Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN POWER POINT DAN GAYA BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR Baehaki Baehaki; Aceng Hasani
JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran) : Edutech and Intructional Research Journal Vol 1, No 2 (2014): JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran)
Publisher : http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JTPPm

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jtppm.v1i2.7905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran power point dan gaya belajar terhadap hasil belajar PKn di Kelas 8 SMPN 1 Pagedangan Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menjelaskan tentang perlunya memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar serta memperhatikan faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini berusaha untuk mengetahui : 1) perbedaan hasil belajar PKn antara siswa yang menggunakan media power point  dengan menggunakan media gambar foto; 2) perbedaan hasil belajar PKn antara siswa yang bergaya belajar visual dengan gaya belajar auditori; 3) pengaruh interaksi antara media pembelajaran power point dan gaya belajar terhadap hasil belajar PKn; 4) perbedaan hasil belajar PKn antara gaya belajar visual menggunakan media power point dengan gaya belajar visual menggunakan media gambar foto; 5) perbedaan hasil belajar PKn antara gaya belajar auditori menggunakan media power point dengan gaya belajar auditori menggunakan media gambar foto;  6)  perbedaan hasil belajar PKn antara gaya belajar visual menggunakan media power point dengan gaya belajar auditori  menggunakan media power point,  7)  perbedaan hasil belajar PKn antara gaya belajar visual menggunakan media gambar foto dengan gaya belajar auditori menggunakan media gambar foto. Kata kunci : Media Power Point, Gaya Belajar, Hasil Belajar Pendidikan PKn
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Uvia Nursehah; Aceng Hasani; Luluk Asmawati
JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran) : Edutech and Intructional Research Journal Vol 2, No 2 (2015): JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran)
Publisher : http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JTPPm

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jtppm.v2i2.7863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan: (1) hasil belajar IPA antara kelompok belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran berbasis proyek dengan kelompok belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran ekspositori, (2) hasil belajar IPA pada kelompok siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi dengan kelompok siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah, (3) pengaruh interaksi penggunaan model pembelajaran berbasis proyek dan berpikir kritis terhadap hasil belajar siswa, (4) hasil belajar IPA antara kelompok belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran berbasis proyek dan memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi, dengan kelompok belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran ekspositori dan memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi, (5) hasil belajar IPA antara kelompok belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran berbasis proyek dan memiliki kemampuan berpikir kritis rendah, dengan kelompok belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran ekspositori dan memiliki kemampuan berpikir kritis rendah. Penelitian ini melibatkan semua siswa kelas VA dan kelas VB di SD Muhammadiyah Serang sebagai populasi. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment).  Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara pembelajaran menggunakan model pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran menggunakan ekspositori Fhitung (21,714) > Ftabel (2,15), terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa berpikir kritis tinggi dan siswa berpikir kritis rendah Fhitung (4,539) > Ftabel (2,15), terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran berbasis proyek dan berpikir kritis siswa terhadap hasil belajar IPA Fhitung (10,901) > Ftabel (2,15), terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran berbasisi proyek dan berpikir kritis tinggi dengan menggunakan model pembelajaran ekspositori dan berpikir kritis tinggi Fhitung (13,640) > Ftabel (3,18), terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran berbasisi proyek dan berpikir kritis rendah dengan siswa yang menggunakan ekspositori dan berpikir kritis rendah Fhitung (11,372) < Ftabel (3,18). Dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan hasil belajar IPA dan merangsang kemampuan berpikir kritis. Kata Kunci: model pembelajaran, berpikir kritis, hasil belajar
PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN SIKAP SOSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Budi Purwanti; Aceng Hasani; Purwanto Purwanto
JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran) : Edutech and Intructional Research Journal Vol 1, No 2 (2014): JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran)
Publisher : http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JTPPm

