Candra Saka Nusantari
Akademi Analis Farmasi Dan Makanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati, Jl. Pramuka No.27, Kemiling Permai, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35152

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Formulasi Dan Uji Fisik Sediaan Lip Balm dari Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill) sebagai Pelembab Bibir Hayati, Mih; Nusantari, Candra Saka; Shinta, Wulandari
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v7i2.3875

Abstract

Buah alpukat (Persea americana Mill) adalah salah satu tanaman yang banyak tumbuh di berbagai daerah di Indonesia, dan dapat dimanfaatkan dalam bidang kosmetik. Bagian dari buah alpukat yang jarang dimanfaatkan adalah biji alpukat. Biji alpukat mengandung nilai gizi yang tidak kalah dibandingkan dengan bagian daging alpukat, salah satunya adalah kandungan vitamin E yang dimanfaatkan sebagai bahan pelembab. Pada penelitian ini, ekstrak biji buah alpukat akan dimanfaatkan sebagai salah satu komponen penyusun dari pelembab bibir, untuk mengetahui apakah ada pengaruh perbedaan konsentrasi terhadap stabilitas ekstrak biji buah alpukat sebagai lip balm, dan mengevaluasi variasi konsentrasi dengan stabilitas fisik paling baik, dengan variasi 0%, 3%, 6%, 9%. Ekstrak biji buah alpukat dibuat dengan metode homogenisasi (pencampuran), uji sifat fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptik (warna, bau, dan tekstur), uji homogenitas, uji pH, dan uji titik leleh. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa biji buah alpukat dapat dimanfaatkan sebagai pelembab bibir (lip balm) dan memenuhi syarat kestabilan sifat fisik.
Gasing (Gerakan Atasi Stunting) Melalui Inovasi Pangan Lokal Ayam Dan Kelor Untuk Generasi Bebas Stunting Di Pekon Soponyono Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus Nusantari, Candra Saka; Retananingsih, Agustina; Winahyu, Diah Astika; Purnama, Robby Candra; Octonariz, Vito Zhafran
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.23748

Abstract

Permasalahan stunting masih menjadi isu kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tanggamus, khususnya di Pekon Soponyono Kecamatan Wonosobo. Stunting berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, mulai dari gangguan pertumbuhan fisik hingga penurunan kecerdasan. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi tentang pentingnya gizi pada Masyarakat terutama kepada remaja putri dan ibu hamil, serta meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian mengenai stunting di pekon Soponyono. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan kesehatan melalui program Gerakan Atasi Stunting (GASING), Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis protein hewani dan daun kelor yang mudah ditemukan di Pekon Soponyono, pendampingan posyandu, serta kegiatan pendukung lain seperti pemeriksaan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pola gizi seimbang, keterlibatan aktif ibu balita dalam kegiatan posyandu, serta pemanfaatan sumber pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting. Program ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan bagi pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat dalam menurunkan angka stunting serta memperkuat ketahanan kesehatan di tingkat lokal.
FORMULASI DAN UJI ANTIBAKTERI SEDIAAN SABUN MANDI PADAT KOMBINASI MINYAK SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L) DAN LIDAH BUAYA (Aloe vera L) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus Aureus. Sabrina, Fadilah; Winahyu, Diah Astika; Nusantari, Candra Saka
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25550

Abstract

Sabun mandi adalah produk pembersih kulit yang dibuat dari kombinasi natrium dan asam lemak. Pada sediaan sabun mandi padat menggunakan zat aktif minyak serai wangi (Cymbopogon nardus L) dan gel lidah buaya (Alloe vera L). Minyak serai yang memiliki komponen senyawa kimia utama yaitu sitronelol dan geraniol. Lidah buaya yang memiliki komponen senyawa kimia utama yaitu vitamin, mineral, asam amino, enzim, gula, dan asam lemak. Kedua zat aktif yang digunakan memiliki kandugan antibakteri di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memformulasikan sediaan sabun mandi padat dan aktivitas antibakteri Stapylococcus aureus pada kombinasi minyak serai wangi dan gel lidah buaya. Formulasi sediaan sabun mandi padat dibuat bervariasi yaitu F1 (30g), F2 (40g), dan F3 (50g). Sediaan sabun padat diuji organoleptis, pH, uji tinggi busa dan uji aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. Dari hasil penelitian diperoleh minyak serai wangi dan lidah buaya memenuhi syarat mutu sabun padat yang baik berdasarkan SNI 2016 dengan parameter uji organoleptis, pH F0, F1, F2, F3 diperoleh secara berturut-turut 9,0; 9,2; 9,5; 9,9 cm. Tinggi busa pada F0, F1, F2, F3 diperoleh secara berturut-turut 5; 5,5; 5,7; 6 cm dan hasil uji aktivitas antibakteri sabun padat kombinasi minyak serai wangi dan lidah buaya terhadap bakteri Staphylococcus aureus konsentrasi 0, 30, 40, 50 gram dengan zona hambat sebesar 16,9; 18,5; 19,8; 21,3 mm. Sediaan sabun mandi padat memiliki formulasi yang baik dan didalamnya mengandung aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. 
FORMULASI DAN UJI ANTIBAKTERI SEDIAAN SABUN MANDI PADAT KOMBINASI MINYAK SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L) DAN LIDAH BUAYA (Aloe vera L) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus Aureus. Sabrina, Fadilah; Winahyu, Diah Astika; Nusantari, Candra Saka
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25550

Abstract

Sabun mandi adalah produk pembersih kulit yang dibuat dari kombinasi natrium dan asam lemak. Pada sediaan sabun mandi padat menggunakan zat aktif minyak serai wangi (Cymbopogon nardus L) dan gel lidah buaya (Alloe vera L). Minyak serai yang memiliki komponen senyawa kimia utama yaitu sitronelol dan geraniol. Lidah buaya yang memiliki komponen senyawa kimia utama yaitu vitamin, mineral, asam amino, enzim, gula, dan asam lemak. Kedua zat aktif yang digunakan memiliki kandugan antibakteri di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memformulasikan sediaan sabun mandi padat dan aktivitas antibakteri Stapylococcus aureus pada kombinasi minyak serai wangi dan gel lidah buaya. Formulasi sediaan sabun mandi padat dibuat bervariasi yaitu F1 (30g), F2 (40g), dan F3 (50g). Sediaan sabun padat diuji organoleptis, pH, uji tinggi busa dan uji aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. Dari hasil penelitian diperoleh minyak serai wangi dan lidah buaya memenuhi syarat mutu sabun padat yang baik berdasarkan SNI 2016 dengan parameter uji organoleptis, pH F0, F1, F2, F3 diperoleh secara berturut-turut 9,0; 9,2; 9,5; 9,9 cm. Tinggi busa pada F0, F1, F2, F3 diperoleh secara berturut-turut 5; 5,5; 5,7; 6 cm dan hasil uji aktivitas antibakteri sabun padat kombinasi minyak serai wangi dan lidah buaya terhadap bakteri Staphylococcus aureus konsentrasi 0, 30, 40, 50 gram dengan zona hambat sebesar 16,9; 18,5; 19,8; 21,3 mm. Sediaan sabun mandi padat memiliki formulasi yang baik dan didalamnya mengandung aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus.