Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH KELAS JALAN DAN AKSES TRANSPORTASI UMUM TERHADAP PERUBAHAN FUNGSI HUNIAN MENJADI KOMERSIL DI KECAMATAN KEMBANGAN Fitriadi Fitriadi; Dedes Nur Gandarum; Jimmy S Jimmy S; Juwana Juwana
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.722 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v3i2.2982

Abstract

Pada hakikatnya sebuah pemukiman harus memenuhi persyaratan planologi yang ditetapkan serta memenuhi persyaratan layak huni, sehingga fungsi hunian tetap terjaga sebagaimana mestinya, akan tetapi fenomena perubahan fungsi hunian menjadi komersil tidak dapat dihindari, dalam hal ini khususnya di wilayah Kecamatan Kembangan. Pengaruh derajat aksesibilitas di wilayah tersebut dipercaya sebagai faktor penyebab terjadinya perubahan fungsi hunian menjadi komersil, diantaranya faktor kelas jalan serta akses transpotasi publik yang ada di wilayah Kecamatan Kembangan sebagai variable penelitian yang akan dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mencari bagaimana pengaruh kelas jalan yang serta keberadaan transportasi umumnya terhadap perubahan fungsi hunian menjadi komersil di wilayah Kecamatan Kembangan. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan-pertimbangan dalam membuat pedoman serta prinsip-prinsip umum perancangan sebuah kota dalam mengendalikan fenomena dimaksud.
CONFORMITY BEHIND THE SOCIAL AND SPATIAL SEGREGATION IN SUB-URBAN AREA A CASE AT GADING SERPONG NEW TOWN, TANGERANG Mohammad Ischak; Bambang Setioko; Dedes Nurgandarum
TATALOKA Vol 21, No 2 (2019): Volume 21 No. 2, May 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.21.2.361-370

Abstract

The phenomenon of urban growth in rural areas created sub-urban areas like Tangerang region. Occupancy of space created by planned settlement against unplanned settlement raises spatial and social segregation. Previous studies have shown more on the negative side of the collision phenomenon with the point of view of the occurrence of physical and social unconformity between the newcomers as residents of planned settlements with the natives. On the other hand, it turns out that unplanned settlements still exist, thus raising the question of research is there conformity in the point of view of unplanned settlement settlers? To get an answer to the question, this research used analytical descriptive method, where data obtained directly from the field through observation and in-depth interviews with unplanned settlement settlers. The result of the analysis showed that although the spatial and social segregation is apparent, the community of unplanned settlers does not feel disturbed and the daily social economic activity of the community keeps going well, even the quality of life improves in some points. Such conditions create a form of internal conformity with parameters formulated by the community, including access to and from unplanned settlements, integrated infrastructures, open access to economic activities, and still guaranteed socio-cultural activities.
PENGARUH KELAS JALAN DAN AKSES TRANSPORTASI UMUM TERHADAP PERUBAHAN FUNGSI HUNIAN MENJADI KOMERSIL DI KECAMATAN KEMBANGAN Fitriadi Fitriadi; Dedes Nur Gandarum; Jimmy S Jimmy S; Juwana Juwana
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v3i2.2982

Abstract

Pada hakikatnya sebuah pemukiman harus memenuhi persyaratan planologi yang ditetapkan serta memenuhi persyaratan layak huni, sehingga fungsi hunian tetap terjaga sebagaimana mestinya, akan tetapi fenomena perubahan fungsi hunian menjadi komersil tidak dapat dihindari, dalam hal ini khususnya di wilayah Kecamatan Kembangan. Pengaruh derajat aksesibilitas di wilayah tersebut dipercaya sebagai faktor penyebab terjadinya perubahan fungsi hunian menjadi komersil, diantaranya faktor kelas jalan serta akses transpotasi publik yang ada di wilayah Kecamatan Kembangan sebagai variable penelitian yang akan dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mencari bagaimana pengaruh kelas jalan yang serta keberadaan transportasi umumnya terhadap perubahan fungsi hunian menjadi komersil di wilayah Kecamatan Kembangan. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan-pertimbangan dalam membuat pedoman serta prinsip-prinsip umum perancangan sebuah kota dalam mengendalikan fenomena dimaksud.
ECONOMIC INTERACTIVE SPACE: AN ADAPTATION OF COMMUNITY RESILIENCE MECHANISM IN AN ENCLAVE SETTLEMENT Mohammad Ischak; Bambang Setioko; Dedes Nur Gandarum
International Journal on Livable Space Vol. 3 No. 2 (2018): Resilient Built Environment
Publisher : Jurusan Arsitektur - FTSP - Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/livas.v3i2.4259

