Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Sosialisasi Upaya Meningkatkan Imunitas Tubuh Anak dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 di Posyandu Mekar Sari Widia Ningsih; Lastama Sinaga; Halim Simatupang; Ayu Putri Ningsih; Lisa Amalia; Fadhlan Musdary; Reza Maulana Ahmad Lubis; Joevan Houtten Nahampun
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v6i4.8215

Abstract

To prevent this transmission, it can be done by increase the body's immune system. The problem that occurs in the community is the lack of understanding of parents regarding the Covid-19 pandemic. This socialization was named Program Kemitraan Masyarakat (PKM) by Faculty of Mathematics and Natural Sciences of State University of Medan which was held at the Mekar Sari Posyandu. The aim of this socialization is to provide counseling and understanding to the community about the importance of maintaining and improving children's immunity in the face of the Covid-19 pandemic. The method of this socialization consists of preparation, implementation, and evaluation, solving. This socialization is carried out with a participatory educative approach by carrying out socialization of Covid-19 prevention
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Kotoran Sapi dengan Mesin Kombinasi Pencacah dan Pengaduk di Desa Sengon Sari Sapitri Januariyansah; Safri Gunawan; Ayu Putri Ningsih
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i1.2805

Abstract

ABSTRACTCattle farmers in Sengon Sari Village are one of the farmers who have problems in managing cow dung waste. They still have been able yet to manage cow dung waste so that it has an impact on environmental safety and health of community. Utilization of cow dung waste as the main ingredient of organic fertilizer by utilizing a combination chopper and stirrer machine is an alternative solution that can be chosen. The purpose of this community service activity is to solve partner problems. The implementation method is carried out by observation, discussion, lecturing, and working practice which is carried out in three stages, namely the preparation, implementation, and evaluation. The results of the activities run effectively with the resolution of partner problems. Partners earn additional income with organic fertilizer products from cow dung waste. The knowledge and skills of partners increased for making organic fertilizers with a combination chopper and stirrer machine. Cow dung processing into organic fertilizer is one form of good business management. The result show that with a combination chopper and mixer machine, fertilizer manufacturing activities can run well, effective, and efficient. Keywords: machine; effective; environment ABSTRAKPeternak sapi di Desa Sengon Sari merupakan satu di antara peternak yang mengalami permasalahan pengelolaan limbah kotoran sapi. Peternak belum mampu mengelola limbah kotoran sapi sehingga berdampak pada keamanan lingkungan dan Kesehatan masyarakat sekitar. Pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi bahan utama pupuk organik dengan memanfaatkan mesin kombinasi pencacah dan pengaduk menjadi solusi alternatif yang dapat dipilih. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyelesaikan permasalahan mitra. Metode pelaksanaan dilakukan dengan observasi, diskusi, ceramah, dan praktik kerja yang dilakukan dalam tiga tahapan yaitu tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan, dan tahapan evaluasi. Hasil kegiatan berjalan secara efektif dengan terselesaikannya permasalahan mitra. Mitra memperoleh pendapatan tambahan dengan produk pupuk organik dari limbah kotoran sapi. Pengetahuan dan keterampilan mitra tentang pembuatan pupuk organik dengan mesin kombinasi pencacah dan pengaduk meningkat. Pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk organik merupakan salah satu bentuk manajemen usaha yang baik. Hasil yang diperoleh dengan mesin kombinasi pencacah dan pengaduk, kegiatan pembuatan pupuk dapat berjalan dengan baik, efektif, dan efisien. Kata Kunci: mesin; efektif; lingkungan
Eksplorasi dan karakterisasi mikroorganisme tanah andosol sebagai dasar pengembangan agen hayati tanah Ayu Putri Ningsih; Eko Prasetya; Puji Prastowo; Rini Hafzari
Jurnal Biologi Udayana Vol. 29 No. 2 (2025): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2025.v29.i02.p03

