Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Efektivitas Bimbingan dan Konseling Islam untuk Meningkatkan Penerimaan Diri pada Penyandang Tunanetra Komariah Komariah
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2019): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v6i1.861

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Bimbingan dan Konseling Islam dalam meningkatkan Penerimaan Diri pada penyandang tunanetra pada mahasiswa difabel Pusat Layanan Difabel UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hipotesis dalam penelitian ini adalah Bimbingan Konseling Islami efektif dalam meningkatkan Penerimaan Diri pada penyandang tunanetra. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah lima orang mahasiswa-mahasiswi penyandang tunanetra yang dinaungi oleh Pusat Layanan Difabel Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Quasi-Experimental design. Alat pengumpulan data menggunakan skala Penerimaan Diri yang mengacu pada aspek penerimaan diri yang dikemukakan oleh Sheerer. Analisis data menggunakan wilcoxon signed rank test dengan program SPSS 16.00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest Penerimaan Diri penyandang tunanetra. Berdasarkan hasil perhitungan statistik ini berarti Bimbingan dan Konseling Islam efektif untuk meningkatkan Penerimaan Diri pada penyandang tunanetra. Dengan demikian hipotesis yang diajukan peneliti dalam penelitian ini diterima atau terbukti. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin efektif proses Bimbingan dan Konseling Islam, maka akan semakin meningkatkan Penerimaan Diri pada penyandang tunanetra. Begitu juga sebaliknya, semakin tidak efektif proses Bimbingan dan Konseling Islam yang diberikan, maka tidak akan efektif untuk meningkatkan Penerimaan Diri pada penyandang tunanetra. ABSTRACT This study aims to determine the effectiveness of Islamic Guidance and Counseling in increasing Self-Acceptance of visually impaired students with disabilities at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Disability Service Center. The hypothesis in this study is that Islamic Counseling Guidance is effective in increasing Self-Acceptance of visually impaired students. The subjects in this study were five students with visual impairment who were shaded by the Disability Service Center of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. The experimental design used in this study was Quasi-Experimental design. Data collection tool used was a scale of Self-Acceptance that refers to aspects of self-acceptance proposed by Sheerer. The data was analysed by using Wilcoxon signed rank test with SPSS 16.00 for Windows. The results showed that there was a significant difference between the pretest and posttest of Self-Acceptance of the visually impaired students. The results of this statistical calculation suggested that Islamic Guidance and Counseling was effective in increasing Self-Acceptance of the visually impaired students. Thus the hypothesis proposed by researchers in this study was accepted. This indicates that the more effective the Islamic Guidance and Counseling process is, the more self-acceptance will be for the visually impaired students. And vice versa, the more ineffective the process of Islamic Guidance and Counseling is given, the less effective it will be to increase self-acceptance of the visually impaired students.
Pengembangan Karakter Religius Masyarakat Desa Rukam melalui Aktivitas Keagamaan Komariah, Komariah
AL QUWWAH : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): AL QUWWAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LP2M IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/aq.v4i2.1028

Abstract

Religious character is one of the values ​​that is very important in helping society or humans in managing their personalities, namely religious values. Where religious values ​​are able to help people develop behavior that reflects social piety, namely the existence of relationships between humans that are mutually empowering, mutually beneficial, empathetic, honest and mutually control actions that are against the values ​​of human life as civilized creatures. This research was conducted in Rukam Village, West Mendo District, Bangka Regency. The subjects in this research are Rukam Village officials, religious figures, as well as IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung students who are carrying out Real Work Lectures (KKN), as well as the Rukam village youth group. The methodology in this research is qualitative descriptive research. Data collection techniques namely by observation and interviews. The data analysis technique is by using data analysis steps explained by Lexy J Moleong. The results of the research show that religious activities in Rukam village can help the community develop religious character in its community The active religious activities in Rukam village and the enthusiasm of the community in participating in these activities are shown in their independent attitudes and behavior and how they warmly welcome everyone who comes to this village. This is also strengthened by the function of Karang Taruna. Karakter religius merupakan Salah satu nilai yang sangat penting dalam membantu masyarakat atau manusia dalam mengelola pribadi mereka yaitu nilai religius. Dimana nilai religius mampu membantu masyarakat untuk mengembangkan perilaku yang mencerminkan adanya kesalehan sosial, yaitu terjadinya hubungan antar manusia yang bersifat saling memberdayakan, saling menguntungkan, berempati, jujur dan saling mengontrol dari perbuatan-perbuatan yang melawan nilai-nilai kehidupan manusia sebagai makhluk beradab. Penelitian ini dilakukan di Desa Rukam Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka. Subjek dalam penelitian ini yaitu perangkat Desa Rukam, Tokoh Agama, serta mahasiswa-mahasiswi IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN, serta karang taruna desa Rukam. Adapun metodelogi dalam penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Tekhnik pengumpulan data yaitu dengan observasi dan wawancara. Adapun tekhnik analisis data yaitu dengan langkah-langkah analaisis data yang dijelaskan oleh Lexy J moleong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas-aktivitas keagamaan yang ada didesa Rukam dapat membantu masyarakat dalam mengembangkan karakter Religius pada masyarakatnya. Hal ini ditandai dengan aktifnya kegiatan keagamaan di desa Rukam dan antuas masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut serta ditunjukkan dari sikap dan prilaku yang mandiri serta bagaimana mereka menyambut dengan hangat setiap orang-orang yang datang ke desa ini, hal ini juga dikuatkan dengan Fungsi Karang Taruna.
Pengaruh Konseling Kelompok dengan Teknik Anger Management dalam Menurunkan Perilaku Agresif Peserta Didik di SMA Negeri 1 Toboali Komariah, Komariah; Anggelisa, Mutia
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v5i3.293

