Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Good Corporate Governance, Financial Risk, Dan Capital Terhadap Opini Audit Dengan Earning Sebagai Variabel Intervening Dan Reputasi Kap Sebagai Variabel Moderasi Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Avita Anggraeni; Tries Ellia Sandari
Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV. Aksara Global Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkpim.v4i2.938

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Good Corporate Governance (GCG), Financial Risk, dan Capital terhadap Opini Audit, dengan Earning sebagai variabel intervening dan Reputasi Kantor Akuntan Publik (KAP) sebagai variabel moderasi, pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif kausal dengan data panel dari 15 bank yang dipilih secara purposive sampling, sehingga diperoleh 75 observasi bank-tahun. GCG diproksikan dengan jumlah Dewan Direksi dan Komite Audit; Financial Risk diproksikan dengan Non-Performing Loan (NPL) dan Loan to Deposit Ratio (LDR); Capital diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR); Earning diproksikan dengan Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE); dan Opini Audit diukur dengan skor 1–5 berdasarkan jumlah catatan tambahan auditor. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) berbantuan SmartPLS dengan konstruk formatif dan prosedur bootstrapping 5.000 resample. Hasil penelitian menunjukkan Financial Risk dan Capital berpengaruh negatif signifikan terhadap Earning, sedangkan GCG tidak berpengaruh signifikan. GCG dan Capital berpengaruh signifikan meskipun dengan arah negatif terhadap Opini Audit, sementara Financial Risk dan Earning tidak berpengaruh signifikan. Earning tidak terbukti memediasi pengaruh variabel eksogen terhadap Opini Audit, dan Reputasi KAP tidak terbukti memoderasi hubungan Earning-Opini Audit, meskipun berpengaruh positif secara langsung terhadap Opini Audit. Temuan ini mengindikasikan bahwa pada industri perbankan yang sangat teregulasi, opini audit lebih ditentukan oleh kewajaran penyajian laporan keuangan dan kredibilitas auditor dibandingkan kinerja profitabilitas semata.
Analisis Fraud Triangle terhadap Indikasi Korupsi pada Ketua Ombudsman Republik Indonesia sebagai Pimpinan Lembaga Pengawas Negara Independen Olivia Lovina Hermanto; Trifena Hanayomi Sutanto; Naila Syifa Azahra; Safira Permata Kristia Putri; Tries Ellia Sandari
JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS EKONOMI Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS EKONOMI
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jmbe-itb.v4i3.4334

Abstract

Corruption committed by the leader of an independent state oversight institution represents a paradox that fundamentally undermines the legitimacy of government governance. This study examines the case of Hery Susanto, Chairman of the Ombudsman of the Republic of Indonesia, who was designated as a corruption suspect by the Attorney General's Office on April 16, 2026—merely six days after his inauguration—in connection with alleged bribery of Rp1.5 billion from PT Toshida Sulawesi Hijau Indonesia involving the management of Non-Tax State Revenue (PNBP) in the nickel mining sector for the period 2013–2025. This study aims to analyze the manifestation of the three elements of the Fraud Triangle—pressure, opportunity, and rationalization—within this case, and to formulate systemic implications for corruption prevention in independent state institutions. Employing a normative-empirical legal research approach with a case study method, data were collected through documentation and qualitative content analysis of legal documents, official press releases from the Attorney General's Office, and verified media reports. The findings reveal that pressure stemmed from financial motivation and career ambition; opportunity arose from weak internal oversight mechanisms, the perpetrator's strategic position, and regulatory gaps in Law Number 37 of 2008; while rationalization manifested through cognitive justification that framed the receipt of compensation as a reasonable reward for services rendered. This study contributes to the literature on forensic accounting and corruption criminology, while recommending the establishment of an independent Ombudsman Supervisory Board and the strengthening of a digital-based early detection system.
Etika dan Tanggung Jawab Profesi Akuntan dalam Pelaporan Keuangan Perusahaan Daariin Dewi Nabiilah; Safira Permata Kristia Putri; Tries Ellia Sandari
Jurnal Ilmiah Ekonomi, Akuntansi, dan Pajak Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Akuntansi, dan Pajak (JIEAP)
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jieap.v2i4.1822

