Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Langkah Praktis Menuju Persaingan Bisnis yang Lebih Sehat Melalui Digitalisasi UMKM Kelurahan Benda, Kota Tangerang Cahyani Kurniastuti; Priyo Susilo; Ismayudin Yuliyzar; Putra Pratama; Suparman Suparman
Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan Vol. 1 No. 4 (2024): Oktober: Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aksinyata.v1i4.552

Abstract

The aim of implementing community service in Benda sub-district is to support business actors in promoting SME products in Benda sub-district, Tangerang-Banten City. This activity began with a preparation and field survey stage, which involved direct discussions with the village administrators and village officials of Benda Subdistrict to identify the needs, opportunities and challenges faced by SME business actors. Next, the service team carries out the socialization and training stage, which includes five important aspects: (1) how to create attractive products, (2) choosing a strategic location, (3) practice of creating easy promotional content on social media, (4) distribution strategy products to reach customers, and (5) online marketing. This activity aims to produce SMEs in Benda sub-district, especially home-based businesses, who have an entrepreneurial spirit so they are able to create good marketing strategies. This research aims to optimize the application of digitalization to MSMEs in Benda Subdistrict, Tangerang City, in order to strengthen their position in increasingly dynamic business competition. Through Community Service with seminars and workshops held to provide motivation and marketing strategies as well as introduce digital technology in MSME business operations. The results show a significant increase in MSMEs' abilities and understanding of marketing strategies and the use of digital technology to face healthy competition.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Publik Terhadap Kepuasan Masyarakat Di Desa Serdang Wetan Kecamatan Legok Tangerang Cahyani Kurniastuti; Ismayudin Yuliyzar; Misbahul Iqbal; Putra Pratama
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 7 No. 4 (2024): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i5.9204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh kualitas pelayanan publik terhadap kepuasan masyarakat di desa serdang wetan kecamatan legok kabupaten Tangerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1)Terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel kualitas pelayanan publik terhadap kepuasan masyarakat Kantor Desa Serdang Wetan. Diketahui bahwa nilai koefisien korelasi 0,545, koefisien determinasi sebesar 0,122 thitung (2,484) > ttabel (1,987) pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,122, artinya kualitas pelayanan publik mempengaruhi kepuasan masyarakat sebesar 12,2%.
Pemberdayaan Komunitas Pelari Melalui Wirausaha Produk Minuman Isotonik Alami Sehat Berbasis Bahan Lokal: Community Empowerment of Running Communities Through Entrepreneurship of Healthy Natural Isotonic Beverages Based on Local Ingredients Alpan Habibi; Eni Nuraeni; Eka Mardiana Afrilia; Putra Pratama; Khaerul Amri; Azizah Al Ashri Nainar; Daffa Ramzi Ramadhan; Mutiara Mardhotillah
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Batikmu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v6i1.2427

