Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENDIDIKAN ANAK MARJINAL, KETERAMPILAN HIDUP DAN MEDIA LITERASI: PEMBEKALAN UNTUK TUTOR PKBM DALAM MENDAMPINGI ANAK MARJINAL Clara R.P Ajisuksmo; Emanuel D.E. Paramitha; Kamelia Steffi; Lidwina F.N. Sunjaya; Virginia C. Johan; Murniati Agustian; Dorien Kartikawangi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.147-154

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini  adalah membekali para tutor dari tiga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Jakarta Pusat dengan pengetahuan mengenai psikologi pendidikan positif, pendidikan untuk anak marjinal, pendidikan keterampilan hidup dan media literasi yang dipandang relevan dengan kebutuhan tutor PKBM dalam memfasilitasi kegiatan belajar di PKBM. Anak-anak peserta belajar di PKBM dirasakan mempunyai motivasi belajar dan minat belajar yang rendah, yang berdampak pada kelelahan psikis para tutor PKBM. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat menyegarkan semangat dan motivasi para tutor PKBM dalam melayani anak-anak marjinal yang menjadi peserta belajar di PKBM. Materi yang diberikan di kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirasakan relevan dan sangat berguna bagi para tutor PKBM dalam menjalankan aktivitas mereka. Diharapkan pada kegiatan selanjutnya dapat diberikan pembekalan dengan studi kasus dan solusi konkrit dalam menjalankan program pendidikan di PKBM untuk anak-anak dari komunitas marjinal
EFIKASI DIRI MATEMATIKA DAN SIKAP TERHADAP MATEMATIKA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Jessica Paramitha; Clara R. P. Ajisuksmo
Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2021.v14i2.4240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur secara empiris hubungan efikasi diri matematika dan sikap terhadap matematika. Di samping itu, penelitian ini juga ingin mengetahui apakah terdapat perbedaan efikasi diri matematika dan sikap terhadap matematika berdasarkan jenis kelamin. Sebanyak 342 siswa kelas 8 SMP turut berpartisipasi (137 siswa, 205 siswi) dengan rentang usia 12-15 tahun. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan merupakan studi korelasional dan komparatif. Terdapat hubungan antara efikasi diri matematika dan sikap terhadap matematika. Selain itu, terjadi perbedaan pada efikasi diri matematika, namun tidak ada perbedaan pada sikap terhadap matematika berdasarkan jenis kelamin.
Peran Gereja Katolik Indonesia Dalam Menangani Migran Pencari Suaka Clara R. P. Ajisuksmo; Yeremias Siane Ikang Soge
Jurnal Perkotaan Vol. 14 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v14i2.5534

Abstract

Fenomena pengungsi dan pencari suaka di Indonesia semakin sering terjadi. Masalah pengungsi telah menjadi masalah kemanusiaan dan perhatian dunia saat ini. Alasan pengungsi dan pencari suaka meninggalkan negaranya karena negaranya mengalami konflik berkepanjangan, seperti konflik politik, agama, etnis, dan terorisme. Kehidupan mereka merasa terancam dan terpaksa mencari rasa aman untuk memperjuangkan haknya untuk hidup di negara lain. Sedangkan Indonesia sendiri dalam menghadapi permasalahan pengungsi dan pencari suaka dihadapkan pada 2 polemik besar yaitu masyarakat Indonesia masih banyak yang miskin sehingga masih membutuhkan pertolongan, sedangkan permasalahan pengungsi merupakan permasalahan kemanusiaan. Oleh karena itu, Indonesia belum meratifikasi Konvensi Jenewa tahun 1951 dan Protokol tahun 1967 tentang penanganan pengungsi. Permasalahan pengungsi dan pencari suaka tentu juga menjadi perhatian Paus Fransiskus. Gereja Katolik memandang pengungsi dan pencari suaka sebagai Kristus yang menderita. Peran Gereja lebih terfokus pada kemanusiaan pastoral. Kehadiran Gereja merupakan simbol gerakan moral dan gerakan iman untuk berpartisipasi secara amal dan melakukan pemberdayaan dan advokasi untuk menyuarakan hak-hak pengungsi dan pencari suaka.
Apakah Anak Yang Bekerja Sebagai Pemulung Masih Mempunyai Motivasi Belajar? Gabrielle Deanella; Denella Sephianty; Carissa Ardiani; Clara R. P. Ajisuksmo
Jurnal Perkotaan Vol. 15 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v15i1.5535

