Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Menentukan Kerugian Energi pada Komponen Utama PLTU Menggunakan Simulasi Cylcle Tempo Romi Djafar; Burhan Liputo; Yunita Djamalu
Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo (JTPG) Vol 7 No 1 (2022): Jurnal JTPG (Mei)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v7i1.911

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) tersusun atas komponen utama boiler, turbin, pompa, dan kondensor. Dalam pengoperasian komponen PLTU tersebut akan beroperasi secara terus menerus selama 24 jam apabila tidak terjadi shutdown akibat gangguan maupun kegiatan maintenance dan lain sebagainya. Kondisi ini akan mempengaruhi performa subsistem PLTU akibat umur pemakaian yang makin lama. Oleh karena itu, perlu adanya kegiatan identifikasi tiap komponen yang sudah tidak standar sehingga terjadi kerugian energi yang mengakibatkan penurunan efesiensi. Tujuan penelitian ini adalah menaksir kerugian-kerugian energi pada subsistem PLTU untuk kondisi desain yang nantinyajadi referensi kondisi eksisting kedepannya. Penelitian ini dilakukan melalui pemodelan simulasi cycle tempo menggunakan data desain (heat balance and mass diagram) PLTU Molotabu Gorontalo kapasistas 2x12.5 MW. Berdasarkan hasil simulasi diperoleh efisiensi termal boiler yaitu 85,03%, efisiensi gross electricity sebesar 23,803% serta efesiensi net sebesar 23.3%. Sedangkan kerugian energi terbesar terjadi pada kondensor sebesar 46,68% dari total energi yang hilang ke lingkungan.
Studi Eksperimen Biodigester Menggunakan Kombinasi Eceng Gondok dan Kotoran Sapi Muhammad Zahri Abdul Rahim; Romi Djafar; Yunita Djamalu; Burhan Liputo
Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo (JTPG) Vol 8 No 1 (2023): Jurnal JTPG (Mei)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v8i1.1166

Abstract

Danau limboto menjadi sebuah ikon penting yang ada di Propinsi Gorontalo yang harus dilestarikan dari berbagai bentuk pencemarannya. Salah satu masalah yang belum terselesaikan hingga saat ini adalah penanganan pertumbuhan enceng gondok yang telah menutupi sebagaian besar permukaan air danau tersebut. Mengingat banyaknya enceng gondok yang tumbuh liar di dalam danau limboto dapat dimanfaatkan sebagai menjadi bahan bakar energi alternatif seperti Biogas. Biogas itu sendiri sebagai Salah satu energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan sehari-hari mulai memasak hingga kebutuhan listrik dengan menggunakan alat berupa biodigester. Hal ini dapat menjadi salah satu solusi permasalahan energi saat ini. Tujuan penelitian adalah merancang biodigester skala mikro dan mengetahui perbandingan yang optimal untuk mendapatkan hasil biogas yang terbaik. Untuk mendapatkan hasil penelitian maka dilakukan variasi perbandingan 1:1., 1:2., dan 1:3 dari bahan baku enceng gondok dan kotoran Sapi. Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh perbandingan enceng gondok dan feses sapi 1:1, 1:2 dan 1: 3 dengan lama fermentasi mulai terbentuknya gas metan masing-masing 7, 9 dan 12 hari. Hasil uji nyala api dari digester perbandingan enceng gondok tetap sebanyak 5 kg dengan perubahan jumlah feses sapi sebesar 5 kg, 2.5 kg dan 1.25 di peroleh masing-masing 8.5 menit, 5, 4 meni dan 3.5 menit.
DESAIN MESIN MULTI PROSES PENGUPAS, PEMIPIL DAN PENGOLAH LIMBAH JAGUNG UNTUK PAKAN TERNAK Zulzain Ilahude; Burhan Liputo; Yunita Djamalu; Evi Sunarti Antu
Jurnal Vokasi Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 1 (2021): JURNAL VOKASI SAINS DAN TEKNOLOGI (NOVEMBER)
Publisher : Program Vokasi UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.193 KB) | DOI: 10.56190/jvst.v1i1.3

