Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN PODCAST PENDIDIKAN SEBAGAI PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN BAGI GURU DAN SISWA SMA N 1 NGUNTORONADI WONOGIRI Pardyatmoko; Wicaksana, Muhlis Fajar; Harsono
Educate: Journal of Community Service in Education Vol 4 No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/educate.v4i1.5424

Abstract

Era digital saat ini di dunia pendidikan tingkat sekolah menengah atas (SMA) dihadapkan pada sejumlah tantangan yang signifikan. Meskipun teknologi telah membawa perubahan besar dalam cara pembelajaran dilakukan, masih ada kesenjangan dalam penggunaan inovasi dalam proses pengajaran. Banyak guru mengalami kesulitan dalam menyajikan materi pembelajaran yang menarik dan relevan bagi siswa, sementara siswa sering kali menghadapi kesulitan dalam memahami dan mengolah informasi yang diberikan. Seiring dengan mudahnya akses ke teknologi, seperti ponsel cerdas dan internet, minat siswa beralih kepada konten digital yang interaktif dan dinamis. Oleh karena itu, ada kebutuhan yang mendesak untuk menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih inovatif dan menarik, yang dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan efektivitas pengajaran. Pelatihan dalam pembuatan podcast pendidikan menjadi solusi yang penting untuk mengatasi tantangan ini, dengan memberdayakan guru dan siswa SMA untuk menciptakan konten audio yang informatif, kreatif, dan mudah diakses. Hal ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar siswa dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi pelajaran. Pengabdian ini dalam prosesnya berkolaborasi dengan mitra SMA N 1 Nguntoronadi Wonogiri dengan metode pelatihan khusus secara berkala berbasis proyek yang nantinya didapat hasil berupa konten podcast. Kegiatan ini akan menghasilkan luaran berupa artikel ilmiah sebagai dokumentasi video pembelajaran guna perluasan ilmu bagi khasanah pendidikan.
Kesantunan Tindak Tutur Direktif Dialog Film “Insayaallah Sah” Karya Benni Setiawan: Kajian Pragmatik Wahyu Saputra, Aditya Dwi; Saptomo, Sri Wahono; Pardyatmoko
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/fn.v6i2.6723

Abstract

Tindak tutur berorientasi pesan, yaitu bahasa dapat digunakan untuk mempengaruhi orang lain. Oleh karena itu, seseorang dalam berkomunikasi harus memperhatikan Kesantunan berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan tindak tutur direktif dialog film insyaallah sah karya Benni Setiawan. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana pola kesantunan dan bagaimana macam-macam kesantunan tindak tutur direktif dialog film insyaallah sah karya Benni Setiawan. Metode deskriptif ini digunakan untuk mencatat secara teliti dimana semua fenomena kebahasan apa adanya, selanjutnya mendeskripsikan apa adanya hasil dari pengumpulan data yang sebenarnya. Data penelitian ini berupa kesantuan tindak tutur direktif dialog film insyaallah sah karya Benni Setiawan. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah teknik simak, rekam, transkripsi, dan catat. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa: kesantunan tindak tutur direktif dialog film Insyaallah Sah Karya Benni Setiawan, terdapat dua point dalam penelitian ini yaitu poin pertama pola Kesantunan: direktif perintah, direktif permintaan, direktif ajakan, direktif nasehat, direktif larangan, Point kedua macam-macam kesantunan terdapat: masim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim pemufakatan, maksim kesimpatian.
Nilai Pendidikan Lingkungan dalam Buku Teks Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka Muryati, Sri; Musa, Moh Zein; Sudiatmi, Titik; Wicaksana, Muhlis Fajar; Pardyatmoko
KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 1 (2024): Klitika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/klitika.v6i1.4553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai pendidikan lingkungan hidup bagi siswa yang memakai buku Kombi: Kompeten Berbahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas X yang disusun oleh Mafrukhi, dkk. terbitan Erlangga. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan analisis datanya menggunakan analisis isi dengan model interaktif. Langkah analisis datanya yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Penelitian ini menghasilkan simpulan bahwa dalam buku Bahasa Indonesia kurikulum merdeka yang diteliti memberikan penguatan nilai pendidikan lingkungan hidup siswa pemakainya dan terdapat dalam bab teks laporan hasil observasi dan teks eksposisi dalam hal perumusan topik, isi teks, dan kegiatan belajar. Bentuk pendidikan lingkungan hidup berupa kegiatan berbahasa yakni (a) pemberian kesempatan berpikir kritis dalam memecahkan masalah lingkungan, (b) penyelesaian masalah lingkungan hidup secara terpadu dalam aspek politik, sosial, dan budaya, (c) meningkatkan kepekaan pada lingkungan dalam pengetahuan, keterampilan memecahkan masalah, dan klarifikasi nilai, (d) peningkatan wawasan lingkungan hidup pada masalah nasional dan internasional, (e) peningkatan keterampilan menganalisis masalah lingkungan yang timbul ditinjau dari aspek perilaku manusia, dan (f) melakukan kegiatan alternatif menyelesaikan masalah lingkungan. A B S T R A C T This research was intended to describe the evidence of environmental values in a book titled as Kombi: Kompeten Berbahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas X written by Mafrukhi, etc and published by Erlangga. Data accumulation of this qualitative and descriptive study was carried out by using literature review, while data analysis was conducted using content analysis with interactive model. Steps taken to analyze the data are: data collection, data reduction, data presentation, followed by conclusion withdrawal. From this study, there can be concluded that Bahasa Indonesia book by merdeka curriculum does indeed give extra material about environmental values, that can be found in certain chapters such as 'teks laporan hasil observasi' and 'teks eksposisi' in regard to topic formulation, text content, and learning activities. The incorporation of environmental values in the book were mostly took the form of language activities, namely (a) giving chance to think critically to solve an environmental problem, (b) resolve environmental issues in a manner that is integrated in political, social, and cultural aspects, (c) improve student's environment sensibility in terms of knowledge, skills, and problem solving (d) broaden student's environment outlook in terms of national and international problems, (e) improve student's ability to analyze environmental problems that arrise from certain human behaviors and habits, and (f) encourage students to do alternative activities that can reduce environmental problems.
Uncovering the Richness of Local Culture: Utilizing Traditional Wisdom for Teaching Indonesian Language and Literature in the Vuca Era Septiari, Wahyu Dini; Muryati, Sri; Pardyatmoko
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v20i.1372

