Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Praktik Sanitasi dan Higiene Makanan Pada Pengelola Rumah Makan di Kota Padangsidimpuan: Analysis of Food Sanitation and Hygiene Practices to the Manager of the Restaurant in Padangsidimpuan City Eva Khoiriyah Harahap; Owildan Wisudawan; Anto J. Hadi; Haslinah Ahmad; Lucy Widasari; Nayodi Permayasa
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.5204

Abstract

Latar belakang: Upaya higiene dan sanitasi pengelola rumah makan merupakan kebutuhan utama terhadap terwujudnya makanan dan minuman aman, oleh karena itu keadaan higiene dan sanitasi pengelola rumah makan tidak memenuhi syarat akan memperbesar kemungkinan pencemaran serta kerusakan makanan yang ada sejak dimulai dari proses pengadaan bahan sampai pada penyajian makanan serta berdampak buruk pada kesehatan. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk menganalisis praktik sanitasi dan higiene makanan pada pengelola rumah makan di Kota Padangsidimpuan. Metode: Jenis penelitian observasional dengan desain cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Desember 2023 sampai dengan Januari 2024. Populasi dan sampel adalah seluruh pengelola rumah makan di Kota Padangsidimpuan sebanyak 81 pengelola rumah makan dengan teknik pengambilan sampel secara total sampel. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner terstruktur yang dirancang khusus untuk mengumpulkan data tentang praktik sanitasi dan higiene makanan. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner yang telah disebarkan kepada pengelola rumah makan yang menjadi sampel penelitian. Data dianalisis secara univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan pengelola makanan (p=0,001), kondisi sanitasi (p=0,002), praktik kebersihan dan higiene personal (p=0,001), penyimpanan makanan (0,001) dan penggunaan bahan makanan segar (p=0,004) berpengaruh terhadap praktik sanitasi dan higiene makanan. Sedangkan variabel yang paling berpengaruh adalah penyimpanan makanan dengan nilai Exp.(B)= 17,214. Kesimpulan: Temuan penelitian ini diperoleh bahwa praktik sanitasi dan higine makanan sangat dipengaruhi oleh pengetahuan pengelola makanan dan penyimpanan makanan, sehingga dibutuhkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengelola tentang praktik kebersihan dan higiene personal rumah makan.
Pengaruh Promosi Kesehatan Melalui Bina Suasana terhadap Keaktifan Keluarga dalam Pencegahan Stunting di Puskesmas Sayurmatinggi Kabupaten Tapanuli Selatan Eli Kusuma Daulay; Haslinah Ahmad; Anto J. Hadi; Lucy Widasari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i10.4163

Abstract

Latar belakang: Anak terganggu akibat kurangnya asupan gizi yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama dan berdampak pada tinggi badan atau panjang badan disebut stunting. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan suatu model promosi kesehatan yang dapat meningkatkan keterlibatan keluarga dalam upaya pencegahan stunting di Puskesmas Sayurmatinggi Kabupaten Tapanuli Selatan. Metode: Jenis penelitian yang diterapkan dalam studi ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen (eksperimen semu). Populasi yang menjadi fokus penelitian ini adalah seluruh keluarga yang memiliki balita berusia 60 bulan, yang berjumlah sebanyak 692 balita. Sampel penelitian terdiri dari 254 balita, yang dibagi menjadi dua kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari 127 ibu. Kelompok pertama terdiri dari ibu yang memiliki balita stunting (kelompok perlakuan), sedangkan kelompok kedua terdiri dari ibu yang memiliki balita dengan pertumbuhan normal atau tidak stunting (kelompok kontrol). Sampel dipilih menggunakan metode systematic random sampling. Dalam analisis data, digunakan berbagai teknik statistik, termasuk analisis univariat, bivariat, dan uji statistik Hotelling's T2. Hasil: Terdapat dampak yang signifikan dari promosi kesehatan melalui pembinaan suasana terhadap perubahan pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,000) sebelum dan setelah intervensi. Selain itu, promosi kesehatan melalui pembinaan suasana juga memiliki dampak yang signifikan terhadap perubahan tindakan keluarga sebelum (p=0,002) dan setelah (p=0,001) intervensi. Sebelum intervensi, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal pengetahuan, sikap, dan tindakan antara kedua kelompok, dengan nilai p=0,574>0,05. Namun, setelah intervensi, terlihat perbedaan yang signifikan dalam pengetahuan dan tindakan di antara kedua kelompok, dengan nilai p=0,001<0,05. Kesimpulan: Bbahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat pengetahuan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol terkait keterlibatan keluarga dalam upaya pencegahan stunting. Sebagai saran, penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi yang berharga untuk program promosi kesehatan yang dilakukan di Puskesmas Sayurmatinggi.
Membangun Learning Health System melalui Platform Berbasis AI: Implikasi bagi Pengembangan Modal Manusia dan Inovasi Kesehatan Lucy Widasari; Erwan
Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 3 (2026): Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/ns.v1i3.82

