Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERANCANGAN PUSAT SENI KALIGRAFI DI GORONTALO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR METAFORA Siti Khusnul Khotimah; Heryati; Hatta, Asta Juliarman
Jurnal Desain Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2025): JDLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/JDLBI.v2i1.472

Abstract

Gorontalo dikenal sebagai “Serambi Madinah” karena kuatnya nilai keislaman, termasuk dalam seni kaligrafi. Potensi ini didukung oleh berbagai kegiatan seperti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), POSPENAS, dan pameran seni kaligrafi. Namun, julukan tersebut kurang dikenal luas karena kurangnya fasilitas apresiasi, minimnya pendidikan seni kaligrafi, serta mahalnya bahan baku. Untuk mengatasi permasalahan ini, dibutuhkan wadah komprehensif yang mendukung perkembangan seni kaligrafi dan memperkuat citra Gorontalo sebagai “Serambi Madinah.” Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk memahami kondisi aktual seni kaligrafi di Gorontalo. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, studi kepustakaan, dan studi banding. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan permasalahan secara komprehensif. Solusi yang ditawarkan adalah Pusat Seni Kaligrafi dengan pendekatan Arsitektur Metafora, yang menghubungkan desain dua dimensi kaligrafi dengan bentuk arsitektur tiga dimensi. Desain ini tidak hanya diaplikasikan pada fasad tetapi juga ruang-ruang interior, menciptakan pengalaman unik bagi pengunjung. Dengan pendekatan ini, Pusat Seni Kaligrafi diharapkan menjadi sarana apresiasi, edukasi, dan promosi seni kaligrafi, sehingga memperkuat identitas Gorontalo sebagai pusat seni Islam di Indonesia.
Kecakapan Digital Dalam Menyongsong Era Society 5.0 di SMA Negeri 4 OKU Kabupaten Ogan Komering Ulu Akila; Heryati; Reva Maria Valianti; Reina Damayanti; Nisa’ Ulul Mafra; Vera Sari; Erfan Robyardi
ADM : Jurnal Abdi Dosen dan Mahasiswa Vol. 1 No. 3 (2023): ADM : Jurnal Abdi Dosen dan Mahasiswa
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV.Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jurnaladm.v1i3.421

Abstract

Kecakapan digital merupakan keahlian yang harus dimiliki oleh semua orang untuk beradaptasi pada era society 5.0. Harapan yang ingin dicapai adalah mengenalkan pengetahuan digital dan apa itu era society 5.0 kepada siswa/siswi SMA Negeri 4 OKU. Hal ini dimaksudkan sebagai persiapan keahlian dalam bidang digital. Selama ini kegiatan yang paling sering dilakukan adalah transaksi di dunia maya dan pembelajaran secara daring. Padahal Digitalitalisasi sudah hampir meliputi setiap kegiatan sehari-hari masyarakat, walaupun di Indonesia sendiri masih perlu sosialisasi lebih lanjut dan membiasakan diri dengan situasi tersebut.
The Balinese Li Ceremony Tradition as Evidence of the Legacy of Animistic Beliefs and Dynamism in the Community of Datar Village, Muaradua District, South Oku Regency (2007-2014) Heryati; Yusinta Tia Rusdiana; Khairul
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 7 No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v7i2.7638

Abstract

The origin and owner ceremony tradition Li Bali are the property of the tribe Power is taken from the highlands of the mountain areas Seminung / Lake Ranau, then this tradition brought by the power spread of riparian komering in Muaradua to go into the rural areas as well as in the village of Flat , Li Bali ceremony tradition is a tradition or custom series of activities undertaken by the Power to seek peace, and demand protection from spirits who inhabit the forest in time would dilakukanya forest clearing as a farmland. In this study the author uses descriptive qualitative method. This study shows that (1) Incidence ceremony tradition Li Bali due to the inclusion of tribal power in the village Datar who believe in ancestral spirits, (2) procession Li Bali consists of four stages, (3) With the aim of asking for peace, and protection against the spirit of the forest, offerings, spells and public opinion showed evidence of the trust Animism, and black chicken is believed capable of providing peace and can bring sustenance evidence Of the dynamism of confidance.