Abstract

Himpitan kemiskinan keluarga menjadi pendorong utama putus sekolah dan keterlibatan anak dalam kegiatan ekonomi, guna membantu orang tua dalam memenuhi kebutuhan keluarga untuk mempertahankan kehidupan. Salah satu bentuk keterlibatan ekonomi anak adalah menjadi pemulung. Kegiatan sebagai pemulung dipandang mudah karena tidak melalui seleksi dan ijasah, namun penghasilan yang diperoleh cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran motivasi belajar dari anak yang bekerja sebagai pemulung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara kepada dua orang anak laki-laki yang bekerja sebagai pemulung di TPST Bantar Gebang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Sampel penelitian dilakukan secara purposive yaitu dua anak laki-laki berusia 11 tahun yang bekerja sebagai pemulung dan merupakan siswa kelas 5 sekolah dasar. Untuk memperoleh informasi terkait motivasi belajar, digunakan protokol wawancara yang dikembangkan peneliti. Triangulasi dilakukan dengan mewawancarai guru dari anak yang bekerja sebagai pemulung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang bekerja menjadi pemulung di TPST Bantar Gebang Bekasi, masih mempunyai cita-cita dan tekun mengikuti pelajaran formal di sekolah serta ekstra kurikuler dengan harapan menambah pengetahuan sehingga memperoleh pekerjaan yang layak di masa depan.
Kepuasan Kerja dan Persepsi Terhadap Kualitas Layanan Karyawan: Penelitian pada Pengemudi Taksi di Jakarta Maria Grace; Clara Rosa Pujiyogyanti Ajisuksmo
Jurnal Perkotaan Vol. 17 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v17i2.7248

Abstract

Pelayanan yang baik kepada pelanggan mempunyai peranan yang signifikan dalam membentuk citra dan menentukan keberhasilan perusahaan. Pengemudi taksi merupakan ujung tombak industri taksi, dimana sikap sopan, ramah, nyaman dan aman dalam melayani pelanggan memengaruhi kepuasan dan loyalitas pelanggan. Kepuasan kerja pengemudi taksi berhubungan erat dengan persepsi mereka terhadap kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggan. Apabila pengemudi taksi mempunyai kepuasan kerja yang tinggi, maka persepsi terhadap kualitas layanan yang mereka berikan kepada pelanggan juga tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kepuasan kerja dan persepsi terhadap kualitas layanan yang diberikan pengemudi taksi kepada pelanggan. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji perbedaan kepuasan kerja dan persepsi terhadap kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggan berdasarkan usia dan lama kerja. Survey dilakukan terhadap 152 pengemudi taksi PT X yang terdaftar di pool taksi di Jakarta Selatan. Untuk mengukur kepuasan kerja digunakan Job Satisfaction Survey dan untuk mengukur persepsi layanan yang diberikan digunakan Employee Perceived Service Quality. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang positif dan signifikan antara kepuasan kerja dan persepsi kualitas layanan yang diberikan pengemudi taksi kepada pelanggan.
Psychometric Validation of the Indonesian Adolescent Adaptation of the Psychological Inventory of Criminal Thinking Styles Lucy Lidiawati Santioso; Wisnu Wiradhany; Clara R. P. Ajisuksmo
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 15, No 3 (2026): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v15i3.26802

