Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Konten Edukasi Digital di Media Sosial Kepada Remaja Masjid Al Mabrur Gampong Meunasah Masjid: Training on Creating Digital Educational Content on Social Media for the Youth of Masjid Al Mabrur Muchlis; Kamaruddin; Bobby Rahman; Fitria Akmal; Cut Rizka Al Usrah
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v6i2.5156

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan remaja Masjid Al Mabrur Gampong Meunasah Masjid, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah dan penyebarluasan informasi edukatif. Melalui pelatihan pembuatan konten edukasi digital, peserta dibekali pemahaman mengenai dasar-dasar komunikasi digital, strategi pemanfaatan media sosial, desain visual, copywriting, fotografi, videografi, hingga penggunaan alat analitik seperti Google Analytics dan Facebook Ads Manager. Metode pelaksanaan mencakup workshop, hands-on training, serta mentoring yang dirancang secara interaktif agar peserta mampu mempraktikkan langsung keterampilan baru. Program ini hadir sebagai solusi atas keterbatasan pengetahuan, infrastruktur, serta strategi digital yang selama ini dihadapi oleh remaja masjid. Luaran yang diharapkan meliputi publikasi ilmiah, karya tulis pengabdian, hingga pendaftaran hak cipta. Dengan adanya pelatihan ini, remaja masjid diharapkan dapat menghasilkan konten yang kreatif, meningkatkan jangkauan dakwah, memperkuat brand awareness, serta berkontribusi pada penguatan literasi digital dan nilai sosial masyarakat. Kata Kunci: Konten Edukasi Digital, Remaja Masjid, Media Sosial, Literasi Digital, Pengabdian Masyarakat. Abstract Gampong Meunasah Masjid, Muara Dua District, Lhokseumawe City, in utilizing digital media as a means of da’wah and educational content dissemination. Through training on digital educational content creation, participants are provided with knowledge of digital communication basics, social media utilization strategies, visual design, copywriting, photography, videography, and the use of analytic tools such as Google Analytics and Facebook Ads Manager. The implementation methods include workshops, hands-on training, and mentoring sessions designed interactively to allow participants to directly practice their new skills. This program addresses the limited knowledge, infrastructure, and digital strategies faced by the mosque youth. Expected outcomes include scientific publications, community service articles, and copyright registration. With this training, mosque youth are expected to produce creative content, expand the reach of da’wah activities, strengthen brand awareness, and contribute to the improvement of digital literacy and social values within the community. Keywords: Digital Educational Content, Mosque Youth, Social Media, Digital Literacy, Community Service.
Pelatihan Komunikasi Efektif Kader Posyandu dan Opinion Leader dalam Upaya Penanganan Stunting di Gampong Paloh Punti Kota Lhokseumawe Cut Andyna; Muhammad Fazil; Muchlis; Rizka Mulyawan
Jurnal Solusi Masyarakat (JSM) Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jsm.v4i1.25537

Abstract

Posyandu cadres are at the forefront of handling stunting due to their direct involvement in the community. In addition to driving participation in environmental prevention and empowerment efforts, Posyandu Cadres also provide assistance, education and early detection in stunting cases. This then positions the Cadre to have a strategic role in monitoring maternal and child health. For this great responsibility, Posyandu Cadres need to have skills in communication. This will be the foundation for cadres to conduct health education, build trust and correct misinformation. With good communication, cadres can have a greater impact on maternal and child health, including reducing the number of stunting cases. Therefore, this communication training activity was carried out to answer the anxiety of Posyandu Cadres who felt unconfident in carrying out their duties and roles. This activity was initiated by PT PHE NSO as a form of social responsibility, especially in its operational area by collaborating with the Oil and Gas Center. This program is part of the assistance to the Paloh Punti Village Posyandu which has previously supported the Supplementary Feeding (PMT) to the vulnerable target groups, namely pregnant women who experience Chronic Energy Deficiency (KEK) and toddlers who are malnourished or do not gain weight. This training will not only equip cadres technically but also conceptually in designing educational strategies that are communicative and empathetic to the needs of the community so as to encourage the achievement of active family involvement in dealing with stunting.
IMPLEMENTASI PROMOTION MIX DUTA WISATA DALAM STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN PARIWISATA KABUPATEN BENER MERIAH Fitriana; Ainol Mardhiah; Muchlis; Harinawati; Zahari
At-Tabayyuun: Journal Islamic Studies Vol. 8 No. 1 (2026): AT-TABAYYUN - JOURNAL ISLAMIC STUDIES
Publisher : Pascasarjana IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/atjis.v8i1.7280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi elemen promotion mix yang diterapkan oleh Duta Wisata Kabupaten Bener Meriah dalam strategi komunikasi pemasaran pariwisata guna meningkatkan jumlah pengunjung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas unsur Dinas Pariwisata Kabupaten Bener Meriah, Duta Wisata (Ikatan Beru Bujang Gayo Bener Meriah), dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi bauran promosi (promotion mix) yang dilakukan oleh duta wisata telah berjalan melalui lima elemen utama. Pada elemen periklanan (advertising), pemanfaatan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook telah dilakukan, namun belum optimal karena pengelolaannya masih cenderung pasif dan kurang konsisten. Pada promosi penjualan (sales promotion), duta wisata aktif terlibat dalam event-event besar daerah dan kegiatan sosialisasi edukatif di sekolah. Pemasaran langsung (direct marketing) dan penjualan pribadi (personal selling) menunjukkan efektivitas yang tinggi melalui interaksi tatap muka, komunikasi yang ramah, persuasif, serta penampilan profesional yang membangun kepercayaan pengunjung. Sementara itu, strategi hubungan masyarakat (public relation) diterapkan melalui pembekalan sikap positif, pendekatan partisipatif dengan pengelola destinasi, serta pembinaan hubungan harmonis dengan masyarakat. Secara keseluruhan, strategi komunikasi duta wisata telah mencerminkan prinsip komunikasi yang efektif, tetapi memerlukan penguatan pada pengelolaan konten digital, konsistensi promosi, dan perluasan jangkauan pasar.
Gaya Retorika Bang Ary Item Menjadi Master Of Ceremony (MC) Kondang di Kota Tebing Tinggi Nur Indah Fahrunnsiyah; Dwi Fitri; Cut Andyna; Anismar; Muchlis
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15740

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya retorika yang diterapkan Bang Ary Item dalam perannya sebagai Master of Ceremony (MC) di Kota Tebing Tinggi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi langsung dan wawancara dengan masyarakat yang pernah menggunakan jasanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bang Ary Item menerapkan tiga unsur retorika Aristoteles, yaitu ethos, pathos, dan logos. Unsur ethos tampak paling dominan, karena Bang Ary memiliki kredibilitas, kepribadian yang kuat, serta kemampuan menciptakan suasana akrab selama memandu acara. Unsur pathos terlihat dari kemampuannya membangun emosi dan keterlibatan audiens, sementara logos tercermin melalui penyampaian informasi yang logis dan faktual sehingga meningkatkan kepercayaan publik. Selain itu, Bang Ary juga memadukan gaya komunikasi verbal dan nonverbal. Secara verbal, ia berbicara dengan jelas, lugas, dan mudah dipahami oleh pendengar. Secara nonverbal, ia menggunakan bahasa tubuh seperti senyuman, tawa, dan gerakan tangan yang mendukung pesan verbalnya. Kombinasi gaya retorika dan komunikasi tersebut menjadikan Bang Ary Item sebagai MC yang profesional, karismatik, dan mampu menciptakan interaksi yang hangat dengan audiens