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jtppm.v1i2.7906

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data empirik tentang pengaruh pembelajaran kooperatif dan sikap sosial terhadap hasil belajar membaca teks narasi Bahasa Inggris Kelas VIII di SMPN 204 Jakarta. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain faktorial 2 x 2. Instrumen yang digunakan adalah tes untuk mengukur hasil belajar dan kuisioner utnuk mengukur sikap sosial. Sampel yang dipilih adalah 40 siswa. Analisis data menggunakan analisa varian dua arah.Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, kesimpulan penelitian ini dapat dituliskan sebagai berikut: 1) Hasil belajar Bahasa Inggris siswa yang diberikan Model pembelajran make a match lebih tinggi daripada siswa yang diberikan Model pembelajaran think pair share; 2) Hasil belajar Bahasa Inggris siswa memiliki sikap sosial tinggi lebih tinggi daripada siswa yang memiliki sikap sosial rendah; 3) Terdapat pengaruh interaksi antara Model pembelajaran dan sikap sosial terhadap hasil belajar Bahasa Inggris siswa; 4) Hasil belajar Bahasa Inggris siswa yang diberikan Model pembelajaran Make a match dan memiliki sikap sosial tinggi lebih tinggi daripada siswa yang diberikan Model pembelajaran think pair share dan memiliki sikap sosial tinggi; 5) Hasil belajar Bahasa Inggris siswa  yang diberikan Model pembelajaran Make a match dan memiliki sikap sosial rendah lebih rendah daripada siswa yang diberikan Model think pair share dan memiliki sikap sosial rendah; 6) Hasil belajar Bahasa Inggris siswa yang diberikan Model pembelajaran Make a match dan memiliki sikap sosial tinggi lebih tinggi daripada  daripada siswa yang diberikan Model pembelajaran make a match dan memiliki sikap sosial rendah; 7) Hasil belajar Bahasa Inggris siswa yang diberikan Model pembelajaran think pair share dan memiliki sikap sosial tinggi lebih rendah daripada  daripada siswa yang diberikan Model think pair share  dan memiliki sikap sosial rendah. Keywords: hasil belajar, teks narasi, sosial siswa, model mencari pasangan, pembelajaran kooperatif
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KOMIK DAN GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Ratu Farichah Sururi; Aceng Hasani
JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran) : Edutech and Intructional Research Journal Vol 1, No 2 (2014): JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran)
Publisher : http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JTPPm

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jtppm.v1i2.7902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan media komik dan gaya belajar terhadap hasil belajar pemahaman makna bacaan teks naratif bahasa Inggris. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan desain faktorial 2 x 2. Penelitian ini dilakukan di  SMA Negeri 4 Pandeglang pada semester 2 tahun ajaran 2013/2014 dengan sampel 52 orang siswa yang dipilih secara acak, dengan 26 siswa kelas eksperimen dan 26 siswa kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket langsung kepada sampel, tes perlakuan atau perbuatan, dan tes tertulis berbentuk uraian. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa: 1) Terdapat pengaruh yang signifikan media pembelajaran komik dan audio terhadap hasil belajar pemahaman makna bacaan teks naratif bahasa Inggris dengan hasil Fhitungsebesar 6,089 >Ftabel 4,08. 2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya belajar field independent dan field depedent terhadap hasil belajar pemahaman makna bacaan teks naratif bahasa Inggris dengan hasil Fhitungsebesar 19,465 >Ftabel 4,08. 3) Terdapat pengaruh yang signifikan interaks iantara media komik dan gaya belajar terhadap hasil belajar pemahaman makna bacaan teks naratif bahasa Inggris dengan hasil Fhitungsebesar 5,374 > Ftabel 4,08. Kata kunci: Media Komik, Gaya Belajar dan Hasil Belajar Pemahaman Makna Bacaan Teks Naratif Bahasa Inggris.
IMPLEMENTING RECONSTRUCTIONISM PHILOSOPHY IN LEARNING ENGLISH: A CASE STUDY FOR 5TH GRADE STUDENTS IN PRIMARY SCHOOL Nuraini, Hery; Hasani, Aceng; Nulhakim, Lukman
JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 10, No 1 (2024): JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar)
Publisher : Department of Primary education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Su

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpsd.v10i1.24474

Abstract

Reconstructionism is a philosophical school that emphasizes change and renewal of the education system. Technological advances influence changes and developments in the education system. English as a second language for students in Indonesia brings challenges in the learning process, as felt by students in 5th grade at SDN Kedaung Wetan 3 who consider English very difficult to learn due to their lack of vocabulary knowledge. The presence of technology as a media is expected to solve the problems the students face. This research aims to describe the implementation of the reconstructionism philosophy in learning English. This research uses a qualitative method using observation, interview, and documentation as research instruments. The subjects of this research are three students from 5th grade and one English teacher, with 4 respondents as the subject research. The observation, interview, and test results show that changes in the education system apply culture to forming student’s character through the Adiwiyata program. Apart from that, this school also experienced changes in the curriculum’s implementation from using the 2013 Curriculum to Kurikulum Merdeka following central government policy. Changes have also occurred in learning English, where teachers and students use textbooks and media such as the Quizizz application and YouTube to deliver the material. It also shows positive findings in achieving their vocabulary.
DEVELOPMENT OF E-LKPD WORDWALL GAME IN JAVA BANTEN LEARNING FOR CLASS 1 ELEMENTARY SCHOOL : PENGEMBANGAN E-LKPD WORDWALL GAME PADA PEMBELAJARAN JAWA BANTEN SISWA KELAS 1 SD Avinindy Inayda Devianti -; Aceng Hasani; Aan Hendrayana
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v10i4.10354

