Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Utilization of Matoa Leaf Extract (Pometia pinnata) in the Formulation of Red Bean Ice Cream as an Antioxidant-Rich Snack Annisa Mayang Soliha; Muhammad Said Ridho; Candra Saka Nusantari
Media Gizi Kesmas Vol 15 No 1 (2026): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2026)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v15i1.2026.76-84

Abstract

Background: Red bean ice cream is a dairy-based product combined with red beans that is widely known and accepted among various age groups in Indonesia. Its protein and fiber content make this ice cream a potential functional food that may promote a healthy lifestyle and reduce the risk of malnutrition. However, low-temperature processing and storage can significantly reduce antioxidant activity, resulting in relatively low levels of antioxidants. Matoa leaves contain flavonoids and steroids with antimicrobial, antifungal, antioxidant, and anticancer activities. Objectives: This study aimed to assess the antioxidant activity, total phenolic content, and organoleptic acceptability of red bean ice cream supplemented with matoa leaf extract. Methods: This study employed an experimental approach using a Completely Randomized Design (CRD). Statistical analyses included one-way analysis of variance (ANOVA), antioxidant activity analysis using the DPPH method, and total phenolic content analysis using the Folin–Ciocalteu method. Organoleptic assessment was conducted using a hedonic test involving 30 semi-trained panelists. Furthermore, the estimated nutritional values were determined using the 2017 Indonesian Food Composition Table (TKPI). Results: The findings demonstrated a significant increase in the antioxidant activity and total phenolic content (p<0.05). Formula F1 was the most favored formulation, although the addition of matoa leaf extract did not significantly influence the organoleptic acceptability. Conclusion: The utilization of Matoa leaf extract has the potential to enhance the quality of functional foods without compromising their sensory properties.
Gasing (Gerakan Atasi Stunting) Melalui Inovasi Pangan Lokal Ayam Dan Kelor Untuk Generasi Bebas Stunting Di Pekon Soponyono Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus Candra Saka Nusantari; Agustina Retananingsih; Diah Astika Winahyu; Robby Candra Purnama; Vito Zhafran Octonariz
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.23748

Abstract

Permasalahan stunting masih menjadi isu kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tanggamus, khususnya di Pekon Soponyono Kecamatan Wonosobo. Stunting berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, mulai dari gangguan pertumbuhan fisik hingga penurunan kecerdasan. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi tentang pentingnya gizi pada Masyarakat terutama kepada remaja putri dan ibu hamil, serta meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian mengenai stunting di pekon Soponyono. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan kesehatan melalui program Gerakan Atasi Stunting (GASING), Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis protein hewani dan daun kelor yang mudah ditemukan di Pekon Soponyono, pendampingan posyandu, serta kegiatan pendukung lain seperti pemeriksaan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pola gizi seimbang, keterlibatan aktif ibu balita dalam kegiatan posyandu, serta pemanfaatan sumber pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting. Program ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan bagi pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat dalam menurunkan angka stunting serta memperkuat ketahanan kesehatan di tingkat lokal.
PENETAPAN KADAR PROTEIN STIK TAHU DAN STIK TEMPE DENGAN MENGGUNAKAN METODE KJELDAHL Lutfia Fadmawati; Diah Astika Winahyu; Candra Saka Nusantari
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23290

Abstract

Protein merupakan salah satu zat gizi makro yang sangat diperlukan oleh manusia, salah satunya yaitu protein nabati. Kelompok protein nabati berasal dari kacang kacangan khususnya kacang kedelai. Olahan yang berasal dari kacang kedelai antara lain tahu dan tempe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein dan tingkat kesukaan pada stik tahu dan stik tempe. Stik dibuat dengan menggunakan tiga formulasi F0 (stik bawang original), F1 (stik tahu) dan F2 (stik tempe). Stik yang dibuat dilakukan uji organoleptik, uji hedonik dan uji kadar protein. Uji kadar protein ditetapkan dengan menggunakan metode kjeldahl, melalui tiga tahap yaitu destruksi, destilasi dan titrasi. Hasil uji organoleptik, stik memiliki bentuk pipih panjang, berwarna kuning kecoklatan, berbau khas stik bawang, rasa gurih dan tekstur renyah. Hasil uji hedonik dinyatakan bahwa stik tahu memiliki tingkat kesukaan lebih tinggi dibandingkan stik tempe dan stik bawang original. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil kadar protein pada F1 5,23%, pada F2 9,69% dan pada F3 9,77%. Stik tahu dan stik tempe memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan stik bawang original. Penelitian ini menunjukkan bahwa stik tahu dan stik tempe memiliki kandungan protein, sehingga dapat dijadikan sebagai inovasi makanan ringan yang bergizi untuk memenuhi kebutuhan protein harian.
FORMULASI DAN UJI ANTIBAKTERI SEDIAAN SABUN MANDI PADAT KOMBINASI MINYAK SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L) DAN LIDAH BUAYA (Aloe vera L) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus Aureus. Fadilah Sabrina; Diah Astika Winahyu; Candra Saka Nusantari
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25550

