Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PROBLEMATIKA HUKUM PENANAMAN MODAL Pandu Nugroho; Ahmad Wahid; Hasna Nuurii Salma
Smart Law Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/slj.v2i1.76

Abstract

Penanaman modal merupakan bagian dari penyelenggaraan perekonomian nasional dan ditempatkan sebagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.Dasar hukum mengenai penanaman modal di Indonesia di awali dengan pemberlakuan Undang-Undang No.78 Tahun 1958 tentang penanaman modal asing yang dalam pelaksanaannya mengalami kemandekan.Kemudian pada tahun 1967 diterbitkan Undang-UndangNo.1 Tahun 1967 tentang penanaman modal asing yang kemudian diubah dengan Undang-Undang No.11 Tahun 1970 tentang perubahan dan tambahan Undang-Undang  No. 1 Tahun 1967 tentang penanaman modal asing dan Undang-Undang No.6 Tahun 1968 tentang penanaman modal dalam negeri sebagaimana kemudian diubah  dengan Undang-Undang No.12 Tahun 1970 tentang perubahan dan tambahan Undang-Undang No.6 Tahun 1968 Investasi diposisikan sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan termasuk dalam proses penyelenggaraan perekonomian nasional. Dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 78 Tahun 1958 tentang Penanaman Modal Asing yang mengalami kebuntuan dalam pelaksanaannya, maka lahirlah kerangka hukum penanaman modal di Indonesia. Undang-undang yang disahkan pada tahun 1967, UU No. 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing, yang kemudian diubah dengan UU No. 11 Tahun 1970 tentang perubahan dan penambahan UU No. 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing, dan UU No. 6 Tahun 1968 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri yang kemudian diubah dengan UU No. 12 Tahun 1970 tentang Perubahan dan Penambahan UU No. 6 Tahun 1968 . Penelitian ini menggunakan pendekatan konseptual dengan menggunakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan metodologi yuridis normatif. Untuk menentukan investasi di Indonesia, penelitian ini dilakukan.
Analisis Perawatan Rutin Lube Oil Purifier di Murjan 3 Abdul Harris Nuryadin; Ahmad Wahid; Akhmad Harahap
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13070

