Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

College Students’ Satisfaction on Digital-based Learning Evaluation Course in Elementary Education Program Dina Amsari; Salmaini Safitri Syam; Fadila Suciana; Etri Wahyuni
EduMatSains : Jurnal Pendidikan, Matematika dan Sains Vol 9 No 2 (2025): January
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/edumatsains.v9i2.6202

Abstract

In today's digital era, higher education faces new challenges and opportunities, especially in terms of integrating technology in the teaching and learning process. The digital-based learning evaluation course is one form of adaptation to this change. This course is designed to equip students with skills in evaluating and managing learning that utilizes digital technology. Student satisfaction is an important indicator in assessing the effectiveness of this course. This study aims to determine student satisfaction with learning for the Digital-Based Learning Evaluation course in the Elementary School Teacher Education (PGSD) Study Program. This research was conducted using a survey method through giving a questionnaire with a total of 100 respondents who took this course. The questionnaire was given through google form with a total of 18 statements. The data were analyzed descriptively by presenting the acquisition of each aspect of satisfaction. The results show that student satisfaction is in a very high category, namely in the aspect of learning planning at 89.88%, the aspect of teaching ability of lecturers at 90.33% and the use of technology in learning at 86.37%. Thus, the learning process of the Digital-Based Learning Evaluation course has a significant effect on student satisfaction both in terms of lecturer planning and the form of technology used.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI LUAS BANGUN DATAR DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DIKELAS IV SDN 01 ULAK KARANG SELATAN Nurisa Ifadillah; Yetti Ariani; Syafri Ahmad; Salmaini Safitri Syam
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7603

Abstract

This study aims to describe the improvement of learning outcomes in the material of the Area of Flat Shapes by using the Problem Based Learning (PBL) model in class IV of SDN 01 Ulak Karang Selatan. In this study, the Classroom Action Research (CAR) type was applied using qualitative and quantitative approaches. The subjects in this study were the teacher (researcher) and 22 students consisting of 10 boys and 12 girls. The results of this study showed an increase in: a) the teaching module of cycle I with an average of 83.34% (Good) and cycle II 95.83% (Very Good) b) implementation in the teacher aspect of cycle I with an average of 77.5% (Enough) and cycle II 95% (Very Good), while the implementation in the student aspect of cycle I with an average of 77.5% (Enough) and cycle II 95% (Very Good), c) assessment of students in improving learning outcomes in cycle I obtained 76.09 (Enough) and completeness 52.27% with the success indicator Developing According to Expectations (BSH) and cycle II 83.43 (Good) and completeness 90.91% with the success indicator Developing Very Good (BSB). Based on these results it can be concluded that the Problem Based Learning (PBL) model can improve learning outcomes in the material of the Area of Flat Shapes in grade IV.
Integrasi Media Pembelajaran Digital Interaktif dan Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Literasi serta Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Kuntum Fadiyah Nur Azizah; Resti Rahmadani; Nur Azmi Alwi; Salmaini Safitri Syam
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4543

Abstract

Pada zaman digital ini inovasi dalam proses pembelajaran menjadi suatu keharusan terutama untuk membangun keterlibatan siswa secara aktif dan mendalam terhadap materi ajar. Literasi dalam konteks pembelajaran modern bukan hanya focus pada kegiatan membaca dan menuli saja namun, juga mencakup kemampuan dalam memahami informasi digital, visual serta literasi digital. Pendekatan kontekstual diterapkan untuk menghubungkan konten pembelajaran dengan situasi kehidupan nyata siswa, sehingga mereka mampu mengerti isi pembelajaran dengan lebih mendalam. Sementara itu, media digital interaktif seperti video edukatif, simulasi digital, dan aplikasi permainan edukatif digunakan untuk menciptakan suasana belajar yang dinamis dan menyenangkan. Penelitian ini bertjuan untuk mengeksplorasi pengaruh integritas media pembelajaran digital interaktif dengan pendekatan kontekstual terhadap peningkatan literasi dan prestasi akademik murid sekolah dasar. Penemuan penelitian menunjukkan peningkatan yang bermakna pada skor literasi dan nilai belajar siswa pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok pembanding. Selain itu, siswa menunjukkan tingkat semangat belajar yang, meningkat serta partisipasi yang lebih aktif dan keterlibatan aktif yang lebih baik selama proses pembelajarn. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya pengembangan kebijakan pendidikan yang mendukung pemanfaatan teknologi digital secara pedagogis serta pelatihan pendidik dalam menciptakan media ajar kontekstual yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Penerapan Media Visual terhadap Proses Belajar Mengajar di Sekolah Dasar Fauzia Novita Sari; Hamda Khairul Ikhwan; Nur Azmi Alwi; Salmaini Safitri Syam
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 4 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v4i3.2140

