Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penyuluhan Sertifikasi Pertanahan Desa Tegalrandu Bersama ATR/BPN Kabupaten Magelang Nimas Calista Anggita; Diana Putri Natalia; Wirayudha Indra Wijaya; Millemio Aghusto Pamungkas Jati; Reza Noormansyah
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 8 (2024): GJMI - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i8.808

Abstract

Sertifikat kepemilikan tanah pada dasaranya merupakan suatu dokumen yang sangat krusial sebagai bukti yang sah di mata hukum dan dapat dipertanggungjawabkan jika terjadi suatu perkara . Apabila seseorang tidak memiliki sertifikat kepemilikan tanah dikhawatirkan dapat terjadi sengketa pertanahan. Seperti halnya yang terjadi pada warga Desa Tegalrandu Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang ketika dalam pelaksanaan penyuluhan sertfikasi tanah, terkuak beberapa masalah yang dialami oleh para warga seperti kehilangan sertfikat tanah dan, salah penggambaran pada sertifikat tanah, atau proses balik nama pada sertifikat tanah. Bersama dengan petugas Badan Pertanahan Nasional BPN, tim KKN Desa Tegalrandu Universitas Tidar melakukan program penyuluhan tanah yang bertujuan untuk membantu mengatasi permasalahan pertanahan yang terdapat di Desa Tegalrandu, agar selanjutnya para warga ini dapat memahami proses dan alur yang dilakukan dalam melakukan pengurusan sertifikat tanah. Kegiatan ini pula sebagai bentuk pengabdian mahasiswa KKN Universitas Tidar.
Program Adiwiyata: Pengabdian Tim KKN Untidar Melalui Edukasi Lingkungan Dan Penanaman Pohon Pada Siswa Sekolah Hanifah Eka Ramadhanti; Amara Regyta Kustanti; Lailatul Fitriyah; Ahmad Yoga Ardiyanto; Reza Noormansyah
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 8 (2024): GJMI - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i8.809

Abstract

Menjaga lingkungan merupakan tugas penting semua elemen masyarakat dari anak-anak hingga dewasa, yang salah satunya penting diperkenalkan pada siswa-siswi sekolah sejak dini. Di desa Tegalrandu, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, terdapat pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melalui Program Adiwiyata dengan objek sasaran siswa sekolah terkhusus SD Tegalrandu dan Pondok Pesantren Tegalrandu. Program Adiwiyata bertujuan untuk mengajak siswa menjaga lingkungan terutama terkait pengelolaan sampah. Metode yang digunakan dipenulisan ini adalah praktik lapangan oleh mahasiswa KKN. Program yang terlaksana yaitu kegiatan edukasi sosialisasi adiwiyata, penanaman bibit pohon, dan pembuatan tong sampah jenis anorganik organik untuk SD Tegalrandu sebagai bentuk sarana pengelolaan sampah.
PARADIPLOMACY AND THE FUTURE OF SMART CITY: THE CASE OF SISTER CITY COOPERATION BETWEEN MAGELANG CITY-TULA CITY Noormansyah, Reza; Akhni, Ghaziah Nurika; Widyantoro, Sigid; Saputra, Hendra Lana
Journal of Social Politics and Governance (JSPG) Vol. 6 No. 1 (2024): Journal of Social Politics and Governance (June)
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan, Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/jspg.v6i1.1617

Abstract

This research analyzes the sister city cooperation between Magelang City-Tula City using three layers of paradiplomacy. The layers determine the focus of cooperation and its potential for future smart city implementation in Magelang City. Paradiplomacy has become a promising instrument in the context of sister-city cooperation proposed by regional governments, mostly in forging relations with global cities. Although paradiplomacy is considered the practice of ‘high politics’, various sectors can be operated within the activity, including trades, education, culture, tourism, and technology. As qualitative research, the data was gathered through field and literature studies. Findings highlight that the cooperation has not been further performed by related regional offices beyond the agreement stage (Letter of Intent). Therefore, little can be measured about the impacts it has brought to Magelang City's development, particularly in the pursuit of smart city adoption. Regardless, improvement and programs related to the second layer of paradiplomacy through sister-city cooperation might benefit the Magelang City government in smart city implementation.