Abstract

Di Provinsi Gorontalo, komoditas tanaman pangan merupakan komoditas yang dominan dan dikembangkan secara intensif terutama tanaman jenis jagung. Mengamati kondisi potensi ketersediaan lahan dan komoditi tanaman jagung yang terus dikembangkan di daerah ini, tentu akan sangat membutuhkan teknologi praktis untuk membantu para petani dalam mengolah hasil panen komoditi jagung. Akan tetapi limbah jagung yang dihasilkan berupa kulit dan tongkol juga akan berdampak dan berpotensi meningkat. Berdasarkan kondisi ini, maka tim peneliti akan membuat rancangan sebuah sistem mesin dengan prinsip mekanik multi proses berupa fungsi pengupas, pemipil dan pengolah kulit dan tongkol jagung menjadi pakan ternak sehingga lebih praktis membantu para petani jagung dan peternak. Dengan menerapkan karakteristik mekanik multi proses ini, maka pekerjaan yang membutuhkan beberapa kali tahapan pengolahan dapat dilakukan hanya dengan sekali tahapan.
RANCANG BANGUN MESIN PANEN JAGUNG MULTI PROSES PENGUPAS, PEMIPIL DAN PENCACAH Yunita Djamalu; Zulzain Ilahude; Burhan Liputo; Evi Sunarti Antu; Romi Djafar
Jurnal Vokasi Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2023): JURNAL VOKASI SAINS DAN TEKNOLOGI (MEI)
Publisher : Program Vokasi UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.419 KB) | DOI: 10.56190/jvst.v2i2.35

Abstract

Di Provinsi Gorontalo, komoditas tanaman pangan merupakan komoditas yang dominan dan dikembangkan secara intensif terutama tanaman jenis jagung.  Provinsi Gorontalo merupakan penghasil jagung karena rerata Masyarakat Gorontalo selain petani padi juga sebagai petani jagung. Riset ini masih menggunakan metode simulasi visual untuk membantu pengamatan bagaimana karakteristik dan efektivitas gerak komponen sebelum melakukan proses pengerjaan dan fabrikasi mesin. Selain simulasi visual, juga dilakukan metode uji analisis berdasarkan data-data penelitian sebelumnya sehingga komparasi data analisis pada penelitian ini dapat menjadi pertimbangan untuk konsep redesain sistem mekanik mesin yang sesuai dengan prinsip dan  fungsinya. Mesin multi proses adalah sebuah mesin yang memiliki tiga fungsi sekaligus yakni pengupas, pemipil dan pencacah dengan menerapkan prinsip kerja mekanik solid work pada aspek proses transfer dan proses pengolahan. Secara umum hasil uji fungsi utama sistem mesin telah memberikan gambaran yang cukup baik jika dipandang pada aspek karakteristik kerja, akan tetapi pada aspek hasil olahan mesin masih belum optimal. Sebab itu perlu dilakukan riset lanjut untuk redesain konsep sistem mekanik mesin multi proses yang ada. Riset ini masih menggunakan metode simulasi visual untuk membantu pengamatan bagaimana karakteristik dan efektivitas gerak komponen sebelum melakukan proses pengerjaan dan fabrikasi mesin. Selain simulasi visual, juga dilakukan metode uji analisis berdasarkan data-data penelitian sebelumnya sehingga komparasi data analisis pada penelitian ini dapat menjadi pertimbangan untuk konsep perancangan sistem mekanik mesin yang sesuai dengan prinsip dan  fungsinya
SIMULASI SISTEM PLTU ANGGREK 2 X 25 MW MENGGUNAKAN SOFTWARE CYCLE TEMPO DENGAN VARIASI BEBAN TURBIN25%, 50%, 75% DAN 100% Harlan Djabal; Romi Djafar; Yunita Djamalu; Burhan Liputo
Journal Of Renewable Energy Engineering Vol. 1 No. 1 (2023): Journal Of Renewable Energy Engineering (April)
Publisher : Program Vokasi-Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jree.v1i1.8

