Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS SERTA EDUKASI PENGGUNAAN OBAT KOLESTEROL, ASAM URAT, DAN GULA DARAH BAGI WARGA Kori Yati; Septianita Hastuti; Nurhayati Nurhayati; Sevty Syera
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15749

Abstract

Abstrak: Pimpinan Ranting Duren Seribu berada lingkungan perumahan dengan sebaran warga usia dewasa dan lanjut usia yang mengidap penyakit komorbid seperti kolesterol, asam urat, dan gula darah. Untuk meningkatkan kesehatan warga, perlu dilakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis serta edukasi penggunaan obat terutama obat kolesterol, asam urat, dan gula darah. Diharapkan peserta dapat meningkatkan pemahaman tentang penggunaan obat agar obat menjadi lebih efektif. Kegiatan dimulai dengan memberikan edukasi melalui penyebaran leaflet, menyanyi lagu 5O, dan ceramah interaktif. Pada minggu berikutnya dilaksanakan pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah, kolesterol, asam urat, kadar glukosa darah, dan pengobatan gratis. Peserta diberikan obat serta edukasi penggunaan obat dan penataan pola hidup sehat. Total peserta 161 orang dengan distribusi 30% berusia 40-50 tahun, 39% berusia 51-60 tahun, dan 21% berusia 61-70 tahun. Sebanyak 85 orang hasil pemeriksaannya diatas nilai normal, mereka mendapatkan obat dan edukasi tentang penggunaan obat komorbid. Hasil untuk kegiatan ini secara kualitatif dapat diperoleh kesimpulan bahwa pemahaman warga tentang penggunaan obat bertambah setelah dilakukan edukasi, hal ini terlihat hasil tanya jawab yang dilakukan pada warga sebelum dan setelah edukasi dilaksanakan.Abstract: The leader of Ranting Duren Seribu visited a housing ward with a population of advanced, adult, and older adults who suffer from comorbid conditions like high cholesterol, uric acid, and Diabetes Mellitus. The goal was to promote better health by providing accessible medical examinations and treatments and educating them on the proper use of drugs, especially for their comorbid conditions. The program started with distributing leaflets, singing songs, and interactive lectures to help participants understand drug use and make them more effective. The following week, medical checkups were conducted, including testing blood pressure, cholesterol, uric acid, and glucose levels. Participants received medicine and education on proper drug use and healthy living patterns. Of 161 participants, 30% were aged 40-50, 39% were aged 51-60, and 21% were aged 61-70. 85 people with above-average values were given medicine and educated on using comorbid drugs. The program increased citizens' understanding of medicine, as evidenced by positive question-and-answer results from the education sessions.
HUBUNGAN ANTARA ANEMIA DENGAN KEJADIAN PERSALINAN PRETERM PADA IBU HAMIL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BOGOR Sumantri, Tasya Alleandra; Pudyastuti, Erlina; Irawan, Achmad; Sukarya, Wawang Setiawan; Nurhayati, Nurhayati; Baringbing, Jonas Nara
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34894

Abstract

Kesehatan ibu dan anak masih menjadi perhatian utama, khususnya dalam konteks masalah kesehatan ibu hamil, seperti anemia, dan risiko persalinan preterm. Menurut WHO, anemia pada ibu hamil dikategorikan menjadi: anemia ringan (Hb 10.0-10.9 g/dL), anemia sedang (Hb 7.0-9.9 g/dL), dan anemia berat (Hb <7 g/dL). Persalinan preterm adalah persalinan yang terjadi pada kehamilan <37 minggu dengan berat badan bayi lahir <2.500 gram. Masalah utama adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara anemia dengan persalinan preterm pada ibu hamil di RSUD Kota Bogor periode 1 januari 2018 sampai dengan 31 desember 2023. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan anemia dengan kejadian persalinan preterm pada ibu hamil di RSUD Kota Bogor periode 1 Januari-31 Desember 2023 Desain penelitian analisis observasional pendekatan cross-sectional. Populasi adalah ibu hamil yang melahirkan di RSUD Kota Bogor tahun 2018 - 2023. Jumlah sample 148 terdiri 74 persalinan preterm dan 74 persalinan aterm. Data berasal dari rekam medik, dengan anemia sebagai variabel independen dan persalinan preterm sebagai variabel dependen. Analisis data menggunakan tabel 2x2 atau uji chi-square dengan SPSS dan Epi-Info. Adanya hubungan yang bermakna antara anemia ringan dan sedang dengan persalinan preterm, dengan nilai p = 0,019 (p < 0,1), menunjukkan bahwa anemia meningkatkan risiko persalinan preterm. Terdapat hubungan yang bermakna antara anemia ringan hingga sedang dengan kejadian persalinan preterm.
Hemodynamic Monitoring of Transcatheter Closure in Patients with Patent Foramen Ovale: A Case Study Julianthi, Anita; Nurhayati, Nurhayati; Oemar, Hamed
Muhammadiyah Medical Journal Vol. 6 No. 1 (2025): Muhammadiyah Medical Journal (MMJ)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mmj.6.1.7-14

