Articles
PENANAMAN NILAI KEWIRAUSAHAAN DALAM PEMBENTUKAN KEMANDIRIAN PADA ANAK (Studi Kasus di Taman Kanak-kanak Al Islam Surakarta)
Irmade, Oka;
Wahyuseptiana, Yetty Isna
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 5, No 1 (2020): Jurnal AUDI :June 2020, 8 Articles, Pages 1-63
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (144.589 KB)
|
DOI: 10.33061/jai.v5i1.3767
This study discusses the role of entrepreneurial values instilled in children in the formation of independence and find ways to instill entrepreneurial values in children in the formation of independence. This study uses qualitative case study types. Data collection methods used include the method of observation, interview methods, and documentation methods. The data in this study were analyzed by data reduction, data presentation, and conclusion search. Conducting research in the Al Islam Kindergarten, Surakarta. The output of this study discusses the assessment of entrepreneurial values in the formation of independence in children in addition to articles related to the accountability of research results that are ready to be published in scientific journals. The results of this study indicate the cultivation of entrepreneurship in the formation of independence in children in the Al Islam Surakarta Kindergarten Institute. Independence in children is implemented in classroom learning activities, teachers need to be more active in learning activities related to entrepreneurship related activities that involve entrepreneurship can affect the level of independence in children.                        ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dari nilai kewirausahaan yang ditanamkan pada anak dalam pembentukan kemandirian dan mengetahui cara menanamkan nilai kewirausahaan pada anak dalam pembentukan kemandirian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berjenis studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pelaksanakan penelitian di Taman Kanak-kanak Al Islam Surakarta. Luaran dari penelitian ini adalah rekomendasi mengenai penanaman nilai kewirausahaan dalam pembentukan kemandirian pada anak disamping artikel sebagai pertanggunganjawab hasil penelitian yang siap dimuat di jurnal ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukan penanaman kewirausahaan dalam pembentukan kemandirian pada anak di Lembaga Taman Kanak-kanak Al Islam Surakarta. Kemandirian pada anak diimplementasikan dalam kegiatan belajar di kelas, tentunya guru perlu lebih aktif dalam menyajikan aktivitas belajar yang berkaitan dengan kewirausahaan dikarenakan aktivitas yang melibatkan kewirausahaan dapat mempengaruhi tingkat kemandirian pada anak.
PELATIHAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN LITERASI AWAL PADA GURU TAMAN KANAK-KANAK AISYAH CEKEL KARANGTURI KARANGANYAR
Wahyuseptiana, Yetty Isna;
Nuryanto, Sidik
ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 5, No 1 (2021): ADIWIDYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33061/awpm.v5i1.4546
Abstrak Pendidikan saat ini mengalami dinamika perubahan sehingga menuntut setiap individu untuk mampu berkompetisi. Tentunya hal ini menjadikan sekolah dan keluarga lebih peka akan pemberian pengetahuan kepada anak. Saat ini kemampuan literasi awal pada anak telah diupayakan untuk mendapat perhatian. Hal ini dikarenakan kemampuan literasi awal merupakan salah satu indikator siap atau tidaknya anak melanjutkan jenjang pendidikan berikutnya. Namun dilapangan para guru di TK Aisyah Cekel Karanganyar masih belum memahami literasi awal. Dengan demikian guru