Abstract

Abstract The rapid urban growth at the periphery area developed by residential developers impacted on the socio-spatial segregation between new and pre-existing indigenous settlements. One phenomenon is that many indigenous settlements are enclaved in the new settlement area. Changes in landscape and environment around indigeneus settlement are occured as a result of a pressure.  It is the main factor for suddened changes in the pattern of livelihood of enclaved settlement inhabitants. This article is intended to explain the findings on how the inhabitants of enclaved settlement respond and survive to these changes and pressures in the spatial context. The study employed descriptive analysis method by observing the characteristics of settlements by focusing on the quality of inhabitants’ life related to the spatial changes and segregations phenomena. The results of the study highlight that the spatial changes and the survival community are a form of adaptation procces to get economic benefit by making changes to their lands or buildings because of the residential development in its sorrounding. These phenomena resulted in the emergence of economic interactive space in the specific spatial arrangement.   Keywords: enclaved settlements, economic interactive space, adaptation
PENGARUH KELAS JALAN DAN AKSES TRANSPORTASI UMUM TERHADAP PERUBAHAN FUNGSI HUNIAN MENJADI KOMERSIL DI KECAMATAN KEMBANGAN Fitriadi Fitriadi; Dedes Nur Gandarum; Jimmy S Jimmy S; Juwana Juwana
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.722 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v3i2.2982

Abstract

Pada hakikatnya sebuah pemukiman harus memenuhi persyaratan planologi yang ditetapkan serta memenuhi persyaratan layak huni, sehingga fungsi hunian tetap terjaga sebagaimana mestinya, akan tetapi fenomena perubahan fungsi hunian menjadi komersil tidak dapat dihindari, dalam hal ini khususnya di wilayah Kecamatan Kembangan. Pengaruh derajat aksesibilitas di wilayah tersebut dipercaya sebagai faktor penyebab terjadinya perubahan fungsi hunian menjadi komersil, diantaranya faktor kelas jalan serta akses transpotasi publik yang ada di wilayah Kecamatan Kembangan sebagai variable penelitian yang akan dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mencari bagaimana pengaruh kelas jalan yang serta keberadaan transportasi umumnya terhadap perubahan fungsi hunian menjadi komersil di wilayah Kecamatan Kembangan. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan-pertimbangan dalam membuat pedoman serta prinsip-prinsip umum perancangan sebuah kota dalam mengendalikan fenomena dimaksud.
ECONOMIC INTERACTIVE SPACE: AN ADAPTATION OF COMMUNITY RESILIENCE MECHANISM IN AN ENCLAVE SETTLEMENT Mohammad Ischak; Bambang Setioko; Dedes Nur Gandarum
International Journal on Livable Space Vol. 3 No. 2 (2018): Resilient Built Environment
Publisher : Jurusan Arsitektur - FTSP - Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.836 KB) | DOI: 10.25105/livas.v3i2.4259

Abstract

Abstract The rapid urban growth at the periphery area developed by residential developers impacted on the socio-spatial segregation between new and pre-existing indigenous settlements. One phenomenon is that many indigenous settlements are enclaved in the new settlement area. Changes in landscape and environment around indigeneus settlement are occured as a result of a pressure.  It is the main factor for suddened changes in the pattern of livelihood of enclaved settlement inhabitants. This article is intended to explain the findings on how the inhabitants of enclaved settlement respond and survive to these changes and pressures in the spatial context. The study employed descriptive analysis method by observing the characteristics of settlements by focusing on the quality of inhabitants’ life related to the spatial changes and segregations phenomena. The results of the study highlight that the spatial changes and the survival community are a form of adaptation procces to get economic benefit by making changes to their lands or buildings because of the residential development in its sorrounding. These phenomena resulted in the emergence of economic interactive space in the specific spatial arrangement.   Keywords: enclaved settlements, economic interactive space, adaptation
KETERLIBATAN MASYARAKAT DALAM PENATAAN RUANG PUBLIK DI PERMUKIMAN PADAT Hartanti, Nurhikmah Budi; Gandarum, Dedes Nur; Prabowo, Achmad Hadi; Murwonugroho, Wegig; Afandi, Nadya Nurul; Khoirunisa, Amalia
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v6i1.20983