Abstract

Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Unit Anggrek Merupakan PLTU yang mulai dibangun sejak tahun 2007 dan mulai beroperasi pada tahun 2019 dengan kapasitas 2 X 25 MW. Sejak di resmikan PLTU Anggrek Adalah salah satu pembangkit yang mendistribusikan kebutuhan listrik di provinsi Gorontalo, Sehingga saat ini sudah jarang terjagi pemadaman listrik. Di PLTU Anggrek menunjukan bahwa belum pernah dilakukan evaluasi performa sistem PLTU sesuai data heat balance and mass diagram. Adapun Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan pemodelan simulasi sistem PLTU anggrek menggunakan simulasi Cycle Tempo dan mengetahui performa sistem PLTU tersebut dengan memvariasikan beban Turbin. Untuk mendapatkan hasil penelitian dilakukan pemodelan menggunakan simulasi cycle tempo 5.1 dengan parameter input berdasarkan data heat balance. Berdasarkan penelitian dipeoleh hasil efisiensi gross: 10,5%, dan nett : 10,01.% pada beban Turbin 25%. Sedangkan pada pembebanan turbin 50% diperoleh masing-masing Efesiensi gross: 21,02%, dan nett sebesar 20,03%. Selanjutnya pembebanan 75% didapatkan berturut-turut efieinsi Gross 31,5%, net: 30,1%. Dan pembebanan maksimal sebesar 100% mendapatkan gross: 42,053,net: 40,249%.
ANALISIS PERFORMA SISTEM PLTU ANGGREK KAPASITAS 2X25 MW MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR BATUBARA DENGAN BEBAN TURBIN 100% Zulkifli Ismail; Romi Djafar; Yunita Djamalu; Burhan Liputo
Journal Of Renewable Energy Engineering Vol. 1 No. 1 (2023): Journal Of Renewable Energy Engineering (April)
Publisher : Program Vokasi-Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jree.v1i1.13

