Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Integrating Historical Awareness into High School History Learning Bety Diana Serly Hethario; Muhammad Hanif; Johan Setiawan; Ninik Sudarwati
Ta'dib Vol 28 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jt.v28i1.13388

Abstract

This study aims to analyze (1) the reality of history learning, (2) the efforts of teachers in fostering historical awareness in history learning, and (3) the supporting and inhibiting factors in instilling historical awareness through history education. This research employs a qualitative method with a phenomenological approach and is presented through descriptive analysis. The subjects of the study are history teachers and students at SMAN 6 Metro. Data collection techniques include interviews, observations, and documentation. The research findings show that: (1) history learning at SMAN 6 Metro is based on the independent Curriculum, and teachers apply various teaching methods and media suited to the material being taught; (2) teachers promote historical awareness by using historical content that includes values of nationalism and patriotism, building direct engagement with students, applying innovative and effective teaching methods, and organizing field trips or historical excursions; and (3) supporting factors include the professionalism of history teachers, while inhibiting factors include incomplete school facilities, the lack of a history laboratory, unsupportive student attitudes, and limited time allocation for history learning. Based on these findings, it is recommended that schools improve the facilities that support history education, provide further training for history teachers, and ensure sufficient time allocation for teaching history.
PELATIHAN MANAJEMEN WAKTU BAGI MAHASISWA BARU 2024 UNTUK MENYESUAIKAN BELAJAR DI PERGURUAN TINGGI Ninik Sudarwati; Chalimah Chalimah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37377

Abstract

Mengelola waktu merupakan kegiatan pengelolaan diri dengan perhitungan logis secara spikologis seorang dewasa, bukan berdasarkan perhitungan emosional untuk mengoptimalkan waktu yang dimiliki, akhirnya seseorang menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dengan hasil yang memuaskan. kegiatan pelatihan manajemen waktu dengan metode meliputi kegiatan pengenalan diri, penggalian masalah individu, penyampaian materi manajemen waktu, latihan praktek sederhana dengan studi kasus. Kegiatan dilakukan pada tanggal 25-26 Oktober 2024, peserta program studi pendidikan ekonomi angkatan 2024, jumlah peserta 25 mahasiswa. Tempat pelatihan di kampus Universitas PGRI Jombang program studi pendidikan ekonomi. Setelah pelatihan mahasiswa mampu menyusun jadwal kegiatan dengan teratur sesuai kebutuhan, menjadi memiliki waktu yang lebih teratur dan tidak membuang waktu dengan aktifitas yang tidak produktif.
Applying problem-based learning to entrepreneurship education and innovation through an online laboratory Ninik Sudarwati; Chalimah Chalimah; Dies Nurhayati
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 8, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v8i2.85972

Abstract

The research is essential to be conducted as the shift from traditional classroom instruction to online instruction becomes a requirement for 21st-century environmental learning. Before implementing e-learning, everything must be ready, and students’ attitudes must be taken into account. This study, therefore, sought to describe students' attitudes regarding online learning in entrepreneurship courses following the implementation of problem-based learning through online laboratory entrepreneurship (PBL-OLE). The research design applied is combination of quantitative and qualitative. The analysis of the data was done with quantitative descriptive techniques. The phenomenon of students' attitudes toward e-learning was documented in a number of contexts, including the TelRA domain and students' attitudes toward economic learning. The results of the student surveys were compared and explained in this descriptive quantitative study. According to the students' attitudes toward entrepreneurship, e-learning, and gender, students' perspectives were described. 28 college students who were chosen at random from University of PGRI Jombang in economic education program in East Java, Indonesia, participated in this study as respondents. Based on the E-learning challenges, the results revealed that the mean score was. Educational Institutions must be conscientious in order to produce creative classroom instruction if it wants to increase and improve students' attitudes with regard to e-learning and business.
Inovasi Produk Minuman Kekinian "COFFEEDAY" Sebagai Peluang Usaha Kreatif Mahasiswa Yessi Christanti; Ninik Sudarwati
Journal of Golden Generation Economic Vol. 2 No. 2 (2026): Agustus : Journal of Golden Generation Economic
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggeconomic.v2i2.985