Abstract

Sabun mandi adalah produk pembersih kulit yang dibuat dari kombinasi natrium dan asam lemak. Pada sediaan sabun mandi padat menggunakan zat aktif minyak serai wangi (Cymbopogon nardus L) dan gel lidah buaya (Alloe vera L). Minyak serai yang memiliki komponen senyawa kimia utama yaitu sitronelol dan geraniol. Lidah buaya yang memiliki komponen senyawa kimia utama yaitu vitamin, mineral, asam amino, enzim, gula, dan asam lemak. Kedua zat aktif yang digunakan memiliki kandugan antibakteri di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memformulasikan sediaan sabun mandi padat dan aktivitas antibakteri Stapylococcus aureus pada kombinasi minyak serai wangi dan gel lidah buaya. Formulasi sediaan sabun mandi padat dibuat bervariasi yaitu F1 (30g), F2 (40g), dan F3 (50g). Sediaan sabun padat diuji organoleptis, pH, uji tinggi busa dan uji aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. Dari hasil penelitian diperoleh minyak serai wangi dan lidah buaya memenuhi syarat mutu sabun padat yang baik berdasarkan SNI 2016 dengan parameter uji organoleptis, pH F0, F1, F2, F3 diperoleh secara berturut-turut 9,0; 9,2; 9,5; 9,9 cm. Tinggi busa pada F0, F1, F2, F3 diperoleh secara berturut-turut 5; 5,5; 5,7; 6 cm dan hasil uji aktivitas antibakteri sabun padat kombinasi minyak serai wangi dan lidah buaya terhadap bakteri Staphylococcus aureus konsentrasi 0, 30, 40, 50 gram dengan zona hambat sebesar 16,9; 18,5; 19,8; 21,3 mm. Sediaan sabun mandi padat memiliki formulasi yang baik dan didalamnya mengandung aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. 
FORMULASI DAN UJI VITAMIN C SEDIAAN SERBUK EFFERVESCENT KOMBINASI KULIT PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca L.) DAN DAUN STEVIA (Stevia Rebaudiana) Selvi Laust Juba; Diah Astika Winahyu; Candra Saka Nusantari
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23296

Abstract

Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) memiliki komposisi zat gizi, salah satunya flavonoid dan antioksidan yang dapat melawan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin C dan mutu fisik dalam sediaan serbuk effervescent ini. Kulit pisang dicuci, dirajang kemudian dikeringkan dengan oven lalu diblender. Sediaan serbuk effervescent ini kemudian dievaluasi mutu fisik berupa uji organoleptis, kadar air, kecepatan alir, sudut diam dan pH. Kemudiaan serbuk effervescent dianalisis kandungan vitamin C menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji organoleptis menunjukan adanya bentuk, warna, aroma dan rasa pada serbuk effervescent ini memenuhi syarat mutu. Didapatkan kadar air pada variasi formula F1, F2 dan F3 dengan kadar 1,47%; 3,09%; 3,20% memenuhi syarat yaitu kurang dari 10%. pH yang didapatkan dalam sediaan ini pada formulasi 1,2 dan 3 yaitu 5,54; 5,11; 5,09 pH dalam sediaan effervescent tergantung pada formula yang digunakan, tetapi pH yang baik yaitu mendekati netral. Kecepatan alir yang didapatkan yaitu pada formulasi 1, 2 dan 3 yaitu 5,56; 5,2; 5,26 g/s memenuhi syarat dengan rentang 4-7 g/s. Sudut diam yang didapatkan pada formulasi 1, 2 dan 3 yaitu 29,08°; 34,54°; 35,86° memenuhi syarat
Formulasi Dan Uji Fisik Sediaan Lip Balm dari Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill) sebagai Pelembab Bibir Mih Hayati; Candra Saka Nusantari; Wulandari Shinta
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v7i2.3875

