Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

NILAI MORAL TOKOH UTAMA FILM 1 KAKAK 7 PONAKAN KARYA YANDY LAURENS Hesa Cita Mulya; Eko Sri Israhayu; Akhmad Fauzan; Mulasih
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v6i2.319

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kajian nilai moral dalam film sebagai media refleksi kehidupan sosial yang masih belum banyak dikaji melalui pendekatan sosiologi sastra secara terintegrasi dengan teori moral. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menafsirkan nilai moral tokoh utama dalam film melalui perspektif sosiologi sastra dengan kerangka moral Franz Magnis Suseno. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik simak dan catat terhadap dialog serta adegan yang memuat nilai moral. Analisis dilakukan dengan mengelompokkan data ke dalam tujuh aspek moral, yaitu kejujuran, menjadi diri sendiri, tanggung jawab, kemandirian moral, keberanian moral, kerendahan hati, dan sikap kritis. Temuan utama menunjukkan bahwa tokoh utama merepresentasikan moralitas melalui tindakan pengasuhan keluarga, pengambilan keputusan berisiko demi orang lain, kemampuan mempertahankan prinsip, serta refleksi diri yang menunjukkan kedewasaan moral. Nilai tanggung jawab dan keberanian moral muncul sebagai aspek paling dominan karena berkaitan langsung dengan konflik ekonomi, keluarga, dan pekerjaan yang dihadapi tokoh. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa film mampu merepresentasikan moralitas sebagai praktik sosial yang konkret dan relevan dengan realitas kehidupan masyarakat, sehingga pendekatan sosiologi sastra efektif digunakan untuk mengungkap relasi antara karya film dan nilai kehidupan. KATA KUNCI: film; Franz Magnis Suseno; nilai moral; sosiologi sastra; tokoh utama >  MORAL VALUES OF THE MAIN CHARACTER IN 1 KAKAK 7 PONAKAN BY YANDY LAURENS   ABSTRACT: This study motivated by the importance of examining moral values in film as a reflection of social life, which has rarely been explored through an integrated sociology of literature approach and moral theory. The purpose of this study is to describe and interpret the moral values of the main character in a film using the sociology of literature approach and Franz Magnis Suseno’s moral framework. The method employed is descriptive qualitative research using observation and note-taking techniques to collect dialogues and scenes containing moral values. The data were analyzed based on seven moral aspects: honesty, authenticity, responsibility, moral independence, moral courage, humility, and critical attitude. The main findings reveal that the main character represents morality through caregiving responsibilities, risk-taking decisions for others, the ability to uphold personal principles, and self-reflection that indicates moral maturity. Responsibility and moral courage appear as the most dominant aspects due to their close relation to economic, family, and professional conflicts faced by the character. The conclusion confirms that film can represent morality as a concrete social practice closely related to real life, and the sociology of literature approach is effective in revealing the relationship between film and social moral values. KEYWORDS: film; Franz Magnis Suseno; main character; moral values; sociology of literature
MOTIVASI BERPRESTASI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL THE LAST STAR KARYA INTAN MULYANI KAITANNYA DENGAN PRASANGKA SOSIAL STUDI PSIKOLOGI SASTRA Difia Wardani; Eko Sri Israhayu; Akhmad Fauzan; Mulasih
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v6i2.322

