Khalida Ziah Sibualamu
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Relationship Between Health Care Performance and Mothers' Satisfaction with Toddler Services Integrated Health Post in RW 01 East Pademangan Ria Efkelin; Khalida Ziah Sibualamu; Astrid Komala Dewi
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 3 (2025): November : International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i3.6252

Abstract

Study This aim For to determine the Relationship between Health Cadre Performance and Toddler Mother Satisfaction in Posyandu Services in RW 01 East Pademangan, North Jakarta. This type of research is quantitative with a Cross-Sectional design . The data collection technique for this study uses primary data and secondary data. Primary data were obtained directly through filling out questionnaires by mothers of toddlers at Posyandu RW 01 East Pademangan, while secondary data were obtained from sources that could support the research, including documentation and literature . The data analysis of this study used bivariate analysis which was carried out to determine the influence between variables x and y in the form of a static Likelihood Ratio Chi-Square (G - Test ) test . The results of the study showed that the performance of health cadres at Posyandu RW 01 East Pademangan was generally in the good category. This shows that cadres have carried out their roles optimally in providing health services to mothers and toddlers. Most toddler mothers are satisfied with the services provided by Posyandu cadres. This illustrates that the services provided are sufficient to meet the expectations and needs of mothers of toddlers in the area, and there is a significant relationship between the performance of health cadres and the satisfaction of mothers of toddlers at Posyandu RW 01 East Pademangan. This finding indicates that the better the performance of the cadres, the higher the level of satisfaction of mothers of toddlers with Posyandu services
Intervensi Nonfarmakologis sebagai Solusi Kelelahan pada Pasien Kanker Payudara: Sebuah Tinjauan Sistematik Ribka Sabarina Panjaitan; Khalida Ziah Sibualamu; Sarah Geltri Harahap; Shinta Prawitasari; Tri Setyaningsih; Ludovikus Ludovikus
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.22320

Abstract

ABSTRACT Fatigue is one of the most common and debilitating symptoms experienced by breast cancer patients, particularly during chemotherapy. Pharmacological management often remains insufficient, highlighting the need for safe and effective non-pharmacological interventions. To systematically identify and analyze various non-pharmacological interventions used to manage fatigue in breast cancer patients undergoing chemotherapy. This study employed a systematic review method following the PRISMA and Joanna Briggs Institute guidelines. Literature was searched from databases including PubMed, ScienceDirect, and Sagejournal using PICOT-based keywords. Included articles were Randomized Controlled Trials (RCTs) studies, published in English between 2015 and 2025.Results: Out of 585 articles identified, 6 met the inclusion criteria. The reviewed studies demonstrated the effectiveness of several non-pharmacological interventions in reducing cancer-related fatigue, including ATAS acupuncture, structured physical exercise programs (aerobic and strength training), yoga, and traditional Chinese herbal medicine (XBYRT). These interventions also showed additional benefits on sleep quality, anxiety, depression, and overall quality of life. Non-pharmacological interventions show significant potential in alleviating fatigue among breast cancer patients undergoing chemotherapy. A holistic approach that integrates physical, psychological, and spiritual strategies is recommended to improve patient well-being. Further large-scale and long-term studies are warranted to strengthen these findings. Keywords: Breast Cancer, Chemotherapy, Fatigue Non-Pharmacological Interventions ABSTRAK Kelelahan merupakan salah satu gejala paling umum dan melemahkan yang dialami pasien kanker payudara, terutama selama menjalani kemoterapi. Penanganan kelelahan dengan pendekatan farmakologis seringkali belum optimal, sehingga diperlukan strategi tambahan berupa intervensi nonfarmakologis yang aman dan efektif. Mengidentifikasi dan menganalisis secara sistematik berbagai intervensi nonfarmakologis yang digunakan untuk mengatasi kelelahan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Penelitian ini menggunakan metode systematic review dengan mengacu pada panduan PRISMA dan Joanna Briggs Institute Guideline. Pencarian literatur dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Sagejournal dengan  kata kunci sesuai format PICOT. Artikel yang dianalisis berjenis Randomized Controlled Trial (RCT), berbahasa Inggris, dan dipublikasikan dalam rentang 2015–2025. Dari 585 artikel yang ditemukan, sebanyak 6 artikel memenuhi kriteria inklusi. Intervensi nonfarmakologis yang terbukti efektif dalam menurunkan kelelahan meliputi akupunktur ATAS, program latihan fisik (aerobik dan kekuatan), yoga, dan ramuan herbal TCM (XBYRT). Efek positif juga terlihat pada aspek tambahan seperti kualitas tidur, kecemasan, depresi, dan kualitas hidup pasien. Intervensi nonfarmakologis terbukti memberikan manfaat signifikan dalam mengurangi kelelahan pada pasien kanker payudara selama kemoterapi. Penggabungan pendekatan fisik, psikologis, dan spiritual melalui intervensi yang terencana dapat menjadi strategi holistik dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar dan durasi yang lebih panjang untuk memperkuat temuan ini. Kata Kunci: Intervensi Nonfarmakologis, Kanker Payudara, Kelelahan, Kemoterapi.
Hubungan Pengetahuan Orang Tua tentang Kesehatan Gigi dengan Kebiasaan Menggosok Gigi Anak Usia Prasekolah di Paud Tarbiyatul Huda Bogor Aprilia Putri; Ernawati Ernawati; Khalida Ziah Sibualamu
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v%vi%i.22242