Abstract

Perilaku agresif verbal mengacu pada tindakan yang dimaksudkan untuk menyakiti, mengintimidasi, atau mengucapkan kemarahan kepada orang lain dengan menggunakan kata-kata yang diucapkan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini dapat mencakup penggunaan kata-kata kotor, menyebarkan informasi palsu dan merusak, atau menyebabkan tekanan emosional pada seseorang. Jika perilaku kekerasan verbal tingkat tinggi tidak segera diatasi, hal ini berpotensi memicu perilaku permusuhan non-verbal, seperti perkelahian fisik, tawuran, atau pemukulan. Terdapat prevalensi agresi verbal yang signifikan di dalam kelas. Untuk mengatasi masalah ini, kita perlu menggunakan strategi untuk menurunkan tingkat agresi verbal. Sesi konseling kelompok yang mencakup keterampilan Anger Management mungkin merupakan titik awal yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh konseling kelompok dengan teknik anger management dalam menurunkan perilaku agresif verbal. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen kuantitatif berupa eksperimen semu dengan design eksperimen yaitu prettest-posttest non equivalent Control Group Design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui angket perilaku agresif yang mengacu pada aspek perilaku agresif yang dikemukakan oleh Buss. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 16 peserta didik yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kemudian pada teknik analisis data menggunakan teknik analisis uji prasyarat berupa uji statistik deskriptif sebagai uji pertama yang dilakukan untuk melihat rata-rata, kemudian normalitas, homogenitas dan uji hipotesis berupa uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penerapan Konseling kelompok dengan teknik anger mangement dalam menurunkan perilaku agresif peserta didik di SMA Negeri 1 Toboali yang ditunjukkan hasil analisis statistik deskriptif Nilai sig (2-tailed) yang kurang dari 0,005 (0,000 0,005) ditemukan pada hasil pengujian hipotesis yang dihasilkan dari Independent Sample T-Test pada program SPSS 26. Selain itu, jelas bahwa kelompok eksperimen memiliki skor rata-rata yang lebih tinggi (76,3) dibandingkan kelompok kontrol (36,6). 
Pengaruh Layanan Bimbingan Klasikal dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Lestari, Kenanga; Komariah, Komariah
IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education Vol. 4 No. 1 (2023): IJoCE : Indonesian Journal Counseling and Education
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi belajar menjadi permasalahan yang berhubungan dengan proses belajar yang dilaksanakan oleh peserta didik. Peserta didik seringkali tidak memiliki rasa keinginan untuk belajar yang membuat rendah atau kurangnya motivasi belajar. Melihat dari data pretest motivasi belajar yang didapatkan bahwa kurangnya motivasi belajar pada peserta didik. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan klasikal dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas XI di SMK Negeri 1 Mendo Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen dalam bentuk desain yakni quasi eksperimental design dengan tipe one group pretest-posttest design. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dokumentasi dan angket untuk dilakukannya pretest dalam mengetahui keadaan awal motivasi belajar peserta didik, kemudian diberikan perlakuan layanan bimbingan klasikal yang bertujuan dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik, setelah itu diberikan kembali posttest kepada peserta didik untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar pada peserta didik setelah dilakukannya layanan bimbingan klasikal dengan analisis data menggunakan uji hipotesis dengan bantuan program SPSS versi 25 untuk melihat hasil penelitian. Setelah dilakukan penelitian dari pemberian perlakuan layanan bimbingan klasikal, peserta didik pada kategori rendah yaitu 0 peserta didik (0%), kategori sedang 16 peserta didik (89%) dan kategori tinggi 2 peserta didik (11%) serta didukung dari nilai rata-rata pretest 105 dan posttest 119. Berdasarkan hasil pengolahan analisis data setelah dilakukan uji hipotesis didapatkan nilai thitung yaitu -8.810 > ttabel 1.739 dan sig 0,00 < 0,05 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan klasikal berpengaruh dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas XI di SMK Negeri 1 Mendo Barat.
Tingkat Literasi Digital Melalui Layanan Bimbingan dan Konseling Pada Peserta Didik Sekolah Menengah Atas Isro'i, Nurul Faqih; Komariah, Komariah; Prayogie, Muhammad Fadilah
IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education Vol. 3 No. 2 (2022): IJoCE : Indonesian Journal Counseling and Education
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/ijoce.v3i2.3648

