Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DAGUSIBU DI SMP NEGERI 2 SOROPIA, DESA SOROPIA, KECAMATAN SOROPIA DALAM MENIGKATKAN PENGETAHUAN ANAK TERHADAP KESEHATAN Irvan Anwar; Henny Kasmawati; Fery Indradewi; Hasnawati; Nurramadhani A.Sida; Vica Aspadiah; Nur Illiyyin Akib; Halik; Nur Rayani
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/mosiraha.v2i1.17

Abstract

Obat merupakan zat yang digunakan untuk pencegahan dan penyembuhan penyakit serta pemulihan dan peningkatan kesehatan bagi penggunanya. Pemahaman dan pengetahuan penggunaan obat yang baik dan benar merupakan bagian penting dari tercapainya kesehatan seseorang. Upaya meningkatkan penggunaan obat yang baik dan benar dapat diakselerasi melalui sosialisasi dan edukasi tentang Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar dan tepat) dan tanya 5O kepada apoteker. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan adik-adik SMPN 2 Soropia tentang cara penggunaan obat yang baik dan benar di kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan pada kegiatan ini berupa cerama dan diskusi. Dari hasil kegiatan ini, adik-adik SMPN 2 Soropia telah mendapat informasi dan memahami cara penggunaan obat yang baik dan benar.
Inovasi Kurikulum PAI Berbasis STEM dalam Literasi Qur’ani Abad Ke-21 Jusran; Moh. Yahya Obaid; Herman; Samsuri; Halik
Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2: Juli (2026)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ash.v3i2.610

Abstract

Artikel ini bertujuan merumuskan inovasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis teknologi melalui integrasi Sains, Teknologi, Ekologi, dan Matematika (STEM) dalam memperkuat literasi Qur’ani dan kompetensi abad ke-21. Penelitian menggunakan kajian literatur integratif dengan menyintesis berbagai artikel jurnal nasional, dan artikel jurnal internasional, serta dokumen kebijakan pendukung yang terbit pada rentang 2016–2026. Data dianalisis melalui analisis isi dan sintesis tematik dengan fokus pada fondasi epistemologis, desain kurikulum, pedagogi digital, etika ekologis, dan nilai moderasi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi STEM dalam PAI dapat mereduksi dikotomi ilmu agama dan ilmu umum dengan menempatkan tauhid serta ayat kauniyah sebagai fondasi epistemologis untuk mengamati, mengukur, merancang, dan merefleksikan masalah nyata. Model yang ditawarkan meliputi fondasi Qur’ani-teologis, inkuiri saintifik kontekstual, pembelajaran proyek digital, aksi ekologis, dan asesmen reflektif. Tantangan utama meliputi kompetensi digital guru, kesenjangan infrastruktur, keterbatasan modul interdisipliner, dan lemahnya kolaborasi lintas mata pelajaran.
Evaluasi Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Digital Rahmat; Zulkifli Musthan; Abd. Kadir; Muh, Shaleh; Anirwan; Halik
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 6 No. 3 (2026): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (August)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v6i3.1100

Abstract

Digital transformation in education requires changes in learning assessment approaches, including in Islamic Religious Education (PAI). This article aims to analyze the concepts, urgency, approaches, and implementation of digital-based PAI assessment and its implications for improving learning quality. This study employs a literature review method by examining and analyzing relevant scholarly literature on educational assessment, digital technology, and PAI learning. The findings indicate that digital-based PAI assessment not only improves the efficiency, flexibility, objectivity, and transparency of assessment but also enables continuous evaluation through the utilization of learning data and students’ learning traces. The review also reveals that the effectiveness of digital assessment remains constrained by limited infrastructure, unequal access, digital literacy gaps, and risks related to academic ethics and integrity. In the context of PAI, the use of technology must preserve spiritual, character-building, and humanistic dimensions. Therefore, a blended assessment approach offers a strategic alternative by integrating the advantages of digital technology with pedagogical interaction and the continuous cultivation of Islamic values.