Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Dukungan Teman Sebaya Dan Orientasi Tujuan Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP As-Syarifah Jonggol Ogy Yan Hesta; Mohamad Yudha Gutara; Oktafiana Kiranida; Rahmadhania Rizanty
Journal of Psychology and Education Counseling (JPEC) Vol. 1 No. 1 (2025): JPEC March 2025
Publisher : CERDAS AKADEMIKA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64624/jpec.v1i1.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh Dukungan Teman Sebaya dan Orientasi Tujuan terhadap Motivasi Belajar siswa kelas VIII-A di SMP AS-SYARIFAH JONGGOL. Menggunakan desain kuantitatif eks post facto, penelitian ini melibatkan 33 siswa sebagai sampel yang diambil melalui teknik Consecutive Sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert yang mengukur variabel dukungan teman sebaya, orientasi tujuan, dan motivasi belajar. Uji regresi menunjukkan bahwa baik Dukungan Teman Sebaya maupun Orientasi Tujuan secara signifikan mempengaruhi Motivasi Belajar siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya kedua faktor tersebut dalam meningkatkan motivasi belajar. Oleh karena itu, intervensi yang dirancang untuk meningkatkan motivasi belajar siswa harus mempertimbangkan pengembangan orientasi tujuan yang jelas dan menciptakan lingkungan dukungan sosial yang positif. Penelitian ini memberikan wawasan berharga untuk pengembangan program pendidikan yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan siswa.
Pentingnya Ketersediaan Sarana dan Prasarana dalam Manajemen Bimbingan dan Konseling di SMA Kecamatan Babelan Bekasi Oktafiana Kiranida; Mohamad Yudha Gutara; Anisa Melamita
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2025): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.833413

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi ketersediaan sarana dan prasarana pendukung manajemen layanan bimbingan dan konseling di sekolah menengah atas di Kecamatan Babelan, Bekasi. Menggunakan metode survei dengan pendekatan campuran, penelitian ini melibatkan 12 sekolah sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui kuesioner semi-terbuka yang mencakup daftar periksa fasilitas. Hasil menunjukkan bahwa dari 12 sekolah, hanya sebagian kecil yang memiliki ruang bimbingan konseling, ruang konseling individu, dan ruang bimbingan kelompok dengan ukuran sesuai standar. Keterbatasan anggaran dan kurangnya perhatian menjadi hambatan utama dalam pengadaan fasilitas tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas berdampak negatif pada efektivitas layanan bimbingan dan konseling, sehingga diperlukan kolaborasi pihak-pihak terkait untuk meningkatkan kualitas sarana pendukung. Studi ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan fasilitas pendidikan untuk mendukung keberhasilan siswa secara holistik dan berkelanjutan.
Perspektif Mahasiswa Mengenai Nilai Konseling Multikultural : Studi Kasus Dimensi Religiusitas dan Orientasi Seksual Nina Fitriyani; Dini Chairunnisa; Oktafiana Kiranida; Anisa Melamita; Agus Sukirno
Al-Shifa Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alshifa.v7i1.12685

Abstract

The multicultural counseling course plays an important role in the process of developing culturally competent practitioners, yet only a small number understand how students themselves perceive the benefits of the multicultural counseling course experience. Previous research has only focused on general outcomes related to the multicultural competence of counselors, with limited attention to the subjective perspectives of students who undergo training for one semester. This study aims to explore how Islamic guidance and counseling students conceptualize the benefits of multicultural counseling training over one semester, identifying students' understanding that shapes their learning focus and engagement with the course content. This research involves five undergraduate students in their sixth semester as subjects, using interviews to analyze students' perspectives in identifying shared subjective viewpoints that illustrate different learning preferences and interpretations regarding the value of multicultural counseling training. The results of this study indicate that students understand multicultural counseling as an effort to appreciate the differences in clients' identities and values, although the level of understanding varies. Practical-based learning experiences (case discussions, role play, field practice) are considered more effective than theory alone. Religious issues are viewed as an important factor in counseling; students recognize the need for professionalism in dealing with differences in beliefs. Issues of sexual orientation remain a significant challenge, but students are beginning to develop empathetic and non-judgmental attitudes. Multicultural counseling training provides benefits such as openness, empathy, confidence, and readiness to face a pluralistic society.
Kecemasan Di Sekolah Sebagai Mediator Antara Campur Tangan Orang Tua Terkait Karier Terhadap Kejenuhan Sekolah Anna Rufaidah; Oktafiana Kiranida; Desi Nur’aini; Arif Sahin; Tanti Ardianti; Farouq Fathurrahman; Jean Rala Bangkit
Persona: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 15 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/57z3nn81

Abstract

Academic burnout among students is an increasingly pressing issue in modern education, with prevalence rates reaching 50-60% across various educational levels, and even higher among high school students and college undergraduates. This study aims to describe the level of academic burnout in high school students experiencing parental intervention related to career choices. The population consists of students from public high schools in the Babelan sub-district, with a sample size of 367 students selected through multistage random sampling. The analysis results indicate that (1) parental intervention negatively predicts school burnout, (2) school-related anxiety positively predicts burnout, (3) school-related anxiety also predicts parental intervention concerning career choices, and (4) the indirect effect of parental intervention on school burnout through anxiety is significant. These findings suggest that excessive parental intervention may increase student anxiety, which in turn contributes to academic burnout.