Articles
Pelibatan Lembaga Keuangan Daerah di Jawa Tengah untuk Meningkatkan Kepemilikan Sarana Sanitasi Layak
Silva Liem;
Hana Panggabean;
Rustono Farady Marta;
Clara R.P. Ajisuksmo
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 10, No 3 (2021): Special Issues
Publisher : Center for Health Policy and Management
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/jkki.69495
Tidak memiliki jamban memaksa keluarga miskin buang air besar sembarangan (BABS). Hal tersebut meningkatkan risiko terjadinya masalah gizi kronis sehingga mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan pada anak (stunting), yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Opsi kredit jamban keluarga tersedia bagi keluarga miskin yang belum mampu membangun sarana sanitasi dasar ini. Namun, kurangnya promosi dan karakter calon nasabah mengakibatkan sedikit lembaga keuangan yang menawarkan kredit jamban. Berbagi peran dengan stakeholders terkait untuk menerapkan fitur kredit yang lebih ‘ramah’ bagi keluarga miskin serta penyediaan insentif diharapkan dapat meningkatkan kepemilikan jamban melalui keterlibatan lembaga keuangan.
The Relationship of Self Regulated Learning with Academic Adjustment of Seventh Grade Santri of Pondok Pesantren
Ulfa Hannani;
Clara Ajisuksmo
TAZKIYA Journal of Psychology Vol 9, No 2 (2021): TAZKIYA: Journal of Psychology
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/tazkiya.v9i2.17196
Academic adjustment is an important thing for students, especially seventh graders at Miftahul Ulum Islamic Boarding School, one of the modern-based Islamic boarding schools that combines the national education curriculum and the cottage curriculum. In early adolescence, students have begun to develop cognitive strategies and adjust behavior to the academic environment. The ability of students to regulate cognitive and behavior in learning is called self-regulated learning. The purpose of this study was to determine the relationship between self-regulated learning and the academic adjustment amongst seventh grade students of Miftahul Ulum Islamic Boarding School. The research method used in this research was mixed methods. Quantitative data was collected from 160 students through The Motivated Strategies of Learning Questionnaire Scale (MSLQ) to measure self-regulated learning and Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ) to measure academic adjustment. While in the qualitative approach, group interviews students were conducted into three group based on the level of the self-regulated learning group and academic adjustment. The result reveals that there was a significant positive relationship between self-regulated learning and the academic adjustment of seventh grade students at Miftahul Ulum Islamic Boarding School (r = 0,561; p < 0,001) indicating that students who had high self-regulated learning also had high academic adjustment at Miftahul Ulum Islamic Boarding School. The group discussion found interesting results where students who have good motivation, cognitive strategies and learning behavior strategies, then adjust themselves to academic demands at Miftahul Ulum Islamic Boarding School is also good.
GAMBARAN PENGALAMAN DISKRIMINASI TERHADAP INDIVIDU LGBTQIA+ YANG TERGABUNG DALAM ORGANISASI “S”
Cynthia Eveline Sinulingga;
Hadyan Dhiozandi;
Ike Meriska;
Rininda Mutia;
Clara Adjisukmo;
Rayini Dahesihsari
MANASA Vol 4 No 2 (2015): Desember, 2015
Publisher : Faculty of Psychology, Atma Jaya Catholic University of Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (692.062 KB)
Sexual orientation and sexual identity of the LGBTQIA+(Lesbian, Gay, Bisexual, andTransgender, Questioning, Intersex, Asexual, and others) are some of the common debate topics in the society. Society still consider them as an aberration of moral norms. One of the new-established social organization, organization S, gathers some students to study this topic in a scientific way. The LGBTQIA+ members of organization S, had experienced discrimination from the others because of their sexual preference and sexual identity. The objective of this study is to portray the discrimination that has been experienced by the LGBTQIA+ members in organization S. Researchers used semi-structured interview method for data gathering. Datas are taken from three participants who had experienced discrimination due to their sexual preference and sexual identity. The result will be used as a base of intervention design to reduce discrimination towards LGBTQIA+ members in organization S. Researchers suggest social creativity as the strategy to raise the crowd awareness of the LGBTQIA+ competence and ability as a human, regardless of the negative stigma that they have received before. We suggest a photography exhibition by LGBTQIA+ members of organization S as an intervention programme. The aim of this intervention is to raise awareness of the LGBTQIA+ people, so they will have more positive point of view toward LGBTQIA+ members of this organization. This programme is a part of long term intervention. As a start, researchers suggest a subtler and more acceptable way.