Abstract

Tanah Andosol yang terbentuk dari pelapukan abu vulkanik kaya mineral merupakan habitat potensial bagi mikroorganisme tanah yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber agen hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengkarakterisasi mikroorganisme tanah Andosol dari lahan pertanian kentang di Desa Situnggaling, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Isolasi dilakukan menggunakan metode pour plate dengan pengenceran bertingkat (10⁻¹–10⁻⁵) pada media selektif SCA, Starch-M Protein Agar, ISP-2, dan ISP-4, yang menghasilkan 34 isolat bakteri Gram positif berdasarkan uji KOH 3% dan pewarnaan Gram. Karakterisasi morfologi koloni menunjukkan variasi bentuk, tepi, elevasi, tekstur, dan warna yang umumnya putih hingga krem dengan tekstur bertepung, sedangkan pengamatan mikroskopis memperlihatkan bentuk filamen bercabang atau batang dengan hifa tidak bersekat. Uji biokimia menunjukkan 22 isolat katalase positif, 4 positif Simmons’ Citrate, 11 bersifat motil, 14 mampu memfermentasi seluruh gula yang diuji, 2 menghasilkan gas, dan 8 positif H₂S, yang mengindikasikan adanya keragaman fisiologis dan metabolik yang tinggi. Analisis molekuler berbasis gen 16S rRNA terhadap dua isolat terpilih, yaitu ISP 4 10-4 O P2 dan ISP 4 10-3 O PS, menunjukkan tingkat kemiripan masing-masing sebesar 84,81% dan 95,69% terhadap anggota genus Bacillus. Tingkat kemiripan yang berada di bawah ambang batas identifikasi spesies (>98%) menunjukkan bahwa kedua isolat tersebut hanya dapat diidentifikasi hingga tingkat genus dan berpotensi memiliki variasi genetik yang berbeda dari isolat yang telah dilaporkan sebelumnya. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa tanah Andosol memiliki keanekaragaman mikroorganisme dan berpotensi sebagai sumber kandidat agen hayati yang dapat dikaji lebih lanjut pada penelitian lanjutan.
Potential Microplastic-Degrading Bacteria from Mangrove Sediment in The Paluh Getah Area, Percut Sei Tuan District Ahmad Shafwan S. Pulungan; Larasati Arum Utami; Marlinda Nilan Sari Rangkuti; Ayu Putri Ningsih; Cindy Suci Muliandhira
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 10 (2025): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i10.12647

Abstract

Microplastic pollution poses a severe threat to marine ecosystems due to its persistence and toxicity, necessitating innovative biodegradation strategies. This study explored the potential of bacteria isolated from mangrove sediments of the Paluh Getah mangrove forest, North Sumatra, to degrade common microplastics, including LDPE, HDPE, PET, PP, and PS. Ten bacterial isolates were obtained and screened for their ability to grow on microplastic-supplemented mineral salt medium over 20 days. Three isolates (BPM 5, BPM 9, and BPM 10) demonstrated robust growth, with biochemical tests confirming catalase activity critical for managing oxidative stress during plastic degradation. Molecular identification via 16S rRNA gene sequencing revealed the isolates as Enterobacter sp. and Brevibacillus parabrevis, both known for their biodegradation capacities. The findings underscore the diverse metabolic pathways these bacteria employ to utilize microplastics as carbon sources. This research highlights the promise of mangrove sediment bacteria as eco-friendly bioremediation agents to mitigate microplastic pollution in coastal environments. Further studies are required to optimize degradation conditions and elucidate enzymatic mechanisms to enhance practical applications.
SOSIALISASI PEMANFAATAN METODE SENTRIFUGAL DALAM MENINGKATKAN KUALITAS VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DESA TELAGA TUJUH Nurul Huda Panggabean; Puji Prastowo; Aswarina Nasution; Ayu Putri Ningsih; Susilawati Amdayani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.51579

Abstract

Pembuatan VCO (Virgin Coconut Oil) dilakukan dengan beberapa metode, antara lain menggunakan pemanasan maupun tanpa pemanasan. Pemanasan dilakukan dengan merebus santan kelapa menggunakan api kecil hingga santan mengeluarkan minyak, namun metode ini sering menyebabkan perubahan warna pada minyak dan berbau tengik sehingga kualitas VCO yang dihasilkan kurang baik dan tidak bertahan lama. Metode lainnya yaitu dengan cara mekanik, kelapa setelah diparut akan mengalami proses pengadukan secara manual, hal ini akan membantu dalam pelepasan emulsi santan, dimana protein, minyak dan air akan terpisah sendiri melalui metode ini. Metode ini dirasa cukup efektif karena prosesnya tanpa menggunakan pemanasan. Hasil produksi VCO masyarakat di Desa Telaga Tujuh Kabupaten Deli Serdang masih belum optimal dikarenakan VCO masih berbau tengik setelah jangka waktu penyimpanan 30 hari, produksi menggunakan metode tanpa pemanasan. Dibutuhkan perbaikan metode dalam proses produksi dan pengemasan, agar kualitas VCO dapat terjaga dengan baik. Sosialisasi yang dilakukan sebagai upaya peningkatan pemahaman masyarakat sebagai pelaku kegiatan produksi VCO di Desa Telaga Tujuh. Sosialisasi memperkenalkan kepada masyarakat tentang proses produksi VCO menggunakan teknologi tepat guna mesin sentrifugal dan adanya tahap pendinginan dalam pengolahan santan. Proses pendinginan dalam produksi VCO bermanfaat untuk memperlambat atau mencegah reaksi oksidasi dan hidrolisis pada santan yang dapat menyebabkan penurunan kualitas VCO. Mesin sentrifugal bermanfaat untuk menghasilkan VCO yang bebas kontaminasi, cara ini juga efektif dan efisien karena menghasilkan rendemen yang lebih banyak dibandingkan metode fermentasi. Berdasarkan hasil yang diperoleh, masyarakat memiliki peningkatan pemahaman dalam hal pemanfaatan teknologi tepat guna dalam memperbaiki kualitas produk VCO menggunakan mesin sentrifugal dan proses pendinginan dalam pengolahannya.