Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA KEKERINGAN DI DESA JEMOWO: COMMUNITY PREPAREDNESS FOR DROUGHT IN JEMOWO VILLAGE Eska Dwi Prajayanti; Tri Susilowati; Panggah Widodo
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 13 No. 01 (2025): Vol. 13 No.1 , Januari 2025
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v13i1.684

Abstract

Pendahuluan: Kekeringan merupakan bencana alam dengan karakteristik utama menurunnya ketersediaan air pada daerah tertentu dengan jangka waktu tertentu. Berdasarkan data Riset Badan Negara Penanggulangan Bencana (BNPB) Jawa Tengah menduduki peringkat ketiga kejadian bencana kekeringan pada tahun 2023. Kabupaten Boyolali menjadi salah satu wilayah yang terkena bencana kekeringan. Kesiapsiagaan harus dilakukan oleh setiap individu dengan tujuan meminimalisir korban atau dampak dari bencana kekeringan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat desa Jemowo dalam menghadapi bencana kekeringan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kuantitatif dengan sampel sejumlah 95 kepala keluarga di desa Jemowo. Hasil: Kesiapsiagaan di desa Jemowo dari segi pengetahuan memiliki indeks kesiapsiagaan 78,4, Rencana untuk Penyelamatan indeks kesiapsiagaan sebesar 58,9, Peringatan Bencana indeks kesiapsiagaan 68,3 dan Kemampuan Mobilisasi memiliki indeks kesiapsiagaan 79. Kesimpulan: Kesiapsiagaan di desa Jemowo memiliki tingkat kesiapsiagaan dalam kategori siap dari segi pengetahuan masyarakat dan kemampuan mobilisasi, sedangkan untuk Rencana untuk penyelamatan dalam kategori hampir siap dan peringatan bencana masih dalam kategori kurang siap.
Penerapan Terapi Genggam Jari Dan Nafas Dalam Untuk Mengetahui Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Karunia Rosa; Erika Dewi Noorratri; Panggah Widodo
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v1i4.2358

Abstract

Introduction : Aging is a biological process that cannot be avoided, the aging process occurs naturally. This can cause physical, mental, social, economic and psychological problems. Hypertension is a disease caused by systolic blood pressure above 140 mmHg and diastolic blood pressure above 90 mmHg. Finger grip relaxation technique is a relaxation technique that is very simple and easy to do by anyone related to the fingers and the flow of energy in our bodies. Finger grip relaxation can relieve tension and stress, so it can reduce pain and holding your fingers while taking deep breaths can reduce emotional tension Objectives : To describe the results of blood pressure before finger gripping therapy and deep breathing, to describe blood pressure results after finger gripping and deep breathing, to describe the development of blood pressure before and after finger holding and deep breathing in 2 respondents, to describe the comparison of the final results between 2 respondents. Method : Pre-experimental with one group pretest-post test design. The number of subjects studied amounted to 2 respondents. Result : There was a decrease in blood pressure after holding finger therapy and deep breathing for 3 days. Conclution : Finger gripping therapy and deep breathing have an effect on reducing blood pressure in elderly hypertensives.
SIMULASI KEBAKARAN RUMAH TANGGA DI WILAYAH DI WILAYAH SAMAAN SUDIROPRAJAN Silvitasari, Ika; Didik Iman Margatot; Fida’Husain; Panggah Widodo
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): MEI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gemassika.v9i1.1575