Abstract

Media visual diartikan sebagai media yang hanya mengaitkan indra penglihatan. Tipe-tipe media ini terdiri dari media cetak grafis, media cetak visual non-cetak, dan media verbal. Pertama, media visual verbal yaitu media yang menyampaikan pesan dalam wujud tulisan. Kedua, media visual non-verbal grafis menyajikan pesan non-verbal melalui bentuk-bentuk visual atau elemen grafis, seperti diagram, gambar (termasuk lukisan, foto, serta sketsa), grafik, bagan, diagram dan peta. Ketiga, media visual non-verbal tiga dimensi adalah media yang memiliki tiga dimensi, seperti model-model miniatur, mock-up, spesimen, dan diorama. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis keefektifan penggunaan media visual dalam pembelajaran di tingkat sekolah dasar. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah penelusuran literatur, salah satunya adalah database elektronik yaitu Google Scholar. Penelitian ini didasarkan pada kajian dari 19 artikel klinis dan penelitian yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Berdasarkan lima artikel jurnal yang dianalisis, menunjukkan bahwa penggunaan media visual dalam proses pembelajaran efektif dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta menjadikan pembelajaran lebih menarik dan interaktif. bagi peneliti selanjutnya, kajian ini bisa diterapkan dengan lebih memfokuskan instrumen atau konteks tertentu hingga hasil yang diperoleh dapat lebih terfokus. Bagi seorang guru, dapat menggunakan media visual dalam pembelajaran nantinya, untuk meningkatkan keaktifan serta menjadikan proses belajar mengajar lebih menarik, dengan memperhatikan media visual apa yang digunakan berdasarkan karakteristik siswa, lingkungan sekolah, dan latar belakang siswa itu sendiri.
Analisis Peran Media Digital Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Di Sekolah Dasar Azzahra Putri; Annisa Zakia Ulfa; Nur Azmi Alwi; Salmaini Safitri Syam
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 4 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v4i3.2142

Abstract

Pendidikan adalah suatu perjalanan yang harus dilalui oleh setiap siswa demi meningkatkan pengetahuan serta mencapai kematangan dalam proses berpikir. Setiap siswa pasti ingin meningkatkan pengetahuannya lebih baik dari sebelumnya, saat terjadi pandemi (virus covid-19) di Indonesia proses belajar mengajar disekolah ditiadakan karena kita dilarang untuk bersosialisasi secara dekat, hal tersebut membuat siswa dipaksa untuk menggunakan media digital untuk belajar di rumah sebagai hasilnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi literatur untuk meneliti bagaimana media digital dapat meningkatkan antusiasme siswa sekolah dasar dalam belajar. Informasi dikumpulkan dari berbagai sumber releven yang berkaitan dengan subjek yang diteliti. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran digital seperti video dan animasi mampu meningkatkan motivasi minat belajar siswa, mendorong rasa keingintahuan pada siswa dan menunjukkan adanya peningkatan siswa dalam keterlibatan dan perhatian selama pembelajaran. Namun demikian, keberhasilan media pembelajaran digital sangat bergantung akan kompetensi guru, karena guru dituntut untuk dapat memahami sikap dan cara belajar setiap siswa yang memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Oleh karena itu, untuk mengembangkan pendidikan berbasis teknologi yang berhasil dan efisien, diperlukan kerja sama dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk orang tua, masyarakat, dan pemerintah.
Mengintegrasikan Media Picture and Picture dalam Nilai-Nilai Islami Sebagai Keterampilan, Pemahaman, dan Karakter di Sekolah Dasar Ulya Dwi Maharani; Riyani Hazizah; Nur Azmi Alwi; Salmaini Safitri Syam
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 4 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v4i3.2162

