Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Kedudukan Hukum dalam Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan di Indonesia Nasir, Melisa; Khoiriyah, Elmi; Pamungkas, Bagus Priyono; Hardianti, Inas; Zildjianda, Raesitha
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almanhaj.v5i1.2084

Abstract

The purpose of law itself includes three values, namely, the value of justice, expediency, and legal certainty. But unfortunately, actual practice in the world of law often does not emphasize all values ​​and tends to forget one importance. Therefore, an understanding has arisen that justice is the most critical value in direction. The purpose of this paper is to find out the concept of justice in the rule of law in Indonesia and describe the position of law that can create an ideal legal system in Indonesia so that the context of the welfare State Can Be Realized. The research method used is a descriptive analysis which leads to normative juridical research, namely research conducted by referring to legal norms, namely examining library materials or secondary materials. Secondary data by processing data from primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The role of the law in realizing people's welfare must be seen in the fabric of the law in the moral integrity of law enforcement officials.
PEMBERDAYAAN ADMINISTRASI PUBLIK GUNA PELAYANAN MASYARAKAT DI KAMPUNG BUMI DIPASENA SEJAHTERA KECAMATAN RAWAJITU TIMUR KABUPATEN TULANG BAWANG PROVINSI LAMPUNG Herlambang, Dian; Malagano, Tahura; Zildjianda, Raesitha; Aziz, Muhammad Abdul
Jurnal Pengabdian UMKM Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Pusat Studi UMKM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jpu.v2i2.41

Abstract

Pemberdayaan ini bertujuan untuk membantu aparatur kampung dalam hal Administrasi Publik dengan memanfaatkan sistem informasi berbasis teknologi yang sudah menjadi kebutuhan kampung Bumi Dipasena Sejahtera dengan menyediakan perangkat pendukung yang memadai, dan peningkatan kemampuan aparatur kampung guna pelayanan masyarakat yang lebih baik. Permasalahan yang dihadapi adalah keterbatasan perangkat pendukung, dan keterbatasan kemampuan aparatur kampung dalam penggunaan dan pengelolaan teknologi informasi, Solusi yang ditawarkan adalah pemberian perangkat komputer, dan dilakukan pelatihan, serta pendampingan dalam rangka tercipta keterampilan baru baik berupa softskill maupun hardskill untuk menunjang saat pelayanan desa yang bersifat administratif dan teknologi informasi. Metode kegiatan yang dilaksanakan adalah pengadaan peralatan, sosialisasi dan pelatihan penggunaan alat, pelaksanaan kegiatan dan pengawasan kegiatan, serta evaluasi.
Analysis of Cyberbullying Among Students: a Legal Perspective in Indonesia Herlambang, Dian; Zildjianda, Raesitha; Brajannoto, Destoprani
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Special Edition: Renaisans 1st International Conference of Social Studies
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v1i.19134

Abstract

Cyberbullying has become a global phenomenon that occurs not only in Indonesia but also in various other countries, so it is a common concern to find solutions to overcome it, mainly because the majority of victims are children. Unfortunately, there are still many countries in the world that do not have specific policies or regulations to deal with cyberbullying. Therefore, preventive measures need to be designed immediately so that children do not become more victims of advances in information technology. This study uses a normative legal research method. The problem that is formulated is how cyberbullying occurs among students in Indonesia and how it is viewed from a legal point of view in Indonesia. According to research conducted by the Center of Digital Society in 2021, 45.35% of 3,077 junior high and high school students were victims of cyberbullying, while 38.41% were perpetrators. In addition, according to UNICEF data from 2022, 45.35% of 2,777 Indonesian students reported having experienced cyberbullying. Despite this, research conducted over the past few years in two European countries indicates that Romania has the highest rate of cyberbullying among remaja, at 37.3%. Other countries in the background are Poland (21.5%) and Greece (28%). Cyberbullying is illegal in Indonesia under Law No. 11 of 2008 about Information and Electronic Transactions (UU ITE). Provisions regarding insults and defamation were regulated in Article 310 of the Criminal Code, paragraphs (1) and (2), but according to Constitutional Court Decision No. 50/PUU-VI/2008, in 2016, Law No. 19 of 2016, an amendment to Law No. 11 of 2008, cyberbullying is legally prohibited.
Implementation of the Principle of Non-Refugee in Handling Rohingya Refugees in Indonesia Zildjianda, Raesitha; Santriana, Santriana; Nurul Atika , Biyes
Civic Education Perspective Journal Vol 5 No 1 (2025): Civic Education Perspective Journal
Publisher : Citizenship Education, Faculty of Education, Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/cepj.v5i1.41844

Abstract

Rohingya refugees face significant legal uncertainty regarding their status in Indonesia. One of the main issues faced is the implementation of the principle of non-refoulement, which is an international principle that prohibits a country from returning refugees to their home country if they are at risk of torture, inhumane treatment, or the death penalty. This principle is stated in the 1951 Refugee Convention and its 1967 Protocol, which protects refugees worldwide. The methodology of this research is based on a normative legal research approach. This research will also explore the obstacles and constraints to implementing the Principle of Non-Refulement for Rohingya Refugees in Indonesia and the role of international institutions in supporting the implementation of the Principle of Non-Refulement in Indonesia. Indonesia has a relatively weak implementation of the principle of non-refoulement because until now, Indonesia has not ratified the 1951 Refugee Convention and its 1967 Additional Protocol.On the other hand, Indonesia has not made the refugee issue a top priority in state policy. The support of international institutions in supporting the implementation of the non-refoulement principle in Indonesia is vital. Although Indonesia does not yet have comprehensive legal regulations on refugees, global institutions such as UNHCR, IOM, and other non-governmental organizations play an essential role as partners in helping the Indonesian government implement better policies on refugee protection. With technical assistance, advocacy, and funding, international institutions can help Indonesia fulfill its international obligations more effectively and ensure that refugees in Indonesia receive protection by the principle of non-refoulement
ANALISIS HUKUM PERDAGANGAN ORGAN MANUSIA SEBAGAIKEJAHATAN LINTAS NEGARA : STUDI KASUS SINDIKAT PENJUALAN GINJAL WNI KE KAMBOJA Santriana; Zildjianda, Raesitha; Atika, Biyes Nurul
Keadilan : Jurnal Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang Vol 23 No 3 (2025): Keadilan
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/2arr4c22

Abstract

Perdagangan organ tubuh manusia merupakan bentuk kejahatan yang bersifat serius yang semakin marak terjadi di berbagai wilayah di dunia, termasuk di kawasan Asia Tenggara salah satunya yaitu di wilayah Indonesia. Artikel ini menganalisis dari perspektif hukum internasional terhadap perdagangan organ manusia sebagai kejahatan lintas negara melalui studi kasus sindikat penjualan ginjal Warga Negara Indonesia (WNI) ke Kamboja. Kasus sindikat penjualan ginjal warga negara Indonesia (WNI) ke Kamboja yang terbongkar pada tahun 2023 mengungkap adanya praktik eksploitasi organ tubuh manusia yang melibatkan jaringan transnasional terorganisir, termasuk oknum aparat negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kasus tersebut dalam kerangka hukum internasional berdasarkan United Nations Convention against Transnational Organized Crime (UNCATOC) dan Protokol Tambahannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian yuridis normatif yaitu menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Berdasarkan hasil penelitian, perdagangan organ tubuh manusia dalam studi kasus sindikat penjualan ginjal WNI ke Kamboja telah memenuhi karakteristik sebagai kejahatan lintas negara, sehingga menimbulkan kewajiban bagi Indonesia untuk melakukan pencegahan, penindakan, serta menjalin kerja sama lintas negara dalam upaya penanggulangannya. Kendati demikian, kelemahan dalam regulasi khusus serta kurangnya koordinasi antar lembaga terkait masih menjadi hambatan utama dalam penegakan hukum. Oleh karena itu, diperlukan upaya harmonisasi antara hukum nasional dengan ketentuan hukum internasional, disertai dengan penguatan kerja sama internasional sebagai langkah strategis dalam menghadapi permasalahan tersebut. Kata Kunci: Perdagangan Organ Manusia, Kejahatan Lintas Negara, Hukum Internasional, UNCATOC.  
ANALISIS HUKUM PERDAGANGAN ORGAN MANUSIA SEBAGAIKEJAHATAN LINTAS NEGARA : STUDI KASUS SINDIKAT PENJUALAN GINJAL WNI KE KAMBOJA Santriana; Zildjianda, Raesitha; Atika, Biyes Nurul
Keadilan : Jurnal Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang Vol 23 No 3 (2025): Keadilan
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/2arr4c22

Abstract

Perdagangan organ tubuh manusia merupakan bentuk kejahatan yang bersifat serius yang semakin marak terjadi di berbagai wilayah di dunia, termasuk di kawasan Asia Tenggara salah satunya yaitu di wilayah Indonesia. Artikel ini menganalisis dari perspektif hukum internasional terhadap perdagangan organ manusia sebagai kejahatan lintas negara melalui studi kasus sindikat penjualan ginjal Warga Negara Indonesia (WNI) ke Kamboja. Kasus sindikat penjualan ginjal warga negara Indonesia (WNI) ke Kamboja yang terbongkar pada tahun 2023 mengungkap adanya praktik eksploitasi organ tubuh manusia yang melibatkan jaringan transnasional terorganisir, termasuk oknum aparat negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kasus tersebut dalam kerangka hukum internasional berdasarkan United Nations Convention against Transnational Organized Crime (UNCATOC) dan Protokol Tambahannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian yuridis normatif yaitu menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Berdasarkan hasil penelitian, perdagangan organ tubuh manusia dalam studi kasus sindikat penjualan ginjal WNI ke Kamboja telah memenuhi karakteristik sebagai kejahatan lintas negara, sehingga menimbulkan kewajiban bagi Indonesia untuk melakukan pencegahan, penindakan, serta menjalin kerja sama lintas negara dalam upaya penanggulangannya. Kendati demikian, kelemahan dalam regulasi khusus serta kurangnya koordinasi antar lembaga terkait masih menjadi hambatan utama dalam penegakan hukum. Oleh karena itu, diperlukan upaya harmonisasi antara hukum nasional dengan ketentuan hukum internasional, disertai dengan penguatan kerja sama internasional sebagai langkah strategis dalam menghadapi permasalahan tersebut. Kata Kunci: Perdagangan Organ Manusia, Kejahatan Lintas Negara, Hukum Internasional, UNCATOC.  
Kedudukan Hukum dalam Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan di Indonesia Nasir, Melisa; Khoiriyah, Elmi; Pamungkas, Bagus Priyono; Hardianti, Inas; Zildjianda, Raesitha
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almanhaj.v5i1.2084

Abstract

The purpose of law itself includes three values, namely, the value of justice, expediency, and legal certainty. But unfortunately, actual practice in the world of law often does not emphasize all values ​​and tends to forget one importance. Therefore, an understanding has arisen that justice is the most critical value in direction. The purpose of this paper is to find out the concept of justice in the rule of law in Indonesia and describe the position of law that can create an ideal legal system in Indonesia so that the context of the welfare State Can Be Realized. The research method used is a descriptive analysis which leads to normative juridical research, namely research conducted by referring to legal norms, namely examining library materials or secondary materials. Secondary data by processing data from primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The role of the law in realizing people's welfare must be seen in the fabric of the law in the moral integrity of law enforcement officials.