Abstract

Komunitas lari memiliki kebutuhan tinggi terhadap asupan cairan dan elektrolit untuk mendukung performa dan menjaga kesehatan. Namun, minuman isotonik komersial umumnya mengandung pemanis buatan dan bahan tambahan yang berpotensi berdampak negatif jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan komunitas lari melalui pengembangan kewirausahaan berbasis produksi minuman isotonik alami dari bahan lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui enam tahapan utama, yaitu analisis kebutuhan, pelaksanaan pelatihan, pendampingan usaha, pembuatan branding, evaluasi, dan keberlanjutan program dengan melibatkan 30 anggota komunitas Freeletics Tangerang. Kegiatan meliputi edukasi mengenai kebutuhan hidrasi dan elektrolit serta kewirausahaan, pelatihan pembuatan minuman isotonik berbahan air kelapa, madu, dan buah-buahan, serta pendampingan dalam pengemasan, penentuan harga, dan pemasaran digital sederhana. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta, dengan skor rata-rata meningkat dari 46 menjadi 92. Seluruh peserta (100%) mengalami peningkatan keterampilan dalam memproduksi minuman isotonik alami yang sehat dan aman. Selain itu, kelompok peserta berhasil mengembangkan merek produk sebagai bagian dari luaran program. Program ini berpotensi meningkatkan kemandirian ekonomi komunitas sekaligus mendorong gaya hidup sehat melalui pemanfaatan bahan lokal. Kata kunci: Komunitas lari, Minuman isotonik, Pengabdian masyarakat Abstract Running communities have a high demand for fluid and electrolyte intake to support physical performance and maintain health. However, commercially available isotonic beverages often contain artificial sweeteners and additives that may have negative long-term health effects. This community service program aimed to empower a running community through entrepreneurship development based on the production of natural isotonic beverages using local ingredients. The program employed a participatory approach consisting of six main stages: needs assessment, training implementation, business mentoring, branding development, evaluation, and program sustainability, involving 30 members of the Freeletics Tangerang running community. Activities included education on hydration and electrolyte needs as well as entrepreneurship, hands-on training in producing natural isotonic beverages using coconut water, honey, and fruits, and mentoring on packaging, pricing, and simple digital marketing strategies. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge, with the average score increasing from 46 to 92. All participants (100%) demonstrated improved skills in producing safe and healthy natural isotonic beverages. In addition, participant groups successfully developed a product brand as a program output. This program has the potential to enhance community economic independence while promoting a healthy lifestyle through the utilization of local resources. Keywords: Running Community, Isotonic Drink, Empowerment
PENDAMPINGAN BRANDING DAN KEMASAN RAMAH LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM DI TANGERANG Putra Pratama; Cahyani Kurniastuti
Aspirasi Masyarakat Vol 3 No 2 (2026): Juli
Publisher : ICON Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71154/4njz5x74

Abstract

Pendampingan branding dan kemasan ramah lingkungan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk melalui penguatan identitas merek dan penggunaan kemasan yang lebih menarik serta berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan kepada pelaku UMKM di Tangerang melalui beberapa tahapan, meliputi identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan praktik desain branding serta kemasan produk. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan teknik ceramah, diskusi, dan praktik sederhana terkait branding produk dan pemanfaatan kemasan ramah lingkungan. Teknik analisis yang digunakan adalah evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekitar 80 persen peserta mengalami peningkatan signifikan dalam pemahaman mengenai branding, desain kemasan, dan penggunaan bahan kemasan yang ramah lingkungan. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya identitas merek, strategi pemasaran visual, dan inovasi kemasan dalam meningkatkan nilai jual produk UMKM. Selain itu, peserta mulai memahami pentingnya penggunaan kemasan yang mendukung praktik usaha berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dengan demikian, kegiatan pendampingan ini diharapkan dapat membantu UMKM di Tangerang meningkatkan kualitas produk, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat daya saing usaha secara berkelanjutan.
Perceived Ease of Use, Usefulness, and Social Influence as Determinants of Consumer Purchase Intention Cahyani Kurniastuti; Ismayudin Yuliyzar; Putra Pratama; Eko Sulistio
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 22nd University Research Colloquium 2026: Bidang Sosial, Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the influence of perceived ease of use, perceived usefulness, and social influence on consumers’ behavioral intention to purchase Nike footwear, with a focus on users based in Lippo Karawaci, Tangerang. A quantitative research design was employed using a structured questionnaire administered to 100 respondents who had previously purchased or used Nike shoes. The results indicate that all three independent variables exert a significant and positive effect on behavioral intention, with social influence emerging as the strongest predictor. The proposed model explains 92.5 percent of the variance in consumer purchase intention, demonstrating substantial explanatory power. These findings highlight the pivotal role of social dynamics such as peer influence and brand related social identity in shaping consumer decision-making in the global sportswear market. The study contributes theoretically by extending the application of the Technology Acceptance Model (TAM) to a non-digital product context, and practically by offering actionable insights for lifestyle brand marketing strategies, particularly in relation to influencer engagement and brand community development.