Abstract

Era digital telah membawa berbagai perubahan yang baik sebagai dampak positif yang bisa gunakan sebaik-baiknya. Namun dalam waktu yang bersamaan, era digital juga membawa banyak dampak negatif, sehingga menjadi tantangan baru dalam kehidupan manusia di era digital ini. Era digital terlahir dengan kemunculan digital, jaringan internet khususnya teknologi informasi komputer. Media baru era digital memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, bersifat jaringan atau internet. Jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 132 juta orang. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa setengah atau lebih dari 50 persen penduduk Indonesia telah bisa mengakses internet. Indonesia juga berada di peringkat keempat dari 40 negara berdasarkan jumlah jam akses internet per hari. Daya akses internet yang tinggi tersebut ternyata belum diimbangi oleh tingginya literasi digital atau internet masyarakat. Kejahatan di dunia cyber masih sangat tinggi di Indonesia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan tingkat literasi digital peserta didik tingkat SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada Sekolah Menengah Atas di Kecamatan Merawang.Populasi penelitian meliputi seluruh peserta didik di SMA Negeri 1 Merawang. Sampel penelitian berjumlah 225 peserta didik dengan menggunakan teknik simple random sampling.
Analisis Deskriptif Layanan Konseling Kelompok Dengan Teknik Cognitive Restructuring Untuk Menurunkan Tingkat Prokrastinasi Akademik Peserta Didik Sma Negeri 1 Kelapa Khasana, Ervina Putri Winda Ari; Komariah, Komariah; Andriyani, Lisa; Muzana, Ravelina; Rohimah, Aulia; Zulfa, Rifkah; Yulariska, Yuke
IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education Vol. 6 No. 2 (2025): IJoCE (Indonesian Journal of Counseling and Education) (September 2025)
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/ijoce.v6i2.5951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori dampak dari layanan konseling kelompok dengan teknik cognitive restructuring dalam menurunkan tingkat prokrastinasi akademik peserta didik di SMA Negeri 1 Kelapa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen tipe pre-eksperimental one group pretest-posttest design. Subjek penelitian berjumlah 7 orang peserta didik yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa skala prokrastinasi akademik, dan data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata skor prokrastinasi akademik dari pretest sebesar 60,71 menjadi 34,57 pada posttest. Persentase penurunan mencapai 43,04%. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik cognitive restructuring efektif dalam membantu peserta didik mengubah pola pikir negatif atau irasional menjadi lebih positif dan adaptif, sehingga mampu mengurangi kecenderungan menunda penyelesaian tugas-tugas akademik.
Pengaruh skill abad 21 terhadap keputusan karir siswa sekolah menengah kerjuruan Nikmarijal Nikmarijal; Janawi Janawi; Wahyudi Wahyudi; Komariah Komariah
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 7 No. 1 (2022): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30031494000

Abstract

By choosing SMK, it means that students have also chosen what profession they will pursue in the future. The process of choosing a future profession stretches over a long period of time and includes a variety of small choices that eventually lead to a particular professional path. To achieve the desired career in accordance with the demands of today's era, of course mastery of 21st century skills is needed. Because not all students who graduate from school are ready to work. This research is quantitative descriptive. The instrument used is a Career Choice Decision Making Questionnaire and a 21st Century Skill Ability Questionnaire. Based on Table 1 the significance value output above is known between 21st Century Skills (X) and Career Decisions (Y) the Significance value (Sig, (1-tailed) is .00 which means <0.05. So based on this it can be seen clearly that there is a significant correlation.
Legal Basis for the Involvement of Counselors in the Diversion Process Literature Review Based on the Juvenile Criminal Justice System Law and Counseling Practice Muhammad Yogie Adha Yogie; Komariah Komariah
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (JIM-ID) Vol. 5 No. 02 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisplin Indonesia (JIM-ID), February 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The phenomenon of juvenile delinquency that develops within society reflects a complex issue involving individual, family, and social environmental factors. Children in conflict with the law require a more humanistic legal approach that emphasizes recovery rather than mere punishment. In Indonesia, Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System (JCJS Law) introduces the diversion mechanism as an implementation of restorative justice, aiming to shift the settlement of juvenile cases from formal judicial proceedings to non-penal measures. This paper aims to examine the legal basis for the involvement of counselors in the diversion process by employing a normative juridical research method through statutory and literature approaches. The findings indicate that, although the role of counselors is not explicitly stated in the Juvenile Criminal Justice System Law, the inclusive legal provisions within Indonesia’s Law No. 11 of 2012, Government Regulation No. 65 of 2015, and Supreme Court Regulation No. 4 of 2014 provide opportunities for counselors to participate as professional actors in the diversion process. Counselors hold a strategic role in facilitating the psychological and social recovery of both juvenile offenders and victims through guidance and counseling services that focus on emotional regulation, trauma healing, and moral responsibility development.