Candra Saka Nusantari
Akademi Analis Farmasi Dan Makanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati, Jl. Pramuka No.27, Kemiling Permai, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35152

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EFEK PENAMBAHAN BUBUK DAUN KENIKIR (COSMOS CAUDATUS KUNTH) TERHADAP KADAR PROTEIN MINUMAN FUNGSIONAL BERBASIS SUSU KAMBING BUBUK Nusantari, Candra Saka; Zulaicha, Annisaa Siti
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 9, No. 02 October (2024) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/analit.v9i02.203

Abstract

One variation of functional beverages that is beneficial for the body is powdered goat milk with the addition of kenikir leaf powder (Cosmos caudatus Kunth). Kenikir leaves not only contain bioactive compounds that act as antioxidants, anti-inflammatory agents, and antimicrobials, but they also have high levels of protein, phenolic compounds, carbohydrates, vitamins, and minerals. Therefore, kenikir leaves are utilized as a component to enhance the protein content in functional beverages. The effect of adding kenikir leaf powder to functional beverages on protein content was assessed using the Kjeldahl method, with sample formulations labeled MF(F0), MF(F1), and MF(F2). The results from the Kjeldahl method showed that the highest protein content was found in the MF(F2) sample at 3.58%, while the MF(F1) sample had a protein content of 3.07%, and the MF(F0) sample had 2.49%. This demonstrates that the addition of kenikir leaves increases the protein content in functional beverages. Keywords: kenikir leaves, functional beverages, protein, goat milk.
FUNCTIONALIZATION MAGNETITE ACTIVATED CARBON COATINNG WITH SILANE AGENT AS ADSORBENT FOR CRYSTAL VIOLET AND METHYL ORANGE DYES Zulaicha, Annisaa Siti; Nusantari, Candra Saka; Setiajaya, Arif
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 9, No. 02 October (2024) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/analit.v9i02.209

Abstract

Indonesia, the largest palm oil producer, produces a very large of palm kernel shell waste. This study aims to optimize utilization of this waste by converting it into activated carbon which has high potential adsorbent. Process   making activated carbon involves carbonization and activation of palm kernel shells, followed by surface modification using   magnetic particles and organosilane triethoxyiphenylsilane (TEPS). Addition of Fe3O4 particles can increase adsorption capacity and facilitate the separation of the adsorbent from the solution after adsorption process. Meanwhile, addition of TEPS compounds increases the number of functional groups on the surface of activated carbon so   can interact more strongly with dye molecules. Characterization using various techniques such as UV-Vis, FTIR, XRD, SEM-EDX, and BET was carried out to analyze changes structure and surface properties of activated carbon after modification. The results of the study can contribute to   development of waste processing technology and production of value-added adsorbent materials.  
Formulasi Dan Uji Fisik Sediaan Lip Balm dari Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill) sebagai Pelembab Bibir Hayati, Mih; Nusantari, Candra Saka; Shinta, Wulandari
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v7i2.3875

Abstract

Buah alpukat (Persea americana Mill) adalah salah satu tanaman yang banyak tumbuh di berbagai daerah di Indonesia, dan dapat dimanfaatkan dalam bidang kosmetik. Bagian dari buah alpukat yang jarang dimanfaatkan adalah biji alpukat. Biji alpukat mengandung nilai gizi yang tidak kalah dibandingkan dengan bagian daging alpukat, salah satunya adalah kandungan vitamin E yang dimanfaatkan sebagai bahan pelembab. Pada penelitian ini, ekstrak biji buah alpukat akan dimanfaatkan sebagai salah satu komponen penyusun dari pelembab bibir, untuk mengetahui apakah ada pengaruh perbedaan konsentrasi terhadap stabilitas ekstrak biji buah alpukat sebagai lip balm, dan mengevaluasi variasi konsentrasi dengan stabilitas fisik paling baik, dengan variasi 0%, 3%, 6%, 9%. Ekstrak biji buah alpukat dibuat dengan metode homogenisasi (pencampuran), uji sifat fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptik (warna, bau, dan tekstur), uji homogenitas, uji pH, dan uji titik leleh. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa biji buah alpukat dapat dimanfaatkan sebagai pelembab bibir (lip balm) dan memenuhi syarat kestabilan sifat fisik.
Gasing (Gerakan Atasi Stunting) Melalui Inovasi Pangan Lokal Ayam Dan Kelor Untuk Generasi Bebas Stunting Di Pekon Soponyono Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus Nusantari, Candra Saka; Retananingsih, Agustina; Winahyu, Diah Astika; Purnama, Robby Candra; Octonariz, Vito Zhafran
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.23748

Abstract

Permasalahan stunting masih menjadi isu kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tanggamus, khususnya di Pekon Soponyono Kecamatan Wonosobo. Stunting berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, mulai dari gangguan pertumbuhan fisik hingga penurunan kecerdasan. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi tentang pentingnya gizi pada Masyarakat terutama kepada remaja putri dan ibu hamil, serta meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian mengenai stunting di pekon Soponyono. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan kesehatan melalui program Gerakan Atasi Stunting (GASING), Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis protein hewani dan daun kelor yang mudah ditemukan di Pekon Soponyono, pendampingan posyandu, serta kegiatan pendukung lain seperti pemeriksaan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pola gizi seimbang, keterlibatan aktif ibu balita dalam kegiatan posyandu, serta pemanfaatan sumber pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting. Program ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan bagi pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat dalam menurunkan angka stunting serta memperkuat ketahanan kesehatan di tingkat lokal.