Durrotunnisa Durrotunnisa
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Tadulako

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Media Loose Parts terhadap Pengembangan Dimensi Kreativitas Anak Usia Dini Dalam Aktivitas Bermain Terbuka Wanda Wulandari; Besse Nirmala; Armina Muchtar; Durrotunnisa Durrotunnisa
Journal of Education Research Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i2.3751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan media loose parts terhadap pengembangan kreativitas anak usia dini. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya perkembangan kreativitas anak yang ditunjukkan melalui rendahnya kemampuan mengeksplorasi ide, menciptakan karya, dan memanfaatkan berbagai bahan secara kreatif dalam kegiatan pembelajaran. Media loose parts dipandang sebagai alternatif yang dapat mendukung pengembangan kreativitas karena memiliki karakteristik terbuka, fleksibel, dan memberikan kebebasan kepada anak untuk bereksplorasi sesuai imajinasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiment. Desain yang digunakan adalah one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 13 anak yang terdiri atas 8 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media loose parts berpengaruh signifikan terhadap pengembangan kreativitas anak. Nilai rata-rata kreativitas meningkat dari 7,769 pada saat pretest menjadi 13,385 pada saat posttest. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) dengan mean difference sebesar -5,615, yang menunjukkan adanya peningkatan kreativitas setelah diberikan perlakuan. Dengan demikian, media loose parts efektif digunakan untuk mengembangkan kreativitas anak usia dini. Temuan ini memberikan implikasi praktis bahwa guru dapat memanfaatkan media loose parts sebagai alternatif pembelajaran yang mendukung eksplorasi, imajinasi, dan kreativitas anak secara optimal.
Pengaruh Kegiatan 3M (Mewarnai, Menggunting, Menempel) terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Karti Asih; Durrotunnisa Durrotunnisa; Amrullah Amrullah; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegiatan 3M (mewarnai, menggunting, dan menempel) terhadap kemampuan motorik halus anak usia dini di kelompok B7 TK Negeri Pembina Kota Palu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental tipe one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 15 anak yang mengikuti intervensi selama tiga minggu (5–26 Februari 2024) dalam 15 sesi pembelajaran individual berdurasi 120 menit per hari. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan rubrik penilaian yang menilai tiga aspek motorik halus—kelenturan, kekuatan, dan ketepatan—dengan skala BB, MB, BSH, dan BSB. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan secara statistik pada kemampuan motorik halus anak setelah penerapan kegiatan 3M. Meskipun demikian, desain tanpa kelompok kontrol tidak memungkinkan penarikan kesimpulan kausal yang kuat. Secara keseluruhan, kegiatan 3M menunjukkan efektivitas tinggi dalam menstimulasi koordinasi visual-motorik, kekuatan otot jari, serta ketepatan gerak melalui aktivitas bermain yang menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini.
Pengaruh Finger painting terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Lian Safitri; Durrotunnisa Durrotunnisa; Amrullah Amrullah; Andi Agusniatih
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1509