Abstract

Pembangkit listrik tenaga uap(PLTU) Unit Anggrek Merupakan PLTU yang mulai dibangun sejak tahun 2007 dan mulai beroperasi pada tahun 2019 dengan kapasitas 2 X 25 MW. Sejak di resmikan PLTU Anggrek Adalah salah satu pembangkit yang mendistribusikan kebutuhan listrik di provinsi Gorontalo, Sehingga saat ini sudah jarang terjagi pemadaman listrik. Di PLTU Anggrek menunjukan bahwa belum pernah dilakukan evaluasi performa sistem PLTU sesuai data heat balance and mass diagram. Adapun Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan pemodelan simulasi sistem PLTU anggrek menggunakan simulasi Cycle Tempo dan mengetahui performa sistem PLTU tersebut dengan memvariasikan beban Turbin.Untuk mendapatkan hasil penelitian dilakukan pemodelan menggunakan simulasi cycle tempo 5.1 dengan parameter input berdasarkan data heat balance. Berdasarkan penelitian dipeoleh hasil efisiensi gross: 10,5%, dan nett : 10,01.% pada beban Turbin 25%. Sedangkan pada pembebanan turbin 50% diperoleh masing-masing Efesiensi gross: 21,02%, dan nett sebesar 20,03%. Selanjutnya pembebanan 75% didapatkan berturut-turut efieinsi Gross 31,5%, net: 30,1%. Dan pembebanan maksimal sebesar 100% mendapatkan gross: 42,053,net: 40,249%.
Uji Kinerja Mesin Panen Padi Menggunakan Mesin Brush Cutter Djamalu, Yunita; Djafar, Romi; Udjaili, Sunandar
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 8 No 2 (2023): Jurnal JTPG (November)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v8i2.1192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi alat pemotong rumput menjadi mesin pemanen padi tipe brush cutter dengan modifikasi yang lebih aman dan mudah digunakan serta mengevaluasi unjuk kerja mesin tersebut. Material teknik yang digunakan meliputi pelat aluminium, bilah bundar yang dilapisi karbida, sabuk operator, pipa aluminium, kain, dan mesin. Mesin pemanen padi tipe brush cutter terdiri dari mesin YSI-328, handle, batang penghubung, sayap pemandu, mata gergaji, tali selempang, dan pelat pengaman kaki. Tipe mata pisau berbentuk lingkaran terbuat dari karbida dengan jumlah mata pisau pemotong sebanyak 42 buah di sisi lingkaran. Ujung mata pisau memiliki ukuran 4x3x2 mm dengan kecepatan putaran antara 3500-4500 rpm. Mesin ini memanfaatkan kecepatan dorongan, yakni nilai untuk memotong empat rumpun padi dengan jarak tanam 25 cm atau setara dengan lebar kerja 100 cm, dimana gerakan mendorong dimulai dari kanan ke kiri dengan waktu berkisar antara 0,7 hingga 1 detik. Mesin ini dilengkapi tali selempang yang terbuat dari kain dengan panjang 2 m. Selain itu, mesin ini juga memiliki pelat pengaman kaki yang terbuat dari aluminium dengan dimensi 50 x 10 cm dan tebal 2 mm. Hasil pengujian pada luasan 50 m2 diperoleh kapasitas aktual memadai sebesar 3,33 m²/menit. Pada luasan tersebut, mesin panen padi hasil modifikasi memerlukan konsumsi bahan bakar sebanya 0,5 liter dengan efisiensi kerja mesin sekitar 82-85%.
PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF MENGGUNAKAN REAKTOR GASIFIKASI DOWNDRAFT Hasan Harun, Ervan; Ilham, Jumiati; Djafar, Romi; Djamalu, Yunita
Journal Of Renewable Energy Engineering Vol. 2 No. 2 (2024): Journal Of Renewable Energy Engineering (Oktober)
Publisher : Program Vokasi-Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jree.v2i2.43

Abstract

Organic waste from coconut shells, corn cobs, candlenut shells, and lamtoro wood is often found in the Gorontalo region. The gasification of organic waste has the potential to reduce organic waste and produce gas for various applications, including heating, power generation, and industrial raw materials. The research aims to determine the gas composition of the downdraft gasification process from organic waste from coconut shells, candlenut shells, corn cobs, and lamtoro wood, to determine the rate of fuel consumption, and to determine the calorific value. The method used is an experimental method. Test results using a downdraft gasifier reactor with 5 kg of fuel. The average H2 value obtained from the test results for coconut shells was 12.46%, candlenut shells 13.01%, corn cobs 9.3%, and lamtoro wood 15.95%, the highest H2 value from several of these samples was obtained from lamtoro wood with the highest percentage was 15.95%, the average O2 value obtained was coconut shell 8.86%, candlenut shell 6.37%, corn cob 2.61%, lamtoro wood 5.22%, the average CH4 value was shell coconut 7.88%, candlenut shell 4.05%, corn cob 8.03%, lamtoro wood 7.32%, average CO value for coconut shell 0.56%, candlenut shell 0.05%, corn cob 10 .71%, lamtoro wood 0.05% while the average N2 value obtained was 70.21% coconut shell, 76.49% candlenut shell, 69.25% corn cob, and 71.44% lamtoro wood. The findings compare four organic wastes as alternative energy using a downdraft gasification reactor. The conclusion from this research is that the best gas composition is from corncob organic waste with H₂, CH₄, and CO of 28.05%, the longest burning rate on corncob samples is 23.11 grams/minute and the highest calorific value test is on lamtoro wood samples with results reaching 4,340 cal/gram.
PERBANDINGAN DESAIN PENGERING BERBASIS EFEK RUMAH KACA VARIASI CEROBONG PENGHAWAAN: IMPLEMENTASI PADA MASYARAKAT LOKAL Djamalu, Yunita
Journal Of Renewable Energy Engineering Vol. 2 No. 2 (2024): Journal Of Renewable Energy Engineering (Oktober)
Publisher : Program Vokasi-Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jree.v2i2.45

