti Gedung gereja, Kantor kelurahan, Halte dan fasilitas lainnya yang membutuhkan energi listrik. Fasilitas-fasilitas ini berpotensi besar untuk menggunakan sistem PLTS dalam pemanfaatan energi listrik. Tantangannya adalah, masyarakat kelurahan Meras belum begitu familiar dengan sistem PLTS yang menggunakan Panel Surya. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pemanfaatan energi surya melalui instalasi PLTS dengan sistem off grid. Workshop akan menggunakan Alat Praktek PLTS sebagai sarana pelatihan bagi masyarakat. Melalui alat ini, pengetahuan akan pemanfaatan energi surya dapat berkembang. Daya minat pemanfaatan energi bersih diprediksi akan tumbuh Ketika ada keuntungan secara finansial juga dalam manajemen penggunaan energi. Kegiatan pelatihan akan berupa workshop instalasi PLTS dan dintegrasikan dengan analisis keekonomian dalam pemanfaatan energi bersih.
PENERAPAN PLTS UNTUK LAMPU PENERANGAN PADA TANGGA GEREJA GMIM GOLGOTA MALENDENG Wenno, Leony Ariesta; Pongoh, Deitje Sofie
Jurnal JANATA Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Janata
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/vyvaca25

Abstract

Gereja GMIM Golgota Malendeng merupakan pusat kegiatan keagamaan dan sosial warga di Kelurahan Malendeng, Kota Manado. Lokasinya yang berada di dataran tinggi dengan akses tangga bertingkat seringkali menyulitkan jemaat, terutama saat malam hari akibat minimnya penerangan. Kondisi ini menimbulkan risiko keselamatan, khususnya bagi anak-anak dan lansia. Oleh karena itu, penyediaan sistem penerangan yang aman dan berkelanjutan sangat diperlukan. Salah satu alternatif yang tepat adalah penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), mengingat tingginya potensi energi matahari di wilayah Sulawesi Utara. Melalui teknologi ini, gereja dapat memperoleh sumber penerangan mandiri tanpa tergantung pada jaringan listrik utama yang tidak selalu stabil. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menyediakan penerangan berkelanjutan di area tangga gereja serta membangun kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pihak gereja dalam pemanfaatan teknologi tepat guna. Metode pelaksanaannya mencakup survei kebutuhan, perancangan sistem PLTS (panel surya, baterai, dan lampu LED), instalasi oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen dan keterlibatan masyarakat, serta pelatihan pemeliharaan kepada pengurus gereja. Hasilnya sebuah sistem PLTS skala kecil yang terdiri dari 1 panel surya 150 Wp, 1 solar charge controller (SCC) tipe MPPT, 1 baterai 12 V 50 Ah, 1 lampu sorot 50 Watt, kabel secukupnya, serta panel listrik integrasi telah terpasang dengan baik di area tangga gereja.