Abstract

Buah alpukat (Persea americana Mill) adalah salah satu tanaman yang banyak tumbuh di berbagai daerah di Indonesia, dan dapat dimanfaatkan dalam bidang kosmetik. Bagian dari buah alpukat yang jarang dimanfaatkan adalah biji alpukat. Biji alpukat mengandung nilai gizi yang tidak kalah dibandingkan dengan bagian daging alpukat, salah satunya adalah kandungan vitamin E yang dimanfaatkan sebagai bahan pelembab. Pada penelitian ini, ekstrak biji buah alpukat akan dimanfaatkan sebagai salah satu komponen penyusun dari pelembab bibir, untuk mengetahui apakah ada pengaruh perbedaan konsentrasi terhadap stabilitas ekstrak biji buah alpukat sebagai lip balm, dan mengevaluasi variasi konsentrasi dengan stabilitas fisik paling baik, dengan variasi 0%, 3%, 6%, 9%. Ekstrak biji buah alpukat dibuat dengan metode homogenisasi (pencampuran), uji sifat fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptik (warna, bau, dan tekstur), uji homogenitas, uji pH, dan uji titik leleh. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa biji buah alpukat dapat dimanfaatkan sebagai pelembab bibir (lip balm) dan memenuhi syarat kestabilan sifat fisik.
ENGINEERING ZnO/BIOCHAR COMPOSITES FOR ENHANCED PHOTOCATALYTIC PERFORMANCE: MECHANISTIC ELUCIDATION OF TETRACYCLINE DEGRADATION AND UV–VIS SPECTROSCOPY-BASED KINETIC ANALYSIS Saddam Husein; Fatma Aris Setiawan; Candra Saka Nusantari
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 11, No. 01 April (2026) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/analit.v11i01.255

Abstract

Tetracycline contamination in aquatic environments is difficult to remove using conventional treatment methods due to its stable and persistent nature. This study aimed to develop ZnO/Biochar composites and evaluate their photocatalytic activity for tetracycline degradation. Laboratory experiments were conducted by varying catalyst dosage and UV–Vis irradiation time. Tetracycline concentration was monitored using UV–Vis spectrophotometry at 378 nm. Catalyst dosage of 0.5 g provided optimum performance, achieving 84% degradation efficiency after 120 min of irradiation. Increasing catalyst dosage up to the optimum level improved degradation efficiency, whereas excessive amounts reduced effectiveness due to increased turbidity. Kinetic analysis indicated that the degradation followed a pseudo-first-order model with a rate constant of 0.0142 min⁻¹. These findings demonstrate that ZnO/Biochar composites have potential as photocatalytic materials for antibiotic wastewater treatment.
PENETAPAN KADAR PROTEIN STIK TAHU DAN STIK TEMPE DENGAN MENGGUNAKAN METODE KJELDAHL Lutfia Fadmawati; Diah Astika Winahyu; Candra Saka Nusantari
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23290

Abstract

Protein merupakan salah satu zat gizi makro yang sangat diperlukan oleh manusia, salah satunya yaitu protein nabati. Kelompok protein nabati berasal dari kacang kacangan khususnya kacang kedelai. Olahan yang berasal dari kacang kedelai antara lain tahu dan tempe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein dan tingkat kesukaan pada stik tahu dan stik tempe. Stik dibuat dengan menggunakan tiga formulasi F0 (stik bawang original), F1 (stik tahu) dan F2 (stik tempe). Stik yang dibuat dilakukan uji organoleptik, uji hedonik dan uji kadar protein. Uji kadar protein ditetapkan dengan menggunakan metode kjeldahl, melalui tiga tahap yaitu destruksi, destilasi dan titrasi. Hasil uji organoleptik, stik memiliki bentuk pipih panjang, berwarna kuning kecoklatan, berbau khas stik bawang, rasa gurih dan tekstur renyah. Hasil uji hedonik dinyatakan bahwa stik tahu memiliki tingkat kesukaan lebih tinggi dibandingkan stik tempe dan stik bawang original. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil kadar protein pada F1 5,23%, pada F2 9,69% dan pada F3 9,77%. Stik tahu dan stik tempe memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan stik bawang original. Penelitian ini menunjukkan bahwa stik tahu dan stik tempe memiliki kandungan protein, sehingga dapat dijadikan sebagai inovasi makanan ringan yang bergizi untuk memenuhi kebutuhan protein harian.
FORMULASI DAN UJI ANTIBAKTERI SEDIAAN SABUN MANDI PADAT KOMBINASI MINYAK SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L) DAN LIDAH BUAYA (Aloe vera L) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus Aureus. Fadilah Sabrina; Diah Astika Winahyu; Candra Saka Nusantari
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25550

