Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN ABON JANTUNG PISANG SEBAGAI MAKANAN ALTERNATIF PADA KELOMPOK PKK DI DUSUN GAMBAR DESA WONODADI KECAMATAN WONODADI KABUPATEN BLITAR Dwi Wahyuni; Mecca Puspitaningsari
JP-MAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): JP-MAS: Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Jombang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/1wxdsq83

Abstract

Pisang (Musa Paradisiaca) adalah salah satu jenis buah-buahan yang komoditasnya paling banyak dijumpai pada lingkungan sekitar rumah di Desa Wonodadi. Tanaman pisang dapat dimanfaatkan mulai dari buah, pelepah, daun, akar dan jantung pisang. Jantung pisang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh karena memiliki banyak zat alami seperti karbohidrat, protein, mineral, kalsium, fosfor, vitamin B1, vitamin C, dan serat. Bunga pisang atau jantung pisang jika diolah lebih lanjut dapat menghasilkan produk yang bernilai jual, salah satunya yaitu abon jantung pisang. Kegiatan pelatihan ini dilakukan dengan tujuan antara lain (1) menambah wawasan dan pengetahuan ibu-ibu PKK untuk membuat olahan jantung pisang sebagai abon, (2) meningkatkan kreativitas ibu-ibu PKK untuk memanfaatkan dan membuat olahan jantung pisang sebagai makanan alternatif lauk pendamping nasi. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa 90% ibu-ibu PKK di Dusun Gambar merasa sangat puas dengan kegiatan yang diadakan oleh tim, bahkan selama kegiatan pelatihan berlangsung ibu-ibu PKK tersebut sangat antusias dan tidak pasif. Selain itu dalam kegiatan pelatihan ada juga kendala yang dihadapi oleh tim pelaksana yaitu harus menyamakan waktu pelaksanaan sesuai dengan permintaan peserta dikarenakan mayoritas ibu-ibu PKK di desa ini mempunyai pekerjaan bercocoktanam (petani).
PELATIHAN PEMBUATAN NUGGET IKAN LELE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN GIZI PANGAN DALAM MENCEGAH STUNTING DI DESA WONODADI KABUPATEN BLITAR Dwi Wahyuni; Mecca Puspitaningsari; Apprillia Anggraeni
JP-MAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): JP-MAS: Volume 6 Nomor 2 November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Jombang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/bwpzvw37

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal kehidupan setelah lahir, tetapi baru tampak setelah anak berusia 2 tahun. Stunting disebabkan oleh faktor multidimensi sehingga penanganannya perlu dilakukan multisektor diantaranya praktik pengasuhan yang tidak baik, terbatasnya layanan kesehatan dan pembelajaran dini yang berkualitas, kemudian kurangnya akses ke makanan bergizi dan kurangya akses ke air bersih dan sanitasi. Kegiatan PKM yang dilakukan di Desa Wonodadi Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar dengan mengambil topik Pelatihan Pembuatan Nuggrt Ikan Lele Sebagai Upaya Peningkatan Gizi Pangan Dalam Mencegah Stunting merupakan hasil dari observasi tim PKM yang menemukan bahwa di desa ini 40% masyarakat memiliki usaha sampingan budidaya ikan lele serta didasarkan pula pada program pemerintah untuk mengurangi jumlah stunting di desa. Kegiatan PKM yang dilakukan oleh tim melibatkan kelompok PKK sebagai peserta pelatihan. Adapun hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa (1) 80% kelompok PKK di Desa Wonodadi mendapatkan pengetahuan tentang stunting, (2) 80% kelompok PKK di Desa Wonodadi mendapatkan ketrampilan dalam mengolah ikan lele menjadi nugget, (3) 80% peserta pelatihan merasa puas dengan kegiatan yang dilakukan oleh tim PKM sehingga peserta pelatihan meminta untuk dilanjutkan dengan kegiatan PKM pengolahan potensi hasil kebun sebagai produk bernilai ekonomis. 
PELATIHAN PEMBUATAN DENDENG IKAN SEBAGAI DIVERSIFIKASI OLAHAN IKAN LAUT DI DESA BESUKI KABUPATEN TULUNGAGUNG Dwi Wahyuni; Mecca Puspitaningsari
JP-MAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): JP-MAS: Volume 7 Nomor 1 Edisi Mei 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Jombang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/6f9cce25

