Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Gender and Its Role in Family Education About Kids Friendly Entertainment Jannah, Dejehave Al; Rahmadan, Yanuar
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION, Volume 5 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v5i1.1897

Abstract

The development of information technology is one of the advances of the times that cannot be denied, especially the COVID-19 pandemic has also encouraged the use of information technology among children as a new method of school learning. Supervision and education should be carried out to minimize exposure to negative content that is not age appropriate. This research comes with two main goals. First, find out whether supervision and education regarding children’s entertainment has been carried out, especially in Sunter Agung and Warakas sub-districts. Second, knowing which gender has the dominant role in carrying out that role. Considering that Indonesia's social and cultural conditions have long recognized the division of roles between men and women which originates from the idea of patriarchy. This research uses mixed research methods, qualitative and quantitative methods. The research results show that monitoring of gadget use has been carried out by involving a third side, in this case an age restriction algorithm to replace the role of parents. The gender that plays the dominant role in monitoring gadget use is women or mothers. This is based on two reasons. First, women are considered to spend more time interacting with children, especially those who work as housewives. Meanwhile, fathers don't interact much with their children because they work outside the home. Second, women are considered to have feminine qualities, such as patience and perseverance, which are considered better in educating children.
Penguatan Kapasitas Karang Taruna melalui Program Pengelolaan Bank Sampah untuk Masyarakat yang Berkelanjutan Lina, Herlina Muzanah Zain; Yanuar Rahmadan; Bobby Reza; Nayla Olivia Detyanti; Ijtafarukal Valent Khameini
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 6 No. 4 (2025): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v6i4.1064

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di wilayah perkotaan memerlukan pendekatan inovatif yang melibatkan peran aktif masyarakat. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berjudul “Penguatan Kapasitas Karang Taruna melalui Program Pengelolaan Bank Sampah untuk Masyarakat yang Berkelanjutan” bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan Karang Taruna Langgar melalui penerapan teknologi tepat guna dan digitalisasi dalam sistem pengelolaan bank sampah berbasis masyarakat. Mitra dipilih karena memiliki potensi sosial yang kuat, namun menghadapi kendala pada aspek manajerial, pengetahuan kelembagaan, dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan lingkungan. Kegiatan dilaksanakan melalui lima tahapan utama, yaitu survei lokasi dan identifikasi masalah, sosialisasi pendirian bank sampah, pelatihan digitalisasi pengelolaan, penerapan teknologi penghancur sampah plastik, serta pendampingan dan evaluasi. Metode pelaksanaan bersifat partisipatif, menekankan pada transfer pengetahuan dan penerapan teknologi tepat guna. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas teknis dan manajerial mitra. Karang Taruna mampu menyusun struktur organisasi dan AD/ART Bank Sampah, mengoperasikan situs web pengelolaan digital melalui https://banksampahlanggar.com, serta mengelola mesin pencacah plastik secara mandiri. Program ini menghasilkan dua bentuk inovasi utama, yakni teknologi hard berupa mesin pencacah plastik dan teknologi soft berupa sistem digital manajemen bank sampah. Dampak kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan mitra yang sangat tinggi serta peningkatan efisiensi operasional melalui integrasi sistem digital. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini berhasil memperkuat kapasitas kelembagaan Karang Taruna, meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat, serta menghasilkan model pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di komunitas lain.
KERJA SAMA INDIA DENGAN UNI EROPA MELALUI KEMITRAAN ENERGI BERSIH DAN IKLIM DALAM MENDORONG TRANSISI ENERGI DI INDIA Marpuah, Marpuah; Rahmadan, Yanuar
Aliansi Vol 5, No 1 (2026): Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/aliansi.v5i1.69366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kerja sama India–Uni Eropa melalui India–EU Clean Energy and Climate Partnership (CECP) dalam mendorong transisi energi di India. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap dokumen resmi pemerintah India dan Uni Eropa, laporan organisasi internasional, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan dan menafsirkan informasi untuk memahami bentuk implementasi serta kontribusi CECP terhadap kebijakan energi bersih di India. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi CECP dijalankan melalui empat mekanisme utama, yaitu dialog kebijakan, dukungan teknis, transfer pengetahuan, dan penguatan kapasitas institusional. Kerja sama ini berkontribusi pada peningkatan kapasitas kebijakan dan tata kelola energi bersih di India, khususnya dalam bidang efisiensi energi dan pengembangan energi terbarukan. Meskipun belum berdampak langsung pada perubahan bauran energi secara signifikan, CECP berperan sebagai instrumen fasilitatif yang mendukung transisi energi India secara bertahap dan berkelanjutan. This study aims to analyze the implementation of cooperation between India and the European Union through the India–EU Clean Energy and Climate Partnership (CECP) in promoting India’s energy transition. This research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical design. Data were collected through a literature review of official documents from the Indian government and the European Union, reports from international organizations, and relevant academic journal articles. Data analysis was conducted by categorizing and interpreting information to examine the forms of implementation and the contribution of CECP to India’s clean energy policies. The findings indicate that CECP is implemented through four main mechanisms: policy dialogue, technical assistance, knowledge transfer, and institutional capacity building. This partnership contributes to strengthening policy capacity and clean energy governance in India, particularly in energy efficiency and renewable energy development. Although it has not yet significantly altered India’s energy mix, CECP functions as a facilitative instrument that supports a gradual and sustainable energy transition. 
Impact Analysis of the Israel-Hezbollah Conflict on the Security of Lebanese Civil Society: A Case Study of the 2024 Beeper Explosion in South Lebanon Aullya Ananda Putri; Yanuar Rahmadan
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v14i2.3316

