Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Farmaka

Studi In Silico Senyawa Bioaktif Daun Sirih (Piper betle L.) Sebagai Anti Kolesterol pada Reseptor Hmg Co-A Reductase Djamaluddin, Muhammad Ilham; Suryanto, Rajwa Dwifauza; Salsabila, Salma; Aziz, Calista Sasikirana Finola; Setyowati, Lulu Alya; Muchtaridi, Muchtaridi; Mardisanutomo, Harsoning Tyas; Rusdin, Agus
Farmaka Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i1.48866

Abstract

Daun sirih (Piper betle L.) adalah tanaman yang memiliki potensi efek farmakologis dalam mengatasi kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis potensi senyawa (eucalyptol, cadinene, estragole, pinene, limonene, chavicol, hydroxychavicol, carvacrol, safrole, dan eugenol) sebagai antikolesterol dengan pembanding kontrol positif obat Simvastatin. Tahapan penelitian analisis potensi senyawa pada daun sirih (Piper betle L.)  secara in silico terdiri dari prediksi Lipinski, penentuan ADMET, skrining farmakofor, dan molecular docking. Analisis ini menggunakan website PubChem, PreADMET dan perangkat lunak  Discovery studio client 4.1, Ligandscout dan Autodock Tools. Senyawa Hydroxychavicol dan Eugenol menunjukkan hasil molecular docking terbaik untuk menjadi Lead Compound. Menilai dari energi Gibbs (ΔG), konstanta inhibisi dan kemiripan interaksi senyawa dengan kontrol positif, meliputi interaksi ikatan hidrogen ARGD590, ASPD690, ASNC755 dan ikatan residu asam amino. Hydroxychavicol dan Eugenol  dapat dilakukan penelitian lebih lanjut sebagai potensi antikolesterol dilihat dari seluruh pengujian pada penelitian yang menunjukkan kemiripan dengan kontrol positif Simvastatin.
REVIEW ARTIKEL: KAJIAN PROFIL FITOKIMIA DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGI RIMPANG TEMU HITAM (Curcuma aeruginosa Roxb.) Djamaluddin, Muhammad Ilham; Hendriani, Rini
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.56079

Abstract

Dalam pengobatan tradisional, berbagai tanaman rimpang-rimpangan seperti kunyit, jahe, temulawak, dan kencur sering dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan dan mengobati bermacam penyakit. Salah satu rimpang berkhasiat yang masih jarang diketahui, ialah temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.). Secara turun-temurun rimpang temu hitam dipercaya dapat mengatasi sakit perut, batuk, asma, kudis, mempercepat pengeluaran lokia selama masa nifas, kegemukan, rematik, kecacingan dan gangguan mental. Dengan ditulisnya review artikel ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang kandungan fitokimia beserta beberapa efek farmakologi rimpang temu hitam (C. aeruginosa) yang telah teruji baik secara in vitro, in vivo maupun uji klinis. Semua literatur diperoleh dari Scopus dan Pubmed yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Hasil studi diperoleh rimpang temu hitam mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid, dengan kandungan utama berupa senyawa-senyawa turunan terpenoid. Senyawa-senyawa terpenoid inilah yang membuat rimpang temu hitam memiliki aktivitas sebagai antioksidan, anti inflamasi, anti kanker, antidiabetes, antimikroba dan antiandrogen.