perlu memiliki pemahaman pembelajaran literasi awal. Tujuan yang dicapai dari program pengabdian ini yaitu pelatihan pengembangan pembelajaran literasi awal pada anak. Metode pelaksanaan yang dilakukan melalui metode pendekatan partisipatif, penyadaran, pembelajaran (teori dan praktek) dan reflektif. Adapun mekanisme pelaksanaan pengabdian meliputi persiapan, pelaksanaan pelatihan mencakup penyajian materi, evaluasi kegiatan, refleksi dan penutupan kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi dan refleksi diperoleh adanya perubahan secara signifikan dan peningkatan akan pemahaman para guru terhadap pembelajaran literasi awal pada anak. Kata kunci: Literasi, anak usia dini, Guru
PELATIHAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN LITERASI AWAL PADA GURU TAMAN KANAK-KANAK AISYAH CEKEL KARANGTURI KARANGANYAR
Yetty Isna Wahyuseptiana;
Sidik Nuryanto
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2021): ADIWIDYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33061/awpm.v5i1.4546
Abstrak Pendidikan saat ini mengalami dinamika perubahan sehingga menuntut setiap individu untuk mampu berkompetisi. Tentunya hal ini menjadikan sekolah dan keluarga lebih peka akan pemberian pengetahuan kepada anak. Saat ini kemampuan literasi awal pada anak telah diupayakan untuk mendapat perhatian. Hal ini dikarenakan kemampuan literasi awal merupakan salah satu indikator siap atau tidaknya anak melanjutkan jenjang pendidikan berikutnya. Namun dilapangan para guru di TK Aisyah Cekel Karanganyar masih belum memahami literasi awal. Dengan demikian guru perlu memiliki pemahaman pembelajaran literasi awal. Tujuan yang dicapai dari program pengabdian ini yaitu pelatihan pengembangan pembelajaran literasi awal pada anak. Metode pelaksanaan yang dilakukan melalui metode pendekatan partisipatif, penyadaran, pembelajaran (teori dan praktek) dan reflektif. Adapun mekanisme pelaksanaan pengabdian meliputi persiapan, pelaksanaan pelatihan mencakup penyajian materi, evaluasi kegiatan, refleksi dan penutupan kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi dan refleksi diperoleh adanya perubahan secara signifikan dan peningkatan akan pemahaman para guru terhadap pembelajaran literasi awal pada anak. Kata kunci: Literasi, anak usia dini, Guru
“Menstimulasi Kemampuan Berpikir Konsep Matematika Pada Anak Usia 4-6 Tahun” (Di sampaikan pada Guru Di PGRA Kecamatan Gatak )
Yetty Isna Wahyuseptiana;
Feri Faila Sufa;
Paulus Widjanarko
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2022): ADI WIDYA Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33061/awpm.v6i1.5820
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan konsep tentang konsep matematika kepada pendidik anak usia dini untuk menstimulasi kemampuan matematika sesuai tahapan perkembangannya dan karekteristik usia di lingkungan IGRA kecamatan Gatak. Setiap anak pasti punya potensi yang siap untuk dikembangkan. Semakin dini kita memahami potensi kita, maka akan semakin mudah mengembangkannya. Termasuk potensi kemampuan yang sangat di butuhkan dalam mendukung kegiatan manusia di semua bidang kehidupan. Kemapuan tersebut adalah kemmapuan berpikir matematis yang sangat penting dan saat ini dianggap sebagai kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh individu. Memiliki kemampuan berpikir matematika memberikan peluang keberhasilan yang lebih besar dalam tiap fase kehidupan, baik sebagai pembelajar maupun sebagai profesional.Pendapat para ahli dan hasil penelitian menjelaskan bahwa pemberian stimulasi matematika sejak dini sangat penting