Abstract

The Surakarta City Fire Department recorded fire incidents that occurred in 2023 reaching 132 incidents in the city and 125 incidents outside the city. As a result, residential locations become denser and denser, thereby increasing the risk of fire. The impacts of fire include loss of life, physical damage to buildings, loss of property and economic loss and environmental damage. Increasing understanding and skills regarding fire management can reduce the impact caused by fire. The target and output is to increase community knowledge and skills regarding handling household fires in the Samaan Sudiroprajan area. The implementation method is by providing counseling and simulations in collaboration with the Surakarta City Fire Department, the community tries to extinguish fires, evaluates community skills. The results of this activity were the level of community knowledge before being given counseling. Most of the participants were in the sufficient category, namely 18 people (90%), and after being given counseling, the majority of participants were in the good category, namely 20 people (100%). Community skills were obtained after carrying out simulations on 15 (100%) people, all in the good category. The conclusion from this activity is that providing counseling and simulations can increase people's knowledge and skills in dealing with household fires.
Penerapan Mobilisasi Dini Terhadap Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Operasi Di RSUD Pandan Arang Boyolali Dimas Ivan Saputra; Eska Dwi Prajayanti; Panggah Widodo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut WHO (2021) jumlah klien yang menjalani tindakan operasi mencapai angka peningkatan yang sangat signifikan setiap tahunnya. Tercatat di tahun 2021 ada 234 juta jiwa klien di semua rumah sakit di dunia. Tindakan operasi/pembedahan di Indonesia tahun 2021 mencapai hingga 1,2 juta jiwa. Setelah prosedur operasi selesai, pasien memasuki masa post operasi dimana pasien merasakan nyeri. Nyeri akan mengakibatkan pasien merasa tidak nyaman, jika tidak segera ditangani, nyeri tersebut akan berdampak buruk pada paru, kardiovaskular, pencernaan, endokrin, dan sistem imun. Salah satu tindakan non farmakologis yang dapat diberikan pada pasien post operasi adalah mobilisasi dini. Tujuan; Mengetahui hasil penerapan mobilisasi dini terhadap intensitas nyeri pada pasien post operasi. Metode; Penerapan ini menggunakan metode deskripsi dengan studi kasus . Hasil; Skala nyeri kedua pasien sebelum diberikan penerapan mobiliasi dini adalah skala 7-9 (Nyeri berat terkontrol). Skala nyeri pasien setelah diberikan penerapan mobilisasi dini turun menjadi skala 4-6 (Nyeri sedang) pada responden 1 dan skala 2-3 (Nyeri ringan) pada responden 2. Terdapat penurunan intensitas nyeri pasien post operasi antara sebelum dan sesudah diberikan penerapan mobilisasi dini. Kesimpulan; Terdapat penurunan intensitas nyeri pasien post operasi antara sebelum dan sesudah diberikan penerapan mobilisasi dini
Penerapan Foot Massage Pada Pasien Dengan Status Hemodinamik Non Invasif Di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Pandan Arang Boyolali Ismi Uswatun Khasanah; Eska Dwi Prajayanti; Panggah Widodo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hemodinamik yang tidak stabil dapat menyebabkan keadaan kritis. Hemodinamik yang tidak stabil sering ditemukan pada pasien kritis yang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) yang ditandai dengan penurunan MAP (Mean Arterial Pressure), Heart Rate (HR), Respiratory Rate (RR) dan Saturasi Oksigen (SPO2). WHO menyebutkan prevalensi pasien kritis di dunia mengalami peningkatan jumlah  setiap tahunnya sebanyak 9.8-24.6% per 100.000 penduduk. Prevalensi pasien kritis di Indonesia pada tahun 2019 tercatat mencapai 33.148 pasien dengan presentase kematian mencapai 36.5%. Tercatat 52.719 pasien kritis dirawat di ruang ICU mencapai 64.83% pada tahun 2021. Tujuan; Penerapan foot massage ini bertujuan untuk menstabilkan hemodinamik pasien yang dirawat di ruang ICU. Metode; Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hasil; terdapat pengaruh foot massage tehadap penurunan MAP, Hearth Rate (HR), Respiratory Rate (RR) dan tidak terdapat pengaruh foot massage terhadap peningkatan saturasi oksigen (SPO2). Kesimpulan; Terdapat perbedaan perkembangan sebelum dan setelah dilakukan penerapan foot massage pada pasien di ruang ICU
