Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

BIROKRASI SIPIL DAN MILITER: DOMINASI AKTOR MILITER DALAM TUBUH KEMENTERIAN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA Pebriawan, Genta Dwi; Alim, Khoirul; Fatmawati, Maulida Puteri; Toyib, Mochammad
JURNAL ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/juispol.v3i2.3481

Abstract

Penulisan dari artikel ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dari birokrasi militer di Indonesia khususnya pada Departemen Kementrian Pertahanan (Kemenhan). Dan dalam proses penyusunannya terinspirasi dari sebuah jurnal karya Yusa Djuyandi dan Muhammad Gufran Ghazian yang menyoroti banyaknya pensiunan atau bahkan yang masih bekerja pada wilayah militer masuk dalam stuktural lembaga negara, dan yang menjadi obyek dalam penelitian tersebut adalah Kemenhan. Namun dalam pembahasan artikel ini mengambil sub materi mengenai bentuk tatanan pada Kemenhan dan birokrasi militer di Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan secara studi literatur dengan mengumpulkan dokumen-dokumen literasi dari berbagai bentuk seperti jurnal, e-book, website yang telah dikomparasikan sehingga menemukan hasil data yang bisa digunakan untuk penyusunan artikel ini. Temuan dalam artikel ini meskipun dalam struktur kepemimpinan di Kemenhan terdapat banyak alumni dari militer namun tidak mengindikasikan bahwa lingkup yang tercipta pada lingkungan Kemenhan bersifat kaku dan keras seperti lingkungan militer. Pada struktur badan Kemenhan memiliki bentuk yang telah ditetapkan sesuai dengan keputusan oleh pemerintah yang menjabat saat itu dan bisa berubah sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Untuk saat ini fungsi Kemenhan adalah sebagai kordinator dalam wilayah pertahanan negara yang bertanggung jawab langsung kepada presiden, menyediakan dan menetapkan segala hal dan kebutuhan dari angkatan bersenjata Indonesia dalam menjaga pertahanan negara.Kata Kunci: birokrasi, birokrasi militer, dwifungsi ABRI
Perencanaan (Takhtith) dalam Islam: Konsep, Unsur, dan Fungsinya Alim, Khoirul; Anggi, M Said; Ansori, Ansori; Anwar, Kasful; Yusup, Muhammad
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): March
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v3i1.310

Abstract

Perencanaan (takhtith) merupakan aspek fundamental dalam kehidupan dan manajemen, terutama dalam Islam yang menekankan keseimbangan antara dunia dan akhirat. Konsep perencanaan dalam Islam didasarkan pada prinsip-prinsip yang tercermin dalam Al-Qur’an, Hadis, serta literatur manajemen pendidikan Islam. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis untuk mengeksplorasi bagaimana perencanaan dalam Islam memiliki dasar teologis yang kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan tidak hanya mencakup aspek teknis dalam manajemen, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang menekankan niat, ketakwaan, dan evaluasi diri. Beberapa unsur utama dalam perencanaan meliputi tujuan yang jelas, perumusan program, dan evaluasi berkelanjutan. Fungsi perencanaan dalam Islam juga berperan dalam pengelolaan sumber daya, peningkatan efisiensi, serta sebagai bentuk tanggung jawab kelembagaan. Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian hasil di dunia, tetapi juga mempertimbangkan nilai-nilai spiritual sebagai bagian dari manajemen yang lebih efektif. Perencanaan yang sejalan dengan prinsip Islam berpotensi meningkatkan efektivitas pengelolaan dalam berbagai aspek kehidupan.
EVALUATION OF ISLAMIC EDUCATION CURRICULUM Fathoni, Wildan; Alim, Khoirul; Yennizar N; Latif , Muhktar
Al-Mubin Jurnal Ilmiah Islam
Publisher : Department of Research and Community Service at the Ummul Quro Al-Islami Bogor Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/almubin.v8i2.2036

Abstract

This article explores the strategic importance of curriculum evaluation in Islamic education, particularly in the face of global challenges and the digital era. Using a qualitative library research approach, the study discusses four main focuses: the definition of curriculum evaluation, various evaluation models, the implementation of curriculum evaluation in Islamic education, and the core tasks and functions of the curriculum itself. The findings highlight that curriculum evaluation is not only about assessing the effectiveness of learning materials, but also about integrating Islamic values with scientific and technological advancements. Systematic and continuous evaluation is essential to ensure the curriculum remains relevant, adaptive, and capable of producing graduates who are knowledgeable, have strong character, and are ready to face global challenges. The article concludes that effective curriculum evaluation is a strategic instrument for improving the quality of Islamic education in Indonesia, especially in responding to the demands and opportunities of the digital age
Perencanaan (Takhtith) dalam Islam: Konsep, Unsur, dan Fungsinya Alim, Khoirul; Anggi, M Said; Ansori, Ansori; Anwar, Kasful; Yusup, Muhammad
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): March
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v3i1.310