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam keterkaitan antara motivasi berprestasi dengan prasangka social yang dialami tokoh utama dalam novel The Last Star karya Intan Muyani. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Sumber data berupa novel The Last Star, sedangkan data penelitian berupa kutipan-kutipan yang mengandung aspek motivasi berprestasi dan prasangka social. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Teknik baca dan catat, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berprestasi tokoh utama terbentuk melalui dua dimensi utama, yaitu, motivasi intrinsic tampak dalam bentuk, tekad, ketekunan, keberanian menghadapi risiko, serta komitmen tinggi terhadap cita-cita. Sementara itu, motivasi ekstrinsik muncul sebagai respons terhadap tekanan sosial berupa prasangka, diskriminasi dan stereotip negative dari lingkungan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa prasangka social tidak hanya berperan sebagai hambatan psikologis, tetapi juga bertransformasi menjadi faktor pendorong yang memperkuat motivasi berprestasi tokoh utama. Dengan demikian, terdapat hubugan dialektis antara tekanan sosial dan dorongan internal dalam membentuk karakter perjuangan tokoh. KATA KUNCI: motivasi berprestasi; prasangka sosial; psikologi sosial; novel >  ACHIEVEMENT MOTIVATION OF THE MAIN CHARACTERS IN THE NOVEL THE LAST STAR BY INTAN MULYANI IN RELATIONSHIP TO SOCIAL PREJUIDE STUDY OF LITERARY PSYCHOLOGICAL   ABSTRACT: This study aims to examine in depth the relationship between achievement motivation and social prejudice experienced by the main character in the novel The Last Star by Intan Muyani. This study uses a qualitative descriptive method with a literary psychology approach. The data source is the novel The Last Star, while the research data are in the form of quotations containing aspects of achievement motivation and social prejudice. The data collection technique was carried out through reading and note-taking techniques, while the data analysis used the interactive model of Miles and Huberman which includes data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study indicate that the main character's achievement motivation is formed through two main dimensions, namely, intrinsic motivation is seen in the form of determination, perseverance, courage to face risks, and a high commitment to ideals. Meanwhile, extrinsic motivation arises as a response to social pressure in the form of prejudice, discrimination and negative stereotypes from the environment. The findings of this study indicate that social prejudice not only acts as a psychological barrier, but also transforms into a driving factor that strengthens the main character's achievement motivation. Thus, there is a dialectical relationship between social pressure and internal drive in shaping the character's struggle. KEYWORDS: achievement motivation; social prejudice; social psychology; novel
EKSPLORASI EPISTEMOLOGI TERHADAP NILAI SPIRITUAL TOKOH UTAMA DALAM NOVEL IKHLAS PENUH LUKA KARYA BOY CANDRA Naftali Khairunnisa; Mulasih; Eko Sri Israhayu; Akhmad Fauzan
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v6i2.326

Abstract

ABSTRAK: Karya sastra tidak hanya merepresentasikan pengalaman hidup, tetapi juga memuat nilai spiritual yang terbentuk melalui proses batin tokoh. Namun, tanpa pemahaman terhadap proses terbentuknya nilai tersebut, makna spiritual dalam karya sastra berpotensi dipahami secara dangkal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji epistemologi terhadap nilai spiritual tokoh utama dalam novel Ikhlas Penuh Luka karya Boy Candra. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data penelitian berupa kutipan-kutipan yang merepresentaiskan pengalaman batin tokoh utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai spiritual yang ditemukan meliputi sikap ikhlas, memaafkan, tawakal, dan penerimaan terhadap kehidupan yang terbentuk melalui pengalaman hidup yang dipikirkan dan dimaknai. Secara epistemologis dalam sudut pandang Freire, proses tersebut menunjukkan adanya kesadaran kritis, praxis, dan humanisasi yang memperlihatkan bahwa pemahaman berkembang menjadi tindakan nyata. Dengan demikian, nilai spiritual dalam karya sastra tidak hanya dipahami sebagai hasil, tetapi juga sebagai proses membentukan yang melibatkan pengalaman, pemahaman, dan tindakan tokoh utama. KATA KUNCI: epistemologi; nilai spiritual; novel; sastra >  AN EPISTEMOLOGICAL OF THE SPIRITUAL VALUES OF THE MAIN CHARACTER THE NOVEL IKHLAS PENUH LUKA BY BOY CANDRA   ABSTRACT: Literary works do not only represent life experiences but also contain spiritual values formed through the inner processes of the characters. However, without an understanding of how these values are formed, the spiritual meaning in literary works may be interpreted superficially. This study aims to examine the epistemology of spiritual values of the main character in the novel Ikhlas Penuh Luka by Boy Candra. The method used in this study is descriptive qualitative. The data consist of quotations that represent the inner experiences of the main character. The results show that the spiritual values found include sincerity, forgiveness, trust in God (tawakal), and acceptance of life, which are formed through life experiences that are reflected upon and interpreted. From an epistemological perspective based on Freire’s view, this process indicates the presence of critical consciousness, praxis, and humanization, demonstrating that understanding develops into concrete action. Thus, spiritual values in literary works are not only understood as outcomes but also as processes of formation involving experience, understanding, and action of the main character. KEYWORDS: epistemology; spiritual values; novel; literature
REPRESENTASI PERSAHABATAN DALAM FILM ANIMASI JUMBO KARYA RYAN ADRIANDHY Arvinna Ryandita Merly; Akhmad Fauzan; Eko Sri Israhayu; Mulasih
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v6i2.330

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi persahabatan dalam film animasi Jumbo karya Ryan Adriandhy dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena data yang dianalisis berupa dialog, adegan, tindakan tokoh, dan peristiwa dalam film. Sumber data utama penelitian ini adalah film animasi Jumbo karya Ryan Adriandhy. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat, yaitu menyimak film secara berulang, mencatat adegan dan dialog yang memuat nilai persahabatan, kemudian mengklasifikasikan data berdasarkan kategori dukungan emosional, sumber kepercayaan, ruang rekreasi, dan pengembangan diri. Teknik analisis data menggunakan deskriptif analisis dengan tahapan identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film animasi Jumbo merepresentasikan persahabatan melalui empat bentuk utama, yaitu dukungan emosional sebanyak 9 data, sumber kepercayaan sebanyak 9 data, ruang rekreasi sebanyak 10 data, dan pengembangan diri sebanyak 15 data. Bentuk pengembangan diri menjadi temuan paling dominan karena persahabatan dalam film ini tidak hanya ditampilkan sebagai hubungan kebersamaan, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang mendorong tokoh untuk berani, bertanggung jawab, menyadari kesalahan, dan berubah menjadi lebih baik. Dengan demikian, film animasi Jumbo merepresentasikan persahabatan sebagai nilai sosial yang membentuk karakter dan relasi antarmanusia yang positif. KATA KUNCI: Film animasi; Jumbo; persahabatan; representasi; sosiolog sastra >  A REPRESENTATION OF FRIENDSHIP IN THE ANIMATED FILM JUMBO BY RYAN ADRIANDHY   ABSTRACT: This study aims to describe the representation of friendship in the animated film Jumbo by Ryan Adriandhy using a sociology of literature approach. This research employs a descriptive qualitative method because the analyzed data consist of dialogues, scenes, character actions, and events in the film. The primary data source is the animated film Jumbo by Ryan Adriandhy. The data were collected through observation and note-taking techniques by watching the film repeatedly, recording scenes and dialogues containing friendship values, and classifying the data based on four categories: emotional support, source of trust, recreational space, and self-development. The data were analyzed using descriptive analysis through identification, classification, interpretation, and conclusion drawing. The results show that the animated film Jumbo represents friendship through four main forms: emotional support with 9 data, source of trust with 9 data, recreational space with 10 data, and self-development with 17 data. Self-development is the most dominant finding because friendship in the film is not only portrayed as togetherness but also as a social force that encourages characters to be courageous, responsible, aware of their mistakes, and willing to change for the better. Therefore, the animated film Jumbo represents friendship as a social value that shapes character and positive human relationships KEYWORDS: Animated film; friendship; Jumbo; representation; sociology of literature  
Ekspresi Emosional Tokoh Perempuan Dalam Novel Galaksi Kejora Karya Poppi Pertiwi Asweda; Eko Sri Israhayu; Akhmad Fauzan; Mulasih
KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Klitika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/klitika.v8i1.8161

Abstract

Pemahaman tentang ekspresi emosional dalam sebuah karya sastra dapat menjadi gambaran emosi remaja pada saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk ekspresi emosional dan keterkaitan bentuk ekspresi emosional dengan tipe kepribadian tokoh utama perempuan dalam novel Galaksi Kejora karya Poppi Pertiwi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra, kerena membahas masalah kejiwaan. Penelitian ini menggunakan teori Paul Ekman dan Albertine Minderop yang menghasilkan 11 bentuk ekspresi emosional. Ditemukan 14 data yang diperoleh dari novel Galaksi Kejora karya Poppi Pertiwi berupa dialog, kutipan kalimat, dan pernyataan yang menunjukkan bentuk ekspresi emosional. Hasil penelitian menunjukkan tokoh utama perempuan dalam novel Galaksi Kejora karya Poppi Pertiwi yaitu Kejora memiliki ekspresi emosional berupa rasa bersalah, menghukum diri sendiri, malu, sedih, benci, cinta, marah, muak, senang, dan terkejut. Dominasi ekspresi emosional marah, sedih, dan terkejut menunjukkan kecenderungan kepribadian introver. Bentuk ekspresi emosional Kejora disebabkan karena berbagai konflik dalam hidupnya dari keluarga, percintaan, dan pertemanan.
CITRA PEREMPUAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL AMBA KARYA LAKSMI PAMUNTJAK Muhammad Aziz Rizaldi; Eko Sri Israhayu
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i3.10079

