Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggunaan Media Digital Sebagai Alat Komunikasi Instruksional dalam Pembelajaran Bahasa Jerman Ambo Dalle; Misnawaty Usman; Ernawati; Himaya Praptani Adys
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3119

Abstract

Penggunaan media digital dalam pendidikan mengalami perkembangan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi. Dalam pembelajaran bahasa asing, termasuk Bahasa Jerman, media digital tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi tetapi juga menjadi instrumen instruksional yang memudahkan proses pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media digital sebagai alat komunikasi instruksional dalam pembelajaran Bahasa Jerman. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan mengkaji penelitian-penelitian sebelumnya mengenai efektivitas media digital dalam pembelajaran bahasa. Hasil kajian menunjukkan bahwa media digital, seperti aplikasi pembelajaran, video pembelajaran, dan platform kolaboratif, efektif dalam meningkatkan motivasi belajar, kemampuan komunikasi, dan keterampilan bahasa siswa. Dengan demikian, media digital menjadi alat yang penting dalam mendukung pembelajaran Bahasa Jerman di era digital.
Cultural Content and Foreign Language Public Speaking Anxiety: Contributing Factors and Culture-Based Coping Strategies in EFL Students Himala Praptami Adys; Misnawaty Usman; Ernawati
Proceeding of Conference on Literature, Linguistic, and Cultural Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Proceeding of Conference on Literature, Linguistic, and Cultural Studies: ICONE
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/pcllcs.v5i1.6569

Abstract

This study investigates the relationship between cultural content integration and foreign language public speaking anxiety (FLPSA) among English as a Foreign Language (EFL) students. The research examines how incorporating Buginese cultural values (Sipakainga’, Sipakalebbi’, and Sipakatau’) affects anxiety levels and provides culture-based coping strategies for 56 Indonesian university students enrolled in Business English Communication program, Universitas Makassar. Using a mixed-methods approach, this study analyzed anxiety patterns, cultural identity impacts, and effectiveness of culturally-responsive pedagogical approaches. Results indicate that students who engaged with familiar cultural content demonstrated significantly lower anxiety levels and improved speaking performance compared to those exposed to purely Western-oriented materials. The findings suggest that integrating local cultural frameworks can serve as effective anxiety-reduction mechanisms while maintaining language learning objectives. This research contributes to understanding culturally-sensitive EFL pedagogy and provides practical implications for educators working with culturally homogeneous student populations.
PENDAMPINGAN GURU SD DALAM MERANCANG PENGALAMAN BELAJAR BERMAKNA MELALUI EKSPLORASI SENI RUPA BERBASIS PEMBELAJARAN MENDALAM Tangsi; Muftihaturrahmah Burhamzah; Ernawati; Ambo Dalle; Syarifah Fatimah
ABDI KIMIA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2026): Jurnal Edisi Juni
Publisher : Jurusan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/asxea083

Abstract

Pembelajaran seni rupa di sekolah dasar masih cenderung imitatif dan kurang memberi ruang eksplorasi serta refleksi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru SD dalam merancang pengalaman belajar seni rupa yang bermakna dan mendalam sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka. Kegiatan dilaksanakan pada 22 Mei 2026 bersama MGMP Guru Pendidikan Seni SD Kota Makassar, diikuti 23 dari 25 peserta terdaftar. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan eksplorasi seni rupa, dan pendampingan penyusunan modul ajar. Hasil menunjukkan skor pengetahuan meningkat dari 54,3 menjadi 78,6; 82,6% peserta meningkat minimal 20 poin; 85,7% rancangan berkategori baik; dan kepuasan peserta mencapai 91,3%. Kegiatan ini efektif memperkuat kompetensi guru dalam merancang pembelajaran seni rupa bermakna.