Abstract

This study addresses the need for culturally valid instruments to assess criminal thinking among adolescents in non-Western contexts. Existing measures, such as the Psychological Inventory of Criminal Thinking Styles (PICTS), have limited applicability for adolescent and cross-cultural populations. This study aimed to adapt PICTS into an adolescent-oriented Indonesian version and evaluate its psychometric properties among Indonesian adolescents. A cross-sectional design was used with 550 adolescents aged 14–18 years recruited from educational and correctional settings. The sample was randomly divided for exploratory factor analysis (EFA; n = 275) and confirmatory factor analysis (CFA; n = 275). Reliability was assessed using Cronbach’s alpha and composite reliability, while validity was evaluated using average variance extracted (AVE), heterotrait–monotrait ratio (HTMT), and correlations with APSD-Y. Results supported a four-factor structure consisting of moral disengagement, executive dysfunction, rationalization, and reflective awareness. The final 29-item model showed acceptable fit (CFI = .910, TLI = .901, RMSEA = .039, SRMR = .060), with reliability coefficients ranging from .646 to .858. Concurrent validity was supported by a moderate correlation with APSD-Y scores (r = .441, p < .001). These findings provide preliminary evidence that the Indonesian adolescent adaptation of PICTS is a culturally relevant instrument for assessing criminal thinking among Indonesian adolescents.Penelitian ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan akan instrumen yang valid secara budaya dalam mengukur pemikiran criminal (criminal thinking) pada remaja di konteks non-Barat. Instrumen yang tersedia, seperti Psychological Inventory of Criminal Thinking Styles (PICTS), masih memiliki keterbatasan ketika digunakan pada populasi remaja dan lintas budaya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengadaptasi PICTS ke dalam versi yang sesuai untuk remaja Indonesia serta mengevaluasi karakteristik psikometriknya. Penelitian menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan melibatkan 550 remaja berusia 14–18 tahun yang direkrut dari lingkungan pendidikan dan pemasyarakatan. Sampel dibagi secara acak untuk analisis faktor eksploratori (EFA; n = 275) dan analisis faktor konfirmatori (CFA; n = 275). Reliabilitas dievaluasi menggunakan koefisien alfa Cronbach dan composite reliability, sedangkan validitas dievaluasi melalui average variance extracted (AVE), heterotrait–monotrait ratio (HTMT), dan korelasi dengan APSD-Y. Hasil penelitian mendukung struktur empat faktor yang terdiri atas moral disengagement, executive dysfunction, rationalization, dan reflective awareness. Model akhir yang terdiri dari 29 aitem menunjukkan kesesuaian model yang memadai (CFI = .910, TLI = .901, RMSEA = .039, SRMR = .060), dengan koefisien reliabilitas berkisar antara .646 hingga .858. Validitas konkuren didukung oleh korelasi positif sedang dengan skor APSD-Y (r = .441, p < .001). Temuan ini memberikan dukungan awal terhadap adaptasi PICTS untuk remaja Indonesia sebagai instrumen yang relevan secara budaya untuk mengukur criminal thinking pada remaja Indonesia.
Balancing Optimism and Realism: Indonesia’s Urban Youth’s Political Engagement in the 2024 General Elections P. Bagus Sugiyono; Clara R.P. Ajisuksmo; Teresa Metta Rosario; Yeremias Siane Ikang Soge; Vinsenso Valdis Amor Wijoyo
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 9 No. 1 (2024): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v9i12024p1-19

Abstract

The discourse around youth political participation often seems pejorative. Many earlier studiescontinue to emphasise youth political apathy, a notion that has long been debunked. Othersreduce urban youth’s political engagement to merely digital activism, largely due to recentinformation and technological advancements. However, this research presents a more nuancedview, arguing that the current political engagement of urban youth is characterised by a balanceof optimism and realism. An online survey of 205 Indonesian youths from various cities wasconducted to gauge their perspectives on political participation, including their views on the 2024general elections. They were asked to examine some sets of statements as descriptions andexplanations of their political stances. The results suggest that urban youth in Indonesia are keento be politically active, including in the 2024 general elections. They stay informed, regularlyfollowing political news and candidate debates, signalling hope for a healthier democracy.However, they remain pragmatic, recognising the flaws in politics, such as corruption, inefficientadministration, and political dynasties, which they view as the “dirty side” of politics. This dualperspective reflects a more complex political stance, where youth are motivated to participate yetgrounded in the reality of the political system’s imperfections.