Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Understanding the Justification of Faith According to Apostle Paul and James Melina Agustina Sipahutar
The International Conference on Education, Social Sciences and Technology (ICESST) Vol. 3 No. 1 (2024): The International Conference on Education, Social Sciences and Technology
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/icesst.v3i1.396

Abstract

Understanding the concept of Justification by Faith is crucial for Christians, as it enables them to gauge their comprehension and application of this doctrine in their lives. Many Christians have yet to fully grasp this foundational aspect of their faith. This study aims to elucidate the true significance of Justification by Faith by comparing the perspectives of Paul and James, which at first glance, seem contradictory. This research employs a literature review approach, involving the identification, classification, and analysis of relevant literature on the topic of Justification by Faith according to Paul, James, and Calvin. The study involves a hermeneutical analysis of biblical texts, a comparison of theological perspectives, and a systematic organization of findings. Paul asserts that justification occurs through faith, independent of works, as an act of God's grace (Romans 3:28, 4:5). The law reveals human sinfulness and the need for divine justification through faith in Christ. James emphasizes that genuine faith is demonstrated through works (James 2:24). He argues that faith without works is dead and insists on the necessity of works as evidence of true faith. Calvin integrates both perspectives, emphasizing that justification by faith is inseparable from the process of regeneration by the Holy Spirit. He views faith as a gift from God that leads to good works, the fruit of genuine faith. Justification by Faith is an act of God that can only be achieved through His grace and the sacrifice of Jesus Christ (Romans 4:5; 5:6). Faith is rooted in the truth of God's revelation in Christ, culminating in belief in His crucifixion and resurrection. Both Paul and James agree that faith and works are essential in a genuine response to God, with good works being the inevitable result of true faith. This study underscores the interconnectedness of faith and works, aligning with Martin Luther's assertion that good works are the fruit of righteousness. The comprehensive understanding of Justification by Faith involves recognizing it as a divine act that provides hope for salvation through faith, a gift from God facilitated by the Holy Spirit (Ephesians 2:8; Galatians 5:22).
Penyuluhan Agama Kristen Bagi Siswa Kelas VI SD Negeri 178492 Pagarbatu: Bertumbuh Dalam Kristus Sebagai Tugas Anak Kristen Arifin Hutabarat; Elida Sianturi; Lisdiu Tumanggor; Tiniresa Lumbantoruan; Presman Anju Pinayungan; Melina Agustina Sipahutar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6390

Abstract

Pendidikan iman anak Kristen merupakan aspek esensial dalam pengembangan karakter dan spiritualitas mereka sejak dini. Jurnal ini menyajikan hasil Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dilaksanakan di SDN 178492, dengan fokus pada siswa kelas VI yang beragama Kristen. Melalui pendekatan interaktif, materi pembelajaran “Imanku Bertumbuh seperti Pohon” diajarkan dengan menggunakan analogi yang sederhana namun bermakna. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa siswa aktif berpartisipasi dan mampu memahami nilai-nilai iman yang diajarkan. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap iman Kristen, tetapi juga memperkuat komitmen spiritual mereka. Dengan demikian, PKM ini memberikan kontribusi signifikan dalam pembinaan iman anak, menegaskan perlunya pendekatan yang kreatif dan relevan dalam pendidikan agama.
HAKIKAT ILAHI: KAJIAN FILOSOFIS TENTANG KESATUAN DAN ATRIBUT ALLAH: - Melina Agustina Sipahutar; Rogate Artaida Tiarasi Gultom
Alucio Dei Vol 10 No 1 (2026): Alucio Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i1.245

Abstract

Artikel ini membahas kesatuan dan atribut hakikat Ilahi dalam perspektif teologi filosofis. Pemahaman tradisional tentang kesatuan Allah dikaji terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan sifat-sifat Ilahi (atribut) sebagai cara manusia mengenal dan merespons Allah. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur terhadap sumber-sumber klasik dan modern dalam teologi dan filsafat. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesatuan hakikat Ilahi bukan sekadar kesatuan numerik, melainkan kesatuan metafisis yang mengintegrasikan keberagaman atribut Ilahi dalam satu Keberadaan Ilahi yang tunggal dan sederhana. Melalui doktrin kesederhanaan Ilahi (divine simplicity), semua atribut Allah diidentifikasikan dengan esensi-Nya, menjaga keseimbangan antara transendensi dan keimanan Allah. Kesimpulannya, pemahaman filosofis tentang kesatuan dan atribut Allah memperkaya refleksi teologis serta membantu membangun konsepsi yang koheren tentang kesempurnaan Allah.
Merubah Paradigma Berpikir untuk Menciptakan Ekonomi Kreatif: Pengabdian kepada Masyarakat Desa Horisan Ranggitgit Tapanuli Utara Tiur Imeldawati; Damayanti Nababan; Goklas J. Manalu; Warseto Freddy Sihombing; Melina Agustina Sipahutar; Regina BM Nainggolan; Agnes Novianti Permata Sari; Lisdiu Tumanggor; Arifin Hutabarat
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1724