Abstract

Perkembangan industri minuman kopi kekinian di Indonesia telah membuka peluang usaha yang semakin luas, khususnya bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan jiwa kewirausahaan melalui inovasi produk. Artikel ini bertujuan menganalisis inovasi produk minuman kekinian COFFEEDAY sebagai peluang usaha kreatif mahasiswa dengan meninjau aspek manajemen produksi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi langsung terhadap proses produksi, dokumentasi kegiatan, serta analisis biaya produksi dan strategi pemasaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan standarisasi resep, pemilihan bahan baku berkualitas, penggunaan peralatan yang tepat, serta inovasi varian rasa mampu menghasilkan produk yang konsisten dan memiliki nilai jual tinggi. Selain itu, strategi pemasaran digital melalui media social memberikan peluang yang besar dalam meningkatkan jangkauan pasar. Dengan harga pokok produksi yang relatif rendah dibandingkan harga jual, usaha COFFEEDAY memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan sebagai unit usaha mahasiswa. Inovasi produk, efisiensi proses produksi, dan pemasaran digital menjadi faktor utama yang mendukung keberhasilan usaha minuman kekinian.
PENGUATAN EKOBUSINESS UKM KULINER MELALUI IMPLEMENTASI KEMASAN KERTAS SEBAGAI ALTERNATIF SUBSTITUSI PLASTIK DI DESA JOMBATAN KABUPATEN JOMBANG Ninik sudarwati; Nurul Aini; Lia Budi Tristanti; Nurwiani Nurwiani
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat dan Inovasi Vol 5 No 1 (2026): in progress
Publisher : STKIP PGRI SITUBONDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/join.v5i1.2236

Abstract

Peningkatan volume sampah plastik dari sektor kuliner perkotaan mendorong perlunya strategi transisi menuju praktik usaha yang lebih berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat ekobusiness UKM kuliner melalui implementasi kemasan kertas sebagai alternatif substitusi plastik di kawasan Jombang Kuliner, Kabupaten Jombang. Pendekatan yang digunakan adalah direct education berbasis komunikasi tatap muka kepada 15 pelaku UKM kuliner pada Maret 2026. Tahapan kegiatan meliputi persiapan (observasi dan penyusunan materi), pelaksanaan sosialisasi disertai demonstrasi produk kemasan kertas, serta evaluasi berbasis indikator perubahan perilaku (awareness, interest, evaluation, trial, adoption). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran pelaku usaha terhadap dampak lingkungan dan kesehatan dari penggunaan plastik, munculnya ketertarikan terhadap kemasan kertas sebagai nilai tambah usaha, serta mulai dilakukannya uji coba penggunaan kemasan kertas dalam operasional harian. Sebagian pelaku usaha telah mengadopsi kemasan kertas secara parsial dengan tetap mempertimbangkan preferensi konsumen dan karakteristik produk. Implementasi ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan penggunaan plastik, tetapi juga memperkuat citra usaha ramah lingkungan yang berpotensi meningkatkan daya saing jangka panjang. Kegiatan ini menegaskan bahwa intervensi edukatif berbasis komunikasi langsung efektif dalam mendorong perubahan perilaku dan penguatan praktik ekobusiness pada UKM kuliner perkotaan.
The Implementation of Mobile Learning Marketing in the Teaching of Introduction to Business in Higher Education Ninik Sudarwati; Dies Nurhayati
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): LITERA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v12i2.5473

