Claim Missing Document
Check
Articles

Belajar Literasi Dan Memupuk Rasa Percaya Diri Anak Di LSM KOPA, Medan Maimun Ramadani Safitri; Agus Suriadi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkm.v2i4.265

Abstract

According to the KBBI, the meaning of literacy itself, as reported on the Ministry of Education and Culture's official website, is the ability to write and read.  Etymologically, the term literacy itself comes from the Latin "literatus" which means someone who learns.  In this case, literacy is closely related to the process of reading and writing.  Literacy activities in the learning phase aim to develop the ability to understand texts and relate them to personal experiences, think critically, and process communication skills creatively through activities responding to the texts of enrichment books and textbooks.  Literacy or literacy is a general term that refers to a series of individual abilities and skills in reading, writing, speaking, calculating and solving problems at a certain level of expertise required in everyday life.  Benefits of literacy Expanding insight and knowledge.  Sharpen the ability to capture and understand information from reading.  Literacy is not the same as reading.  Reading and books are the surface technical and physical forms of literacy.  The essence of literacy is how humans gain knowledge and learn to gain knowledge.  Raising self-confidence in children is a parent's responsibility, although cultivating self-confidence is not an easy job.  Apart from requiring patience and example, parents must be clever in creating an atmosphere that is conducive to growing children's self-confidence.  Especially an atmosphere that is able to foster a child's sense of self-esteem which must be understood together, by building a child's self-esteem it will not automatically be able to grow a child's self-confidence.  However, if a child has a healthy sense of self-esteem by knowing and being able to accept himself as he is, including all his limitations, then he will be able to feel ashamed of himself and see everything as part of the reality of life.
Sosialisasi Edukasi Terkait Pencegahan Bullying dalam kegiatan Membangun Jiwa Kreativitas anak dengan membuat kerajinan tangan Siti Safitri Fitri; Agus Suriadi
JUDIKA: Jurnal Pendidikan dan Bahasa Vol. 1 No. 4 (2023): Artikel Penelitian
Publisher : PT. SORATEKNO PUBSLIHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59696/judika.v1i4.25

Abstract

Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan kegiatan pembelajaran dan pelatihan yang dilakukan siswa dan mahasiswa dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuannya serta memperoleh pengalaman langsung dalam kehidupan kerja. Saya melakukan PKL 2 di Kantor Camat Lubuk Pakam. Adapun Kegiatan yang saya lakukan yaitu: Menjaga Loket Pelayanan Administrasi (berkaitan dengan SKTM, Mengurus Surat penerbitan PKH, KIS,membantu untuk mengisi data-data masyarakat yang ingin mengurus surat pindah,kartu keluarga,akte kelahiran dan mengarahkan kepada masyarakat yang ingin mengurus KTP), Membantu memberikan gaji kepada Gali kubur dan Bilal,Menyusun Surat tanah,Mencatat Nama-nama Masyarakat Penerima Bantuan BAZNAS,Membuat surat,Memberikan Nomor pada kartu Jukir (Juru Parkir) dan fotocopy surat-surat kantor. Selain itu,Selama saya melakukan PKL 2 di Kantor Camat Lubuk Pakam saya menemukan berbagai masalah yang dialami oleh masyarakat Kecamatan Lubuk Pakam yaitu: Kemiskinan, Pengangguran, Pembegalan, Pencurian,narkoba, bullying,dll. Oleh sebab itu,saya mengambil kasus mengenai kemiskinan dan bullying. Yang dimana, klien saya merupakan anak-anak yang memiliki permasalahan dalam ekonomi dan mereka merupakan korban bullying di sekolahnya. Sehingga,saya Membuat Program “Sosialisasi Edukasi Terkait Pencegahan Bullying dalam kegiatan Membangun Jiwa Kreativitas anak dengan membuat kerajinan tangan” Dengan tujuan agar mereka dapat memberikan perlawanan kepada pelaku dan membuat mereka lebih kreatif lagi dalam menciptakan hal-hal baru sehingga hasil dari kreativitas mereka bisa di jual dan mendapatkan uang. Dalam Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian ini dapat disimpulkan: anak-anak korban bullying sudah berani untuk melakukan perlawanan kepada pelaku bullying,adanya percaya diri di dalam diri mereka,dan mereka bisa membuat kerajinan tangan dari benang jahit sehingga hasil mereka dengan membuat gelang dari benang jahit bisa dijual.