Abstract

Israel and Hezbollah have been in conflict since 1982, followed by another conflict in 2006. In 2024, there was a pager explosion in Lebanon, with Israel reportedly behind it, placing explosives in pagers and walkie talkie communication devices used by Hezbollah members. This research uses a qualitative research method with a descriptive approach to analyze the impact of the 2024 pager explosions in Lebanon on the security of civilians in Southern Lebanon. Using the Human Security Theory, this study discusses the human rights of individuals and the legal basis in armed conflict. This research shows that the security of civilians in Lebanon is   threatened in the occurance of pagers and walkie talkie explosions. individuals have been granted on their human rights through various human rights legal frameworks, although in reality violations continually occur especially during conflicts, hence human security could not be fully ensured.Konflik antara Israel dan Hezbollah telah berlangsung sejak tahun 1982, kemudian berlanjut dengan konflik berikutnya pada tahun 2006. Pada tahun 2024, terjadi ledakan pager di Lebanon, di mana Israel diduga bertanggung jawab dengan menempatkan bahan peledak pada pager dan perangkat komunikasi walkie talkie yang digunakan oleh anggota Hezbollah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menganalisis dampak ledakan pager 2024 di Lebanon terhadap keamanan masyarakat sipil di Lebanon Selatan. Dengan menggunakan Teori Keamanan Manusia, studi ini membahas hak asasi individu dan dasar hukum dalam konflik bersenjata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keamanan masyarakat sipil di Lebanon terancam akibat ledakan pager dan perangkat komunikasi tersebut. Meskipun hak asasi manusia telah dijamin melalui berbagai kerangka hukum hak asasi manusia, pelanggaran terus terjadi, terutama selama masa konflik, sehingga keamanan manusia tidak dapat sepenuhnya terjamin.
Kebijakan Indonesia Menjadi Anggota Financial Action Task Force (FATF) Sebagai Kebijakan yang Rasional Khilda Luqyana Arifin; Yanuar Rahmadan
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v13i3.3070

Abstract

Indonesia's full membership in the Financial Action Task Force (FATF) occurred at the end of the FATF Plenary Session on October 27, 2023, in Paris, France. Indonesia's acceptance as the 40th member of the FATF results from a long road traveled over the years and is an international recognition of Indonesia's efforts in combating money laundering and terrorism financing. FATF is an important forum for Indonesia to be understood as a safe investment country and a supporting factor for the standard context of countries in establishing business relations with the international community. This research analyzes Indonesia's interest in becoming a full member of the FATF which can be explained based on national interest theory and rational choice theory using literature-based data collection techniques. Despite the costs of membership and obligations, Indonesia's decision to become a full member of the FATF is considered appropriate because it can improve the integrity of the financial system, strengthen its position in the global economy, and have a positive reputation internationally.Keanggotaan penuh Indonesia di Financial Action Task Force (FATF) terjadi pada akhir Sidang Pleno FATF pada 27 Oktober 2023 di Paris, Prancis. Diterimanya Indonesia sebagai anggota ke-40 FATF merupakan hasil dari jalan panjang yang telah dilalui selama bertahun-tahun dan merupakan pengakuan internasional atas upaya Indonesia dalam memerangi pencucian uang dan pendanaan terorisme. FATF merupakan forum penting agar Indonesia dapat dipahami sebagai negara investasi yang aman dan faktor pendukung untuk standar konteks negara-negara dalam menjalin hubungan bisnis dengan dunia internasional. Penelitian ini menganalisis kepentingan Indonesia untuk menjadi anggota penuh di FATF yang dapat dijelaskan berdasarkan teori kepentingan nasional dan teori pilihan rasional dengan menggunakan teknik pengumpulan data berbasis literatur. Meskipun terdapat biaya keanggotan dan kewajiban, keputusan Indonesia menjadi anggota penuh FATF dinilai tepat karena dapat meningkatkan integritas sistem keuangan, memperkuat posisi dalam perekonomian global, dan reputasi positif di dunia internasional.
Strategi Diversifikasi Energi Uni Eropa Pasca Krisis Ukraina melalui REPowerEU Yanuar Rahmadan; Faurezi Samudra; Farid Ramadhony
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gij.v11i1.9348

Abstract

Eskalasi konflik Rusia-Ukraina pada Februari 2022 telah memicu krisis di Kawasan Eropa, termasuk mengancam keamanan energi negara-negara anggota Uni Eropa yang telah lama bergantung pada pasokan energi dari luar kawasan Eropa. Sebagai respon atas eskalasi konflik tersebut, Uni Eropa mengeluarkan paket kebijakan REPowerEU untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dari Rusia serta untuk memperkuat ketahanan energi kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas strategi diversifikasi energi Uni Eropa melalui paket kebijakan REPowerEU hingga tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan kerangka perspektif neorealisme dan konsep keamanan energi. Hasil analisis menunjukkan bahwa Uni Eropa berhasil mengurangi ketergantungannya pada energi fosil dari Rusia melalui diversifikasi impor energi, terutama liquefied natural gas (LNG) dari Amerika Serikat dan melalui upaya percepatan transisi energi terbarukan. Meskipun demikian, kondisi ini turut menciptakan bentuk ketergantungan dan resiko baru, seperti volatilitas pasar LNG global, peningkatan biaya energi industri, ketergantungan terhadap teknologi energi bersih pada Tiongkok, serta munculnya potensi meningkatnya anggaran melalui paket kebijakan ReArm Europe.