Abstract

Public spaces are essential elements in any settlement as they serve as avenues for social interaction. However, there is currently a growing concern about the decreasing availability of public spaces, especially in densely populated areas. Kalianyar Subdistrict, located in West Jakarta's Tambora District, is one of the most densely populated areas in DKI (Special Capital Region of Jakarta). It faces issues typical of densely populated areas in general. This area can be considered as not meeting the minimum requirements for infrastructure and environmental facilities, particularly public spaces. There is a need to provide understanding, knowledge, and examples of public space provision through self-organization mechanisms in participatory infrastructure and facility management through Community Empowerment (PKM) activities. The method used involves consultation and guidance with practical demonstrations. The objective of this PKM activity is to enhance the understanding and capabilities of the local community in organizing themselves to participate in creating habitable environments. Through this PKM activity, the identification of expectations, needs, and problems is documented in a written plan for the arrangement of public spaces in the settlement, along with proposed programs from the community regarding the organization of public spaces in RW 07 (a neighborhood unit) of Kalianyar Subdistrict, Tambora District.
IMPLEMENTATION OF NET-ZERO ENERGY BUILDING CONCEPT IN THE DESIGN FACADE ARCHITECTURE BUILDINGS IN CENTRAL JAVA Ghaasyiyah, Khansa Nur; Gandarum, Dedes Nur; Walaretina, Rita
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Issues relating to conventional energy and environmental sustainability is a hot topic that has been often discussed in today's developing world. Researchers have predicted that in the coming years, numerous non-renewable resources would be scarcer and harder to get access to. This phenomenon would cause a detrimental influence on energy use in the future, resulting in the need for the development of alternative energy resources and implementation of energy conservation energy efficiency policies in every construction design. One of the most essential elements in constructions that have great influence in resolving this problem is the construction facades. Therefore, this research will focus on types of construction facade designs using the NZEB concept approach. The methodology used in this research is analytical descriptive by using case studies that relate to the construction of Net-Zero Energy Building, namely: BCA Academy, ENERPOS, PT. Ungaran Sari Garments, NUS School of Design & Environment 4, dan CIC Zero Carbon Park. The purpose of this research is to identify various types of innovation façade designs of NZEB technologies that could be applied in construction that resides in Central Java considering the area has a tropical climate. This research also proves that construction that resides in warm climates prefers to use technologies that could prevent and reduce the fallout of sun radiation towards its buildings without sacrificing any natural light and takes advantage of the wind to minimalize the usage of frosting energy in buildings.Abstrak Isu mengenai krisis energi konvensional dan kelestarian lingkungan menjadi perhatian khusus yang marak diperbincangkan dalam perkembangan dunia saat ini. Telah diprediksi oleh sejumlah ilmuan bahwa dalam beberapa tahun kedepan, sumber-sumber alam tak terbarukan akan sulit dan langka untuk dikonsumsi. Masalah ini akan menimbulkan dampak yang sangat besar terhadap penggunaan energi di masa depan, sehingga diperlukannya pengembangan teknologi yang dapat menghasilkan sumber-sumber energi alternatif terbarukan dan implementasi kebijakan efisiensi energi di setiap rancangan bangunan. Elemen penting pada bangunan yang memiliki pengaruh besar dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah fasad bangunan. Maka penelitian ini difokuskan pada macam-macam desain fasad bangunan dengan Konsep NZEB. Metodologi yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif analitis dengan menggunakan studi kasus bangunan Net-Zero Energy Building, yaitu gedung BCA Academy, ENERPOS, PT. Ungaran Sari Garments, NUS School of Design & Environment 4, dan CIC Zero Carbon Park. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan berbagai macam inovasi desain fasad teknologi NZEB yang dapat diterapkan pada bangunan di Jawa Tengah yang iklim tropis basah. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa bangunan di daerah beriklim panas lebih menggunakan teknologi yang dapat mencegah atau mengurangi jatuhnya radiasi matahari pada bangunan tanpa mengorbankan pencahayaan alami dan memanfaatkan angin untuk meminimalisir penggunaan energi pendingin pada bangunan.
Sustainable Neighborhood Pada Kawasan Transit Perkotaan (Studi Kasus: Kawasan Blok M - Jakarta) Ariawan, Ariawan; Gandarum, Dedes Nur; Sabatun, Adirahmadi Hi.; Munandar, Sandi Aris
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i1.63451