Abstract

Desa Besuki memiliki potensi hasil ikan laut yang melimpah karena mayoritas masyarakatnya bermatapencaharian sebagai nelayan dan pedagang ikan. Hasil ikan yang melimpah tersebut jika dijual harganya relatif murah, terkadang jika hasil tangkapan nelayan mendapatkan banyak dan tidak dapat terolah dengan baik akan menjadi bangkai yang mencemari lingkungan dan menumbuhkan bakteri bacillus, micrococcus, coryneform, pathogenyang menimbulkan penyakit. Melihat hal tersebut tim PKM menawarkan solusi ke masyarakat setempat melalui kegiatan pemberdayaan berupa pelatihan pengolahan ikan laut menjadi dendeng ikan sebagai diversifikasi olahan ikan laut. Adapun tujuan dari kegiatan PKM ini yaitu (1) untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam pengolahan hasil ikan, (2) sebagai diversifikasi produk olahan ikan laut, (3) meningkatkan nilai tambah produk hasil ikan laut, (4) memperpanjang masa simpan produk ikan laut. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan partisipatori yang melibatkan langsung mitra yaitu ibu-ibu PKK sebagai peserta pelatihan. Ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam kegiatan PKM ini yaitu obsevasi, sosialisasi, praktek, dan evaluasi. Hasil PKM menunjukan bahwa pelatihan pembuatan dendeng ikan di Desa Besuki berhasil 90%, hal ini dibuktikan dari angket kepuasan yang disebarkan ke peserta pelatihan ibu-ibu PKK. Adapun manfaat yang diperoleh dari penelitian ini yaitu (1) meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu PKK, (2) adanya penambahan nilai ekonomi dari diversifikasi olahan hasil ikan laut yang semula hanya dijual mentah sekarang bisa dijadikan dendeng ikan yang dapat disimpan dan tahan lama, (3) menciptakan kemandirian ekonomi keluarga serta membuka peluang usaha baru yang semula ikan dijual mentah dengan harga murah setelah diolah menjadi dendeng ikan nilai jual ikan menjadi naik.  
Pelatihan Pembuatan Nugget Ikan Patin (Pangasius pangasius) Sebagai Inovasi Olahan Ikan Tawar Dalam Meningkatkan Kreativitas Kelompok PKK Di Desa Wonodadi Kabupaten Blitar Dwi Wahyuni; Tahliyati
JP-MAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Vol. 7 No. 2 (2025): JP-MAS: Volume 7 Nomor 2 Edisi November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Jombang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/6fdwsz36

Abstract

Ikan patin merupakan ikan air tawar yang mudah dibudidayakan, bernilai gizi tinggi, dan harganya relatif terjangkau. Namun pemanfaatannya masih terbatas pada olahan sederhana seperti digoreng dan dipepes. Hasil observasi menunjukkan bahwa di Desa Wonodadi budidaya ikan patin menjadi matapencaharian sampingan, sehingga di desa ini menjadi daerah penghasil ikan patin.  Adapun tujuan dari kegiatan PKM ini yaitu (1) untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan kreativitas masyarakat terutama ibu-ibu PKK Desa Wonodadi dalam mengolah ikan patin menjadi produk nugget; (2) memberikan pemahaman kepada ibu-ibu PKK Desa Wonodadi tentang manfaat gizi ikan patin dan pentingnya diversifikasi olahan ikan tawar; (3) menumbuhkan minat kewirausahaan masyarakat dalam bidang pengolahan hasil perikanan; (4) mendukung ketahanan pangan lokal melalui pengembangan produk olahan ikan tawar berbasis potensi daerah; (5) mendorong pemanfaatan ikan patin sebagai bahan pangan alternatif yang praktis dan disukai berbagai kalangan, terutama anak-anak. Kegiatan pelatihan ini melibatkan kelompok PKK sebagai peserta pelatihan. Adapun hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa: (1) 80% kelompok PKK di Desa Wonodadi mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan tentang olahan ikan patin sebagai nugget, (2) 80% kelompok PKK di Desa Wonodadi kreativitasnya meningkat, (3) 80% peserta pelatihan merasa puas dengan kegiatan yang dilakukan oleh tim PKM sehingga peserta pelatihan meminta untuk dilanjutkan dengan kegiatan PKM lanjutan seperti pelatihan pengolahan hasil kebun.
Analisis strategi pengembangan wisata kuliner di wilayah jalur lintas selatan sebagai pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Tulungagung Dwi Wahyuni; Diah Dinaloni
EQUILIBRIUM : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Vol. 14 No. 1 (2026): Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/equilibrium.v14i1.23184