Penerapan Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Lansia Di Ruang Akar Wangi RSUD Pandan Arang Boyolali Hayu Ulin Nuha; Tri Susilowati; Panggah Widodo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi dikenal dengan sebutan “silent killer” yang jumlah penderitanya terus meningkat setiap tahunnya sehingga menjadi fenomena gunung es di Indonesia. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Terapi Foot Massage dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, menurunkan denyut nadi, dan memberikan efek relaksasi bagi otot-otot yang tegang sehingga tekanan darah akan menurun. Tujuan; Untuk mengetahui hasil implementasi Penerapan Terapi Foot Massage Pada Pasien Hipertensi di Ruang Akar Wangi RSUD Pandan Arang Boyolali. Metode; Rancangan penelitian ini dilakukan pada 2 responden dengan cara pretest-posttest design yaitu menggunakan satu kelompok subyek, dimana melakukan pengukuran tekanan darah pretest dan posttest setiap pemberian terapi Foot Massage selama 3 kali jeda 1 hari. Hasil; Tekanan darah pada 2 responden sebelum dilakukan terapi Foot Massage berada pada hipertensi derajat 2. Kemudian didapatkan hasil setelah diberikan terapi Foot Massage Rata-rata penurunan sistolik 13,3 mmHg dan diastolik 6,66 mmHg . Pada Tn. S, mengalami penurunan tekanan darah sistolik sebesar 8,3 mmHg dan diastolik 5 mmHg. Kesimpulan; Terdapat penurunan tekanan darah sebelum dan sesudah terapi Foot Massage pada pasien hipertensi
Penerapan Biologic Nurturing Baby Led Feeding Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Ibu Post Sectio Caesarea Di Ruang Adas Manis RSUD Pandan Arang Kabupaten Boyolali Isnaini Nur Faatihah; Erika Dewi Noorratri; Panggah Widodo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan sectio caesarea merupakan tindakan pembedahan melalui insisi pada dinding perut dengan sayatan uterus untuk mengeluarkan bayi. Berdasarkan data RISKESDAS pada tahun 2018 prevalensi sectio caesarea di Indonesia terdapat 15,3% persalinan dilakukan melalui operasi. Dampak dari tindakan sectio caesarea bagi ibu adalah rasa nyeri setelah operasi. Nyeri pada ibu post sectio caesarea perlu ditangani dengan baik agar tidak terjadi komplikasi, sehingga diperlukan penatalaksanaan nyeri yaitu dengan terapi biologic nurturing baby led feeding. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil implementasi penerapan biologic nurturing baby led feeding terhadap penurunan skala nyeri post sectio caesarea. Metode penelitian ini merupakan studi kasus dengan metode pre-experimental dengan one group pre test-post test design. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya pengaruh terapi biologic nurturing baby led feeding terhadap nyeri ibu post secito caesarea yang mengalami penurunan dari kategori skala nyeri sedang (4-6) hingga nyeri ringan (0-3). Kesimpulan: Terapi biologic nurturing baby led feeding dapat dijadikan teknik non farmakologi dalam menurangi nyeri post sectio caesarea
Penerapan Pijat Kaki Terhadap Status Hemodinamik Pasien Terpasang Ventilator Di Ruang ICU RSUD Pandan Arang Boyolali Alvionita Nadiyah Salsabila; Panggah Widodo; Irma Mustika Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari 16 ICU Rumah sakit di negara-negara Asia termasuk Indonesia terdapat 1285 pasien yang menggunakan ventilator dan 575 pasien diantaranya meninggal dunia. Ventilator merupakan alat yang sering digunakan pada pasien kritis yang ada di Intensive Care Unit (ICU). Berdasarkan data laporan RSUD Pandan Arang Boyolali pada tanggal 25 Desember 2023-20 Januari 2024 yaitu terdapat 11 pasien yang terpasang ventilator di ICU. Kondisi pada pasien yang sering terjadi pada diruang ICU adalah hemodinamik yang tidak stabil yang ditandai dengan peningkatan MAP, denyut jantung, dan frekuensi pernafasan, serta penurunan saturasi oksigen. Upaya yang dapat dilakukan untuk menstabilkan hemodinamik selain dengan penggunaan ventilator dapat dilakukan dengan cara terapi non-farmakologi salah satunya adalah dengan pijat pada kaki. Tujuan : mengetahui penerapan pijat kaki terhadap status hemodinamik pasien terpasang ventilator di ruang ICU RSUD Pandan Arang Boyolali. Metode : Rancangan penerapan yang digunakan yaitu desain deskriptif dengan bentuk studi kasus. Hasil : Terjadi perbaikan status hemodinamik pada parameter tekanan darah, MAP, HR, RR, dan SpO2 pada kedua pasien. Kesimpulan : Perkembangan status hemodinamik sebelum dan sesudah diberikan penerapan pijat kaki 1 kali sehari selama 2 hari berturut-turut terjadi peningkatan status hemodinamik menjadi baik dengan hasil tekanan darah dan MAP kedua pasien tinggi (TD>120/80 mmHg dan MAP >100mmHg), respirasi normal (>20x/menit), HR normal (600-100x/menit), dan SpO2 normal dengan bantuan ventilator (>95%).
Penerapan Pemberian Posisi Dan Nesting Terhadap Saturasi Oksigenasi Dan Frekuensi Nadi Pada Bayi Dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Di Bangsal Perinatologi RSUD Pandan Arang Boyolali Irma Alfiyanti; Panggah Widodo; Ida Nur Imamah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