Abstract

Greenhouse effect-based dryers are an efficient and environmentally friendly technological solution to improve the quality and added value of agricultural and fishery products. This research aims to analyze the comparative technical and economic performance of three variations of ventilation chimney designs, namely conventional, thermal, and multidirectional, in their implementation in local communities. Research methods include field experiments to measure technical parameters, such as temperature, humidity, drying time, and airflow speed, and economic analysis to calculate investment costs, payback period, and net profits. The results showed that the thermal chimney provided the best performance with an average temperature of 50°C, drying time of 21 hours, and high airflow efficiency, suitable for rural areas. Multidirectional chimneys are more flexible against unstable wind conditions, making them ideal for coastal areas. This technology is environmentally friendly with a reduction in carbon emissions of up to 1.2 tonnes of CO₂ per year per unit. The novelty of this research lies in the combination of innovative design, in-depth economic analysis, and the application of technology that is adaptive to local needs and challenges, making it relevant and beneficial to society and the environment. In conclusion, a greenhouse effect-based dryer with a ventilation chimney design is a technology that is feasible to apply to increase productivity, environmental sustainability, and the welfare of local communities.
PEMANFAATAN PENGERING EFEK RUMAH KACA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KERUPUK KASUBI LONUO BUKIT ARANG Pontoiyo, Fuad; Liputo, Burhan; Djamalu, Yunita
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (NOVEMBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jat.v4i1.61

Abstract

Lonuo Village is located in Tilongkabila District, Bone Bolango Regency, Gorontalo. Kasubi crackers are a typical snack produced by one of the Lonuo Bukit Arang Kasubi Crackers UKMs. Kasubi crackers are made from cassava, tapioca flour, baking soda, and brown sugar, while other production requirements are cooking oil, LPG gas, gasoline, firewood, raffia rope, and plastic packaging. Meanwhile, other supporting tools in the kasubi cracker production process are plastic plates, steamer frames, steaming pans, molding tanks, sweet potato grinding machines, and para-paras as attachments for manual drying. The manual drying place used by IKM consists of 3 bamboo-based lamps measuring 7 x 13 meters for the entire cracker drying place. The drying process using bamboo sheets has many disadvantages, including drying time which takes 4 to 5 drying hours in sunny weather, unpredictable weather, less hygienic, and tends to be contaminated with bacteria because the location of the IKM is opposite the location of the Final Processing Site (TPA) for waste disposal. Bone Bolango Regency. The Kasubi Lonuo Bukit Arang cracker IKM was established in 2000 and has been continued by Santian Pillow since 2020. This IKM has more than 6 (six) permanent and non-permanent employees with daily raw material production of 1 () sack of cassava Working time from grating the coconut to drying takes 8 to 9 hours, namely from 08.00 to 15.00 WITA with the resulting cracker output being 2448 crackers per day and packaged in one hanging containing 10 crackers and priced at IDR. 11,000 per hanging. The method used in this activity is the preparation stage, implementation of activities, and program sustainability plans. The alternative drying tool that will be socialized in this activity is a greenhouse drying tool in the form of a rectangular prism with the help of energy from sunlight. While serving this community group, the service team packages activities from lecture presentations on introducing tools, questions, and answers, how to make tools, how to use tools, and how to maintain tools. From the results of this activity, it was agreed that the next activity would focus more on making cracker products using biomass stoves or stoves fueled by used oil and greenhouse effect dryers.