Abstract

The rapid advancement of mobile technology has significantly transformed higher education, creating opportunities for more flexible, engaging, and personalized teaching approaches. This study examines the implementation of mobile learning marketing in teaching Introduction to Business courses in universities. Mobile learning marketing is defined as the integration of marketing principles such as value creation, engagement, personalization, and learner journey design—into mobile-based pedagogical strategies. Adopting a conceptual–theoretical approach, this study synthesizes existing literature, theoretical models, and educational frameworks to construct a comprehensive analytical perspective. The analysis draws upon pedagogical theories (constructivism, experiential learning, self-determination), technology integration models (TPACK, SAMR, CoI), technology adoption theories (TAM, UTAUT), and marketing frameworks (service-dominant logic, customer engagement). Sources include peer-reviewed journals, books, and case studies published between 2010 and 2024. Findings highlight that mobile learning marketing can enhance student engagement, flexibility, and real-world relevance in business education. It allows learners to experience authentic business simulations, collaborate through mobile platforms, and access content anytime and anywhere. The approach aligns with students’ digital habits and fosters essential competencies such as adaptability, creativity, and entrepreneurial thinking. However, challenges persist, including the digital divide, faculty readiness, risks of cognitive overload, and limitations in assessment validity. The study concludes that mobile learning marketing is not simply a technological trend but a pedagogical innovation that repositions learning as a co-created service between educators and students. For successful implementation, universities must address infrastructural gaps, support faculty training, and design inclusive strategies that ensure equitable access. Future research should empirically evaluate the effectiveness of mobile learning marketing in Introduction to Business courses and explore its long-term impact on students’ entrepreneurial readiness.
Model Pentahelix sebagai pendekatan sinergitas dalam pengembangan ekonomi kreatif di jalur lintas selatan Kabupaten Blitar Dwi Wahyuni; Ninik Sudarwati; Ririn Febriyanti; Nico Dwi Habbiburahman
EQUILIBRIUM : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Vol. 14 No. 2 (2026): Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/equilibrium.v14i2.24825