Abstract

Perencanaan (takhtith) merupakan aspek fundamental dalam kehidupan dan manajemen, terutama dalam Islam yang menekankan keseimbangan antara dunia dan akhirat. Konsep perencanaan dalam Islam didasarkan pada prinsip-prinsip yang tercermin dalam Al-Qur’an, Hadis, serta literatur manajemen pendidikan Islam. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis untuk mengeksplorasi bagaimana perencanaan dalam Islam memiliki dasar teologis yang kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan tidak hanya mencakup aspek teknis dalam manajemen, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang menekankan niat, ketakwaan, dan evaluasi diri. Beberapa unsur utama dalam perencanaan meliputi tujuan yang jelas, perumusan program, dan evaluasi berkelanjutan. Fungsi perencanaan dalam Islam juga berperan dalam pengelolaan sumber daya, peningkatan efisiensi, serta sebagai bentuk tanggung jawab kelembagaan. Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian hasil di dunia, tetapi juga mempertimbangkan nilai-nilai spiritual sebagai bagian dari manajemen yang lebih efektif. Perencanaan yang sejalan dengan prinsip Islam berpotensi meningkatkan efektivitas pengelolaan dalam berbagai aspek kehidupan.
Program Hubungan Masyarakat dalam Membangun Citra dan Kepercayaan Publik di Lembaga Pendidikan Alim, Khoirul; Yanti, Rika Putri; Aprianto, Iwan; Mahdayeni, Mahdayeni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5611

Abstract

Program Hubungan Masyarakat (humas) memiliki peran strategis dalam membangun citra positif dan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas yang semakin tinggi. Lembaga pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai penyelenggara proses pembelajaran, tetapi juga sebagai institusi publik yang harus mampu menjalin hubungan harmonis dengan berbagai pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual peran program humas dalam membangun citra dan kepercayaan publik di lembaga pendidikan melalui pemahaman konsep dasar, tujuan, serta peran dan fungsi humas. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah relevan yang membahas humas dan komunikasi organisasi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa program humas yang dirancang secara sistematis, berbasis komunikasi dua arah, serta berorientasi pada kepentingan publik mampu meningkatkan citra kelembagaan dan memperkuat kepercayaan masyarakat. Tujuan utama program humas di lembaga pendidikan tidak hanya sebatas penyampaian informasi, tetapi juga mencakup pembangunan relasi, pengelolaan opini publik, serta penciptaan pemahaman dan dukungan terhadap kebijakan dan program pendidikan. Dengan demikian, humas berfungsi sebagai mediator, fasilitator komunikasi, dan pengelola reputasi lembaga pendidikan. Artikel ini diharapkan dapat menjadi rujukan konseptual bagi pengelola lembaga pendidikan dalam mengoptimalkan program humas sebagai bagian dari strategi manajemen pendidikan yang berkelanjutan.
Konsep Pemeliharaan dan Hubungan Industrial Sebagai Alat Pengukuran Dampak Msdm Di Lembaga Pendidikan Ardaini, Ardaini; Zulbasri, Hadiyanto; Alim, Khoirul; Ansori, Ansori; Yusup, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5612

Abstract

Pemeliharaan sumber daya manusia dan hubungan industrial yang harmonis merupakan elemen penting dalam keberhasilan manajemen sumber daya manusia (MSDM), khususnya di lembaga pendidikan. Praktik pemeliharaan SDM yang baik, seperti pemberian kesejahteraan, pengembangan kompetensi, serta perlindungan hak tenaga pendidik dan kependidikan, perlu didukung oleh hubungan industrial yang sehat antara manajemen dan tenaga kerja. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep pemeliharaan dan hubungan industrial sebagai alat pengukuran dampak MSDM di lembaga pendidikan. Pendekatan yang digunakan adalah kajian konseptual dengan menelaah literatur ilmiah terkait pemeliharaan SDM, hubungan industrial, dan pengukuran kinerja MSDM. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemeliharaan SDM dan hubungan industrial dapat dijadikan indikator strategis dalam menilai efektivitas MSDM, karena berpengaruh langsung terhadap kepuasan kerja, komitmen organisasi, kinerja tenaga pendidik, serta stabilitas lingkungan kerja. Selain itu, integrasi kedua konsep tersebut dalam kerangka pengukuran dampak MSDM mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai keberhasilan kebijakan dan praktik MSDM di lembaga pendidikan. Dengan demikian, pemeliharaan SDM dan hubungan industrial tidak hanya berfungsi sebagai aspek operasional, tetapi juga sebagai instrumen evaluatif dalam pengambilan keputusan manajerial. Artikel ini diharapkan dapat menjadi referensi konseptual bagi pengelola lembaga pendidikan dalam mengembangkan sistem pengukuran dampak MSDM yang berkelanjutan dan berbasis hubungan kerja yang harmonis.