Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Effectiveness of Utilizing PhET in Increasing the Comprehension of Physics Concepts Aldena Aenun R Sakona; Usman Usman; Pariabti Palloan; Trisno Setiawan
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v8i1.11002

Abstract

This research was conducted with the objective of assessing the effectiveness of utilizing PhET media in order to increase the comprehension of physics concepts among eleventh-grade students at SMA Negeri 2 Makassar. This research design was a true experiment, specifically a pretest-posttest control group design. The population comprised all students of XI Science at SMA Negeri 2 Makassar with the total of three classes. The sampling method utilized was random sampling, and the process of collecting data entailed a test. The test consisted of a pretest conducted before the learning phase and a posttest administered after the completion of the learning activities. The indicators for assessing the comprehension of the concepts were based on Bloom's Taxonomy, specifically Translation, Interpretation, and Extrapolation. The comprehensive analysis of the data revealed that the students' comprehension of physics concepts was increased more effectively through the utilization of PhET simulation media. These findings suggest a significant positive effect of incorporating PhET simulation media in physics learning on student outcomes. The N gain score indicates an increase in students' comprehension of the material, demonstrating an increased ability to apply physics concepts following the implementation of PhET simulation media in the learning process. The implementation of PhET simulations in physics education yields positive impact in terms of increasing comprehension of physics concepts. Additionally, the utilization of PhET simulations facilitates the attainment of educational objectives by both teachers and students. Moreover, PhET simulations have the potential to streamline the learning process in classes that previously necessitated an abundance of materials and instruments for experimentation. In other terms, PhET serves as an effective learning medium.
Pengenalan Berlalu Lintas Terhadap Anak Usia Dini dan Anak Usia Sekolah Dasar Usman Usman; Trisno Setiawan; sulistiawaty sulis; Anwar Anwar; Aldi Alwi
SMART: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/smart.v3i2.52590

Abstract

Kemajuan teknologi saat ini berdampak sosial terhadap anak-anak. Banyak anak-anak usia Sekolah Dasar mengendarai sepeda motor padahal dilarang. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan terkait lalu lintas. Oleh sebab itu perlu adanya pengenalan berlalulintas di usia dini agar anak-anak terbiasa memperhatikan rambu-rambu lalu lintas serta mematuhi batasan-batasan sebagaimana yang diatur dalam undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Tujuan pengabdian ini yaitu memberikan sosialisasi terkait lalu lintas pada siswa-siswi SDN 11 Karema. Metode yang digunakan yaitu metode tanya jawab dan demonstrasi. Hasil yang diperoleh yaitu siswa-siswi SDN 11 Karema memahami dengan baik aturan lalu lintas.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Google Site terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Trisno Setiawan; Usman Usman
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4727

Abstract

Pendidikan tinggi saat ini menghadapi tantangan besar dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai pengetahuan dan keterampilan dasar, tetapi juga memiliki keterampilan abad ke-21 (21st century skills) yang mencakup berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi (4C) sebagai kompetensi utama dalam menghadapi tuntutan global dan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan Google Site terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada mata kuliah Fisika Dasar 1. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sampel penelitian terdiri atas 46 mahasiswa yang belajar Fisika Dasar 1 yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes esai kemampuan berpikir kritis yang dikembangkan berdasarkan 4 indikator yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Data dianalisis menggunakan uji-t independen setelah memenuhi uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Skor rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 87,65 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 77,00. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan Google Site berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
Analysis of Basic Physics Laboratory Competency Attainment Among Biology Students Based on Laboratory Assessment Results Laode Manarfah; Ahmad Dahlan; Dirgah Kaso Sanusi; Ahmad Yani; Trisno Setiawan
Journal of Physics Education : Review and Research Vol. 3 No. 1 (2026): Journal of Physics Education: Review and Research (JPERR)
Publisher : Physics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/cvdznr66

Abstract

This study aimed to analyze the attainment of Basic Physics laboratory competencies among Biology students based on laboratory assessment results. A descriptive quantitative approach was employed using secondary data obtained from laboratory assessment records. The data included students’ scores for each laboratory unit, total scores, average scores, final laboratory grades, and laboratory completion status. Data were analyzed using descriptive statistical techniques, including mean, standard deviation, percentage, and competency achievement categories. The results showed that students generally demonstrated good laboratory performance. A total of 73.69% of the students were classified in the High and Very High competency categories, indicating satisfactory competency attainment. The analysis of laboratory units revealed that all experimental units achieved either High or Very High categories. Unit 5 obtained the highest average achievement (93.61%), while Unit 3 recorded the lowest average score (79.73%). The findings also indicated that students who did not complete the minimum required laboratory units tended to obtain lower final grades. The study concludes that the Basic Physics laboratory program contributed positively to the development of students’ practical competencies. Laboratory assessment data can be utilized as an important source of information for evaluating competency attainment and improving laboratory learning practices.
SMART-WRITE: Pendampingan Penulisan Artikel Ilmiah bagi Mahasiswa Jurusan Fisika Universitas Negeri Makassar Trisno Setiawan; Usman; Sri Agustini; Ni Wayan Mega Savira Utami; Laode Manarfah
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/mammiri.v3i2.5186

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam penulisan dan publikasi artikel ilmiah melalui program pendampingan terstruktur berbasis SMART-WRITE (Systematic Mentoring for Academic Research Writing and Indexed Target Engagement). Permasalahan yang dihadapi mahasiswa meliputi keterbatasan pemahaman mengenai struktur artikel ilmiah, kesulitan dalam menyusun pembahasan dan analisis hasil penelitian, rendahnya pemahaman terhadap proses publikasi ilmiah, serta kurangnya kepercayaan diri untuk mempublikasikan karya ilmiah. Kegiatan dilaksanakan di Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Makassar melalui tahapan asesmen kebutuhan, penyusunan panduan dan template artikel ilmiah, workshop penulisan artikel ilmiah, klinik penulisan intensif, serta evaluasi dan refleksi bersama. Hasil asesmen awal yang melibatkan 35 mahasiswa menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap pelatihan penulisan artikel ilmiah, terutama pada aspek struktur artikel, penyusunan pembahasan, penggunaan sitasi dan daftar pustaka, serta proses publikasi jurnal. Program pendampingan kemudian diikuti oleh 12 peserta terpilih yang menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap berbagai aspek penulisan dan publikasi artikel ilmiah setelah mengikuti rangkaian kegiatan. Selain itu, peserta menunjukkan kepercayaan diri dan motivasi yang lebih tinggi untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung penguatan budaya akademik, peningkatan literasi publikasi ilmiah, serta pengembangan kapasitas mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah yang sesuai dengan standar publikasi akademik.