Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Lokpaikat Kabupaten Tapin Tahun 2026 Reny Normaulida; Mahfuzhah Deswita Puteri; Siti Fatimah; Shelly Rodliah Rosyad
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1239

Abstract

Komplikasi kehamilan seringkali masih disebabkan oleh tingginya kasus anemia pada masa kehamilan. Pencegahan dilakukan melalui pemberian tablet Fe, tetapi kepatuhan konsumsi masih rendah, meningkatkanya keperluan Fe (zat besi) pada trimester akhir. Tujuan penelitianini adalan menganalisis korelasi tingkat kepatuhan konsumsi tablet Fe terhadap kasus/kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Lokpaikat, Kabupaten Tapin. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jenis penelitian kuantitatif. Populasi mencakup ibu hamil trimester III yang tercatat pada periode Januari hingga Maret 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden, ditentukan dengan rumus Slovin dan dipilih melalui purposive sampling. Kepatuhan diukur dari konsumsi minimal 90 tablet Fe selama kehamilan, sedangkan anemia ditentukan berdasarkan kadar hemoglobin menggunakan alat ukur Hb terstandar. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji korelasi Spearman rho dengan taraf signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 responden, sebanyak 23 orang (57,5%) mengalami anemia dan 17 orang (42,5%) tidak anemia, sedangkan responden yang patuh dan tidak patuh mengonsumsi tablet Fe masing-masing berjumlah 20 orang (50,0%). Hasil uji Spearman rho menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil (r = 0,759; p = 0,000; p<0,05), yang berarti semakin rendah kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe maka semakin tinggi kecenderungan terjadinya anemia.
Hubungan Preeklamsia dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Helda Maya Sari; Darmayanti Wulandatika; Shelly Rodliah Rosyad; Windarti Windarti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1265

Abstract

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara menempati urutan kedua tertinggi di ASEAN sekitar 260.000 pada tahun 2023 dalam hal kematian ibu dan angka kematian bayi tercatat mencapai 16,85 per 1.000 kelahiran hidup di Indonesia. Penyebab kematian ibu hamil umumnya adalah pendarahan dan eklamsia. Sementara, kematian bayi banyak disebabkan oleh Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) atau prematuritas. Preeklamsia itu sendiri dapat mengakibatkan insufisiensi placenta, sedangkan BBLR terjadi ketika bayi lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram. Berdasarkan data dari RSUD H. Boejasin Pelaihari tahun 2022 kasus preeklamsia mencapai 141 orang (13,51%) dari 1043 persalinan sedangkan pada tahun 2023 kasus preeklamsia mencapai 150 orang (16,3%) dari 920 persalinan. Terjadi peningkatan kejadian preeklamsia sebesar 2,79% dari tahun 2022 ke tahun 2023 dan adanya kematian ibu akibat preklamsia pada tahun 2022 sebanyak 2 orang dan pada tahun 2023 sebanyak 1 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan preeklamsia dengan kejadian BBLR RSUD H. Boejasin Pelaihari tahun 2025. Desain penelitian berwujud desain potong lintang yakni (cross sectional study) pendekatan analitik observasional. Cakupan populasi di dalam studi ini sebanyak 940 ibu bersalin sepanjang tahun 2025 yang terekam dalam register dan rekam medis. Sampel sebanyak 281 ibu bersalin diseleksi sebagai sampel menggunakan teknik pemilihan sampel bertujuan (purposive) bagi subjek memenuhi syarat inklusi maupun eksklusi. Hasil uji statistik Spearman’s Rho diperoleh nilai P-Value < 0,05 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,631 artinya terdapat hubungan kuat ke arah positif antara preeklamsia dan kejadian BBLR di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari.
Efektifitas Konsumsi Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) dan Tablet Fe terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Paringin Ismawati Ismawati; Mahfuzhah Deswita Puteri; Shelly Rodliah Rosyad; Rr. Sri Nuriaty Masdiputri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1469

Abstract

Anemia merupakan kondisi defisiensi eritrosit dan/atau hemoglobin di bawah nilai normal yang menginduksi gangguan transpor oksigen sistemik. Pada kehamilan, anemia meningkatkan risiko komplikasi berupa distosia, persalinan prematur, BBLR, serta berbagai dampak lainnya. Data studi pendahuluan menunjukkan prevalensi anemia maternal di Kabupaten Balangan tahun 2025 sebanyak 280 orang. Di wilayah kerja Puskesmas Paringin, proporsi tahunan mencapai 31,6% (64 orang). Periode Januari–Februari 2026 mencatat peningkatan menjadi 32,3% (11 orang). Studi ini bertujuan mengevaluasi efektivitas kombinasi buah naga merah yang dipadukan dengan tablet Fe dalam mendorong peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil di Puskesmas Paringin. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif desain kuasi-eksperimental model Pretest-Posttest with Control Group. Populasi target mencakup seluruh ibu hamil di UPTD Puskesmas Paringin, Kabupaten Balangan, pada periode Juli 2026, dengan seleksi sampel dilakukan secara purposive. Data yang memenuhi asumsi normalitas dianalisis menggunakan Paired t-test untuk komparasi intrakelompok pada fase Pretest dan Independent t-test untuk komparasi antarkelompok pada fase Posttest, dengan ambang signifikansi < 0,05. Hasil analitik mengindikasikan bahwa intervensi kombinasi buah naga merah dan tablet Fe tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil.