Dwi Wahyuni
Universitas PGRI Jombang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN ABON JANTUNG PISANG SEBAGAI MAKANAN ALTERNATIF PADA KELOMPOK PKK DI DUSUN GAMBAR DESA WONODADI KECAMATAN WONODADI KABUPATEN BLITAR Dwi Wahyuni; Mecca Puspitaningsari
JP-MAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): JP-MAS: Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Jombang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisang (Musa Paradisiaca) adalah salah satu jenis buah-buahan yang komoditasnya paling banyak dijumpai pada lingkungan sekitar rumah di Desa Wonodadi. Tanaman pisang dapat dimanfaatkan mulai dari buah, pelepah, daun, akar dan jantung pisang. Jantung pisang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh karena memiliki banyak zat alami seperti karbohidrat, protein, mineral, kalsium, fosfor, vitamin B1, vitamin C, dan serat. Bunga pisang atau jantung pisang jika diolah lebih lanjut dapat menghasilkan produk yang bernilai jual, salah satunya yaitu abon jantung pisang. Kegiatan pelatihan ini dilakukan dengan tujuan antara lain (1) menambah wawasan dan pengetahuan ibu-ibu PKK untuk membuat olahan jantung pisang sebagai abon, (2) meningkatkan kreativitas ibu-ibu PKK untuk memanfaatkan dan membuat olahan jantung pisang sebagai makanan alternatif lauk pendamping nasi. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa 90% ibu-ibu PKK di Dusun Gambar merasa sangat puas dengan kegiatan yang diadakan oleh tim, bahkan selama kegiatan pelatihan berlangsung ibu-ibu PKK tersebut sangat antusias dan tidak pasif. Selain itu dalam kegiatan pelatihan ada juga kendala yang dihadapi oleh tim pelaksana yaitu harus menyamakan waktu pelaksanaan sesuai dengan permintaan peserta dikarenakan mayoritas ibu-ibu PKK di desa ini mempunyai pekerjaan bercocoktanam (petani).
PELATIHAN PEMBUATAN NUGGET IKAN LELE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN GIZI PANGAN DALAM MENCEGAH STUNTING DI DESA WONODADI KABUPATEN BLITAR Dwi Wahyuni; Mecca Puspitaningsari; Apprillia Anggraeni
JP-MAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): JP-MAS: Volume 6 Nomor 2 November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Jombang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal kehidupan setelah lahir, tetapi baru tampak setelah anak berusia 2 tahun. Stunting disebabkan oleh faktor multidimensi sehingga penanganannya perlu dilakukan multisektor diantaranya praktik pengasuhan yang tidak baik, terbatasnya layanan kesehatan dan pembelajaran dini yang berkualitas, kemudian kurangnya akses ke makanan bergizi dan kurangya akses ke air bersih dan sanitasi. Kegiatan PKM yang dilakukan di Desa Wonodadi Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar dengan mengambil topik Pelatihan Pembuatan Nuggrt Ikan Lele Sebagai Upaya Peningkatan Gizi Pangan Dalam Mencegah Stunting merupakan hasil dari observasi tim PKM yang menemukan bahwa di desa ini 40% masyarakat memiliki usaha sampingan budidaya ikan lele serta didasarkan pula pada program pemerintah untuk mengurangi jumlah stunting di desa. Kegiatan PKM yang dilakukan oleh tim melibatkan kelompok PKK sebagai peserta pelatihan. Adapun hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa (1) 80% kelompok PKK di Desa Wonodadi mendapatkan pengetahuan tentang stunting, (2) 80% kelompok PKK di Desa Wonodadi mendapatkan ketrampilan dalam mengolah ikan lele menjadi nugget, (3) 80% peserta pelatihan merasa puas dengan kegiatan yang dilakukan oleh tim PKM sehingga peserta pelatihan meminta untuk dilanjutkan dengan kegiatan PKM pengolahan potensi hasil kebun sebagai produk bernilai ekonomis. 
PELATIHAN PEMBUATAN DENDENG IKAN SEBAGAI DIVERSIFIKASI OLAHAN IKAN LAUT DI DESA BESUKI KABUPATEN TULUNGAGUNG Dwi Wahyuni; Mecca Puspitaningsari
JP-MAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): JP-MAS: Volume 7 Nomor 1 Edisi Mei 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Jombang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/6f9cce25