Abstract

Patent Foramen Ovale (PFO) is a congenital cardiac anomaly characterized by the persistent opening of the foramen ovale, resulting in a right-to-left shunt due to incomplete closure of the interatrial septum after birth. Incidences of PFO is about 25% or 1 in 4 people in the world's population. Methods: this case study aimed to assess hemodynamic changes during transcatheter closure of PFO in an adult patient. The procedure was monitored for changes in ECG, pulse rate, and blood pressure, highlighting potential risks such as puncture wounds. Findings suggest that comprehensive hemodynamic monitoring is essential during PFO closure procedures. A 66 years old man with a history of symptoms of slurred speech symptoms staggering and then fainting then the PFO closure that is taken during disease management during January - May 2024 at RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Results: during the PFO Closure procedure, there were changes in the ECG rhythm from Sinus Rhythm to PVC Rythm, decrease pulse rate, decrease in the patient's blood pressure from 176/89 to 118/78 mmHg, as well as risks such as puncture wounds. Conclusion: hemodynamic monitoring during transcatheter closure of Patent Foramen Ovale (PFO) is crucial to detect potential changes and complications. Close surveillance is necessary to identify and promptly manage procedural risks.
Peran Peran Pemeriksaan Transthorachic Echocardiography Pada Evaluasi Pasien Post Coronary Artery Bypass Graft Kharisma, Nandika Eki; Sirait, Silfi Pauline; Nurhayati
ARKAVI [Arsip Kardiovaskular Indonesia] Vol. 8 No. 01 (2025): Arsip Kardiovaskular Indonesia
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkavi.v8i01.7160

Abstract

Background: Coronary artery bypass surgery (CABG) is a surgical procedure that aims to restore blood flow to the myocardium that is experiencing blockage or atherosclerosis. After CABG the patient may experience bleeding, pain, infection from the surgical wound, and peri-operative infarction which results in decreased heart function. Thus, examination of the patient is necessary to evaluate the success rate and complications of the CABG procedure. Methods: Literature Review. Analysis: evaluation in patients after CABG surgery was performed by transthoracic echocardiography (TTE) using 2D and motion mode modalities. Both can produce values from left ventricular ejection fraction, wall motion, dimensions of the cardiac chambers as well as hemodynamic assessments TTE examination also aims to determine the presence or absence of side effects from the operation (pericardial effusion, low cardiac output). Conclusion: TTE examination in patients after CABG surgery aims to determine the success rate of surgery, especially to determine whether there are significant changes in heart function (left ventricular ejection fraction, regional wall motion, dimensions of heart chambers, and cardiac output).
TEKNIK PEMERIKSAAN FISIOLOGI INTRAKORONER PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER DENGAN LESI KORONER MULTIPEL Husein, Faiza; Nurhayati, Nurhayati; Mangkuanom, Arwin Saleh; Jamaluddin, Ahmad; Budiman, Muhamad Arif
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49516

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab utama kematian di dunia, terutama akibat komplikasi dari lesi koroner multiple, yaitu penyempitan pada dua atau lebih arteri koroner. PJK disebabkan oleh plak aterosklerosis yang menghambat aliran darah dan dapat menimbulkan nyeri dada, sesak napas, mual, dan pusing. Aterosklerosis sering menyumbat cabang-cabang utama arteri koroner, seperti left anterior descending (LAD), left circumflex (LCx), dan right coronary artery (RCA). Pemeriksaan fisiologi intrakoroner seperti Fractional Flow Reserve (FFR) dan Instantaneous Wave-Free Ratio (IFR) dapat digunakan untuk menilai signifikansi hemodinamik dari stenosis. FFR adalah pemeriksaan diagnostik yang digunakan untuk melihat signifikansi fisiologis stenosis arteri koroner secara spesifik. IFR merupakan pengukuran fisiologi intrakoroner lebih baru yang menggunakan prinsip serupa dengan FFR tetapi tidak memerlukan agen hiperemia. Namun, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara FFR dan IFR pada iskemia. Penelitian ini adalah studi kasus deskriptif pada pasien dengan diagnosa awal penyakit jantung koroner yang kemudian dilakukan pemeriksaan fisiologi intrakoroner berupa FFR dan IFR, dan didapatkan hasil lesi koroner multiple (lebih dari 2 koroner). Diperoleh nilai IFR pada LAD 0.92 dan FFR 0.75 (signifikan), IFR LCx 0.71 (signifikan), IFR RIM 0.95 (non signifikan), dan IFR RCA 0.92 serta FFR 0.72 (signifikan). IFR memiliki tingkat akurasi yang cukup baik, tapi FFR dinilai lebih akurat karena menggunakan agen hiperemi untuk menilai keparahan stenosis arteri koroner.
Case Study: The Permanent Pacemaker in Managing Sinus Node Dysfunction in a Patient with a History of CAD post PCI Syabani, Ines Nur; NG, Ignatius Yansen; Budiman, Muhamad Arif; Nurhayati, Nurhayati; Pudyastuti, Erlina
Muhammadiyah Medical Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Muhammadiyah Medical Journal (MMJ)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mmj.6.2.96-101

