Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Karakterisasi Proses Anaerobik Perombakan Substrat Multi-Karbon dengan Teknologi Sel Amobil Joni, Agustian; Lilis, Hermida
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v2i1.25

Abstract

Pengolahan limbah cair secara anaerobik untuk campuran limbah cair dari industri tapioka, gula dan pengolahan minyak kelapa sawit merupakan proses berprospek baik karena senyawa karbon dalam limbah cair cukup tinggi. Umpan campuran limbah cair dengan perbandingan tertentu diolah dengan proses anaerobik sel amobil UASB skala laboratorium. Evaluasi dilakukan terhadap konsentrasi COD dengan beban maksimal 15.000 mg/L, waktu tinggal hidrolik 10-20 jam, pH dan nutrisi umpan yang alami dan dikontrol dimana perbandingan volume 1:1:12 dibuat agar diperoleh kandungan COD campuran awal diatas 15.000 mg/L. Campuran limbah cair menghasilkan influen yang berwarna coklat keruh dengan pH sekitar 5. Reduksi kandungan COD pada setiap kelompok eksperimen berada pada rentang yang cukup baik, yaitu sekitar 67,07%-82,52% pada laju beban organik 6-36 kgCOD/m3/hari. Kondisi pH-nutrisi alamimenghasilkan tingkat reduksi COD yang lebih besar daripada kondisi limbah cair yang memiliki pH dan nutrisi dikontrol. Jumlah gas yang diakumulasi berada pada rentang rata-rata 140-370 mL/jam. Pada kondisi pH 5,5-6,5 proses degradasi COD limbah cair campuran berjalan lebih maksimal daripada biodegradasi dengan kondisi pH yang cenderung asam atau mendekati 7. Proses biodegradasi dengan pH kontrol menghasilkan reduksi COD sebesar 42-92%, sedangkan reduksi COD pada kondisi pH alami adalah lebih tinggi (sekitar 61-97%).
Pengolahan Limbah Cair Laundry menggunakan Ekstrak Biji Kelor sebagai Biokoagulan Hermida, Lilis; Agustian, Joni; Azizah, Zahratul
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v4i1.62

Abstract

Hasil limbah cair laudry biasanya langsung dibuang ke badan air yang semakin lama akan menyebabkan pencemaran lingkungan karena tidak diolah terlebih dahulu. Pada penelitian ini dilakukan pengolahan limbah cair laundry dengan menggunakan biokoagulan ekstrak biji kelor. Biokoagulan ekstrak biji kelor diperoleh dengan cara mengekstraksi biji kelor menggunakan larutan NaCl 1 M. Pengolahan limbah cair laundry dilakukan secara batch dengan cara mencampurkan 80 ml/L ekstrak biji kelor ke dalam 100 ml limbah cair laundry yang telah diatur pH nya menjadi 6-10. Analisa turbidity, COD dan fosfat pada limbah cair laundry dilakukan sebelum dan sesudah pengolahan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa ini menunjukan bahwa efisiensi penyisihan kekeruhan, COD, dan Fosfat efektif dilakukan. Dengan kondisi pH optimum pada pH 6 yang menurunkan kekeruhan menjadi 15,5 NTU dengan persentase penyisihan hingga 97,22% dan COD hingga 65,05%. Sedangkan penurunan fosfat yang paling besar terjadi pada pH 8 dengan persentase penyisihan sebesar 95,48% hingga kadar fosfat menjadi 0,038 mg/L. 
Penggunaan Ekstrak Biji Kelor sebagai Biokoagulan pada Pengolahan Limbah Cair Laundry Hermida, Lilis; Agustian, Joni; Kurniasari, Bela
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v2i2.35