Abstract

Jalur Lintas Selatan (JLS) yang beroperasi di Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung, saat ini menjadi destinasi wisata kuliner baru yang dikembangkan oleh masyarakat setempat sejak jalan tersebut selesai dibangun oleh pemerintah pusat dan provinsi Jawa Timur. Wisata kuliner JLS ini dapat memiliki "Efek Multi-Player," yaitudapat mendorong sektor lain di TulungAgung seperti pertanian, kerajinan, mode, berbagai industri jasa, dan sebagainya. Studi ini dilakukan untuk tujuan: (1) untuk menganalisis strategi pengembangan wisata kuliner di kawasan JLS Tulungagung menggunakan analisis SWOT, dan (2) untuk menganalisis dampak lingkungan dan sosial ekonomi terhadap masyarakat lokal dari pengembangan wisata kuliner di kawasan JLS Tulungagung. Studi ini menggunakan pendekatan fenomenologis dengan melihat temuan lapangan selama proses penelitian. Sumber informasi terdiri dari perangkat desa, pemilik toko atau kafe, penduduk setempat, dan pengunjung toko atau kafe. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan penelusuran data online. Untuk menganalisis strategi pengembangan wisata kuliner di JLS Tulungagung menggunakan metode analisis SWOT, data yang dikumpulkan melalui wawancara juga dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan yang diterapkan dalam pengembangan wisata kuliner di JLS Tulungagung adalah peningkatan pemasaran digital, peningkatan kualitas pelayanan, penguatan modal usaha, pengembangan kapasitas dan keterampilan, pemanfaatan teknologi, promosi dan pemasaran produk, serta penguatan organisasi dan manajemen pariwisata.
Implementing Generative AI Training to Enhance Creative Content Competencies and Digital Productivity at the Media Prima Mojokerto Course and Training Institute Ahmad Yahya Hamiduddin; Masruchan Masruchan; Dwi Wahyuni
Abdimas Indonesian Journal Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.1956

Abstract

The rapid advancement of Generative Artificial Intelligence (Generative AI) has transformed the way digital content is created and managed across various sectors, including education and vocational training. However, many participants at the Media Prima Mojokerto Course and Training Institute still have limited knowledge and practical skills in utilizing AI-based tools to support creative content production and improve digital productivity. This community engagement program aimed to enhance participants' competencies through a structured Generative AI training program. The implementation methods consisted of needs assessment, lectures, demonstrations, hands-on practice, mentoring, and evaluation. The training introduced participants to various Generative AI applications for text generation, image creation, presentation design, and productivity enhancement. Evaluation was conducted using pre-tests, post-tests, practical assignments, and participant satisfaction questionnaires. The results indicated a significant improvement in participants' understanding and practical skills in utilizing Generative AI technologies. Participants demonstrated increased creativity in developing digital content, improved efficiency in completing digital tasks, and greater confidence in adopting AI tools for educational and professional purposes. Furthermore, the training fostered participants' awareness of ethical AI use and responsible digital content creation. Therefore, the implementation of Generative AI training proved effective in strengthening creative content competencies and enhancing digital productivity among participants at the Media Prima Mojokerto Course and Training Institute. This program is expected to serve as a sustainable model for improving digital literacy and AI competencies in vocational education and training institutions.
Model Pentahelix sebagai pendekatan sinergitas dalam pengembangan ekonomi kreatif di jalur lintas selatan Kabupaten Blitar Dwi Wahyuni; Ninik Sudarwati; Ririn Febriyanti; Nico Dwi Habbiburahman
EQUILIBRIUM : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Vol. 14 No. 2 (2026): Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/equilibrium.v14i2.24825