Abstract

The VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) era presents its own challenges in teaching Indonesian language and literature. The utilization of local wisdom is a potential solution to enrich the learning process. This study aims to explore how to integrate local wisdom in teaching Indonesian language and literature in the VUCA era. The research method used is descriptive qualitative. Data were collected through in-depth interviews with experts in the field of Indonesian language and literature, as well as observation of teaching practices in several educational institutions. The data were analyzed thematically to identify patterns and trends in the use of local wisdom in teaching. The results show that there are various potentials of local wisdom that can be integrated in teaching Indonesian language and literature, such as the exploration of folklore, proverbs, and traditional cultural values. This integration can be done through the development of local wisdom-based teaching materials, the transformation of local wisdom-based literary works, as well as the development of local linguistics and innovation in learning Indonesian language and literature in the VUCA era. This study concludes that the utilization of local wisdom in teaching Indonesian language and literature in the VUCA era can strengthen cultural identity, increase the relevance of learning, and encourage students' creativity and critical thinking skills. This research is expected to provide insights for educational practitioners in developing Indonesian language and literature learning that is responsive to the challenges of the VUCA era.
Ketidaksesuaian Maksim Kuantitas pada Kolom Komentar Berita Online CNN di Instagram Nur Khasanah, Dwi Faradylla; Sri Wahono Saptomo; Pardyatmoko; Sukarno
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The effectiveness of communication in digital discussions still faces various challenges. One of them isin the comment column on social media platforms such as Instagram which is often a space forinconsistencies in the maxim of quantity in communication. This study aims to provide a description ofthe forms of non-compliance with the maxim of quantity in online news commentary as well as thefactors that influence it. The method used in this study is qualitative descriptive. The source of the datacomes from the comment column on the post uploaded on October 20, 2024, the Instagram accountsof @cnnidpolitik and @cnnindonesia. Data collection is carried out purposively through documentationtechniques including the collection of screenshots of the comment column. The data collection stagewith the free reading technique is proficient, and continued with the data recording technique of a sentence that contains a maxim of quantity inconsistency. The results of the study show that non-compliance with the maxim of quantity occurs in the form of information that is too brief, excessive, and irrelevant. The main factors that cause this discrepancy include a lack of awareness of the principles ofeffective communication, emotional influence, and a lack of moderation in online discussions. This research contributes to the study of pragmatics and digital communication, as well as offers insights for media managers in improving the quality of interaction in the digital space.
Initiating the Digitization of Community Literacy Through GEMATI-POKDES I (Gerakan Jumat Literasi – Pojok Desa Menginspirasi) Wicaksana, Muhlis; Pardyatmoko; Sukarno; Sari, Nurratri Kurnia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 3 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v3i5.9243

Abstract

Community service aims to create a Literacy Village at the village level. This community service program is to provide assistance in preparing digital literacy materials for the community in the village through GEMATI-POKDESI (Gerakan Jumat Berliterasi – Pojok Desa Menginspirasi). The purpose of the activity is to provide assistance to cadets in the village environment so that they can develop a culture of community literacy through the management of digitalization of information literacy in the village corner. The method of implementing community service activities is carried out through lectures (socialization of the formation of literacy villages), information editing activities, displaying digital information on the Website. . In addition to being displayed on the Sukoharjo Village website, digital text from Sukoharjo village youth is pasted in the corner of the village. The results of the activities provide social changes in the Sukoharjo Village environment both in the fields of education, lifestyle, and community literacy culture.
Peningkatan Kemampuan Public Speaking bagi Guru dan Siswa SMK Muhammadiyah Watukelir dengan Metode Bermain Peran Septiari, Wahyu Dini; Pardyatmoko; Suparmin, Suparmin; Kusumaningsih, Dewi; Sudiatmi, Titik
Educate: Journal of Community Service in Education Vol 5 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara guru dan siswa di SMK Muhammadiyah Watukeril melalui teknik role-playing. Keterampilan berbicara di depan umum sangat penting dalam pendidikan, karena membantu menyampaikan ide dan informasi dengan percaya diri. Metode role-playing dipilih karena menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Dalam kegiatan ini, siswa dan guru berlatih berbicara di depan umum melalui simulasi berbagai situasi, seperti presentasi, debat, dan dialog. Tujuannya adalah mengurangi ketegangan, meningkatkan keterampilan komunikasi, dan memperkuat kemampuan menyampaikan pesan secara jelas dan persuasif. Simulasi dirancang untuk mewakili berbagai skenario dunia nyata, memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengatasi tantangan berbicara di depan umum. Dengan berlatih dalam suasana yang santai, mereka dapat berbicara dengan percaya diri di hadapan banyak orang. Guru juga terlibat sebagai peserta, sehingga kolaborasi antara guru dan siswa dapat lebih intensif. Guru berperan penting dalam merealisasikan program pelatihan public speaking secara berkelanjutan di sekolah. Dengan penerapan metode ini, keterampilan public speaking siswa dan guru di SMK Muhammadiyah Watukeril diharapkan meningkat, baik dari segi percaya diri, kelancaran, maupun kemampuan menyampaikan pesan secara efektif.