Abstract

Pendidikan di sekolah dasar menghadapi tantangan kompleks dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga berkarakter kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah inovasi pembelajaran dengan mengintegrasikan model Picture and Picture sebuah pendekatan kooperatif berbasis visual dengan nilai-nilai Islami guna meningkatkan keterampilan membaca pemahaman sekaligus menanamkan pendidikan karakter pada peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai artikel ilmiah terkait model pembelajaran, literasi membaca, dan integrasi nilai moral dalam kurikulum. Hasil kajian menunjukkan bahwa kombinasi model Picture and Picture dengan muatan nilai Islami dapat menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan bermakna. Model ini tidak hanya melatih peserta didik untuk berpikir kritis melalui aktivitas diskusi dan pengurutan gambar, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, dan kerja sama melalui contoh-contoh yang terintegrasi dalam materi pembelajaran. Selain itu, pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman bacaan, terutama ketika dilengkapi dengan media visual yang menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini merekomendasikan agar guru SD menerapkan strategi ini secara sistematis, didukung oleh pengembangan bahan ajar yang memadai dan pelatihan guru untuk memaksimalkan dampaknya. Dengan demikian, inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi holistik untuk menjawab tantangan pendidikan abad 21 yang menuntut keseimbangan antara kecerdasan kognitif dan pembentukan karakter.
Peran Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Chantika Joelya Novisha; Khairul Fiqri; Salmaini Safitri Syam; Nur Azmi Alwi
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 4 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v4i3.2176

Abstract

- Guru memegang peran kunci dalam menciptakan suasana belajar yang mendukung serta mendorong semangat siswa dalam belajar. Melalui penerapan metode pembelajaran yang inovatif, pemberian umpan balik yang membangun, serta kepedulian yang ditunjukkan kepada siswa, guru berperan dalam menumbuhkan motivasi belajar dari dalam diri siswa (motivasi intrinsik). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan studi literatur guna mengidentifikasi dan menganalisis kontribusi guru terhadap peningkatan motivasi belajar siswa. Temuan dari studi ini menunjukkan bahwa guru yang menjalankan perannya secara efektif mampu meningkatkan semangat belajar siswa dengan membangun hubungan yang baik, menciptakan atmosfer kelas yang positif, serta menjadi teladan yang baik. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif di jenjang sekolah dasar.
Students' Problem-Solving Skills through the Modified Triangle Method with Contextual Teaching and Learning Dina Amsari; Salmaini Safitri Syam; Fadila Suciana
Brillo Journal Vol 4 No 2 (2025): Innovative Practices in Mathematics Teaching and Learning
Publisher : S&Co Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56773/bj.v4i2.65

Abstract

This research was motivated by the low level of students' problem-solving ability in mathematics learning, especially based on real-world problems. The main cause is that students still have problems in understanding the meaning and finding the core of the given problem. The objectives of this study to determine the modified Triangle Method (TM) with Contextual Teaching and Learning (CTL) to improv students' ability in problem-solving and also its interaction with prior knowledge. This type of research is experimental design with a sample of 69 students grade VIII in West Sumatera, Indonesia. The data were obtained by giving the test, which was evaluated by t-test and two-way ANOVA. Based on the result test, obtained a t-value of 4.488 with the Sig.=0.000<0.05= α. It can be concluded that the modified of TM and CTL can improve students' problem-solving ability. Meanwhile, the interaction test obtained Sig.0.467>0.05=α. In other words, there is no interaction between CTL and students' prior knowledge of problem-solving skills. It means that TM and CTL can be used for students with high and low prior knowledge to improve students' problem-solving skills.
Kajian Literatur tentang Efektivitas Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Avivah F. Az-zahra; Riri Syadira; Adrias Adrias; Salmaini Safitri Syam
Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpbb.v4i1.5662

Abstract

In the elementary school curriculum that combines science and social studies learning into a single unit, namely science, differentiated learning is expected to be able to increase student understanding and support the improvement of learning outcomes because it adjusts the learning process according to the needs, interests, and individual potentials of students. This article aims to examine the effectiveness of differentiated learning in social studies learning through a literature review of various studies conducted between 2020 and 2025. This study reveals that the application of differentiated learning can improve the cognitive understanding, activeness, and analytical thinking skills of students in social studies learning.
Strategi Mengatasi Kesulitan Membaca Permulaan pada Anak Disleksia di Sekolah Dasar Dinda Meisyah Azzahra; Adrias Adrias; Salmaini Safitri Syam
Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpbb.v4i1.5666

Abstract

Dyslexia is not a disorder that occurs due to a person's physical disability but rather refers to the brain that functions as a processor, dyslexia is a nerve disorder that is useful in language processing that makes sufferers have difficulty in identifying words. The purpose of this study is to identify and also describe the appropriate handling and strategies applied by educators in helping dyslexic students who have difficulty reading at the beginning with symptoms that usually occur, namely sufferers will be slow and hesitant in speaking, and difficulty in choosing the right words to express the meaning they want to convey, so the spelling method is used as a strategy to overcome it, which is a way of learning to read that starts from spelling letter by letter. The strategy of using this spelling method is indeed the most suitable to use, proven by the experience of several people who have handled dyslexic and also previous studies that present a comparison between before and after applying this method, and the results obtained show that there is a significant increase in student learning outcomes after applying this spelling method.