Faza Kasyiva Az-Zahra
Universitas Negeri Malang

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Peran Bimbingan dan Konseling Pada Kurikulum Merdeka dalam Mewujudkan Multicultural Awareness sebagai Strategi Pencegahan Intoleransi Faza Kasyiva Az-Zahra; Nur Hidayah; Fitri Wahyuni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5717

Abstract

Kesadaran multikultural atau multicultural awareness merupakan peristiwa alami yang muncul karena pertemuan berbagai jenis budaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran bimbingan dan konseling pada kurikulum merdeka dalam menumbuhkan sikap kesadaran berbudaya dapat mengatasi isu intoleransi serta bertujuan untuk membahas sejauh mana urgensi kesadaran berbudaya dalam mencegah intoleransi. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review yang dilakukan dengan menelaah dan mengidentifikasi jurnal secara otomatis dengan langkah-langkah dan prosedur yang telah ditetapkan yakni (1) Identifikasi (2) Screening (3) Kelayakan (4) Inklusi. Hasil penelitian menyatakan bahwa bimbingan dan konseling memiliki peran penting untuk menumbuhkan kesadaran multikultural yang penting dimiliki setiap individu untuk menciptakan kehidupan yang damai. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bimbingan dan konseling pada kurikulum merdeka belajar memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran multikultural atau multicultural awareness dengan memberikan pemahaman mengenai multikultural kepada siswa baik dalam pemikiran ataupun tindakan yang akan menciptakan kehidupan yang damai dan terbebas dari masalah intoleransi.  Kata kunci: bimbingan dan konseling, kurikulum merdeka, multicultural awareness, intoleransi, pencegahan
Evaluasi Model Kesenjangan Program Layanan Referal pada SMP Brawijaya Smart School Malang Az-Zahra, Faza Kasyiva; Hidayah, Nur; Hotifah, Yuliati
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 12: Special Issue No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v12i0.9376

Abstract

Evaluasi merupakan sebuah proses yang tersistematik dengan bertujuan untuk menilai tingkat kemajuan dan kualitas pelaksanaan program bimbingan konseling. Adapun alih tangan kasus atau referal merupakan program layanan bimbingan dan konseling yang mengalihkan masalah konseli kepada pihak yang lebih berpengalaman atau ahli dalam bidang tersebut. Dalam pelaksanaan alih tangan kasus atau referal, dibutuhkan evaluasi guna meningkatkan efektivitas layanan. Penelitian ini menggunakan metode mix method, yakni metode kuantitatif dan kualitatif dengan penyebaran instrumen dan juga wawancara dengan focus group discussion (FGD). Hasil analisis data baik melalui instrument evaluasi maupun wawancara dengan focus group discussion (FGD) menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan referal pada SMP Brawijaya Smart School sangat baik dengan angka rerata ketiganya ialah 90,49% yang berada pada kategori sangat baik. Dimana mereka telah melaksanakan layanan referal sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Peran Bimbingan dan Konseling Pada Kurikulum Merdeka dalam Mewujudkan Multicultural Awareness sebagai Strategi Pencegahan Intoleransi Faza Kasyiva Az-Zahra; Nur Hidayah; Fitri Wahyuni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5717

Abstract

Kesadaran multikultural atau multicultural awareness merupakan peristiwa alami yang muncul karena pertemuan berbagai jenis budaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran bimbingan dan konseling pada kurikulum merdeka dalam menumbuhkan sikap kesadaran berbudaya dapat mengatasi isu intoleransi serta bertujuan untuk membahas sejauh mana urgensi kesadaran berbudaya dalam mencegah intoleransi. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review yang dilakukan dengan menelaah dan mengidentifikasi jurnal secara otomatis dengan langkah-langkah dan prosedur yang telah ditetapkan yakni (1) Identifikasi (2) Screening (3) Kelayakan (4) Inklusi. Hasil penelitian menyatakan bahwa bimbingan dan konseling memiliki peran penting untuk menumbuhkan kesadaran multikultural yang penting dimiliki setiap individu untuk menciptakan kehidupan yang damai. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bimbingan dan konseling pada kurikulum merdeka belajar memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran multikultural atau multicultural awareness dengan memberikan pemahaman mengenai multikultural kepada siswa baik dalam pemikiran ataupun tindakan yang akan menciptakan kehidupan yang damai dan terbebas dari masalah intoleransi.  Kata kunci: bimbingan dan konseling, kurikulum merdeka, multicultural awareness, intoleransi, pencegahan
Evaluasi Model Kesenjangan Program Layanan Referal pada SMP Brawijaya Smart School Malang Az-Zahra, Faza Kasyiva; Hidayah, Nur; Hotifah, Yuliati
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 12: Special Issue No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v12i0.9376