Abstract

Desa Besuki memiliki potensi hasil ikan laut yang melimpah karena mayoritas masyarakatnya bermatapencaharian sebagai nelayan dan pedagang ikan. Hasil ikan yang melimpah tersebut jika dijual harganya relatif murah, terkadang jika hasil tangkapan nelayan mendapatkan banyak dan tidak dapat terolah dengan baik akan menjadi bangkai yang mencemari lingkungan dan menumbuhkan bakteri bacillus, micrococcus, coryneform, pathogenyang menimbulkan penyakit. Melihat hal tersebut tim PKM menawarkan solusi ke masyarakat setempat melalui kegiatan pemberdayaan berupa pelatihan pengolahan ikan laut menjadi dendeng ikan sebagai diversifikasi olahan ikan laut. Adapun tujuan dari kegiatan PKM ini yaitu (1) untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam pengolahan hasil ikan, (2) sebagai diversifikasi produk olahan ikan laut, (3) meningkatkan nilai tambah produk hasil ikan laut, (4) memperpanjang masa simpan produk ikan laut. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan partisipatori yang melibatkan langsung mitra yaitu ibu-ibu PKK sebagai peserta pelatihan. Ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam kegiatan PKM ini yaitu obsevasi, sosialisasi, praktek, dan evaluasi. Hasil PKM menunjukan bahwa pelatihan pembuatan dendeng ikan di Desa Besuki berhasil 90%, hal ini dibuktikan dari angket kepuasan yang disebarkan ke peserta pelatihan ibu-ibu PKK. Adapun manfaat yang diperoleh dari penelitian ini yaitu (1) meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu PKK, (2) adanya penambahan nilai ekonomi dari diversifikasi olahan hasil ikan laut yang semula hanya dijual mentah sekarang bisa dijadikan dendeng ikan yang dapat disimpan dan tahan lama, (3) menciptakan kemandirian ekonomi keluarga serta membuka peluang usaha baru yang semula ikan dijual mentah dengan harga murah setelah diolah menjadi dendeng ikan nilai jual ikan menjadi naik.  
Pelatihan Pembuatan Nugget Ikan Patin (Pangasius pangasius) Sebagai Inovasi Olahan Ikan Tawar Dalam Meningkatkan Kreativitas Kelompok PKK Di Desa Wonodadi Kabupaten Blitar Dwi Wahyuni; Tahliyati
JP-MAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Vol. 7 No. 2 (2025): JP-MAS: Volume 7 Nomor 2 Edisi November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Jombang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/6fdwsz36

Abstract

Ikan patin merupakan ikan air tawar yang mudah dibudidayakan, bernilai gizi tinggi, dan harganya relatif terjangkau. Namun pemanfaatannya masih terbatas pada olahan sederhana seperti digoreng dan dipepes. Hasil observasi menunjukkan bahwa di Desa Wonodadi budidaya ikan patin menjadi matapencaharian sampingan, sehingga di desa ini menjadi daerah penghasil ikan patin.  Adapun tujuan dari kegiatan PKM ini yaitu (1) untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan kreativitas masyarakat terutama ibu-ibu PKK Desa Wonodadi dalam mengolah ikan patin menjadi produk nugget; (2) memberikan pemahaman kepada ibu-ibu PKK Desa Wonodadi tentang manfaat gizi ikan patin dan pentingnya diversifikasi olahan ikan tawar; (3) menumbuhkan minat kewirausahaan masyarakat dalam bidang pengolahan hasil perikanan; (4) mendukung ketahanan pangan lokal melalui pengembangan produk olahan ikan tawar berbasis potensi daerah; (5) mendorong pemanfaatan ikan patin sebagai bahan pangan alternatif yang praktis dan disukai berbagai kalangan, terutama anak-anak. Kegiatan pelatihan ini melibatkan kelompok PKK sebagai peserta pelatihan. Adapun hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa: (1) 80% kelompok PKK di Desa Wonodadi mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan tentang olahan ikan patin sebagai nugget, (2) 80% kelompok PKK di Desa Wonodadi kreativitasnya meningkat, (3) 80% peserta pelatihan merasa puas dengan kegiatan yang dilakukan oleh tim PKM sehingga peserta pelatihan meminta untuk dilanjutkan dengan kegiatan PKM lanjutan seperti pelatihan pengolahan hasil kebun.