Abstract

Sinus Node Dysfunction (SND) is an arrhythmia characterized by rhythm abnormalities in the heart. The incidence of SND increases with age due to degenerative changes in the sinoatrial node. Symptoms of SND are often subtle and nonspecific, leading to diverse ECG findings. In patients with a history of coronary artery disease (CAD), post-percutaneous coronary intervention (PCI), managing SND can be challenging. The primary treatment for SND is Permanent Pacemaker (PPM) implantation, which delivers electrical pulses to the myocardium to correct rhythm abnormalities. The results of the patient's ECG evaluation have improved, as indicated by the regular PR interval and QRS complex following PPM installation. The patient's heart rate increased by 44.7% after the PPM was inserted. In patients with SND and a history of CAD after PCI, Permanent Pacemaker (PPM) implantation plays a crucial role in managing heart rhythm abnormalities, ultimately improving the patient’s quality of life.
Pengukuran Hipertensi Pulmonal Pada Pasien Defek Septum Atrium Sekundum Menggunakan Ekokardiografi Nurhayati, Nurhayati; Lywanti, Dania Nalaya; Nauli, Siti Elkana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i5.18104

Abstract

Hipertensi pulmonal (HP) merupakan komplikasi serius yang dapat terjadi pada pasien dengan defek septum atrium sekundum (DSAS). Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengukuran HP pada pasien dengan DSAS menggunakan ekokardiografi di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang. Metode pengukuran HP dilakukan dengan mengukur tekanan arteri pulmonal (PAP) menggunakan Doppler ekokardiografi. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien yang telah menjalani pemeriksaan ekokardiografi. Hasil analisis menunjukkan adanya tingkat HP yang bervariasi pada pasien dengan DSAS, dengan prevalensi tertentu dari kategori HP. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pemantauan HP pada pasien DSAS untuk mengelola komplikasi secara efektif. Penelitian ini adalah studi kasus pada pasien dengan defek septum atrial sekundum yang diduga mengalami hipertensi pulmonal yang melakukan ekokardiografi di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang. Ditemukan adanya perbedaan hasil pengukuran hipertensi pulmonal dimana usia dan diameter defek septum atrium yang berbeda pada ketiga pasien. Pengukuran menggunakan alat ekokardiografi dapat menjadi salah satu acuan untuk mendeteksi pasien defek septum atrium sekundum dengan hipertensi pulmonal.
Laporan Kasus: Gambaran Pemeriksaan Ekokardiografi Pada Pasien Hipertensi Pulmonal Dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) Caroline, Diajeng; Efendi, Zul; Nurhayati
ARKAVI [Arsip Kardiovaskular Indonesia] Vol. 8 No. 02 (2025): Arsip Kardiovaskular Indonesia
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkavi.v8i02.20506

Abstract

Latar Belakang Pulmonary hypertension (PH) adalah kondisi dengan tekanan tinggi pada pembuluh darah paru yang dapat muncul sebagai komplikasi penyakit jantung dan paru. Salah satu penyebab PH adalah Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD), yaitu gangguan aliran udara yang menimbulkan hipoksia dan meningkatkan tekanan arteri paru. Metode: penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada seorang pasien perempuan berusia 72 tahun dengan diagnosis PPOK di RSUD Cibinong. Pengukuran dilakukan terhadap Tricuspid Regurgitation Velocity max (TRVmax), Tricuspid Annular Plane Systolic Excursion (TAPSE), dan mean Pulmonary Artery Pressure (mPAP). Hasil: pemeriksaan ekokardiografi menunjukkan nilai TRVmax 3,4 m/s, mPAP 32 mmHg, dan TAPSE 19 mm. Ditemukan pula adanya dilatasi atrium dan ventrikel kanan, namun fungsi sistolik ventrikel kiri tetap terjaga (Ejection Fraction 70%). Berdasarkan parameter tersebut, pasien dikategorikan memiliki probabilitas tinggi (High Probability) menderita Hipertensi Pulmonal. Kesimpulan: Ekokardiografi mendeteksi hipertensi pulmonal pada pasien PPOK dengan peningkatan TRVmax dan mPAP sebagai indikator probabilitas tinggi.