Abstract

Penelitian ini akan meneliti kemampuan motorik halus anak yang belum berkembang seperti yang diharapkan, seperti yang ditunjukkan oleh observasi awal yang dilakukan oleh peneliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kegiatan finger paiting terhadap peningkatan keterampilan motorik halus anak. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kuantitatif yang menggabungkan penelitian eksperimen. Penelitian ini melibatkan 14 anak, yang terdiri dari 9 laki-laki dan 5 perempuan. Metodologi pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Nilai t hitung adalah -13,128 tabel uji-t table, yang menandakan hasil negatif karena aktivitas rata-rata sebelum perlakuan lebih rendah daripada aktivitas sesudah perlakuan. Oleh karena itu, karena hasil negatif menghasilkan hasil positif, nilai t yang dihitung sebesar 13,128 > nilai t-tabel sebesar 1,73046, yang mengakibatkan penolakan H0 dan penerimaan H1. Tabel perbandingan menunjukkan bahwa nilai signifikansi adalah 0,001 < 0,05. Uji sampel berpasangan menunjukkan bahwa kegiatan finger painting secara signifikan meningkatkan keterampilan motorik halus anak Kelompok B di TK Negeri 4 Siniu.
Pengaruh Penggunaan Media Flash Card terhadap Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini Adela Tri Maharani Putri Jamong; Durrotunnisa Durrotunnisa; Hesti Putri Setianingsih; Nurhayati Nurhayati
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara pada anak usia 5-6 tahun di TK Berdikari Saiti, Desa Saiti, Kabupaten Banggai. Permasalahan yang diamati yaitu  perkembangan bahasa anak usia dini yang belum berkembang secara optimal. Rendahnya kemampuan bahasa khususnya kemampuan berbicara dapat dipengaruhi oleh kurangnya stimulasi terhadap perkembangan bahasa anak. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan media yang disebut flash card yang dapat menstimulus atau meningkatkan kemampuan berbicara anak usia dini. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Eksperiment. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B sebanyak 10 yang mempunyai masalah pada aspek kemampuan bahasa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif.  Berdasarkan perbandingan diketahui nilai signifikan 0.00 < 0.05 sesuai dengan dasar kemampuan keputusan dalam paired samples test maka hasil penelitian menunjukan bahwa, penggunaan media flash card mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kemampuan bahasa anak. Guru diharapkan dapat memanfaatkan media flash card secara kreatif dan variatif untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini, seperti melalui permainan, cerita bergambar, atau kegiatan tanya jawab sederhana.
Pengaruh Metode Bernyanyi terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini Intan Nur Aini; Hesti Putri Setianingsih; Sita Awalunisah; Durrotunnisa Durrotunnisa
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1536

Abstract

Masalah pada penelitian ini terletak pada perkembangan Bahasa anak. Pembelajaran berbahasa untuk anak usia dini diharapkan bisa diajarkan melalui kegiatan yang lebih menarik salah satunya dengan bernyanyi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Metode bernyanyi Terhadap Perkembangan Bahasa Anak di TK Negeri 2 Bolano Lambunu Desa Margapura. Adapun metode yang di gunakan yaitu metode kuantitatif dan subjek penelitian berjumlah 11 anak, yang terdiri dari 4 anak perempuan dan 7 anak laki-laki di kelompok. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan dari hasil penelitian serta pembahasan dapat disimpulkan Pengujian Kemampuan Berbahasa Anak dalam penelitian ini ada tiga, yaitu aspek menyebutkan kosa kata, menjawab pertanyaan, dan menyusunkalimat sederhana. Sesuai hasil pengamatan pengaruh metode bernyanyi terhadap perkembangan Bahasa, sebagian besar anak berada pada kategori Berkembang Sangat baik (BSB) sekitar (33.33%), (48.49%) pada kategori Berkembang Sesuai Haraparan (BSH), (15.15%) pada kategori Mulai Brkembang (MB), dan ada (3.03%) pada Kategori Belum Berkembang (BB). Dapat disimpulkan Penelitian ini menunjukan adanya pengaruh signifikan dari metode bernyanyi terhadap perkembangan Bahasa anak usia dini.
Pembelajaran Berbasis Alam Untuk Membentuk Kecerdasan Spiritual Anak Usia Dini Tri Mitami Moh Amin; Nurhayati Nurhayati; Hesti Putri Setianingsih; Durrotunnisa Durrotunnisa
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pembelajaran berbasis alam dalam membentuk kecerdasan spiritual anak serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di PAUD Terpadu Amaba. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek 11 anak kelompok B. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis alam melalui eksplorasi pegunungan, laut, dan kegiatan berkebun mampu memberikan pengalaman langsung yang membangun interaksi anak dengan lingkungan. Pengalaman ini menumbuhkan nilai-nilai spiritual seperti rasa syukur, tanggung jawab, dan kekaguman terhadap ciptaan Tuhan. Anak-anak juga menunjukkan peningkatan dalam kesadaran spiritual, empati terhadap makhluk hidup, serta sikap positif seperti ketekunan dan kepedulian. Faktor pendukung pelaksanaan pembelajaran ini mencakup lingkungan alam yang mendukung, peran aktif guru, dan antusiasme anak-anak. Sementara itu, hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana, cuaca yang tidak menentu, serta kurangnya pemahaman sebagian orang tua terhadap pentingnya pembelajaran berbasis alam. Dengan demikian, pembelajaran berbasis alam efektif dalam menumbuhkan kecerdasan spiritual anak usia dini.