Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TEACHER UNDERSTANDING IN DATA COLLECTION TECHNIQUES FOR UPPER CLASS COUNSELING AT SDN 2 TAKERANKLATING Aisa putri rahmawati; Siti khusnul khotimah; Arfian Mudayan
Journal of Elementary Education Vol. 1 No. 1 (2024): JUNE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38040/jeleduc.v1i1.970

Abstract

Analysis of teacher understanding in collecting guidance and counseling data in elementary schools is very important for teachers to know the character and needs of students. This research aims to determine teachers' understanding of high-class counseling guidance data collection techniques at SDN 2 Takeranklating. The research method uses descriptive qualitative methods. The subject of this research was the 5th grade teacher at SDN 2 Takeranklating. The instruments used were interviews and observations. The results of this research are (1) upper class teachers understand guidance and counseling data collection techniques, (2) the data collection technique used is non-cognitive diagnostic assessment, (3) teachers get data from various sources, (4) teachers have not carried out tests for data retrieval . Suggestions for future researchers are that the research object is expected to be expanded and not limited to just one source.
Strategi Interaksi Guru - Siswa yang Digunakan untuk Mendukung Memori Kerja Anak di SDN 2 Tambakrigadung Septiana Putri Rahayu; Siti Khusnul Khotimah; Vivi Amanda Ni'matul Aliyah
Pendagogia: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 6 No 2: Agustus 2026
Publisher : Educational Consultant & Counseling Career (EC3) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66653/pendagogia.v6i2.269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi interaksi guru dan siswa dalam mendukung memori kerja siswa di SDN 2 Tambakrigadung. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi seperti pemberian instruksi bertahap, pengulangan informasi, dan pertanyaan pemantik terbukti efektif memfasilitasi pengelolaan informasi, mengurangi beban kognitif, serta meningkatkan keterlibatan aktif siswa. Praktik pedagogis ini memperkuat kapasitas memori kerja sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di sekolah dasar.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatkan Literasi Sains pada Pembelajaran IPAS Kelas IV di Sekolah Dasar Siti Khusnul Khotimah; A.F. Suryaning Ati MZ; Rizka Novi Irmaningrum
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.5282

Abstract

Kemampuan literasi sains merupakan kompetensi penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Namun, kemampuan literasi sains peserta didik kelas IV MI Muhammadiyah 1 Payaman masih rendah karena pembelajaran belum menerapkan model yang berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas guru, aktivitas peserta didik, dan kemampuan literasi sains melalui penerapan model pembelajaran inkuiri. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dalam setiap siklus mengikuti berisi perencanaan, tindakan, observasi, refleksi. Subjek penelitian adalah 14 peserta didik kelas IV dengan metode total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, tes literasi sains (pretest dan posttest), serta dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat dari 65,1% menjadi 86,6%, aktivitas peserta didik meningkat dari 62,5% menjadi 98,4%, dan ketuntasan kemampuan literasi sains meningkat dari 64,3% pada siklus I menjadi 92,9% pada siklus II. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran inkuiri efektif dalam meningkatkan aktivitas pembelajaran dan kemampuan literasi sains peserta didik pada pembelajaran IPAS.