Abstract

Limbah cair laundry seringkali dibuang ke badan air tanpa diolah terlebih dahulu sehingga semakin lama dapat mencemari lingkungan. Pada penelitian ini dilakukan pengolahan limbah cair laundry  dengan menggunakan biokoagulan ekstrak biji kelor.  Biokoagulan ekstrak biji kelor diperoleh dengan cara mengekstraksi biji kelor menggunakan larutan NaCl 1 M. Pengolahan limbah cair laundry  dilakukan secara batch dengan cara mencampurkan berbagai dosis (20-160 ml/L) ekstrak biji kelor ke dalam 100 ml limbah cair laundry . Analisa pH, turbidity, COD dan fosfat pada limbah cair laundry  dilakukan sebelum dan sesudah pengolahan.   Dari hasil penelitian diperoleh bahwa semakin tinggi dosis biokoagulan semakin rendah pH limbah cair laundry .  Turbidity menurun dari 561 NTU hingga 56 NTU apabila dosis ditingkatkan dari 20 hingga 80 ml/L, tetapi apabila dosis ditingkatkan lagi angka turbidity menjadi naik. Semakin tinggi dosis koagulan semakin rendah angka COD. Kandungan fosfat menurun dari 1,724 mg/L ke 0,836 mg/L apabila dosis biokoagulan dinaikan dari 20 hingga 40 ml/L, tetapi kandungan fosfat meningkat apabila dosis biokoagulan ditingkatkan lebih lanjut.
Pengolahan Limbah Cair Laundry Melalui Proses Elektrokoagulasi Sistem Batch Recycle Menggunakan Elektroda Aluminium yang disusun Secara Bipolar Hermida, Lilis; Agustian, Joni; Anggraini, Devi Sagitha
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v5i2.101

Abstract

Penelitian elektrokoagulasi limbah cair laundry dilakukan di reaktor yang beroperasi secara batch recycle, yang menggunakan 6 (enam) elektroda yang berupa alumunium dalam susunan bipolar. Pengaruh variasi parameter operasi (besarnya tegangan listrik dan kondisi pH limbah laundry) terhadap persentase penurunan kekeruhan, COD, dan Fosfat pada air limbah yang diamati. Kemudian kondisi operasi yang optimal di investigasi menggunakan rancangan percobaan fractional factorial taguchi. Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa tegangan listrik sangat mempengaruhi persentase penurunan kekeruhan, COD, dan Fosfat pada limbah cair laundry. Begitu juga dengan pengaturan pH limbah sebesar 4, 6, dan 8.   Kondisi optimum diperoleh pada tegangan listrik 13,8 volt, jarak antar elektroda 0,5 cm, dan dengan pH 4, laju alir 800 l/jam dan waktu pengolahan 2 jam. Persentase penurunan kekeruhan pada kondisi optimum bisa mencapai 93,53%, persentase penurunan COD mencapai 75%, sedangkan untuk persentase penurunan fosfat mencapai 95,06%.
Pengolahan limbah cair industry karet secara elektrokoagulasi dengan rancangan percobaan Taguchi fractional factorial Hermida, Lilis
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v1i2.17

Abstract

Penelitian pengolahan limbah cair indutri karet telah dilakukan dengan cara elektrokoagulasi menggunakan lima elektroda besi yang disusun secara bipolar. .Rancangan percobaan menggunakan Taguchi fractional factorial untuk mengetahui kondisi optimal tingkat penurunan kekeruhan. Adapun parameter-parameter kondisi operasi yang di variasikan adalah: jarak antar elektroda, kuat arus dan koduktivitas limbah cair. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa persentase penurunan kekeruhan optimal diperoleh sebesar 96,57%  pada kondisi operasi:  konduktivitas limbah cair 1400 μs/cm, jarak antar elektroda 1,5 cm, pemakaian kuat arus 0,2 A dan waktu operasi selam 180 menit.
UJI BEBERAPA JENIS PUPUK NITROGEN LEPAS LAMBAT PADA TANAMAN KUBIS BUNGA (Brassica oleraceae var. botrytis L.) YANG DIBERI PUPUK DASAR NPK Diko Sri Agung; Yohannes Cahya Ginting; Rugayah Rugayah; Lilis Hermida
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i3.5309