Abstract

Pengembangan ekonomi kreatif menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya pada kawasan yang memiliki potensi sumber daya lokal dan pariwisata. Jalur Lintas Selatan (JLS) Kabupaten Blitar merupakan wilayah yang memiliki berbagai potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat lokalnya. Namun pengembangan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan koordinasi antar pemangku kepentingan, rendahnya inovasi produk, serta kurang optimalnya promosi dan pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pentahelix sebagai pendekatan sinergitas dalam pengembangan ekonomi kreatif di Jalur Lintas Selatan (JLS) Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan terhadap peran lima aktor utama dalam model pentahelix yaitu pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, komunitas, dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antaraktor pentahelix mampu mendukung pengembangan ekonomi kreatif melalui penyediaan regulasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan investasi dan pemasaran, pemberdayaan masyarakat, serta promosi potensi daerah di kawasan Jalaur Lintas Selatan (JLS) Kabupaten Blitar. Sinergi yang terbangun memberikan dampak positif terhadap peningkatan nilai tambah produk kreatif masyarakat lokal, perluasan akses pasar, dan penguatan daya saing ekonomi lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pentahelix merupakan pendekatan yang efektif dalam menciptakan kolaborasi multipihak untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Jalur Lintas Selatan (JLS) Kabupaten Blitar. Optimalisasi peran setiap aktor serta penguatan koordinasi dan komunikasi antar pemangku kepentingan sangat diperlukan agar pengembangan ekonomi kreatif dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat lokal maupun luar daerah
Pengembangan Media Pembelajaran Monopoli pada Materi Kegiatan dan Pelaku Ekonomi Kelas VII di SMP Negeri 2 Jombang Trie Wahyuni Trisnawati; Ninik Sudarwati
TEKNOBIS : Jurnal Teknologi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): TEKNOBIS : Jurnal Teknologi, Bisnis dan Pendidikan
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih didominasi oleh metode ceramah dan penggunaan media konvensional sehingga kurang mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan pemahaman konsep peserta didik. Kondisi tersebut mendorong perlunya pengembangan media pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Monopoli Ekonomi pada materi kegiatan dan pelaku ekonomi kelas VII SMP serta menguji tingkat kelayakan dan kepraktisannya. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas validator ahli materi, ahli media, guru mata pelajaran IPS, guru bidang kurikulum, serta 32 peserta didik kelas VII-J SMP Negeri 2 Jombang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, validasi ahli, angket respons guru, rubrik respons siswa, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase dan didukung analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran edukatif Monopoli pada materi kegiatan ekonomi dan pelaku ekonomi memperoleh tingkat kevalidan sebesar 96% dengan kategori sangat layak, sedangkan hasil uji kepraktisan sebesar 98% dengan kategori sangat praktis. Respons siswa juga menunjukkan kategori sangat praktis dengan rata-rata sebesar 90,06%, yang mengindikasikan bahwa media mampu meningkatkan motivasi belajar, keaktifan, kerja sama, dan pemahaman peserta didik terhadap materi kegiatan dan pelaku ekonomi. Berdasarkan hasil tersebut, media pembelajaran Monopoli Ekonomi dinyatakan sangat layak dan sangat praktis sehingga dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran IPS yang inovatif, interaktif, dan menyenangkan di kelas VII SMP.
Inovasi Usaha Es Krim Goreng sebagai Peluang Kewirausahaan Kreatif Nurain; Ninik Sudarwati
TEKNOBIS : Jurnal Teknologi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): TEKNOBIS : Jurnal Teknologi, Bisnis dan Pendidikan
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan inovasi usaha es krim goreng sebagai peluang usaha kreatif di era kuliner modern. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada unit produksi es krim goreng. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi proses produksi, dan analisis biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa es krim goreng merupakan produk inovatif yang menggabungkan sensasi kontras antara tekstur renyah di luar dan kesegaran beku di dalam. Dengan total biaya produksi Rp20.500 per porsi dan harga jual Rp25.000–Rp30.000, usaha ini memiliki margin keuntungan 22–46%. Inovasi produk meliputi varian rasa (vanilla, cokelat, matcha, red beludru), topping beragam (saus karamel, granola, buah segar), serta kemasan ramah lingkungan. Strategi pemasaran berbasis media sosial (Instagram dan TikTok) terbukti efektif menjangkau segmen generasi muda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi produk dan strategi pemasaran digital merupakan faktor kunci keberhasilan usaha kuliner kreatif.
OPTIMALISASI KEMANDIRIAN USAHA MELALUI PELATIHAN PENGELOLAAN KEUANGAN DIGITAL PADA PAGUYUBAN UMKM PASAR GAMBAR, DESA WONODADI, KABUPATEN BLITAR Dwi Wahyuni; Ninik Sudarwati; Tahliyati Tahliyati
JP-MAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): JP-MAS: Volume 8 Nomor 1 Edisi Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Jombang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/btnyyd35

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian usaha pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pelatihan pengelolaan keuangan digital di Pasar Gambar, Desa Wonodadi, Kabupaten Blitar. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi antara lain rendahnya pemahaman tentang pencatatan keuangan usaha, masih digunakannya metode pencatatan manual, serta kurangnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan keuangan. Kondisi tersebut menyebabkan pelaku UMKM di Pasar gambar ini masih mengalami kesulitan dalam memantau arus kas, menghitung keuntungan, dan menyusun laporan keuangan usaha secara teratur. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahap observasi, sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan penggunaan aplikasi keuangan digital sederhana berbasis telepon pintar (smartphone). Materi pelatihan mencakup pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pengelolaan arus kas, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta penyusunan laporan keuangan sederhana secara digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta pelatihan dalam mengelola keuangan usaha secara lebih tertib, efektif, dan modern. Pelaku UMKM di Pasar Gambar mulai mampu menggunakan aplikasi digital untuk mencatat transaksi usaha dan memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang terstruktur. Selain itu, kegiatan pelatihan ini juga meningkatkan literasi digital dan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya transformasi digital dalam mendukung perkembangan usaha. Hasil kegiatan PKM ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan administrasi keuangan dan kemandirian usaha UMKM di Pasar Gambar Desa Wonodadi Kabupaten Blitar. Melalui pelatihan pengelolaan keuangan digital diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendukung pengembangan UMKM di Desa Wonodadi yang lebih profesional, adaptif, dan berkelanjutan di era ekonomi digital.