untuk mendukung kesiapan pada pendidikan matematika selanjutnya. Berdasarkan pengamatan tampak guru menggunakan metode konvensional dalam stimulasi mengenalkan konsep matematika pada anak usia dini dan berdasarkan wawancara dengan guru mendapatkan perbedaan persepsi dalam memandang pembelajaran matematika dan cara menstimulasi perkembangan matematika anak.Berdasarkan analisis awal dapat diidentifikasi Permasalahan sebagai berikut (1) Masih rendahnya kemampuan berpikir anak dalam memahami konsep matematika. (2). Rendahnya pemahaman Pendidik PAUD dalam melakukan stimulasi dan (3) Pembelajaran yang masih konvensional dalam mengenalkan konsep matematika. Oleh karena itu perlunya kegiatan pengabdian masyarakat untuk memberikan solusi pada permasalahan yang terjadi berupa: (1) Pemberian stimulasi perkembangan berpikir konsep matematika sesuai tahapan usia (2) Melakukan Sosialisasi capaian pembelajaran konsep Matematika pada anak usia 4-6 tahun dan (3) Pendampingan Pemberian stimulasi yang inovatif.Pada kegiatan pengabdian ini digunakan metode diskusi. Namun sebelumnya dilakukan analisis kebutuhan melalui observasi dan wawancara pembelajaran matematika di PAUD dan kemampuan anak dalam mengenal matematika. Kuis diberikan kepada guru untuk megetahui sejauh mana pemahaman pendidik tentang stimulasi matematika anak usia dini. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi mengenai konsep perkembangan kemampuan berpikir matematika. Kegiatan dilanjutkan dengan sharing dan diskusi dan dikhiri dengan kuis untuk mengetahui sejauhmana keterserapan pendidik pada materi yang disampaikan. Tindak lanjutnya akan dilakukan monitoring oleh mahasiswa apakah kegiatan parenting berlangsung optimal dalam mengembangkan kemampuan berpikir matematika pada anak.Berdasarkan hasil pre tes dan post tes diketahui ada peningkatan kemampuan anak dalam berpikir konsep matematika sebesar 20%.. Adapun luaran dalam Pengabdian ini adalah model stimulasi konsep matematika anak usia dini dan artikel ilmiah dalam jurnal pengabdian nasional. Kata kunci : stimulasi, kemampuan berpikir matematika, anak usia dini
Pembentukan Konsep Penerimaan Diri pada Anak Usia Dini di Masa Pandemi Covid-19
Yetty Isna Wahyuseptiana
BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender dan Anak Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2834.447 KB)
|
DOI: 10.22515/bg.v5i2.2814
Tulisan ini menggambarkan tentang peran orangtua dalam memberikan pengaruh terhadap sikap anak dalam menerima kelebihan dan kekurangan yang dimiliki dikenal dengan istilah penerimaan diri atau self-acceptance. Pengetahuan yang diperoleh anak akan penerimaan diri tentunya juga tidak terlepas dari tingkat pengetahuan orangtua, pola asuh yang diterapkan di rumah, dan berbagai faktor yang menyertainya. Kepedulian akan penerimaan diri atau self-acceptance pada anak pelru melibatkan peran orangtua namun selama ini guru yang sebagai poros dalam membentuk sikap penerimaan diri pada anak usia dini. Dilihat bahwa dari segi waktu orangtua lebih sering bersama dengan anak dibandingkan guru namun jika dilihat dari fenomena di lapangan kebanyakan anak lebih mengikuti apa yang disampaikan oleh guru dibandingkan orangtua. Tentunya ini perlu dikaji lebih lanjut sejauh mana peran orangtua dalam pembentukan penerimaan diri pada anak usia dini sehingga nantinya anak memiliki kesadaran dalam menerima kelebihan dan kekurangan pada dirinya dan mampu merasakan Bahagia di hidupnya. Lingkungan tentunya akan memainkan peran dalam mewujudkan seorang individu yang unggul, berkarakter, dan humanis.