Abstract

Lube oil purifier merupakan sistem penting dalam menjaga kebersihan oli pelumas, yang secara langsung memengaruhi kinerja mesin induk dan mesin bantu kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan perawatan rutin Lube Oil Purifier di kapal Murjan 3, serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya gangguan seperti overflow. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi langsung di ruang mesin, wawancara semi-terstruktur dengan kru kapal, serta studi pustaka terhadap literatur teknis dan regulasi keselamatan pelayaran (ISM Code dan SOLAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun prosedur perawatan rutin telah dilakukan, pelaksanaannya masih belum sepenuhnya sesuai dengan manual pabrikan dan standar klasifikasi. Gangguan teknis seperti overflow terjadi akibat penumpukan kotoran pada bowl disc, keausan seal ring, serta keterlambatan pembersihan yang disebabkan oleh padatnya jadwal operasional kapal. Faktor manusia (disiplin kerja dan kelelahan kru), organisasi, lingkungan kerja, dan usia kapal juga turut memengaruhi efektivitas perawatan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan preventive maintenance secara disiplin sebagai upaya mencegah kerusakan sistem pemisahan oli. Dengan evaluasi menyeluruh dan penyesuaian jadwal perawatan, kapal Murjan 3 dapat menjaga performa mesin serta memenuhi standar keselamatan pelayaran internasional.
PROBLEMATIKA HUKUM PENANAMAN MODAL Pandu Nugroho; Ahmad Wahid; Hasna Nuurii Salma
Smart Law Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanaman modal merupakan bagian dari penyelenggaraan perekonomian nasional dan ditempatkan sebagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.Dasar hukum mengenai penanaman modal di Indonesia di awali dengan pemberlakuan Undang-Undang No.78 Tahun 1958 tentang penanaman modal asing yang dalam pelaksanaannya mengalami kemandekan.Kemudian pada tahun 1967 diterbitkan Undang-UndangNo.1 Tahun 1967 tentang penanaman modal asing yang kemudian diubah dengan Undang-Undang No.11 Tahun 1970 tentang perubahan dan tambahan Undang-Undang  No. 1 Tahun 1967 tentang penanaman modal asing dan Undang-Undang No.6 Tahun 1968 tentang penanaman modal dalam negeri sebagaimana kemudian diubah  dengan Undang-Undang No.12 Tahun 1970 tentang perubahan dan tambahan Undang-Undang No.6 Tahun 1968 Investasi diposisikan sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan termasuk dalam proses penyelenggaraan perekonomian nasional. Dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 78 Tahun 1958 tentang Penanaman Modal Asing yang mengalami kebuntuan dalam pelaksanaannya, maka lahirlah kerangka hukum penanaman modal di Indonesia. Undang-undang yang disahkan pada tahun 1967, UU No. 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing, yang kemudian diubah dengan UU No. 11 Tahun 1970 tentang perubahan dan penambahan UU No. 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing, dan UU No. 6 Tahun 1968 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri yang kemudian diubah dengan UU No. 12 Tahun 1970 tentang Perubahan dan Penambahan UU No. 6 Tahun 1968 . Penelitian ini menggunakan pendekatan konseptual dengan menggunakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan metodologi yuridis normatif. Untuk menentukan investasi di Indonesia, penelitian ini dilakukan.
DAMPAK DAN FENOMENA MARAKNYA PERJUDIAN ONLINE BAGI MAHASISWA DI INDONESIA Zakki Mubarok; Ahmad Wahid
Smart Law Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Masalah besar perjudian online di kalangan anak muda kini telah merambah ke bidang pendidikan, khususnya pelajar dan mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dampak dan fenomena maraknya perjudian online bagi pemuda khususnya mahasiswa di Indonesia. Mengenai fenomena perjudian online di Indonesia serta penyebab dan dampak perjudian online terhadap kehidupan, penulis mengemukakan dua hal. Penelitian ini menerapkan pendekatan masalah legislasi pada perjudian online dan proses penulisan normatif setelah menilai bahan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecanduan judi online mempunyai banyak dampak buruk, termasuk dampak psikologis, fisik, dan sosial. Secara psikologis, kecanduan judi online dapat menimbulkan berbagai gejala, antara lain depresi, kecemasan, ketidakberdayaan, keputusasaan, bahkan keinginan untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain. Alasan utama perlunya pelarangan perjudian online adalah karena hal tersebut merusak kesehatan mental masyarakat, khususnya anak-anak muda (mahasiswa), dan mendorong kemalasan masyarakat untuk mengejar keuntungan finansial tanpa kerja keras. Padahal, kasus perjudian sudah diatur didalam KUHP pasal 303 dan 303 bis tentang delik terhadap akhlak yang baik.
The Role of Laboratories and Simulators in the Achievement of Competency Graduates of the Diploma IV Program of the Makassar Polytechnic of Shipping Sciences Agustina Setyaningsih; Ahmad Wahid; Rahmat Hidayat; Napsawati Napsawati; Pinrapati Wajuana
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 12 (2025): Edunity: Social and Educational Studies
Publisher : PT Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/edunity.v4i12.473