Abstract

The purpose of this study is to analyze the role of professional accounting ethics in maintaining the quality, transparency, and accountability of corporate financial reporting through a literature review of relevant journals, regulations, and cases, including the Garuda Indonesia case, which illustrates ethical violations in revenue recognition. The findings emphasize that the principles of integrity, objectivity, professional competence, confidentiality, and professional behavior serve as fundamental pillars for accountants in producing reliable financial information. Ethical misconduct can lead to declining public trust, weakened corporate governance, and increased legal and reputational risks. Therefore, ethical education, regulatory supervision, strengthened moral awareness, and effective internal control systems are essential to prevent financial reporting manipulation. Professional more than just an normative obligation but a strategic element in safeguarding the credibility of the accounting profession and ensuring economic stability.
Analisis Fraud Pada Dana Syariah Indonesia Menggunakan Pendekatan Fraud Triangle Indri Basiru; Banafsyah Imanda Safa; Diana Oktavia Kholimah wati; Vidinia Nuansa Citra; Tries Ellia Sandari
Jurnal of Management and Social Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): April : Journal of Management and Social Sciences
Publisher : CV. Aksara Global Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jmsc.v4i2.832

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi fenomena kecurangan pada PT Dana Syariah Indonesia (DSI) melalui pisau analisis Fraud Triangle milik Donald R. Cressey (1953). Fenomena penyimpangan di PT Dana Syariah Indonesia (DSI) tercatat sebagai skandal keuangan paling masif pada sektor P2P lending berbasis syariah di tanah air. Sepanjang tahun 2018 hingga 2025, kerugian finansial yang ditimbulkan diestimasi menyentuh Rp2,4 triliun dengan total korban mencapai lebih dari 15.000 pemberi dana. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dari berbagai sumber, meliputi laporan resmi OJK, siaran pers Bareskrim Polri, temuan PPATK, serta publikasi berita terverifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga elemen Fraud Triangle terbukti hadir dalam kasus DSI: (1) Tekanan (pressure) berupa kebutuhan likuiditas internal dan target imbal hasil tinggi 16–18% per tahun yang tidak realistis; (2) Kesempatan (opportunity) berupa lemahnya pengawasan OJK terhadap fintech syariah, ketiadaan audit independen yang efektif, dan eksploitasi kepercayaan berbasis label syariah; serta (3) Rasionalisasi (rationalization) berupa pembenaran pelaku dengan menggunakan argumen ekonomi makro dan penyalahgunaan nilai-nilai syariah sebagai perisai. Penelitian ini juga mengintegrasikan perspektif akuntansi forensik sebagai alat deteksi dan pencegahan fraud. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi ilmiah bagi penguatan regulasi, pengawasan fintech syariah, serta literasi keuangan masyarakat.
Analisis Kasus Penawaran Umum Perdana Palsu dan Pencucian Uang pada PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Dian Pramesti Agustina; Cholifatun Nisa; Viery Erlangga Nugraha; Revalina Dwi Anggita; Tries Ellia Sandari
Jurnal of Management and Social Sciences Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Journal of Management and Social Sciences
Publisher : CV. Aksara Global Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jmsc.v4i3.902

Abstract

Skandal IPO fiktif dan pencucian uang yang menyeret PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia telah tercatat sebagai salah satu prahara terbesar di industri pasar modal tanah air. Riset ini sengaja diorientasikan untuk membedah kontribusi akuntansi forensik serta audit investigatif dalam melucuti modus operandi sekaligus melacak sirkulasi dana gelap di dalamnya. Mengadopsi metode studi kasus kualitatif berbalut pendekatan forensik, penelitian ini mengandalkan pisau analisis berupa pemeriksaan transaksi, pelacakan aset (asset tracing), dan forensic data mining. Temuan lapangan membuktikan bahwa instrumen akuntansi forensik sangat andal dalam mengurai jaringan pencucian uang yang dibungkus rapi lewat legalitas formal, perdagangan semu (wash trading), manipulasi pembukuan, hingga program CSR bodong. Mengguritanya skema ini terbukti mengomandani 7 korporasi dan 58 akun atas nama orang lain (nominee), yang sukses mengeruk keuntungan haram senilai Rp14,5 triliun serta mengatrol harga saham PT Berkah Beton Sadaya Tbk hingga tembus 7.150 persen. Alur dana yang bertingkat-tingkat tersebut merefleksikan siklus klasik money laundering: placement, layering, dan integration. Pada akhirnya, kajian ini menegaskan urgensi restrukturisasi kapasitas praktisi forensik sekaligus optimalisasi piranti digital modern seperti big data dan kecerdasan buatan (AI) guna memberangus kejahatan kerah putih di bursa efek.
Pengaruh Fee Audit Dan Kinerja Keuangan Terhadap Kualitas Audit Dengan Komite Audit Sebagai Variabel Moderasi Pada Perusahaan Consumer Goods Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia 2022-2025 Sunarti Sunarti; Tries Ellia Sandari
Jurnal of Management and Social Sciences Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Journal of Management and Social Sciences
Publisher : CV. Aksara Global Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jmsc.v4i3.956