Optimalisasi Pengembangan Pembelajaran Berbasis Kolaboratif Untuk Meningkatkan Kemampuan Pengaturan Diri Pada Anak Usia Dini
Isna Wahyuseptiana, Yetty;
Pertiwi Aje, Dina;
Widjanarko, Paulus
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Mei
Publisher : CV Putra Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58540/sambarapkm.v3i2.794
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada pendidik di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini mengenai pentingnya kemampuan pengaturan diri dikuasai oleh anak usia dini. Kemampuan pengaturan diri pada anak usia dini adalah kemampuan anak untuk mengontrol emosi, perilaku, dan pikirannya secara mandiri. Pengaturan diri merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak karena memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk kemampuan anak untuk belajar, berinteraksi dengan orang lain, dan menghadapi situasi yang menantang. Kemampuan pengaturan diri berkembang seiring dengan pertumbuhan anak dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti lingkungan keluarga, pendidikan, dan interaksi sosial. Orang tua dan pendidik berperan penting dalam membantu anak mengembangkan kemampuan ini dengan memberikan dukungan dan bimbingan yang positif. Berdasarkan pada analisis awal dapat diidentifikasi permasalahan sebagai berikut: (1) masih rendahnya kemampuan pengaturan diri anak dalam melaksanakan aktivitas pembelajaran; (2) rendahnya pemahaman pendidik PAUD dalam melakukan stimulasikemampuan pengaturan diri pada anak usia dini; dan (3) pembelajaran yang masih konvensional dalam melatihkan kemampuan pengaturan diri pada anak usia dini. Pada kegiatan pengabdian ini digunakan metode diskusi dan pendampingan. Pelaksanaan kegiatan ini memberikan kontribusi yang luas, mulai dari peningkatan keterampilan anak, pengembangan metode pengajaran yang lebih efektif bagi guru, hingga keterlibatan orang tua dalam mendukung perkembangan anak. Dengan penerapan pembelajaran berbasis kolaboratif, diharapkan anak-anak usia dini dapat tumbuh menjadi individu yang lebih mandiri, mampu mengendalikan diri, dan siap menghadapi tantangan di masa depan
PENANAMAN NILAI KEWIRAUSAHAAN DALAM PEMBENTUKAN KEMANDIRIAN PADA ANAK (Studi Kasus di Taman Kanak-kanak Al Islam Surakarta)
Irmade, Oka;
Wahyuseptiana, Yetty Isna
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 10 No 1 (2025): Juli: Jurnal AUDI
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33061/jai.v10i1.3767
This study discusses the role of entrepreneurial values instilled in children in the formation of independence and find ways to instill entrepreneurial values in children in the formation of independence. This study uses qualitative case study types. Data collection methods used include the method of observation, interview methods, and documentation methods. The data in this study were analyzed by data reduction, data presentation, and conclusion search. Conducting research in the Al Islam Kindergarten, Surakarta. The output of this study discusses the assessment of entrepreneurial values in the formation of independence in children in addition to articles related to the accountability of research results that are ready to be published in scientific journals. The results of this study indicate the cultivation of entrepreneurship in the formation of independence in children in the Al Islam Surakarta Kindergarten Institute. Independence in children is implemented in classroom learning activities, teachers need to be more active in learning activities related to entrepreneurship related activities that involve entrepreneurship can affect the level of independence in children.                        ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dari nilai kewirausahaan yang ditanamkan pada anak dalam pembentukan kemandirian dan mengetahui cara menanamkan nilai kewirausahaan pada anak dalam pembentukan kemandirian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berjenis studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pelaksanakan penelitian di Taman Kanak-kanak Al Islam Surakarta. Luaran dari penelitian ini adalah rekomendasi mengenai penanaman nilai kewirausahaan dalam pembentukan kemandirian pada anak disamping artikel sebagai pertanggunganjawab hasil penelitian yang siap dimuat di jurnal ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukan penanaman kewirausahaan dalam pembentukan kemandirian pada anak di Lembaga Taman Kanak-kanak Al Islam Surakarta. Kemandirian pada anak diimplementasikan dalam kegiatan belajar di kelas, tentunya guru perlu lebih aktif dalam menyajikan aktivitas belajar yang berkaitan dengan kewirausahaan dikarenakan aktivitas yang melibatkan kewirausahaan dapat mempengaruhi tingkat kemandirian pada anak.
PENDEKATAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY DALAM MEWUJUDKAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS PADA ANAK USIA DINI
Wahyuseptiana, Yetty Isna
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 9 No 1 (2024): Jurnal AUDI
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33061/jai.v6i2.6837
This study aims to determine how important scientific literacy skills are in early childhood. Scientific literacy skills have a role in everyday life so that realizing scientific literacy skills in children can be done through the application of discovery learning models in the learning process. The discovery learning model has a character so that learning that applies the discovery learning model approach is able to build children's curiosity to form knowledge independently. This study uses a qualitative method with the main source is a literature review. The data collection technique used literature study which collected data through books and journals. The data obtained from the literature study were collected and processed by editing, organizing, and finding results. This study in in Kindergarten Al Islam Surakarta. The output of this study is a recommendation regarding the application of the discovery learning model to be able to assist in realizing scientific literacy skills in children. Supported by the importance of scientific literacy skills possessed by early childhood in the 21st century today where every individual is required to have the ability to think critically, think creatively, and one of the skills that need to be possessed is scientific literacy skills.
STRATEGI MENCIPTAKAN ANAK USIA DINI KREATIF MELALUI BAHAN ALAM
Ajie, Dina Pertiwi;
Wahyuseptiana, Yetty Isna;
Nupiyanti, Dewi
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.572349/cendikia.v2i4.1183
Anak dilahirkan cerdas dan dibekali kreatifitas. Pendidikan memiliki tujuan humanisasi. Pentingnya pendidikan anak usia dini dikarenakan pendidikan sangat menentukan kualitas hidup selanjutnya. Setiap manusia mempunyai kemampuan yang berbeda, salah satu diantaranya adalah kemampuan kreativitas. Kreativitas merupakan suatu kemampuan yang perlu dikembangkan dalam pendidikan. Dilingkungan sekolah dan lingkungan keluarga kreativitas dapat dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas pembelajaran menggunakan loose part berbahan alam. Metode yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan pengambilan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini kelompok B di KB Kuncup Mekar An-Naafi’u. Hasil dari penelitian bahwa media loose part berbahan alam mampu meningkatkan kreativitas pada anak kelompok B. Sehingga imajinasi anak akan berkembangan dalam menuangkan ide baru, anak mampu membentuk suatu karya yang baru dan menarik.
EDUKASI PEMBERIAN GIZI SEIMBANG UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK USIA DINI
Yetty Isna Wahyuseptiana;
Dina Pertiwi Aje;
Sari Pitria Ayu
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 02 (2024): APRIL 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada pendidik di lembaga pendidikan anak usia dini untuk mengetahui tentang pentingnya pemberian gizi seimbang pada anak usia dini di lingkungan IGRA kecamatan Gatak. Pertumbuhan dan perkembangan anak akan mempengaruhi tingkat kemampuananak dalam melakukan aktivitas ataupun dalam menyelesaikan permasalahan. Dalam kesehariannya, anak usia dini relatif lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain. Bermain merupakan salah satu kegiatan yang membutuhkan cukup tenaga dan konsentrasi. Anak memperoleh banyak tenaga dari sumber makanan yang dikonsumsi. Berbeda halnya dengan anak yang tidak memperoleh makanan yang bergizi maka anak akan terlihat lemas dan kurang bersemangat dalam melakukan kegiatan bermain. Begitu juga dengan daya konsentrasi pada anak juga dipengaruhi oleh tercukupinya kebutuhan makanan bergizi pada anak. Anak yang mengalami kekurangan gizi maka cenderung tidak aktif dalam merespon peristiwa yang terjadi disekelilingnya. Anak akan lebih terlihat mudah merasakan lelah, lemas, dan letih. Selain itu pemenuhan gizi yang tidak seimbang juga dapat menghasilkan stunting pada anak. Dampak yang ditimbulkan pada anak yang mengalami stunting salah satunya terhambatnya perkembangan otak pada anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk untuk memberikan solusi pada permasalahan yang terjadi berupa edukasi tentang pemberian gizi seimbang kepada Pendidik PAUD dan pendampingan untuk orangtua terkait pemberian gizi seimbang di lingkungan keluarga. Pada kegiatan pengabdian ini digunakan metode diskusi. Hasil dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pendidik dan orangtua di lingkungan IGRA Kecamatan Gatak memahami tentang pemberian gizi seimbang guna pencegahan stunting pada anak usia dini