Abstract

ABSTRACT Dental health is a crucial aspect of preschool development, as this stage establishes lifelong habits such as regular toothbrushing. However, many preschool-aged children continue to experience dental problems, often due to insufficient parental knowledge of proper oral care. This study aimed to examine the relationship between parental knowledge and the toothbrushing habits of preschoolers at Tarbiyatul Huda Preschool, Bogor. A quantitative cross-sectional design was employed, involving the entire population of 66 children selected through total sampling. Data were collected using structured questionnaires assessing parental knowledge and children’s toothbrushing behavior. Statistical analysis was conducted using the Chi-Square test, with the strength of association evaluated through Phi-Cramer’s test. The results demonstrated a significant relationship between parental knowledge and preschoolers’ toothbrushing habits (p 0.05). The Phi-Cramer’s value of 0.907 indicated a very strong association, highlighting the pivotal role of parental knowledge in shaping early oral health behaviors. Keywords: Dental Health, Parental Knowledge, PAUD Preschool Children, Toothbrushing.  ABSTRAK Kesehatan gigi merupakan aspek krusial dalam perkembangan anak prasekolah, karena tahap ini membentuk kebiasaan seumur hidup seperti menyikat gigi secara teratur. Namun, banyak anak usia prasekolah masih mengalami masalah gigi, seringkali karena kurangnya pengetahuan orang tua tentang perawatan gigi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pengetahuan orang tua dan kebiasaan menyikat gigi anak prasekolah di Prasekolah Tarbiyatul Huda, Bogor. Desain penelitian yang digunakan adalah potong lintang kuantitatif, yang melibatkan seluruh populasi yang terdiri dari 66 anak yang dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang menilai pengetahuan orang tua dan perilaku menyikat gigi anak. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-Square, dengan kekuatan hubungan dievaluasi melalui uji Phi-Cramer. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua dan kebiasaan menyikat gigi anak prasekolah (p 0,05). Nilai Phi-Cramer sebesar 0,907 menunjukkan hubungan yang sangat kuat, yang menyoroti peran penting pengetahuan orang tua dalam membentuk perilaku kesehatan gigi dan mulut anak sejak dini.  Kata Kunci: Kesehatan Gigi, Pengetahuan Orang Tua, Anak Prasekolah PAUD, Menyikat Gigi.
Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Terhadap Kejadian Diare Pada Anak Pra Sekolah Nia Kurniawati; Ernawati Ernawati; Khalida Ziah Sibualamu
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.22194