Abstract

Community service activities are part of the implementation of the Tri Dharma of Higher Education, aiming to make a real contribution to society. The Religious Extension Education Study Program at IAKN Tarutung participated in the implementation of the Tri Dharma, selecting a location in Horison Ranggitgit Village, Parmonangan District. This activity was motivated by the community's continued reliance on traditional agriculture and the lack of innovative local potential utilization. The purpose of this activity was to support government and IAKN Tarutung programs in implementing the Tri Dharma of Higher Education, as well as to encourage the community to recognize the potential of their surroundings, develop creative economic ideas, and foster awareness of environmental responsibility based on Christian values. Implementation methods included seminars, outreach, and face-to-face interactive discussions, fostering two-way communication between speakers and the community. The high level of community enthusiasm was evident in the level of attendance and active participation in the discussions, which demonstrated a positive response to the material presented and the potential for continued activities in the future.
Penyuluhan Ekoteologi Dan Gerakan Penanaman Pohon Sebagai Wujud Kepedulian Lingkungan Di Tapanuli Utara Tiur Imeldawati; Melina Agustina Sipahutar; Goklas J. Manalu; Rida Gultom; Arifin Hutabarat
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 6 No. 5 (2026): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v6i5.3053

Abstract

Ecotheology outreach to the community aims to increase awareness and participation of the Tapian Nauli community, encouraging them to actively participate in environmental preservation activities. This outreach demonstrates environmental awareness, demonstrated by the academic community of IAKN Tarutung, for the Tapian Nauli community, a fostered village. Understanding ecology, ecotheology, and the extensive damage caused by human activity provides important lessons for the community. The outreach was followed up with tree planting activities as a collective effort to care for and preserve the earth. Humans are given the responsibility to care for the earth and its contents, as a shared home with other creatures. This outreach has had a positive impact on residents, fostering a correct perspective that they also have a responsibility to protect and preserve their living environment. They also strive to care for plants in their yards, refrain from burning forests for land clearing, and refrain from littering.
Tumbuh dalam Iman, Unggul dalam Prestasi Melina Agustina Sipahutar; Ayu Simamora; Nicolas Harianja; Novia Waruwu; Rio Ritonga; Joel Sipahutar
DOULOS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Bearing Fruit for Christ
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembinaan rohani bagi anak usia sekolah dasar menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, rasa percaya diri, dan semangat belajar peserta didik. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di SDN 178492 Pagarbatu, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, siswa diajak memahami bahwa iman dan prestasi merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2026 dengan melibatkan 25 peserta didik berusia sekitar 10 tahun. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa bercerita, penyampaian firman Tuhan, tanya jawab interaktif, permainan edukatif, bernyanyi, ice breaking, dan doa bersama. Untuk mendukung proses penyampaian materi, tim juga menggunakan media gambar melalui TV digital agar siswa lebih tertarik dan mudah memahami isi pembelajaran. Filipi 4:13 dipilih sebagai dasar firman Tuhan untuk menanamkan keyakinan kepada siswa bahwa setiap tantangan dapat dihadapi bersama Tuhan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berani menyampaikan pendapat, serta menunjukkan ketertarikan selama materi berlangsung. Suasana belajar yang santai tetapi tetap terarah membuat siswa lebih mudah memahami nilai-nilai rohani yang disampaikan. Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan mampu bertumbuh dalam iman, memiliki semangat belajar yang baik, dan termotivasi untuk meraih prestasi dalam kehidupan mereka.
Menerapkan Nilai Kristiani dan Sikap Jujur Terhadap Anak Sekolah Dasar Negeri 173146 Sipoholon Erika Sibagariang; Naomi Desy Guna Silitonga; Laura Tama Lumbantobing; Ryan Adinova Marbun; Putri Ayu Siahaan; Kristina Nababan; Melina Agustina Sipahutar
DOULOS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Bearing Fruit for Christ
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan rohani pada anak sekolah dasar memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk karakter, moralitas, dan kebiasaan hidup yang sesuai dengan nilai-nilai Kristiani. Anak-anak pada usia sekolah dasar berada pada tahap perkembangan yang membutuhkan bimbingan dan pembinaan secara berkelanjutan agar mampu bertumbuh menjadi pribadi yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menjadi teladan di lingkungan sekitarnya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pembinaan rohani kepada anak-anak sekolah dasar berdasarkan ajaran dalam Matius 5:16 tentang menjadi terang bagi dunia melalui perbuatan baik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyampaian materi Alkitabiah, pembelajaran interaktif, diskusi, permainan edukatif, dan pendampingan rohani yang disesuaikan dengan karakteristik anak-anak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir. Anak-anak menunjukkan respons positif terhadap materi yang diberikan, khususnya mengenai pentingnya menerapkan nilai Kristiani dan sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan sosial. Selain itu, kegiatan ini juga membantu meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai pentingnya hidup disiplin, saling menghargai, dan bertanggung jawab terhadap tindakan mereka. Dengan demikian, kegiatan PkM ini memberikan kontribusi positif dalam mendukung pembentukan karakter anak sekolah dasar melalui pendidikan rohani yang kontekstual dan aplikatif.