Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI MAKANAN SEHAT DAN GIZI SEIMBANG UNTUK MENCEGAH STUNTING PADA ANAK Maulida Nur; Umalihayati; Qonita; Novrita Tri Yulvia; Kurnia Ramadhani; Ratu Yustika Rini; Novita Sari; Moch Fikri Tanzil Mutaqin; Mutia Sari
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v5i2.2350

Abstract

Stunting menjadi permasalahan serius dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Data Hasil Validasi Gizi Balita dari 9 Puskesmas di Kota Cilegon pada Februari 2023 mencatat jumlah balita penderita stunting mencapai 1.144, dengan 168 balita mengalami stunting di Kecamatan Cibeber. Dari data posyandu, 5 di antaranya terdapat di Desa Cikerai. Selain itu, terdapat 23 anak dengan berat badan dan tinggi badan di bawah rata-rata yang seharusnya. Hasil wawancara dengan warga dan kepala desa menunjukkan bahwa faktor penyebab utama adalah ketidaktahuan orang tua akan pentingnya memberikan asupan makanan yang sehat dan bergizi, serta anggapan masyarakat yang salah mengenai pemberian makanan seperti sayur, buah, dan daging yang berlebihan sebagai penyebab anak sakit dan cacingan, sehingga para warga enggan memberikannya pada anak-anak mereka. Oleh karena itu, diperlukan program edukasi mengenai makanan sehat dan gizi seimbang guna mencegah bertambahnya angka stunting di desa tersebut. Program ini bertujuan memberikan pemahaman lebih mendalam kepada orang tua mengenai pentingnya memberikan sayur, buah, dan daging kepada anak-anak mereka. Teknik yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini meliputi survei lapangan, persiapan, dan sosialisasi, dengan metode ceramah dan pemberian makanan sehat. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh orang tua yang memiliki anak balita dan PAUD, serta ibu hamil di Kelurahan Cikerai Kota Cilegon. Sebanyak 20 peserta yang memiliki anak PAUD dan 3 ibu hamil mengikuti kegiatan ini. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai makanan sehat dan bergizi untuk mencegah stunting.
EFFORTS TO IMPROVE CHILDREN'S EXPRESSIVE LANGUAGE DEVELOPMENT THROUGH ROLE-PLAY ACTIVITIES AT THE AGE OF 4-5 YEARS AT AL-FAUZAN PAUD, TENJOAYU VILLAGE, TANARA DISTRICT, SERANG REGENCY Endang Fatimah; Novita Sari; Inten Risna; Amat Hidayat; Mutia Sari
Cakrawala Pedagogik Vol 9 No 3 (2025): Cakrawala Pedagogik
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Pendidikan Syekh Manshur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51499/cp.v9i3.794

Abstract

This research is motivated by the limited expressive language skills of most children aged 4–5 years at the Al-Fauzan PAUD, Tenjoayu Village, Tanara, Serang Regency. The purpose of the research is to examine the implementation of role-playing activities in improving the expressive language development of early childhood. The method used is descriptive qualitative with primary and secondary data sources. Data collection techniques include in-depth interviews, observation, and documentation to obtain a comprehensive picture of the research focus. Data analysis of this research refers to the qualitative approach of Miles & Huberman which emphasizes the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions so that the research results reflect the real social context. The results of the study indicate that role-playing activities make a significant contribution to improving children's expressive language skills. Theoretically, the results of this study are supported by Vygotsky's view of the Zone of Proximal Development (ZPD) which emphasizes the importance of social interaction and the role of teachers in helping children achieve higher language skills. The conclusion of the study shows that role-playing activities at the Al-Fauzan PAUD are implemented through planning, implementation, and evaluation stages with a thematic approach that is appropriate to the characteristics of children aged 4–5 years. This activity effectively improves vocabulary, the use of complete sentences, and children's confidence in speaking