Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pendekatan Edukatif dan Interaktif dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Anak di Kawasan Teluk Tomini Mamu, Rahmawaty; Husain, Nurlaila
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 3 (2025): Volume 4, Issue 3 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15682303

Abstract

Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadi keterampilan esensial di era global, terutama dalam dunia pendidikan dan pekerjaan. Namun, belum meratanya akses pembelajaran bahasa Inggris di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di daerah Teluk Tomini, menyebabkan kesenjangan kompetensi di kalangan remaja. TPQ Imam Sayfi’i sebagai lembaga nonformal yang aktif membina siswa usia Sekolah Menengah Pertama menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian ini. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya kemampuan berbicara siswa karena kurangnya metode pengajaran yang komunikatif dan menyenangkan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa melalui materi self-introduction dengan pendekatan edukatif dan interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2025 dengan melibatkan tujuh siswa sebagai peserta, dibantu oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Metode yang digunakan meliputi permainan peran dan dialog berpasangan yang dikemas dalam suasana santai dan partisipatif. Materi pembelajaran disusun dalam bentuk modul sederhana yang berisi kosa kata, struktur kalimat, dan latihan berbicara yang relevan dengan kehidupan siswa. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi keterlibatan siswa, ketepatan pengucapan, serta keberanian berbicara di depan teman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri dan kemampuan siswa dalam memperkenalkan diri secara runtut dan benar dalam bahasa Inggris. Siswa yang awalnya ragu-ragu menjadi lebih berani dan aktif dalam setiap sesi. Selain itu, kegiatan ini berdampak positif pada lingkungan belajar di TPQ. Luaran kegiatan berupa, dokumentasi video dan laporan pengabdian yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi model awal yang dapat direplikasi di komunitas serupa guna memperkuat kemampuan berbicara bahasa Inggris di lembaga pendidikan nonformal
Pendekatan Edukatif dan Interaktif dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Anak di Kawasan Teluk Tomini Mamu, Rahmawaty; Husain, Nurlaila
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 3 (2025): Volume 4, Issue 3 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15682303

Abstract

Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadi keterampilan esensial di era global, terutama dalam dunia pendidikan dan pekerjaan. Namun, belum meratanya akses pembelajaran bahasa Inggris di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di daerah Teluk Tomini, menyebabkan kesenjangan kompetensi di kalangan remaja. TPQ Imam Sayfi’i sebagai lembaga nonformal yang aktif membina siswa usia Sekolah Menengah Pertama menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian ini. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya kemampuan berbicara siswa karena kurangnya metode pengajaran yang komunikatif dan menyenangkan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa melalui materi self-introduction dengan pendekatan edukatif dan interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2025 dengan melibatkan tujuh siswa sebagai peserta, dibantu oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Metode yang digunakan meliputi permainan peran dan dialog berpasangan yang dikemas dalam suasana santai dan partisipatif. Materi pembelajaran disusun dalam bentuk modul sederhana yang berisi kosa kata, struktur kalimat, dan latihan berbicara yang relevan dengan kehidupan siswa. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi keterlibatan siswa, ketepatan pengucapan, serta keberanian berbicara di depan teman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri dan kemampuan siswa dalam memperkenalkan diri secara runtut dan benar dalam bahasa Inggris. Siswa yang awalnya ragu-ragu menjadi lebih berani dan aktif dalam setiap sesi. Selain itu, kegiatan ini berdampak positif pada lingkungan belajar di TPQ. Luaran kegiatan berupa, dokumentasi video dan laporan pengabdian yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi model awal yang dapat direplikasi di komunitas serupa guna memperkuat kemampuan berbicara bahasa Inggris di lembaga pendidikan nonformal
The Effect of Extensive Reading Courses on Vocabulary Improvement in ELED Students Pua, Sri Dayana; Otoluwa, Moon H; Mamu, Rahmawaty
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17263458