Pelatihan Kerajinan Decoupage Sebagai Cara untuk Menumbuhkan Budaya Literasi Kaum Perempuan
Clara R.P. Ajisuksmo;
Nilla S.D. Iustitiani;
Herry Pramono
ABDIMAS DEWANTARA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (559.767 KB)
|
DOI: 10.30738/ad.v2i2.4362
Ada dua tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan ini, yaitu pertama membekali kaum perempuan dengan keterampilan membuat kerajinan decoupage yang dapat dijadikan modal untuk membuat usaha guna meningkatkan ekonomi keluarga. Kedua, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong rasa ingin tahu kaum perempuan tentang kerajinan decoupage dengan cara mencari informasi dari bacaan yang ada di perpustakaan. Kegiatan pelatihan ini dilakukan di Taman Baca Masyarakat Kampung Buku, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Cibubur, dan berlangsung dalam satu kali pertemuan dari pukul 08.00 sampai dengan 12.00. Peserta pelatihan terdiri dari 27 orang ibu dan remaja perempuan yang tinggal di sekitar TBM Kampung Buku Cibubur. Pelatihan difasilitasi oleh seorang alumni Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya yang merupakan pengusaha kerajinan tangan decoupage, dan dibantu oleh dosen dan mahasiswa Unika Atma Jaya sebagai fasilitator pendamping. Secara umum, hasil dari kegiatan ini tidak dapat diukur dengan menggunakan angka. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada peserta untuk membuat kerajinan tangan decoupage dan keingintahuan mereka dengan mencari informasi dari buku yang ada di perpustakaan.Kata kunci: taman baca, decoupage, kerajinan, perempuan
SELF-COMPASSION BAGI SANDWICH GENERATION: PROGRAM PSIKOEDUKASI MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM
Alfo Yanuar;
Antonia Gita Amanta;
Mentari Puteri;
Rayini Dahesihsari;
Clara R.P. Ajisuksmo
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jbmi.v4i3.13458
Sandwich generation refers to people of any age group who are "sandwiched" between caring for their children and their aging parents. Many of them are also struggling to fulfill their work requirements at the same time. Often, this situation leads to decreased mental health. Recent evidence suggests that self-compassion may act as a protective factor against stress and self-criticism. Hence, this community service project aims to provide information about self-compassion for sandwich generation in handling their dual roles and measure the effectiveness of a psychoeducational program in raising awareness of sandwich generation on the importance of self-compassion. A preliminary interview conducted with 7 participants shows that sandwich generations tend to evaluate their dual roles negatively. An online psychoeducational program was carried out by using Instagram through @bersamaruangrasa account. Infographics containing practical information about self-compassion were uploaded in three days. The results show that 27.87% of followers like the infographics, 10.92% leave comments, and 48.63% share the infographics through their accounts. It can be concluded that this psychoeducational activity effectively increases the awareness of sandwich generation on the importance of self-compassion. That promotes the positive well-being of some individuals who participated in psychoeducational.ABSTRAK:Generasi sandwich merujuk pada orang-orang dari segala kelompok usia yang terhimpit di antara tanggung jawab untuk merawat anak-anak sekaligus orang tua mereka yang telah lanjut usia. Pada saat yang sama, banyak dari mereka juga berjuang untuk memenuhi tuntutan pekerjaan. Situasi ini seringkali berdampak pada penurunan kesehatan mental. Bukti-bukti terbaru menunjukkan bahwa self-compassion dapat berfungsi sebagai faktor protektif terhadap stres dan self-criticism. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini pun ditujukan untuk memberikan informasi terkait self-compassion bagi generasi sandwich, serta mengukur efektivitas program psikoedukasi yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya self-compassion. Hasil wawancara awal dengan 7 partisipan menunjukkan bahwa generasi sandwich cenderung menilai peran ganda mereka secara negatif. Program psikoedukasi daring pun dilakukan dengan menggunakan Instagram melalui akun @bersamaruangrasa. Infografis yang memuat informasi praktis seputar self-compassion diunggah dalam periode tiga hari. Hasil menunjukkan bahwa 27.8% pengikut menyukai konten, 10.92% memberikan komentar, dan 48.63% pengikut membagikan konten tersebut melalui akun mereka masing-masing. Dari hasil tersebut dan berdasarkan informasi yang didapatkan dari beberapa individu, dapat disimpulkan bahwa kegiatan psikoedukasi ini efektif dan bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran sandwich generation akan pentingnya self-compassion dan membantu mereka meningkatkan kesejahteraan mental yang positif.
Comparative Review Between COVID-19 and Stunting: Communication Framework Toward Risk-Mitigating Behavior
Silva Liem;
Rustono Farady Marta;
Hana Panggabean;
Clara R.P Ajisukmo
Buletin Psikologi Vol 28, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (600.811 KB)
|
DOI: 10.22146/buletinpsikologi.59883
In addition to COVID-19, stunting is another threat facing Indonesia. Although not as deadly as COVID-19, stunting requires immediate responses; otherwise it will burden our development agenda. Substantial evidences from application of Theory of Planned Behavior (TPB) accumulate significant relationship of health intentions to individuals’ behavior. Further extension of TPB that include other variables confirm the role of knowledge and risk perception in predicting health intentions and behavior. Similarly involve risk factors within public health area, risk communication of COVID-19 seems outperforms that of stunting. Using TPB’s perspective, this review of literature aims to analyze health promotion impacts of these health threats. Result indicates differences in risk communication strategy for COVID – indicated by emerging amateur health promoters – as to stunting. There is a need for intensive collaboration of Psychology and Communication studies in exploring communication strategies to help building health intentions toward performing risk-mitigating behaviors beyond COVID-19 and stunting alone.
Pemberdayaan perempuan melalui kerajinan tangan dan teknologi digital untuk memasarkan produk serta mengelola keuangan
Clara R.P. Ajisuksmo;
Benedicta E Prabawanti;
Caecilia A Susilandari;
Anastasia Heni Heni
ABDIMAS DEWANTARA Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30738/ad.v5i2.9122
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali kaum perempuan dengan keterampilan kerajinan tangan decoupage yang dapat dijadikan modal untuk menciptakan lapangan kerja dan membuka usaha secara berkelompok. Pelatihan ini juga ditujukan untuk membekali kaum perempuan agar mampu mengoperasikan teknologi digital Instagram sebagai media promosi dan pemasaran produk kerajinan tangan mereka, serta program Si Apik sebagai program pengelolaan keuangan berbasis Android. Untuk mencapai tujuan tersebut diselenggarakan pelatihan yang menerapkan metode tutorial, dengan memberikan tiga materi pokok yaitu, kerajinan decoupage, pemasaran online dengan menggunakan Instagram, dan pengenalan aplikasi akuntansi si Apik. Secara keseluruhan kegiatan ini diikuti oleh 36 orang ibu anggota dari organisasi Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) ranting Semplak Bogor. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa para peserta penuh semangat dan antusias untuk mengikuti seluruh tahapan pelatihan. Peserta juga merasakan manfaat langsung dari pelatihan yang dilaksanakan. Pada materi teknologi digital Instagram dan Si Apik, diperlukan waktu yang lebih lama karena peserta membutuhkan penyesuaian diri dalam mengaplikasikan kedua program digital tersebut. Selain itu, karakteristik telepon genggam masing-masing peserta yang digunakan untuk mengakses program digital dan kualitas jaringan internet di tempat pelatihan, mempunyai peranan penting dalam menentukan keberhasilan proses pelatihan materi teknologi digital.