World Health Organization (WHO) BBLR di dunia mencapai 15,5% sedangkan di India 27%. Asia memiliki kejadian tertinggi dengan 28% dan Asia Timur/Pasifik memiliki tingkat terendah yaitu 6%. Prevalensi BBLR di Indonesia sebanyak 35,2%, di Jawa Tengah tahun 2019 terdapat 23.722 bayi dan tahun 2021 meningkat menjadi 22.240. Prevalensi BBLR di boyolali tahun 2019 sebanyak 474 bayi, 2020 dengan jumlah 482 bayi dan 2021 menurun menjadi 417 bayi. Data dari rekam medis RSUD Pandan Arang Boyolali tahun 2021 BBLR sebanyak 198 pasien, 2022 BBLR sebanyak 200 pasien dan 2023 meningkat 5%. Akibat dari BBLR yaitu risiko kematian, gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak oleh karena itu dilakukan penerapan posisi dan nesting. Tujuan : Mengetahui pnerapan pemberian posisi dan nesting terhadap status oksigenasi dan frekuensi nadi pada bayi dengan berat badan lahir rendah di ruang perinatologi rsud pandan arang boyolali. Metode : Rancangan yang digunakan yaitu dalam bentuk studi kasus. Hasil : Terjadi peningkatan saturasi oksigen dan frekuensi nadi pada kedua psien. Kesimpulan : Terdapat perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan posisi dan nesting terhadap saturasi oksigenasi dan frekuensi nadi pada bayi berat badan lahir rendah.
Penerapan Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Di Bangsal Akar Wangi RSUD Pandan Arang Boyolali Rina Sri Widayanti; Ida Nur Imamah; Panggah Widodo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena dianggap sebagai salah satu penyakit yang sering tanpa keluhan namun menjadi faktor resiko sebagian besar kasus kematian dini terkait penyakit jantung dan stroke di dunia. Hipertensi tidak memiliki tanda dan gejala yang khas pada stadium awal, sehingga banyak orang tidak menyadarinya mereka biasanya mengetahui hal tersebut saat kesehatan atau sudah timbul keadaan yang sudah memberat. Hipertensi yang berkepanjangan dapat menyebabkan komplikasi berupa penyakit jantung koroner, stroke dan gagal ginjal bahkan dapat menyebabkan kematian. Tujuan : Untuk mengetahui hasil Penerapan Terapi Foot Massage Terhadap Efektifitas Penurunan Tekanan Darah Metode : Penelitian deskriptif dengan menggunakan studi kasus, penerapan ini dilakukan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan terapi Foot Massage selama 3 hari. Hasil : Tekanan darah Tn.W dari 209/99 mmHg menjadi 188/116 mmHg. Sedangkan, tekanan darah Ny.N dari 198/105 mmHg menjadi 180/85 mmHg. Kesimpulan : terjadi penurunan tekanan darah dari kedua responden setelah dilakukan terapi Foot Massage