Abstract

This study aims to determine the effect of applying the Extensive Reading method on improving English vocabulary mastery among seventh-grade students at SMP Negeri 12 Sipatana. Vocabulary mastery is an important aspect of English language skills, which underlies the ability to read, write, speak, and listen. The Extensive Reading method is considered effective because it provides broad and contextual language input through enjoyable free reading activities that are in line with students' interests. This study used a quantitative approach with a pre-experimental design of the one group pre-test and post-test type. The sample in this study consisted of 23 seventh-grade students selected through purposive sampling. The research instrument was a multiple-choice test consisting of 50 questions covering four parts of speech (nouns, verbs, adjectives, and adverbs). The data were analyzed using a paired sample t-test through the SPSS version 23 program. The results showed a significant increase in the post-test average score (60.30) compared to the pre-test (56.47). The statistical test showed a significance value of 0.000 0.05, which means Ho was rejected and Ha was accepted. Thus, it can be concluded that the Extensive Reading method has a positive and significant effect on improving students' vocabulary mastery. These findings support that Extensive Reading can be an effective alternative learning strategy to increase students' motivation and vocabulary skills in English learning at the junior high school level..
PORTRAYING THE CONTENT IN THE TEXTBOOK ENTITLED “THINK GLOBALLY ACT LOCALLY” BASED ON CULTURAL VIEW Syahputra, Dimas; El Walidayni Kau, Magvirah; Mamu, Rahmawaty
Berajah Journal Vol. 5 No. 4 (2025): Berajah Journal
Publisher : CV. Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v5i4.627

Abstract

This qualitative study examines cultural representation in the Indonesian EFL textbook "Think Globally Act Locally" for Grade 9 students. Employing a descriptive design and content analysis approach, the research applies the theoretical frameworks of Cortazzi & Jin (regarding cultural categories: Source, Target, and International Cultures) and Yuen (regarding cultural dimensions: Product, Practice, and Perspective). The findings reveal a conspicuous imbalance. Cultural representation is significantly dominated by Indonesian Source Culture, reflected in the use of local names, folklore, cuisine, and landmarks. While this aligns with the "Act Locally" directive, this dominance overshadows the inclusion of both Target and International Cultures, which are not only minimal but also presented superficially. Furthermore, the analysis of cultural dimensions indicates a heavy reliance on surface-level representations of Products, while understanding of Practices and, in particular, the underlying Perspectives or philosophical values of cultures is severely limited. The study concludes that the textbook's unbalanced approach risks constraining students' global outlook. Therefore, it recommends a more equitable and profound integration of diverse cultural categories and dimensions to effectively foster the intercultural awareness competence essential for navigating global dynamics.
Peningkatan Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris Siswa Sekolah Dasar Melalui Penggunaan Kamus Bergambar Mamu, Rahmawaty; Husain, Nurlaila
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 1 (2024): April
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11120513

Abstract

This community service aims to improve the English vocabulary mastery of elementary school students at Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) in Gorontalo City through the use of pictorial dictionaries. The implementation method consists of several stages, including needs analysis, pictorial dictionary compilation, implementation in learning, and evaluation. The results of this service show a significant increase in students' vocabulary mastery after using the pictorial dictionary. Observations and interviews with teachers also show an increase in students' motivation and enthusiasm in learning. This success is due to the use of images that help students understand vocabulary in a meaningful context and active student involvement in learning. The impact of this service is not only limited to increasing vocabulary mastery but also in developing innovative learning media. The compiled pictorial dictionary can become a reference for other schools, and the methods used can inspire improving the quality of English language education and other fields.
EXPLORING LEARNERS’ ATTITUDE TOWARD ENGLISH LEARNING IN DIGITAL ERA: Study In English Department at state university of Gorontalo Djihan Said Subetan; Harto Malik; Rahmawaty Mamu
INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIETY REVIEWS Vol. 3 No. 1 (2025): JANUARY
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of technology has transformed how students learn English, especially in the digital era. Understanding students' attitudes toward this shift is essential for enhancing their learning outcomes. This study examines the attitudes of fourth-semester English Department students at Gorontalo State University, focusing on cognitive, affective, and behavioral aspects. A quantitative approach was applied by distributing close-ended questionnaires online using Google Forms. The data were analyzed based on the Three Component Attitude Model. The results show that students generally have a positive attitude toward English learning supported by technology. The cognitive aspect achieved the highest score (86%), highlighting students’ belief in the benefits of English for career opportunities and global communication. Meanwhile, the behavioral aspect also showed active participation in using digital platforms (79%). However, the affective aspect scored lower (73%), reflecting mixed feelings about the use of technology in learning. These findings suggest that while students are open to using technology, further efforts are needed to address emotional barriers and optimize engagement. Educators are encouraged to incorporate digital tools creatively to foster a more effective and enjoyable learning experience.