BELAJAR DARI RUMAH PADA MASA PANDEMI COVID 19
anastasia - Heni;
Clara Ajisuksmo
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i2.16399.2022
Teachers, students and parents have an important role in learning from home during the COVID-19 Pandemic. This study aims to determine the role of teachers, students, parents and schools in implementing the so-called learning from home pandemic policy. Positive and negative experiences including opportunities and challenges by the pandemic COVID-19 situation can be reflected and become recommendated for the implementation of learning process and sustainability. This research was conducted by using a mix-method. The quantitative method is carried out by survey based on using google form. While, the qualitatif method conducted based on interviews with students, techers, parents and schools’ principals. The conclusion of this research states that the COVID-19 pandemic is en emergencys (dangerous) situation that must be handled by seeking alternative of creative learning process to bring valuable experience for  schools in cope with severe suffering while firmly growing and sustaining the spirit towards maturity.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Kerajinan Decoupage sebagai Pembekalan untuk Bisnis Kelompok dan Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga
Clara R P Ajisuksmo;
Anastasi Heni
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14, No 1 (2023): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/e-dimas.v14i1.7432
Pada tahun 2018 Pusat Kajian Pembangunan Masyarakat (PKPM) Unika Atma Jaya bekerjasama dengan Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) melakukan asesmen bisnis prospektif dan potensial yang dapat dikembangkan secara berkelompok di tiga daerah di Jakarta yaitu Menteng Tenggulun, Cakung Timur dan Rawa Badak Selatan. Salah satu rekomendasi dari asesmen tersebut adalah memberikan keterampilan yang dibutuhkan oleh calon pelaku usaha untuk menghasilkan suatu produk atau jasa yang dapat dikembangkan. Terkait dengan hal tersebut, maka dilakukan pelatihan membuat kerajinan decoupage, yang dipandang sebagai produk yang memiliki nilai jual tinggi dan dapat dijalankan sebagai bisnis kelompok yang potensial untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan di RW 01 Kelurahan Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara. Kegiatan ini diikuti oleh 34 orang ibu anggota PKK RW 01 dan RW 02 Kelurahan Rawa Badak Selatan. Kegiatan bertujuan untuk memberikan para ibu dengan keterampilan membuat kerajinan decoupage sebagai modal untuk memulai bisnis kelompok.
PERAN ORANG MUDA KATOLIK DALAM MEMELIHARA BUMI SEBAGAI RUMAH UMAT MANUSIA
Clara R.P. Ajisuksmo;
Teresa M. Rosario;
Yeremias S.I. Soge
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24002/senapas.v1i1.7339
In Pope Francis Laudato Si' Encyclical, the Catholic Church is called to reflect and consider on care for the earth as the home of humanity. The Laudato Si' also talks about social, economic, and respect for the cultural existence of indigenous peoples and local wisdom. There are seven dimensions highlighted in the encyclical, namely response to the cry of the earth, response to the cry of the poor, ecological economics, adoption of sustainable lifestyles, ecological education, ecological spirituality, and community resilience and empowerment. Catholic youths are expected to become agents of change who seek to create a better world. This research provides an overview of the knowledge, attitudes and practices of how Catholic youth play a role in protecting and caring for the earth as the home of mankind. This research also identifies supporting and hindering factors in caring for the environment. This research was conducted in Sungai Utik West Kalimantan by conducting Focus Group Discussions and Key Informant Interviews. The result indicated that what is needed to improve is the adoption of sustainable lifestyles.