Abstract

Pupuk urea konvensional yang mudah hilang dan tercuci di tanah dapat diatasi dengan memodifikasi bentuk fisika dan kimia pupuk urea konvensional menjadi pupuk urea lepas lambat (Slow Release Urea= SRU). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh pemberian beberapa jenis pupuk sumber nitrogen lepas lambat terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga. (2) mengetahui jenis pupuk sumber N (nitrogen) lepas lambat yang paling baik pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga. Penelitian ini dilakukan di Bukit Kemiling Permai, Kota Bandar Lampung pada bulan Maret sampai dengan Juni 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Lima perlakuan dalam penelitian ini adalah P0 (Kontrol), P1 (Urea), P2 (SRU Bentonit), P3 (SRU Baggase Bottom Ash (BBA)), dan P4 (SRU Mesopori) yang diulang sebanyak empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh berbagai jenis pupuk sumber nitrogen lepas lambat pada tanaman kubis bunga tidak berbeda dengan urea konvensional dan tanpa pemupukan. Secara umum, pupuk urea lepas lambat lebih unggul dibandingkan dengan pupuk urea konvensional dalam hal lebar tajuk tanaman, panjang daun, lebar daun, waktu panen, bobot curd, dan diameter curd,  namun pebedaannya tidak signifikan. Pemberian perlakuan pupuk SRU (slow release urea) jenis Messopori cenderung menghasilkan bobot kering daun yang lebih berat dibandingkan dengan pupuk SRU (slow release urea) jenis BBA dengan selisih 1,84 g (19,81%).
Salt-Assisted Mesostructured Cellular Foam (MCF) Silica Synthesis from Bagasse Bottom Ash for Enzymatic Starch Hydrolysis Agustian, Joni; Hermida, Lilis
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2025: BCREC Volume 20 Issue 3 Year 2025 (October 2025)
Publisher : Masyarakat Katalis Indonesia - Indonesian Catalyst Society (MKICS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.20379

Abstract

Synthesis of MCF silica is presently conducted solely using TEOS and TMB, with the purpose of immobilizing amylolytic enzymes.  Utilizing BBA and KCl to create the salt-assisted MCF silica present a viable option for converting a natural waste into an effective enzyme carrier, given its substantial silica content.  The objectives were to produce the MCF silica, to employee the MCF silica as the glucoamylase carrier, and to know characteristics of the immobilized enzyme by conducting hydrolysis of starches.  The carrier had surface area of 45.5 m2 g-1, pore volume of 0.12 cm3 g-1, pore size of 9.3 nm, and mesoporous silica type IV.  Reduction in the carrier pore diameter and the medium to strong FTIR vibrations indicated free glucoamylase immobilization on carrier.  The immobilization reached 88.5% efficiency, influenced by factors such as initial enzyme concentration, PO₄ buffer pH, and temperature, with agitation speed having a minor impact.  This optimum value was obtained at the initial enzyme concentration of 9.0 mg mL-1, agitation speed of 120 rpm, buffer pH of 5.5, and temperature of 30°C.  Hydrolysis of starches (tapioca, wheat, potato, corn) resulted in Dextrose Equivalent (DE) values ranging from 5.1% to 63.9%, with the immobilized glucoamylase showing better performance in potato starch hydrolysis (DE of 63.9%) and corn starch (DE of 45.6%).  The use of BBA in synthesis of the salt-assisted MCF silica proved to be a viable and sustainable alternative for enzyme immobilization, with potential applications in industrial starch hydrolysis.
Glukoamilase amobil pada silika mesostructured cellular foam (mcf) magnetik untuk hidrolisis pati kentang Agustian, Joni; Hermida, Lilis; Rustamaji, Heri; Haviz, Muhammad
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industi (SINTA) 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi dan studi silika mesopori magnetik untuk penyangga imobilisasi enzim glukoamilase untuk hidrolisis pati kentang belum dilakukan karena penyangga magnetik hanya dikaitkan dengan bahan partikel nano baik murni maupun komposit. Proses imobilisasi enzim glukoamilase pada penyangga dengan kondisi operasi proses divariasikan untuk diketahui pengaruhnya terhadap proses dimana hasil akhir adalah tingkat imobilisasi enzim yang cukup besar yang disimpulkan dari hasil analisis kandungan protein (metode Bradford), FTIR dan SEM-EDX. Bahan partikel nano magnetik berhasil diinkorporasi pada permukaan silika MCF (9.2T-3D) dengan tingkat imobilisasi optimum enzim glukoamilase bebas adalah sekitar 89,46% yang didapatkan pada kondisi operasi optimum pH larutan buffer 5,0, suhu operasi 35°C, kecepatan pengadukan 120 rpm,dan konsentrasi enzim suplai sebesar 5,5%. Walaupun unit aktivitas enzim amylase amobil adalah lebih rendah daripada enzim amylase bebas, enzim amobil tetap dapat digunakan untuk menghidrolisis susbtrat larut dalam air. Poses hidrolisis pati kentang dengan enzim tersebut menghasilkan nilai DE optimum 26,93% pada suhu 70°C, kecepatan pengadukan 170 rpm, pH buffer asetat 0,1 M 4,6, dan konsentrasi enzim 1500 U/mg.
Kiat Penelitian & Ilustrasi Karya Ilmiah Riset Bagi Siswa Eksakta SMAN 2 Bandar Lampung Agustian, Joni; Hermida, Lilis; Purba, Elida; Herianto, Dwi
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 7 No. 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v7i3.3346