Abstract

Transformasi digital di sektor kesehatan merupakan proses struktural berbasis pengetahuan yang semakin menentukan posisi suatu negara dalam ekonomi global berbasis inovasi. Meskipun adopsi teknologi kesehatan digital—seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), analitik data, dan platform digital—mengalami percepatan, banyak negara berkembang masih menghadapi tantangan berupa fragmentasi adopsi, ketergantungan pada teknologi impor, serta keterbatasan kapasitas inovasi domestik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis transformasi digital kesehatan melalui pendekatan systems thinking berbasis kecerdasan buatan, dengan menekankan pentingnya integrasi pembelajaran, riset, dan inovasi medtech dalam membangun ekosistem kesehatan digital yang berdaulat. Secara konseptual, artikel ini menempatkan transformasi layanan kesehatan sebagai sistem adaptif kompleks, di mana AI berperan sebagai orkestrator yang menghubungkan aliran data multisumber, mendukung pengambilan keputusan klinis berbasis bukti, dan memungkinkan terbentuknya learning health system. Lebih lanjut, kajian ini mengelaborasi pergeseran paradigma dari market economy menuju inventor economy dengan menyoroti hubungan resiprokal antara talenta digital, investasi sebagai learning capital, dan transfer teknologi tertanam sebagai innovation feedback loop. Sebagai studi model, artikel ini mengkaji M3 SuperApp by Yapindo dan Yapindo Medtech Hubs sebagai platform berbasis AI yang mengintegrasikan pembelajaran, riset, publikasi ilmiah, dan inovasi medtech dalam satu ekosistem digital. Hasil analisis menunjukkan bahwa model SuperApp berbasis kecerdasan buatan berpotensi berfungsi sebagai infrastruktur strategis pengembangan modal manusia kesehatan, mendorong peralihan peran tenaga kesehatan dari pengguna teknologi menjadi produsen pengetahuan dan inovator medtech, serta memperkuat kapasitas inovasi nasional secara berkelanjutan. Kata kunci: kecerdasan buatan, SuperApp, kesehatan digital, inovasi medtech, sistem inovasi
The Role of the Family in Preventing Child Wasting: A Systematic Literature Review Anto J. Hadi; Lucy Widasari; Hapiz Arlanda Sani; Erni Yetti R; Zadrak Tombeg; Saskiyanto Manggabarani
Science Publication: Journal of Public Health and Nutrition Vol. 2 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : PT Yapindo Jaya Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64965/spjphn.v2i1.41

Abstract

ABSTRACT Wasting is one of the public health nutrition problems in developing countries including South Asia, Africa, and Indonesia. This condition can lead to an increased risk of death in children under five years of age and affect their physical and cognitive development. Research shows that in addition to nutritional factors, the role of the family, including parenting, feeding, and social support, plays a significant role in preventing and overcoming wasting in children. This systematic literature review aims to explore the role of families in wasting prevention in children, focusing on factors that may influence the incidence of wasting. This study used a systematic literature review (SLR) approach by searching for relevant articles from various academic databases such as scopus. The selected articles analyzed family factors that contribute to the occurrence of wasting in children, including the role of mothers, parental education, household economic status, and the role of social support. Data were collected from various surveys and studies in countries with high prevalence of wasting, including countries in South Asia and Africa. The results of the analysis showed that family factors such as the mother's education level, nutritional knowledge, good parenting, and access to health facilities played a significant role in the prevention of wasting in children. In addition, families with low socio-economic status and limited access to clean water and poor sanitation are more at risk of wasting events. Some effective family-based interventions include providing nutrition education to parents, supplemental feeding programs, and increased social support for high-risk families. The role of the family is very important in the prevention of wasting in children, especially through the improvement of parenting behavior and nutritious feeding. Wasting prevention programs need to actively involve families by providing nutrition education, as well as providing adequate social support and health facilities. Multisectoral interventions involving the health, sanitation, and education sectors must be strengthened to achieve more effective reduction in the prevalence of wasting. Keywords: prevention of wasting, role, family, children, social support, parenting behavior