Abstract

This study examines the role of laboratories and simulators in achieving competency outcomes among graduates of the Diploma IV program at the Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar (PIP Makassar). As a vocational institution under the Ministry of Transportation, PIP Makassar implements 60-70% practical learning to prepare skilled maritime professionals. However, preliminary evaluations indicate challenges in students' technical skill mastery and workplace adaptation despite high graduate employment rates. Using an exploratory sequential mixed-methods design, this research involved 295 student respondents and lecturers/instructors as key informants. Data were collected through questionnaires, interviews, observations, and documentation of practical exam scores. The findings reveal that student competency achievement falls predominantly in the medium (41.69%) and high (35.25%) categories. Simple regression analysis demonstrates a significant positive relationship between laboratory and simulator utilization and graduate competency ( ; Beta = 0.620; Sig. = 0.001), indicating that increased facility use enhances competency outcomes. However, obstacles persist, including limited practice time, insufficient equipment modernization, suboptimal instructor guidance, inconsistent teaching methods, and gaps between theoretical knowledge and practical application. Key recommendations include extending practice hours, modernizing facilities, integrating real-world case scenarios, restructuring the curriculum to increase practical portions, providing continuous instructor training, and implementing competency-based assessment systems with clear feedback mechanisms. This study contributes to maritime vocational education by providing evidence-based strategies for optimizing laboratory and simulator utilization to meet international maritime standards and industry demands.
Maritime Education Enhancement Through Graduate Experience Analysis Ahmad Wahid; Tri Cahyadi; Barasa, Larsen; Amrin Amrin
Meteor STIP Marunda Vol 18 No 1 (2025): June
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36101/msm.v18i1.319

Abstract

This qualitative research investigates maritime vocational education effectiveness through comprehensive analysis of thirty graduates from nautical deck engineering, naval marine engineering, and port and shipping engineering programs. The study employs thematic analysis of in-depth interviews to examine professional competency development, sustainability awareness, and industry-academia alignment in maritime education outcomes. Results indicate strong technical competency development (91% high proficiency) and practical training effectiveness (90% satisfaction), while revealing significant gaps in communication skills (68% adequacy), technology integration (61% satisfaction), and sustainability education (69% awareness). Cross-specialization analysis demonstrates varying competency patterns, with port and shipping graduates showing highest business acumen and sustainability awareness, while all specializations require enhanced Maritime English and digital technology competencies. The research identifies communication skills, technology integration, and sustainability education as priority enhancement areas for improving graduate professional preparedness and industry alignment. Findings contribute to maritime education policy development and curriculum enhancement initiatives while providing evidence-based guidance for industry-academia collaboration improvement. The study validates experiential learning approaches in maritime education while highlighting adaptation needs for contemporary industry demands including digitalization, environmental consciousness, and international communication requirements essential for global maritime operations.
Digital Marketing Capability as a Strategic Driver of Competitive Positioning in Indonesian Shipping Companies: An Operational Excellence Perspective Larsen Barasa; Marihot Simanjuntak; April Gunawan Malau; Ahmad Wahid
Fundamental and Applied Management Journal Vol. 4 No. 1 (2026): March
Publisher : Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66314/famj.v4i1.420

Abstract

The integration of digital marketing capabilities into strategic management frameworks represents a critical yet underexplored dimension of competitive positioning in maritime transportation. This study examines how Indonesian shipping companies leverage digital marketing strategies — including social media engagement, platform-based logistics marketing, and digital branding — as instruments of strategic decision-making to improve market share and service differentiation. Drawing on dynamic capabilities theory and operational excellence frameworks, the study employs a qualitative research design involving semi-structured interviews with 25 key informants across eight Indonesian shipping companies. Thematic analysis, cross-group comparison, and narrative synthesis were applied to examine patterns across executive, marketing, and operational perspectives. Findings reveal four principal capability dimensions: digital channel integration, data-driven customer engagement, brand differentiation through digital platforms, and performance-aligned digital communication. Critically, competitive positioning gains are most pronounced when digital marketing capabilities are embedded within operational excellence structures, particularly in firms that align digital communication strategies with balanced scorecard or performance management systems. The study contributes a contextually grounded framework for digital marketing capability development in emerging-market maritime firms, with practical implications for industry managers, policymakers, and institutional stakeholders in Indonesia's sea transportation sector.