Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : bit-Tech

The Use of Information Retrieval in Student Academic Document Plagiarism Detection System Arief Rahman Yusuf; Angga Prasetyo
bit-Tech Vol. 6 No. 2 (2023): bit-Tech
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/bt.v6i2.1063

Abstract

The practice of plagiarism can threaten the credibility of academic documents such as final assignments, theses, theses, and dissertations. Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) is one of the best Muhammadiyah Universities in Indonesia. All academic documents at UMPO are well stored. However, plagiarism is only found in the Turnitin database and in the title of academic documents. This research aims to pre-screen academic documents in the internal scope by creating a plagiarism application that is easy to use and cheaper in terms of cost than using Turnitin. The steps of making a plagiarism detection system in academic documents using information retrieval (IR) with waterfall development. The design process starts from system requirements analysis, design, implementation, and testing. This plagiarism detection system goes through several stages, namely tokenisation, stopword removal, stemming, and termweigthing. Tokenisation involves converting uppercase letters into lowercase letters and removing punctuation marks. Stopword removal removes noise, stemming converts words into basic forms, and termweigthing uses local and global weighting to calculate similarity with the Vector Space Model. Document similarity is calculated using cosine similarity, rejected documents are considered free of plagiarism. If there is no similarity, the document is accepted as a source document, while the rejected document is not stored in the database. Further research on the document plagiarism detection system that previously only used the txt file extension, in the future it can use the .doc or HTML extension so as to increase the effectiveness of the performance of academic document examination time.
Identifikasi Performa Algoritma Fuzzy Mamdani Sebagai Kendali Proses Koagulasi pada Internet of Thing Pembuatan Tahu Yovi Litanianda; David April Riyanto; Angga Prasetyo; Adi Fajaryanto Cobantoro; Ismail Abdurrozaq Zulkarnain
bit-Tech Vol. 7 No. 2 (2024): bit-Tech
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/bt.v7i2.1972

Abstract

Proses pembuatan tahu dilakukan dalam berapa tahapan. Tahapan terpenting dalam pembuatan tahu yakni terletak pada proses penggumpalan (koagulasi) sari kedelai yang telah direbus. Pada tahapan ini bayak faktor yang menentukan keberhasilannya, diantaranya suhu sari kedelai, PH cuka sebagai katalis reaksi koagulasi dan kecepatan pengadukan. Jika terjadi ketidak sesuaian salah satunya maka akan berakibat sari kedelai gagal menggumpal dan terbuang. Produksi tahu yang masih tradisional membuat pekerjaan ini masih mengandalkan kepiawaian pekerja senior yang terampil. Ketergantungan pada keterampikan pekerja akan menghambat keberlangsungan industry. Untuk mengatasi masalah tersebut, dicoba dikembangkan perangkat IoT yang mampu mengendalikan proses koagulasi pada pembuatan tahu. Sistem ini bekerja berdasarkan algoritma Fuzzy Mamdani yang akan mengolah input nilai suhu sari kedelai dan nilai PH cuka menjadi nlai PWM yang menjadi penentu kecepatan motor pengaduk larutan sari kedelai. Tingkat keberhasilan algoritma fuzzy menangani kondisi nyata yang bervariasi menjadi ukuran performanya. Pengujian dilakukan dengan sekenario menguji lansung dengan kondisi nyata sari kedelai dan cuka untuk diketahui tingkat keberhasilannya dalam melakukan pengendalian proses koagulasi pembuatan tahu. Sebanyak 30 percobaan hasil pengadukan didapati keseluruhan proses dinyatakan berhasil menggumpalkan sari kedelai pada kecepatan motor bervariasi sesuai kendali algoritma Fuzzy mamdani berdasarkan kondisi pH cuka dan suhu sari kedelai. Oleh karena itu penelitian ini menyimpulkan bahwa performa Algoritma Fuzzy mamdani dalam mengendaikan proses koagulasi pembuatan tahu melalui cara mengatur kecepatan pengadukan sebesar 100%. Temuan ini menjadi bukti penguat yang bisa dijadikan dasar bagi para peneliti bahwa algoritma fuzzy sekali lagi berhasil dijadikan rule pengendalian sebuah proses dengan hasil yang meyakinkan.