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil dari pengaruh fee audit dan kinerja keuangan terhadap kualitas audit dengan komite audit sebagai variabel moderasi pada perusahaan consumer goods. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan sumber data sekunder yang berupa laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang kemudian di uji dengan menggunakan Smart PLS . Dalam penelitian ini terdapat 128 perusahaan untuk populasi dan 29 perusahaan untuk sampel. Dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk pengambilan sample dan menggunakan teknik dokumentasi untuk teknik pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Fee Audit tidak berpengaruh terhadap Kualitas Audit. Kinerja Keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap Kualitas Audit. Komite Audit tidak berperan dalam pengaruh Fee Audit terhadap Kualitas Audit. Komite Audit tidak berperan dalam pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Kualitas Audit
Kode Etik Sebagai Pilar Akuntabilitas dan Kepercayaan Publik pada Profesi Akuntan dan Perpajakan Mutiara Frakusyari Wibowo; Nanda Lutfiah Cahya May Salva; Tries Ellia Sandari
Kajian Ekonomi dan Akuntansi Terapan Vol. 2 No. 1 (2025): Kajian Ekonomi dan Akuntansi Terapan (KEAT)
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/keat.v2i4.1879

Abstract

Strategically, the professional code of ethics serves as the foundation of accountability and a key tool for building and maintaining public trust in tax practitioners and accountants. The code of ethics serves as a guideline for maintaining integrity, objectivity, independence, and professional responsibility in every task amid the increasingly complex and competitive dynamics of the business world. The purpose of this study is to examine how the regular application of a professional code of ethics is essential to improving the quality of financial reporting and tax compliance, while preventing malpractice and conflicts of interest. Professional ethical principles and their implementation in the workplace are discussed through a conceptual approach. The results of the study show that compliance with the code of ethics can increase public trust and enhance the credibility of the profession. However, in order for the accounting and tax practitioner professions to remain relevant, professional, and trusted by the public, it is necessary to internalize ethical values to counterbalance economic pressures, client needs, and advances in digital technology.
Co-Authors Aditya Risky Mahendra Alfonsia, Yulita Amelia Wardatus Rizki Ardiyansyah Prawirautama Ali Arfenita Cahyaningrum Ataina Rusyda Fauziyah Avita Anggraeni Avita Anggraini Ayu Asari Banafsyah Imanda Safa Beata Sakristi Sarni Chesta Fillail Adabi Chindy Manika Sari Cholifatun Nisa Christian Hadinata Citra Helena Rahmawati Daariin Dewi Nabiilah Dania Salsabela Deby Shintawulan Devina Shava Amalia Dhea Rizky Istiqomah Dian Pramesti Agustina Dian Rimayanti Diana Indah S.L.P.A Diana Oktavia Kholimah Wati Dicky Satria Ananta Haqq Erika Lestarianti Estining Kurnia Hadi Fauziah Nursya’bani Fadillah Felisya Natalia Purwanto Felix Chandra P Felix Chandra Pranoto Fillah Ardhi Fadhillah Gabriella Afe Glorya Gladistya Gitasya Anjani Indri Basiru Irma, Cailah Nasywa Afrila Isrofa Ayu Murni Jessica Violita Hadi Joanne Intania Rut Simunapendi Kevin Rachael Fahreza Kharisma Ade Putri Khoirul Ashhab Kristiana Greta Calosa Lea Berliana Jeni Salih Macella Aullia Jayadi Marcella Aulia Jayadi Mario Ade Pratama Meilita Rizkynanda Miqdamuntaqo Ferdiansa Moch Iqbal Romadhon Muhammad Iqbal Ainur Rahman Mutiara Frakusyari Wibowo Naila Syifa Azahra Nanda Lutfiah Cahya May Salva Nelya Arofatin Nesa Mia Kasandra Nicho Candra Hariyanto Putra Nouva Ayu Ramadhanti Nur Fitroten Dian Sari Olivia Lovina Hermanto Prisca Trifena Puspita Putri Rahayu Revalina Dwi Anggita Rheinata Audreyna Missel Safira Permata Kristia Putri Salma Dewi Ambarsari Salsabila Alya Maharany Salva Dewi Ambarwati Shirky Kharisma Fitri Hasnita Sinta Tri Hapsari Siti Nur Azizah Sofinatus Solikhah Sukma Asri Sunarti Sunarti Tasya Nurhalyz Thesalonika Djumaifin Tiara Marcella Ruskito Trenda Indri Ardianti Trifena Hanayomi Sutanto Veronika Christine Mevelia Vidinia Nuansa Citra Viery Erlangga Nugraha Viona Eka Putri Mardiono Virda Susanti Widyasari, Della Yaohan Ad’nnia Jannah Yuli Meliana Zaschia Flanivolya Matulessy