Abstract

Digital technology has now developed rapidly in all aspects of life, including in the aspect of education. The implementation of technology in the world of education is one of the barometers of a nation's progress. However, amidst the demands of the times, Indonesia remains a nation that must maintain its culture, one of which is the regional language of Java Banten. Collaboration of modern developments with culture is a formula that is expected to increase student motivation and learning outcomes. This research is a R&D by adopting the ADDIE model. The objectives of this study are: 1) product design of e-LKPD wordwall game; 2) product eligibility of e-LKPD wordwall game; 3) student responses to the development of e-LKPD; 4) description of increasing student learning motivation in the implementation of e-LKPD wordwall game that can be seen from student responses in using the product; 5) description of increasing student learning outcomes in the implementation of e-LKPD Wordwall game. The analysis technique uses 2 stages (qualitative analysis and quantitative analysis). The results of the validation test of the e-LKPD wordwall game obtained an average score of expert validation 89.53%, student responses to the aspect of using the e-LKPD wordwall game obtained a score of 61%, the aspect of learning motivation obtained a score of 64%, the analysis of student learning outcomes obtained a result of 63% in the moderate criteria and quite effective to use. The conclusion of the results obtained was stated as valid by experts, the effectiveness of the e-LKPD wordwall game was categorized as good and quite effective to use.
Tindak Tutur Ilokusi dalam Naskah Drama Jam Dinding yang Berdetak Karya Nano Riantiarno sebagai Upaya Memperkaya Bahan Ajar Apresiasi Drama di SMA Kelas XI Asri Ayu Lestari; Aceng Hasani; Erwin Salpa Riansi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.3908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam naskah drama Jam Dinding yang Berdetak karya Nano Riantiarno. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari naskah drama Jam Dinding yang Berdetak karya Nano Riantiarno. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik studi pustaka, teknik baca, dan teknik catat. Data diperiksa keabsahannya dengan menggunakan teknik triangulasi penyidik. Proses analisis dilakukan dengan menggunakan metode padan pragmatis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi yang ditemukan dalam naskah drama Jam Dinding yang Berdetak karya Nano Riantiarno meliputi: (1) tindak tutur ilokusi bentuk asertif dengan ragam fungsi menyatakan, memberitahukan, menyarankan, membanggakan, mengeluh, menuntut, dan melaporkan; (2) tindak tutur ilokusi bentuk direktif dengan ragam fungsi memesan, memerintahkan, memohon, meminta, menyarankan, menganjurkan, dan menasihatkan; (3) tindak tutur ilokusi bentuk komisif dengan ragam fungsi menjanjikan, bersumpah, dan menawarkan; (4) tindak tutur ilokusi bentuk ekspresif dengan ragam fungsi mengucapkan terima kasih, mengucapkan selamat, memaafkan, menyalahkan, memuji, menyatakan belasungkawa, dan menuduh; serta (5) tindak tutur ilokusi bentuk deklaratif dengan ragam fungsi menamai dan menentukan. Hasil penelitian dan subjek yang digunakan dapat digunakan sebagai upaya untuk memperkaya bahan ajar apresiasi drama dalam bentuk modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka pada materi drama di jenjang SMA kelas XI untuk meningkatkan kemampuan menulis peserta didik dalam menulis naskah drama.
Interferensi Bahasa Sunda dan Jawa Terhadap Bahasa Indonesia dalam Ranah Jual Beli di Pasar Labuan Kabupaten Pandeglang Denia Aprilyani; Aceng Hasani; Sundawati Tisnasari
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.6058

Abstract

Tujuan dari Penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dan faktor penyebab terjadinya interferensi bahasa Sunda dan Jawa terhadap bahasa Indonesia dalam ranah jual beli di Pasar Labuan, Kabupaten Pandeglang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik rekam, simak dan catat. Data yang diperoleh yaitu tuturan penjual dan pembeli yang ada di Pasar Labuan, Kabupaten Pandeglang. Hasil temuan yang diperoleh adalah sebagai berikut: (1) Terdapat 3 bentuk data yang ditemukan dengan jumlah keseluruhan 40 data, yaitu 25 data interferensi fonologi, 13 data interferensi morfologi dan 2 data interferensi sintaksis. (2) Faktor penyebab terjadinya interferensi karena secara tidak sadar, penutur menyisipkan bahasa Sunda atau Jawa ke dalam bahasa Indonesia, selain itu faktor lainnya karena kemampuan dan pengetahuan penutur ketika berbahasa Indonesia lebih dominan dibandingkan dengan kemampuan ketika berbahasa Sunda atau Jawa, sehingga dapat menyebabkan terjadinya interferensi.