Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Borneo Nursing Journal

Pengaruh Pijat Oketani Sebagai Upaya Pencegahan Bendungan ASI Sri Heryani; Yudita Ingga Hindiarti; Ratna Suminar; Siti Rohmah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.122

Abstract

Berdasarkan data dari Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), pada tahun 2019, ada 107.654 ibu nifas di 10 negara ASEAN termasuk Indonesia yang mengalami bendungan ASI. Pada tahun 2020, 66,87% dari ibu nifas di kawasan tersebut mengalami bendungan ASI, dan pada tahun 2021, persentase meningkat menjadi 71,1%, dengan Indonesia mencatatkan angka tertinggi sebesar 37,12% (Solihah et al., 2023). Penanganan bendungan ASI dapat dilakukan dengan metode farmakologi dan non-farmakologi. (Lova, 2021). Tujuan dari penelitian ini diharapkan dapat mencegah terjadinya bendungan ASI terhadap ibu menyusui. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rancangan pre test dan post test. Dalam penelitian ini sampel satu grup intervensi. Berdasarkan uji statistik didapatkan hasil uji test independent menunjukkan adanya perbedaan yang sangat jauh antara kedua kelompok responden, dengan nilai p=0.000 dan nilai hitung table lebih besar (6.006 lebih besar dari 2.042,30) dengan selisih rata-rata 1.750 gejala. Tindak lanjut dari penelitian yang dilakukan ialah penerbitan jurnal dan HAKI pada tahun yang sama.
Menggali Perspektif Stakeholder: Pengembangan Partograf Digital Untuk Meningkatkan Kompetensi Bidan Widya Maya Ningrum; Soetrisno Soetrisno; Sri Mulyani; Siti Rohmah; Ratna Suminar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.409

Abstract

Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Ciamis, masih tinggi, sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan dalam mendeteksi komplikasi persalinan. Partograf manual yang digunakan oleh bidan sering kali dianggap tidak efisien karena memerlukan waktu lama dan sering diisi dengan tidak lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk menggali perspektif stakeholder terkait pengembangan partograf digital sebagai alat untuk meningkatkan kompetensi bidan dalam mendeteksi komplikasi persalinan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam dengan 11 stakeholder kunci, termasuk kepala dinas kesehatan, direktur rumah sakit, dan bidan. Analisis data dilakukan menggunakan NVivo untuk mengidentifikasi tema-tema utama seperti kendala penggunaan partograf manual dan potensi partograf digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partograf digital dapat meningkatkan akurasi pencatatan dan mendukung deteksi dini komplikasi persalinan. Integrasi dengan sistem kesehatan dianggap penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi.