Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Kegiatan Berbagi Takjil untuk Melestarikan Budaya Muslim di Gedangan Sidoarjo Syifa’us Shuduriya; llmia Nur Khofifah; Yeni Purwanti; Faridatus Shofa; Lailul Fuadah Firdaus; Iis Maulidiyah; Ana Ma'rufatun Jannah; Rafadi Khan Khayru; Muchamad Catur Rizky; Yeni Vitrianingsih
AlMurtado Journal of Social Innovation and Community Service Vol 3 No 1 (2026): Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan berbagi takjil ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat solidaritas, dan melestarikan budaya keagamaan. Program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Sunan Giri Surabaya di wilayah Gedangan, Kabupaten Sidoarjo ini dirancang untuk meningkatkan kepedulian sosial, mendorong partisipasi masyarakat, serta memperkuat nilai-nilai ukhuwah Islamiyah melalui implementasi pembagian takjil. Metode yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD) dengan tahapan discovery, dream, design, dan destiny yang menekankan petakjilan potensi lokal serta keterlibatan aktif warga. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Universitas Sunan Giri Surabaya bertindak sebagai fasilitator utama yang mengarahkan pendayagunaan aset sosial di lingkungan setempat secara optimal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program berbagi takjil memperoleh respons positif dari masyarakat, meningkatkan semangat berbagi, mempererat hubungan sosial antara mahasiswa KKN Universitas Sunan Giri Surabaya dan warga, serta memperkuat budaya gotong royong di lingkungan setempat. Selain memberikan takjil langsung berupa penyediaan takjil bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa, kegiatan ini juga meningkatkan pengalaman sosial, kemampuan koordinasi, dan tanggung jawab mahasiswa KKN Universitas Sunan Giri Surabaya dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan dana dan waktu pelaksanaan, kegiatan dapat berlangsung dengan lancar melalui koordinasi dan kerja sama yang efektif.
PERAWATAN LINGKUNGAN: KOLABORASI WARGA DAN RELAWAN DALAM PENGELOLAAN HUNIAN BARU DI KELURAHAN WONOREJO KECAMATAN RUNGKUT Rommy Hardyansah; Arif Rachman Putra; Didit Darmawan; Rahayu Mardikaningsih; Fayola Issalillah; Abidhatul Khoiroh; Lailul Fuadah Firdaus; Saidah Fiddaroini Harun; Aditya Hidayatus Sofyan; Mujia Arrizhma
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v5i1.2228

Abstract

The development of Wonorejo Village, Rungkut District, has not been fully followed by the provision of basic infrastructure and adequate environmental management, resulting in various problems, such as declining roads, clogged drainage channels, wild vegetation growth, and low community participation in environmental maintenance activities. This community service activity aims to increase community participation through collaboration with volunteers in an effort to improve the quality of the residential environment. The method used is Participatory Action Research (PAR) combined with SWOT analysis through the stages of planning, action implementation, observation, and reflection. The results of the activity show an increase in environmental quality as indicated by the reopening of road access, improved drainage function, and increased cleanliness of the residential area.   Perkembangan Kelurahan Wonorejo Kecamatan Rungkut belum sepenuhnya diikuti oleh penyediaan infrastruktur dasar dan pengelolaan lingkungan yang memadai sehingga memunculkan berbagai permasalahan, seperti jalan yang mengalami penurunan, saluran drainase yang tersumbat, pertumbuhan vegetasi liar, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan perawatan lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan partisipasi warga melalui kolaborasi dengan relawan dalam upaya memperbaiki kualitas lingkungan permukiman. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan analisis SWOT melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kualitas lingkungan yang ditandai dengan terbukanya kembali akses jalan, membaiknya fungsi drainase, serta meningkatnya kebersihan kawasan permukiman.