Abstract

Sabun mandi adalah produk pembersih kulit yang dibuat dari kombinasi natrium dan asam lemak. Pada sediaan sabun mandi padat menggunakan zat aktif minyak serai wangi (Cymbopogon nardus L) dan gel lidah buaya (Alloe vera L). Minyak serai yang memiliki komponen senyawa kimia utama yaitu sitronelol dan geraniol. Lidah buaya yang memiliki komponen senyawa kimia utama yaitu vitamin, mineral, asam amino, enzim, gula, dan asam lemak. Kedua zat aktif yang digunakan memiliki kandugan antibakteri di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memformulasikan sediaan sabun mandi padat dan aktivitas antibakteri Stapylococcus aureus pada kombinasi minyak serai wangi dan gel lidah buaya. Formulasi sediaan sabun mandi padat dibuat bervariasi yaitu F1 (30g), F2 (40g), dan F3 (50g). Sediaan sabun padat diuji organoleptis, pH, uji tinggi busa dan uji aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. Dari hasil penelitian diperoleh minyak serai wangi dan lidah buaya memenuhi syarat mutu sabun padat yang baik berdasarkan SNI 2016 dengan parameter uji organoleptis, pH F0, F1, F2, F3 diperoleh secara berturut-turut 9,0; 9,2; 9,5; 9,9 cm. Tinggi busa pada F0, F1, F2, F3 diperoleh secara berturut-turut 5; 5,5; 5,7; 6 cm dan hasil uji aktivitas antibakteri sabun padat kombinasi minyak serai wangi dan lidah buaya terhadap bakteri Staphylococcus aureus konsentrasi 0, 30, 40, 50 gram dengan zona hambat sebesar 16,9; 18,5; 19,8; 21,3 mm. Sediaan sabun mandi padat memiliki formulasi yang baik dan didalamnya mengandung aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. 
FORMULASI DAN UJI VITAMIN C SEDIAAN SERBUK EFFERVESCENT KOMBINASI KULIT PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca L.) DAN DAUN STEVIA (Stevia Rebaudiana) Selvi Laust Juba; Diah Astika Winahyu; Candra Saka Nusantari
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23296

Abstract

Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) memiliki komposisi zat gizi, salah satunya flavonoid dan antioksidan yang dapat melawan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin C dan mutu fisik dalam sediaan serbuk effervescent ini. Kulit pisang dicuci, dirajang kemudian dikeringkan dengan oven lalu diblender. Sediaan serbuk effervescent ini kemudian dievaluasi mutu fisik berupa uji organoleptis, kadar air, kecepatan alir, sudut diam dan pH. Kemudiaan serbuk effervescent dianalisis kandungan vitamin C menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji organoleptis menunjukan adanya bentuk, warna, aroma dan rasa pada serbuk effervescent ini memenuhi syarat mutu. Didapatkan kadar air pada variasi formula F1, F2 dan F3 dengan kadar 1,47%; 3,09%; 3,20% memenuhi syarat yaitu kurang dari 10%. pH yang didapatkan dalam sediaan ini pada formulasi 1,2 dan 3 yaitu 5,54; 5,11; 5,09 pH dalam sediaan effervescent tergantung pada formula yang digunakan, tetapi pH yang baik yaitu mendekati netral. Kecepatan alir yang didapatkan yaitu pada formulasi 1, 2 dan 3 yaitu 5,56; 5,2; 5,26 g/s memenuhi syarat dengan rentang 4-7 g/s. Sudut diam yang didapatkan pada formulasi 1, 2 dan 3 yaitu 29,08°; 34,54°; 35,86° memenuhi syarat