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan dan mendeskripsikan citra perempuan tokoh utama dalam novel Amba karya Laksmi Pamuntjak. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode analisis deskriptif dengan kajian pustaka. data penelitian berupa kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf berupa ujaran atau deskripsi yang menggambarkan adanya citra perempuan pada tokoh utama dalam novel Amba karya Laksmi Pamuntjak. Sumber data penelitian ini yaitu novel Amba karya Laksmi Pamuntjak. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan baca dan catat. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa citra perempuan dibagi menjadi empat, yaitu (1) citra fisik perempuan, (2) citra psikis perempuan, (3) citra perempuan dalam keluarga dan (4) citra perempuan dalam masyarakat. Citra fisik tokoh Amba tergambarkan sebagai perempuan yang cantik, anggun dan awet muda. Citra psikis tokoh Amba digambarkan sebagai sosok yang berani dalam mengambil keputusan yang terbaik untuk dirinya, ia juga digambarkan sebagai perempuan yang berpendidikan padahal di tahun 50-an perempuan masih jarang sekali yang memikirkan arti penting dari pendidikan, Amba juga merupakan sosok perempuan yang masih menggunakan perasaan, sama seperti perempuan lain, ia juga masih memiliki perasaan cinta dan kasih terhadap sesama. Sedangkan, citra tokoh Amba dalam keluarga digambarkan peranannya sebagai anak, kakak, istri, dan ibu. Citra tokoh Amba dalam masyarakat digambarkan sebagai perempuan yang berani mengambil keputusan untuk melakukan hubungan lebih dekat dengan laki-laki yang dicintainya. Kata kunci: tokoh utama, citra perempuan, novel
NILAI-NILAI AKHLAK TERHADAP KELUARGA DALAM NOVEL ANTARA CINTA DAN RIDHA UMMI KARYA ASMA NADIA Isma Dika Oktaviany; Eko Sri Israhayu
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i2.11824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai akhlak terhadap keluarga dalam novel Antara Cinta dan Ridha Ummi karya Asma Nadia. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian kualitatif metode deskriptif. Data dalam penelitian ini yaitu kutipan-kutipan berupa kata-kata, frasa dan kalimat dalam novel yang menggambarkan nilai-nilai akhlak terhadap keluarga. Sumber data yang digunakan yaitu novel Antara Cinta dan Ridha Ummi karya Asma Nadia. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca dan teknik catat. Peneliti membaca novel Antara Cinta dan Ridha Ummi karya Asma Nadia secara seksama, menyeluruh dan berulang-ulang, kemudian mencatat temuan data yang menggambarkan nilai-nilai akhlak terhadap keluarga. Teknik keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini ditemukan empat aspek nilai akhlak terhadap keluarga diantaranya birul walidain, bersikap baik pada saudara, membina dan mendidik keluarga serta memelihara keturunan yang ditunjukkan oleh para tokoh dalam novel Antara Cinta dan Ridha Ummi karya Asma Nadia. Kata kunci: nilai, akhlak, novel
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM FILM SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS KARYA EKA KURNIAWAN isnaeni bakda ramadhan; eko sri israhayu
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 30 (2026): The 1st Proceedings of the International Conference on Transformative Education and
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi nilai pendidikan karakter dalam film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas karya Eka Kurniawan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan moral. Data penelitian berupa adegan, dialog, perilaku, dan sikap tokoh yang mencerminkan nilai pendidikan karakter. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode simak catat, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini memuat lima nilai pendidikan karakter utama, yaitu kerja keras, rasa ingin tahu, bersahabat dan komunikatif, tanggung jawab, serta jujur. Nilai kerja keras tercermin dari usaha tokoh Ajo Kawir dan Iteung dalam menghadapi tantangan hidup. Nilai rasa ingin tahu ditunjukkan melalui keinginan tokoh untuk memahami peristiwa di sekitarnya. Nilai bersahabat dan komunikatif tampak dalam interaksi positif antar tokoh. Nilai tanggung jawab ditunjukkan melalui kesediaan tokoh menerima konsekuensi dari tindakan yang diambil, sedangkan nilai kejujuran tercermin dari keterbukaan tokoh terhadap keadaan yang sebenarnya, meskipun pahit. Temuan ini mengindikasikan bahwa film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai karakter positif kepada penonton, khususnya peserta didik.
