Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Infrastructure and Civil Engineering

Penyelesaian Sengketa Proyek Pada Penyedia Jasa Konstruksi Di Kota Pekanbaru Rini, Silfia; Saputra, Dethyo Wahyu; Setiani, Yulia; Puspita Sari, Neri
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v4i2.59

Abstract

Sengketa dalam proyek konstruksi dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti keterlambatan pekerjaan, kualitas pekerjaan yang buruk, dan pembengkakan anggaran. Penyelesaian sengketa yang tidak tepat dapat mengakibatkan kerugian dari segi waktu, biaya, dan mutu proyek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan melibatkan kontraktor yang terdaftar sebagai anggota GAPENSI Pekanbaru. Pengumpulan data dilakukan melalui. Faktor utama penyebab sengketa yang sering terjadi dalam konstruksi di Pekanbaru adalah keterlambatan pembayaran, kebijakan pemilik proyek untuk menghemat biaya dengan swadaya, dan campur tangan pemilik proyek yang berlebihan. Metode penyelesaian yang paling sering digunakan adalah mediasi, arbitrase, dan negosiasi. Penyelesaian sengketa yang efektif memerlukan pemahaman yang mendalam tentang sumber konflik dan strategi mediasi yang tepat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan teknik penyelesaian sengketa modern dan komunikasi yang efektif dapat mengurangi durasi dan biaya penyelesaian konflik dalam proyek konstruksi.
Penyelesaian Sengketa Proyek Pada Penyedia Jasa Konstruksi Di Kota Pekanbaru Rini, Silfia; Saputra, Dethyo Wahyu; Setiani, Yulia; Puspita Sari, Neri
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v4i2.59

Abstract

Sengketa dalam proyek konstruksi dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti keterlambatan pekerjaan, kualitas pekerjaan yang buruk, dan pembengkakan anggaran. Penyelesaian sengketa yang tidak tepat dapat mengakibatkan kerugian dari segi waktu, biaya, dan mutu proyek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan melibatkan kontraktor yang terdaftar sebagai anggota GAPENSI Pekanbaru. Pengumpulan data dilakukan melalui. Faktor utama penyebab sengketa yang sering terjadi dalam konstruksi di Pekanbaru adalah keterlambatan pembayaran, kebijakan pemilik proyek untuk menghemat biaya dengan swadaya, dan campur tangan pemilik proyek yang berlebihan. Metode penyelesaian yang paling sering digunakan adalah mediasi, arbitrase, dan negosiasi. Penyelesaian sengketa yang efektif memerlukan pemahaman yang mendalam tentang sumber konflik dan strategi mediasi yang tepat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan teknik penyelesaian sengketa modern dan komunikasi yang efektif dapat mengurangi durasi dan biaya penyelesaian konflik dalam proyek konstruksi.
Assessment of Bus Stop Infrastructure on Trans Metro Pekanbaru Corridor 1 and Corridor 3 Based on National Transit Standards Saputra, Heri; Puspita Sari, Neri; Setiani, Yulia; Rini, Silfia
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v5i2.119

Abstract

Trans Metro Pekanbaru (TMP) is the main public transportation system in Pekanbaru, Indonesia. A critical component supporting the quality of TMP services is the condition and adequacy of its bus stops. This study examines the adequacy of bus stop infrastructure in Corridor 1 (Pandau–Pelita Pantai) and Corridor 3 (UIN Suska–Akses Sudirman Awal Bros) based on national public transportation service standards. This study uses primary data through field observations and secondary data from the Pekanbaru Transportation Agency. The main elements evaluated include physical facilities, service information, spatial planning, and compliance with regulatory standards. The results show that both corridors are lacking in providing adequate passenger facilities and information, with most bus stops categorized as poor. Corridor 1 performs better, especially in terms of bus stop layout and infrastructure quality, due to its alignment through the city center where new facilities have been built. This study highlights the urgent need for improved standards across all TMP corridors to improve public transportation usability and passenger satisfaction.