Faridatus Shofa
Universitas Sunan Giri Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Media Audio-Visual dalam Pembelajaran Kelas sebagai Faktor yang Mempengaruhi Pemahaman Konsep Siswa Sekolah Dasar Faridatus Shofa; Didit Darmawan; Rahayu Mardikaningsih
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 11 No 4 (2026)
Publisher : Konsorsium Dosen Institut Agama Islam Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v11i4.227

Abstract

Educational developments in the 21st century demand an increase in students’ critical thinking skills and conceptual understanding, particularly at the elementary school level, where students still struggle to grasp abstract concepts through conventional teaching methods. This study aims to analyze the impact of audiovisual media on elementary students’ conceptual understanding and to identify the factors influencing it. The method used is a Systematic Literature Review (SLR) with a qualitative approach applied to 10 relevant research articles published between 2020 and 2025. The analysis was conducted through the stages of identification, selection based on inclusion criteria, evaluation, and thematic synthesis. The results indicate that audiovisual media consistently have a positive impact on students’ conceptual understanding because they can present abstract material in a more concrete and easily understandable manner. Additionally, audiovisual media also contribute to enhancing students’ motivation and engagement in the learning process. However, their effectiveness remains influenced by instructional design, the purpose of media use, and students’ individual circumstances. In conclusion, audiovisual media are an effective instructional strategy for improving elementary school students’ conceptual understanding and should be appropriately integrated into the learning process to support improvements in educational quality.
Implementasi Kegiatan Berbagi Takjil untuk Melestarikan Budaya Muslim di Gedangan Sidoarjo Syifa’us Shuduriya; llmia Nur Khofifah; Yeni Purwanti; Faridatus Shofa; Lailul Fuadah Firdaus; Iis Maulidiyah; Ana Ma'rufatun Jannah; Rafadi Khan Khayru; Muchamad Catur Rizky; Yeni Vitrianingsih
AlMurtado Journal of Social Innovation and Community Service Vol 3 No 1 (2026): Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan berbagi takjil ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat solidaritas, dan melestarikan budaya keagamaan. Program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Sunan Giri Surabaya di wilayah Gedangan, Kabupaten Sidoarjo ini dirancang untuk meningkatkan kepedulian sosial, mendorong partisipasi masyarakat, serta memperkuat nilai-nilai ukhuwah Islamiyah melalui implementasi pembagian takjil. Metode yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD) dengan tahapan discovery, dream, design, dan destiny yang menekankan petakjilan potensi lokal serta keterlibatan aktif warga. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Universitas Sunan Giri Surabaya bertindak sebagai fasilitator utama yang mengarahkan pendayagunaan aset sosial di lingkungan setempat secara optimal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program berbagi takjil memperoleh respons positif dari masyarakat, meningkatkan semangat berbagi, mempererat hubungan sosial antara mahasiswa KKN Universitas Sunan Giri Surabaya dan warga, serta memperkuat budaya gotong royong di lingkungan setempat. Selain memberikan takjil langsung berupa penyediaan takjil bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa, kegiatan ini juga meningkatkan pengalaman sosial, kemampuan koordinasi, dan tanggung jawab mahasiswa KKN Universitas Sunan Giri Surabaya dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan dana dan waktu pelaksanaan, kegiatan dapat berlangsung dengan lancar melalui koordinasi dan kerja sama yang efektif.