Abstract

Pengembangan ekonomi kreatif menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya pada kawasan yang memiliki potensi sumber daya lokal dan pariwisata. Jalur Lintas Selatan (JLS) Kabupaten Blitar merupakan wilayah yang memiliki berbagai potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat lokalnya. Namun pengembangan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan koordinasi antar pemangku kepentingan, rendahnya inovasi produk, serta kurang optimalnya promosi dan pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pentahelix sebagai pendekatan sinergitas dalam pengembangan ekonomi kreatif di Jalur Lintas Selatan (JLS) Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan terhadap peran lima aktor utama dalam model pentahelix yaitu pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, komunitas, dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antaraktor pentahelix mampu mendukung pengembangan ekonomi kreatif melalui penyediaan regulasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan investasi dan pemasaran, pemberdayaan masyarakat, serta promosi potensi daerah di kawasan Jalaur Lintas Selatan (JLS) Kabupaten Blitar. Sinergi yang terbangun memberikan dampak positif terhadap peningkatan nilai tambah produk kreatif masyarakat lokal, perluasan akses pasar, dan penguatan daya saing ekonomi lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pentahelix merupakan pendekatan yang efektif dalam menciptakan kolaborasi multipihak untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Jalur Lintas Selatan (JLS) Kabupaten Blitar. Optimalisasi peran setiap aktor serta penguatan koordinasi dan komunikasi antar pemangku kepentingan sangat diperlukan agar pengembangan ekonomi kreatif dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat lokal maupun luar daerah
OPTIMALISASI KEMANDIRIAN USAHA MELALUI PELATIHAN PENGELOLAAN KEUANGAN DIGITAL PADA PAGUYUBAN UMKM PASAR GAMBAR, DESA WONODADI, KABUPATEN BLITAR Dwi Wahyuni; Ninik Sudarwati; Tahliyati Tahliyati
JP-MAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): JP-MAS: Volume 8 Nomor 1 Edisi Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Jombang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/btnyyd35

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian usaha pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pelatihan pengelolaan keuangan digital di Pasar Gambar, Desa Wonodadi, Kabupaten Blitar. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi antara lain rendahnya pemahaman tentang pencatatan keuangan usaha, masih digunakannya metode pencatatan manual, serta kurangnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan keuangan. Kondisi tersebut menyebabkan pelaku UMKM di Pasar gambar ini masih mengalami kesulitan dalam memantau arus kas, menghitung keuntungan, dan menyusun laporan keuangan usaha secara teratur. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahap observasi, sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan penggunaan aplikasi keuangan digital sederhana berbasis telepon pintar (smartphone). Materi pelatihan mencakup pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pengelolaan arus kas, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta penyusunan laporan keuangan sederhana secara digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta pelatihan dalam mengelola keuangan usaha secara lebih tertib, efektif, dan modern. Pelaku UMKM di Pasar Gambar mulai mampu menggunakan aplikasi digital untuk mencatat transaksi usaha dan memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang terstruktur. Selain itu, kegiatan pelatihan ini juga meningkatkan literasi digital dan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya transformasi digital dalam mendukung perkembangan usaha. Hasil kegiatan PKM ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan administrasi keuangan dan kemandirian usaha UMKM di Pasar Gambar Desa Wonodadi Kabupaten Blitar. Melalui pelatihan pengelolaan keuangan digital diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendukung pengembangan UMKM di Desa Wonodadi yang lebih profesional, adaptif, dan berkelanjutan di era ekonomi digital.