Abstract

Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Bandar Lampung aktif berpartisipasi dalam Lomba Anugerah Inovasi Daerah (LAID) Provinsi Lampung dengan prestasi yang baik.  Kendati pada tahun 2023 ini tim Sekolah yang dikirim tidak berhasil menjadi juara Lomba tersebut, pada tahun lalu, tim peneliti muda yang diikutsertakan dalam LAID 2022 berhasil menjadi juara pertama kategori pelajar.  Pada tahun 2017, tim Sekolah mendapatkan juara kedua kategori pelajar pada Lomba ini.  Lomba yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Daerah (Balitbangnovda) Provinsi Lampung diawali dengan seleksi naskah artikel/karya tulis ilmiah, sehingga hanya naskah artikel yang disusun dengan baik yang mencerminkan kecemerlangan ide dapat lolos ke tahap selanjutnya.  Berdasarkan hal tersebut, maka Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Teknik Universitas Lampung (PkM FT Unila) mempertimbangkan perlunya membantu pihak SMAN 2 Bandar Lampung dalam penyusunan/presentasi karya tulis penelitian dan hasilnya melalui Pelatihan Kiat Penelitian dan Ilustrasi Karya Tulis Ilmiah.  Setelah pertemuan dengan pihak Sekolah, Tim PkM FT Unila Menyusun materi yang dibutuhkan dalam Pelatihan ini.  Sebelum, selama, dan sesudah pelaksanaan Pelatihan, dilakukan evaluasi kepada para peserta (pelajar).  Metode Participatory Appraisal diterapkan dalam pembelajaran ini.  Peningkatan pemahaman yang tinggi dari siswa eksakta diperoleh.  Seluruh pelajar (100%) dapat memahami dengan baik formulasi Pendahuluan karya tulis ilmiah, ragam/jenis rancangan percobaan, penelitian OFAT, pengaturan tampilan ilustrasi untuk artikel/karya tulis ilmiah.  Namun, hanya sebagian siswa (50-60%) yang memahami dengan benar subyek komposisi Pendahuluan dan preparasi ilustrasi artikel.
Pelatihan Pengolahan Minyak Goreng Bekas (Minyak Jelantah) Menjadi Sabun Padat Bagi UMKM dan IRT di Desa Sidosari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan Ginting, Simparmin; Hanif, Muhammad; Damayanti, Sri; Hermida, Lilis
Nemui Nyimah Vol. 1 No. 2 (2021): Nemui Nyimah
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v1i2.20

Abstract

This community service aims to help the UMKM engaged in the food industry in Sidosari Village, Natar District, South Lampung Regency (partners). Partners never replace used cooking oil (waste cooking oil) with new ones, but only add new oil to used cooking oil for frying the next food. Partners consider that using used cooking oil from branded cooking oil will be safe to use many times, thereby saving on expenses without knowing the consequences. This understanding is due to the partner's low level of awareness. Therefore, the community service (PkM) is very appropriate for understanding partners about the dangers of waste cooking when used repeatedly without ever being replaced with a new one. The methods used in this service include: socialization, training, and direct practice of processing and making eco-friendly handmade solid laundry soap from used cooking oil. Socialization has been explained the dangers of using cooking oil for health and the environment. Training and practice were provided to partners on how to process and make eco-friendly handmade solid laundry soap made from used cooking oil and bath soap from new oil for household use and even for sale. After participating in this service, residents and the UMKM in particular no longer used cooking oil repeatedly to fry their products to increase product quality. They are enthusiastic to continuously make solid soap from used cooking oil for washing purposes and even make it from new oil for bath soap purposes. Thus, it will save the cost of shopping for laundry soap and bath soap reduce dependence on manufacturer's soap so that the environment is not polluted by detergent waste. It can even be an additional income for those who are serious about getting into the business of making this laundry soap and environmentally friendly homemade bath soap.