Jonathan, Ricky
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Development of Front-End Web Applications Utilizing Single Page Application Framework and React.js Library Jonathan, Ricky; Suprihadi
International Journal Software Engineering and Computer Science (IJSECS) Vol. 3 No. 3 (2023): DECEMBER 2023
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijsecs.v3i3.1943

Abstract

In an era marked by rapid technological advancements, the impact of these developments is profoundly significant, particularly in the context of the ubiquity and indispensability of the internet. Motivated by this modern landscape, this study focuses on employing the Single Page Application (SPA) technique for the development of the Mbantu website. Central to this research is the utilization of the React.js library. The methodology encompasses several key phases: a comprehensive literature review, thorough analysis of the problem domain, design and prototyping, and the implementation of React.js for front-end development. The application of the SPA technique is observed to offer notable benefits for developers, including enhanced efficiency and time savings in the web development process. The findings presented in the Results and Discussion section demonstrate that the incorporation of React.js substantially contributes to the development of Mbantu's front-end architecture. Rigorous unit testing is performed on each component to ensure robustness and error minimization. The study concludes with suggestions for future research aimed at expanding the Mbantu web application's feature set to further improve user experience.
IMPLEMENTASI KONSELING FITRAH SEBAGAI PENDEKATAN PENGEMBANGAN MINAT DAN BAKAT SISWA SEKOLAH DASAR Rambe, Malim Soleh; Dela, Vitria Larseman; Syaputra, Adi; Harahap, Eli Marlina; Siregar, Azijah Tussolihah; Jonathan, Ricky
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 01 (2026): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2026.v11i01.91-98

Abstract

Pengembangan minat dan bakat siswa sekolah dasar merupakan aspek penting dalam membangun motivasi belajar berkelanjutan dan perkembangan peserta didik secara holistik. Namun, banyak sekolah dasar belum memiliki layanan bimbingan konseling yang terstruktur untuk mendukung pengembangan potensi siswa sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi konseling fitrah sebagai pendekatan pengembangan minat dan bakat siswa kelas IV–VI di SD Muhammadiyah Hutalambung, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif dikumpulkan melalui desain one group pretest–posttest menggunakan angket minat dan bakat yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan melibatkan 60 siswa. Data kualitatif diperoleh melalui observasi pembelajaran, wawancara semi-terstruktur dengan guru kelas dan guru pamong, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor minat dan bakat siswa setelah implementasi konseling fitrah (p 0,001) dengan nilai N-Gain sebesar 0,52 yang berada pada kategori sedang. Temuan kualitatif menguatkan hasil tersebut melalui peningkatan kesadaran diri siswa terhadap minatnya, kepercayaan diri dalam mengekspresikan potensi, serta konsistensi keterlibatan dalam aktivitas yang diminati. Integrasi teknik konseling Islami seperti bil hikmah, mauizha hasanah, tabayyun, dan mujadalah dalam pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler terbukti mendukung proses pengembangan potensi siswa secara kontekstual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konseling fitrah merupakan pendekatan yang efektif dan relevan untuk pengembangan minat dan bakat siswa sekolah dasar, khususnya pada sekolah yang belum memiliki layanan bimbingan dan konseling formal.