Abstract

Evaluasi merupakan sebuah proses yang tersistematik dengan bertujuan untuk menilai tingkat kemajuan dan kualitas pelaksanaan program bimbingan konseling. Adapun alih tangan kasus atau referal merupakan program layanan bimbingan dan konseling yang mengalihkan masalah konseli kepada pihak yang lebih berpengalaman atau ahli dalam bidang tersebut. Dalam pelaksanaan alih tangan kasus atau referal, dibutuhkan evaluasi guna meningkatkan efektivitas layanan. Penelitian ini menggunakan metode mix method, yakni metode kuantitatif dan kualitatif dengan penyebaran instrumen dan juga wawancara dengan focus group discussion (FGD). Hasil analisis data baik melalui instrument evaluasi maupun wawancara dengan focus group discussion (FGD) menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan referal pada SMP Brawijaya Smart School sangat baik dengan angka rerata ketiganya ialah 90,49% yang berada pada kategori sangat baik. Dimana mereka telah melaksanakan layanan referal sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Development of MOOC Content in Case-Method-Based Psychodynamic Counseling Courses as Online Learning Media Apriani, Rizka; Probowati, Devy; Rahman, Diniy Hidayatur; Az-Zahra, Faza Kasyiva; Qonita, Fauziah Ilmi; Daud, Nurul Ain Mohd
Buletin Konseling Inovatif Vol. 5, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The psychodynamic counseling course is one of the compulsory courses to provide students with an understanding of theories, concepts, and techniques based on psychodynamic views. With various existing goals, it shows that implementing this course requires technology-based media to support the optimal running of lectures. The MOOC (Massive Open Online Course) platform is an answer to implementing psychodynamic counseling courses with existing flexibility and accessibility. The purpose of this research is to develop content on the MOOC platform to improve the quality of learning by utilizing interactive technology and learning content can be presented dynamically using various media such as video, audio, and simulation. The development of MOOC content goes through a series of stages of research and development. The development design used is the ADDIE development model to produce a specific product and test the effectiveness of the product. The stages of this research are analysis, design, development, implementation, and evaluation. The results of the study show that the development of case-method-based MOOC content in the Psychodynamic Counseling course has succeeded in increasing the effectiveness of online learning for materials that require in-depth understanding and analytical skills. Despite the challenges in moderating discussions and the need for additional guidance for more abstract concepts, MOOCs have proven their potential as an effective and flexible online learning medium. As for the suggestions in this study, it is hoped that the development of MOOC content can be more extensive in other courses. In addition, MOOC platforms can be used more widely in optimizing learning.
Exploring the Resilience Strategies of Adolescent Men Who Have Sex with Men (MSM) in an Educational City Faza Kasyiva Az-Zahra; Hengki Tri Hidayatullah; Kheren Carollina Pamintarso; Ijazah Ilmi Rohmah; Dzulkifli Abdullah; Muslihati
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.7080