Analisis Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Alone Karya Chelsea Karina: Kajian Psikologi Sastra Nelati Wijaya Metarium; Eko Sri Israhayu
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepribadian tokoh utama, Nadine Adella Ulani (Della), dalam novel Alone karya Chelsea Karina melalui pendekatan psikologi sastra dengan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Novel Alone mengisahkan perjalanan hidup Della yang mengalami pengucilan dan penolakan dari keluarganya setelah dituduh sebagai penyebab kematian kakaknya. Kondisi tersebut menimbulkan berbagai konflik batin yang memengaruhi perkembangan kepribadiannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data utama berupa novel Alone karya Chelsea Karina yang diterbitkan pada tahun 2019. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kepribadian Della terdiri atas aspek id, ego, dan superego yang saling berinteraksi dalam membentuk perilaku tokoh. Aspek id tampak melalui kebutuhan kasih sayang, rasa cemburu, kerinduan terhadap keluarga, serta ketakutan kehilangan orang yang dicintai. Aspek ego terlihat dari kemampuan Della mempertimbangkan realitas, mengambil keputusan, dan mencari solusi atas konflik yang dihadapinya. Sementara itu, aspek superego tercermin melalui sikap tanggung jawab, kepedulian terhadap orang lain, serta kesadaran moral yang mendorongnya untuk melakukan tindakan yang dianggap benar. Dinamika ketiga aspek tersebut menjadikan Della sebagai tokoh yang kompleks dan berkembang, sekaligus memperkuat konflik, tema, serta pesan kemanusiaan yang disampaikan dalam novel Alone.
Kepribadian Traumatik Tokoh Perempuan dalam Novel Dia Aurora Karya Nurwina Sari Dini Pramestia Kirani; Eko Sri Israhayu
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kepribadian traumatik yang dialami tokoh utama perempuan dalam novel Dia Aurora karya Nurwina Sari melalui pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud. Novel ini menggambarkan perjalanan hidup seorang perempuan yang menghadapi berbagai pengalaman traumatis sejak masa lalu hingga memengaruhi perkembangan kepribadian, kondisi psikologis, serta cara tokoh tersebut berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Penelitian menggunakan teori struktur kepribadian Sigmund Freud yang meliputi id, ego, dan superego sebagai landasan untuk mengidentifikasi dinamika kejiwaan tokoh utama dalam menghadapi konflik internal maupun eksternal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik baca dan catat. Data penelitian berupa kutipan-kutipan yang terdapat dalam novel Dia Aurora karya Nurwina Sari yang relevan dengan fokus penelitian. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan berdasarkan konsep psikoanalisis Freud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama perempuan mengalami berbagai bentuk kepribadian traumatik, yaitu ketidakstabilan emosi, kecemasan berlebihan, depresi, serta kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial. Kondisi tersebut muncul sebagai respons atas pengalaman traumatis yang dialaminya dan tercermin melalui konflik antara id yang mendorong pemenuhan hasrat, ego yang berupaya menyesuaikan diri dengan realitas, serta superego yang mengontrol perilaku berdasarkan nilai moral. Dengan demikian, pengalaman traumatis terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan kepribadian, perilaku, pola pikir, pengambilan keputusan, dan kemampuan tokoh utama dalam menghadapi berbagai konflik kehidupan yang dialaminya.