Abstract

ABSTRACT Preschool children are considered a vulnerable group to infectious diseases, one of which is diarrhea. One of the key factors in preventing diarrhea is the practice of clean and healthy living behavior (PHBS), as it is directly related to children’s daily habits and their surrounding environment. This study aims to determine the relationship between clean and healthy living behavior (PHBS) and the incidence of diarrhea among preschool children at TK Al-Hidayah Pluit, Jakarta. The study employed a quantitative method with a cross-sectional approach. The population consisted of all preschool children at TK Al-Hidayah, totaling 151 children. Samples were taken using a stratified random sampling technique, with a total of 108 respondents. The research instruments included a questionnaire on PHBS and data on diarrhea incidence reported within the past three months. Data analysis was conducted using the Chi-Square test, with the strength of association measured through the Phi-Cramer’s coefficient. The findings revealed a statistically significant relationship between clean and healthy living behavior and the incidence of diarrhea among preschool children (p 0.001). The Phi-Cramer’s value of 0.493 indicated a moderate level of association. Children who practiced good PHBS were less likely to experience diarrhea, while those with poor PHBS were at higher risk of developing diarrhea. The study suggests increasing education for parents and educators on the importance of implementing PHBS from an early age through regular education and supervision of children’s daily routines to prevent diarrhea. Keywords: Child, Diarrhea, Health Behavior, Hygiene, Preschool.  ABSTRAK Anak prasekolah termasuk kelompok rentan terhadap penyakit menular, salah satunya diare. Salah satu faktor yang berperan dalam pencegahan diare adalah perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), karena berkaitan langsung dengan kebiasaan sehari-hari anak dan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan kejadian diare pada anak prasekolah di TK Al-Hidayah Pluit, Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh anak prasekolah di TK Al-Hidayah yang berjumlah 151 anak. Sampel diambil menggunakan teknik stratified random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 108 anak. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner terkait PHBS dan data kejadian diare yang dilaporkan dalam tiga bulan terakhir. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan pengukuran kekuatan hubungan menggunakan phi-cramer’s. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian diare pada anak prasekolah (p 0,001). Nilai phi-cramer’s sebesar 0,493 menunjukkan kekuatan hubungan dalam kategori sedang. Anak dengan praktik PHBS yang baik cenderung tidak mengalami diare, sedangkan anak dengan PHBS kurang memiliki risiko lebih tinggi terhadap kejadian diare. Saran dari penelitian ini adalah peningkatan edukasi kepada orang tua dan tenaga pendidik mengenai pentingnya penerapan PHBS sejak dini dalam edukasi dan pengawasan rutin. kehidupan anak, guna mencegah penyakit diare.  Kata Kunci: Anak, Diare, Perilaku Kesehatan, Kebersihan, Prasekolah.
Intervensi Non-farmakologis Untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Anak di Era Digital: A Narrative Review : Memahami Tantangan Baru dan Strategi Efektif untuk Kesejahteraan Mental Anak Evi Kusmayanti; Suntin Suntin; Khalida Ziah Sibualamu; Muhammad Abu; Jenita Laurensia Saranga; Sarjani linggi Allo; Rosmini Rasimin; Abdul Rahman Rara
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 10/ Nomor 1/ January 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan mental anak usia sekolah dan remaja semakin rentan di era digital akibat paparan teknologi, tuntutan akademik, dan perubahan interaksi sosial. Peningkatan kecemasan, stres, dan depresi semakin banyak dilaporkan, diperburuk oleh penggunaan gawai berlebihan yang memicu gangguan tidur, kelelahan emosional, dan risiko kecanduan digital. Kondisi ini menuntut intervensi non-farmakologis yang efektif, aman, dan mudah diakses untuk mendukung kesejahteraan mental generasi muda. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mensintesis berbagai intervensi non-farmakologis yang efektif dalam meningkatkan kesehatan mental anak di era digital. Metode:Tinjauan naratif dilakukan melalui pencarian literatur pada ProQuest, PubMed, ScienceDirect, dan SAGE Journals menggunakan kata kunci terkait kesehatan mental dan intervensi digital. Dari 4.014 artikel yang ditemukan, enam artikel memenuhi kriteria inklusi setelah proses seleksi dan penilaian kualitas dengan daftar periksa JBI. Hasil: Sintesis menunjukkan enam intervensi non-farmakologis yang efektif, yaitu terapi seni berbasis kesadaran, pembelajaran interaktif berbasis web, program aktivitas fisik digital REAP, kombinasi latihan aerobik dan ACT, pendidikan teman sebaya, dan iCBT. Intervensi ini terbukti meningkatkan regulasi emosi, resiliensi, kualitas tidur, serta menurunkan kecemasan dan depresi. Kesimpulan: Secara keseluruhan, intervensi non-farmakologis berbasis teknologi relevan untuk diterapkan di sekolah, keluarga, dan layanan kesehatan, serta berpotensi menjadi strategi penting dalam memperkuat kesehatan mental anak dan remaja.