Abstract

The phenomenon of men having sex with men (MSM) in adolescence is becoming a hot topic in almost all levels of society. This is because MSM certainly experiences psychological and sociological burdens. The purpose of this research is to find the configuration of MSM. This research uses a qualitative, phenomenological approach. Data collection was carried out using interview techniques (in-depth interviews) and documentation of 6 key informants and 4 supporting informants who met the criteria. Data were analyzed using MAXQDA software. Data validity testing used triangulation techniques and sources. The findings show that the MSM configuration comprises three phases fundamental, central, and dependency consistent with the theory of MSM identity formation. The fundamental phase is the initial phase; the central phase is the transitional phase; and the third phase is dependency, during which MSM adolescents begin to be active in MSM relationships. In this phase, adolescents experience sociological and psychological burdens. This study addresses the gap in scientific research by exploring the stages that MSM adolescents undergo in forming their identities. By doing so, it enriches the academic literature and serves as a foundation for future researchers in designing appropriate interventions for MSM adolescents. Keywords: resilience, adolescents, MSM
Peningkatan Kemampuan Literasi Lingkungan dan Sikap Peduli Lingkungan Masyarakat Sekolah (Guru dan Siswa) melalui Pembelajaran Inquiri Terbimbing di SMP Dharma Wirawan 10 Lawang Rizka Apriani; Primardiana Hermilia Wijayati; Azizah Azizah; Faza Kasyiva Az-Zahra; Naufal Asyraf Hamid
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v8i12025p37-46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi lingkungan dan sikap peduli lingkungan di SMP Dharma Wirawan 10 Lawang melalui pendekatan pembelajaran inquiry terbimbing. Masalah utama yang dihadapi sekolah ini adalah rendahnya kesadaran lingkungan di kalangan siswa dan guru, yang terlihat dari sampah yang berserakan di sekitar lingkungan sekolah dan kurangnya tindakan untuk menjaga kebersihan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam tiga tahap, dimulai dengan sosialisasi mengenai urgensi literasi lingkungan, dilanjutkan dengan pelatihan pembelajaran berbasis inquiry terbimbing untuk memodifikasi sikap peduli lingkungan, dan diakhiri dengan evaluasi melalui Focus Group Discussion (FGD). Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan sikap peduli lingkungan, yang diukur melalui pre-test dan post-test yang menunjukkan perubahan yang signifikan di antara guru dan siswa. Pembelajaran berbasis inquiry terbimbing terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman tentang isu-isu lingkungan dan mendorong perubahan perilaku yang lebih bertanggung jawab terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Melalui kegiatan ini, juga terbentuk kader peduli lingkungan yang akan memimpin inisiatif pengelolaan lingkungan di sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan ini dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan literasi dan sikap peduli lingkungan di sekolah-sekolah lain.
Implementation of John Holland's Theory in Guidance and Counseling Services to Support Career Planning for Senior High School Students: A Literature Review Husnul Wafiqah M; Novita Hardiani; Rafif Naufalah Setyobudhi; Irene Maya Simon; Iwan Yudi Hernawan; Anto Dwi Cahyono; Faza Kasyiva Az Zahra
Proceedings Series of Educational Studies 2026: International Conference on Educational Management and Technology (5th ICEMT 2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Career planning is an important developmental task for senior high school students in determining their future educational and occupational choices. However, many students still experience confusion in recognizing their interests, talents, and potential, which leads to difficulties in making career decisions. One approach that can be applied in guidance and counseling services to assist students in planning their careers is John Holland's Theory. This article aims to examine the implementation of John Holland's Theory in guidance and counseling services to support career planning among senior high school students. This study employed a literature review method by examining various relevant scientific articles, books, and research findings. The results of the review indicate that John Holland's Theory, through its six personality and work environment types Realistic, Investigative, Artistic, Social, Enterprising, and Conventional (RIASEC) can help students understand their personal characteristics, identify career interests, explore educational and occupational alternatives, and improve their career decision-making abilities. The implementation of this theory in guidance and counseling services also contributes to enhancing students' career maturity. Therefore, John Holland's Theory can serve as an effective conceptual foundation for supporting senior high school students' career planning through guidance and counseling services.
Resilience of Children with Disabilities and Culturally Responsive Parenting: A Narrative Literature Review Based on the Javanese Value of “Nrimo Ing Pandum” Dinda Putri Abadi; Faza Kasyiva Az Zahra; Linka Latifany Falasifa Reidana; Muslihati
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Special Edition: The 1st International Conference on HOLISTIC Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.holistic1.25849

Abstract

This study aims to examine the dynamics of resilience among children with disabilities and to formulate a culturally responsive parenting model based on the Javanese value of Nrimo ing Pandum. The study employed a qualitative approach using a narrative literature review method by analyzing relevant books, scientific articles, journals, and conference proceedings. The findings indicate that children with disabilities face various psychological and social barriers that may undermine their self confidence, resilience, and self concept. Parenting and family support play important roles in strengthening resilience, self concept, and children’s capacity to develop their potential. The value of Nrimo ing Pandum, which emphasizes acceptance, gratitude, patience, and adaptive responses to life circumstances, provides a culturally relevant foundation for developing a parenting approach that integrates acceptance with empowerment. Based on these findings, this study proposes the Nrimo ing Pandum based Democratic Empowering Parenting model as a culturally responsive parenting approach that may support resilience, independence, and positive developmental outcomes among children with disabilities. This proposition is theoretically grounded in the alignment between the values of Nrimo ing Pandum and democratic and empowering parenting principles that foster autonomy, participation, and adaptive development. Further empirical research is needed to develop, validate, and examine the effectiveness of the proposed model.