Abstract

Kawasan Blok M merupakan salah satu kawasan transit perkotaan dengan tingkat kompleksitas aktivitas yang tinggi, ditandai oleh intensitas pergerakan, keberagaman fungsi, serta perannya sebagai simpul transportasi dan pusat kegiatan ekonomi dan sosial. Dalam konteks keberlanjutan perkotaan, kawasan semacam ini tidak dapat dinilai hanya dari kinerja mobilitas, tetapi perlu dipahami sebagai satu kesatuan sistem kawasan atau neighborhood yang mencakup dimensi spasial, sosial, dan lingkungan secara terpadu. Namun, hingga kini, penilaian kawasan transit yang telah terbentuk masih sering dilakukan secara parsial dan belum menggunakan kerangka evaluasi kawasan yang operasional dan berbasis pembacaan spasial internal kawasan. Penelitian ini bertujuan menyusun kerangka penilaian kawasan berkelanjutan yang bersifat sistematis dan aplikatif, serta menerapkannya untuk membaca kondisi keberlanjutan Kawasan Blok M berdasarkan pembagian zona kawasan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui telaah literatur, studi dokumen, dan analisis kondisi eksisting kawasan. Kerangka penilaian disusun berdasarkan tiga aspek utama, yaitu aspek kawasan, infrastruktur, dan bangunan, dengan mengintegrasikan variabel fisik dan non-fisik ke dalam matriks penilaian yang diterapkan pada setiap zona kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keberlanjutan Kawasan Blok M sangat dipengaruhi oleh kualitas konektivitas jalur pejalan kaki, keterpaduan ruang publik dan ruang hijau aktif, efisiensi pengelolaan sumber daya seperti energi dan air, serta kualitas tata kelola kawasan dan perilaku pengguna. Analisis berbasis zonasi memperlihatkan adanya perbedaan karakter, tingkat permasalahan, dan potensi pengembangan pada setiap bagian kawasan, yang menegaskan bahwa keberlanjutan Blok M terbentuk dari keterkaitan antara aspek kawasan, infrastruktur, dan bangunan sebagai satu sistem yang tidak terpisahkan. Kerangka penilaian yang dihasilkan dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai alat bantu untuk membaca kondisi kawasan secara lebih terstruktur sekaligus sebagai dasar perumusan arah penataan kawasan transit perkotaan yang lebih berkelanjutan.
Sustainable Neighborhood in the Kemayoran Sunter Area Sapto Nugroho; Metta Vimalla Shanti; Dedes Nurgandarum
Journal of Social Research Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v5i2.3030

Abstract

The KemayoranSunter area represents the urban transformation in Jakarta, from airport land and industrial landfill to a modern mixeduse center that includes offices, residential, and commercial, but this evolution actually poses complex challenges in achieving sustainable neighborhood status. The study highlights a review of eight dominant dimensions that are the main bottlenecks: water and climate biodiversity, carbon footprints, spatial design, renewable energy, landscape resilience, social justice, and environmental risks. This literature review uses a review approach of scientific journals and other documents to identify the dominant factors of inhibitions, such as post-industrial environmental degradation and socioeconomic imbalances, which are systematically analyzed through the eight-dimensional framework. The goal is to produce a comprehensive evaluation framework, allowing the measurement of the region's performance against global sustainable neighborhood standards while compiling contextual regenerative recommendations. This framework and recommendations are intended for stakeholders including local governments, property developers, and communities as a basis for development considerations, with a focus on holistic transformation towards a healthy, inclusive, and resilient environment, so that the KemayoranSunter Area can become an adaptive urban model in Indonesia