Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analysis Discourse of “Blarak” Short Story by Yanusa Nugroho Sofyaningrum, Rosita; Azizah, Ririn Nurul; Filyang, Rissa; As'ad, Muhammad
English Education and Literature Journal (E-Jou) Vol 3 No 01 (2023): English Education and Literature Journal (E-Jou)
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/ejou.v3i01.654

Abstract

In communicating, humans sometimes need to show directly what they mean. The use of language in communication between humans in dating is a form of discourse. Besides discourse being a form of language use, discourse is also an utterance. Discourse analysis based on context is, of course, inseparable from the use of pragmatics. Pragmatic discourse analysis in literary works has been done—analysis of the novel Bumi Manusia by Pramodya Ananta Tour, translated into English by Max. This study aims to analyze discourse with a pragmatic approach in the short story Blarak by Yanusa Nugroho. The type of research used in this research is descriptive qualitative research. The data of this study are the words or sentences contained in the short story Blarak by Yanusa Nugroho which are contained in the 2009 Kompas short story collection. The data collection technique in this study used note-taking techniques. This study's research instrument (data collection instrument) is from the researcher himself. The analysis technique used in this study is a qualitative data analysis technique. Based on the research results, it can be concluded that the deixis in the short story Blarak by Yanusa Nugroho includes personal deixis, place deixis, and time deixis. Keywords: analysis, discourse, short story
Di Balik Tawa dan Humor Gus Dur: Tinjauan Implikatur Percakapan dalam Humor Kusumaningrum, Maysari Endah; Sofyaningrum, Rosita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26117

Abstract

Penelitian ini menganalisis humor Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan implikatur percakapannya dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Humor Gus Dur sering kali mengandung pesan moral dan kritik yang dikemas dalam bentuk candaan, sehingga mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna tersembunyi dalam humor Gus Dur melalui analisis implikatur percakapan. Data dikumpulkan melalui metode dokumentasi dan studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan prinsip-prinsip pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implikatur percakapan dalam humor Gus Dur memainkan peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan yang mendalam dan kompleks dengan cara yang halus, kreatif, dan humoris. Implikatur percakapan tersebut mencerminkan pemahaman sosial dan budaya, serta mengajak pendengar untuk berpikir lebih kritis terhadap situasi yang dibahas.
Nilai-Nilai Pendidikan Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam Novel Bidadari Bermata Bening Karya Habibburahman El Shiraz Sofyaningrum, Rosita; Nurdina, Alfi; Asngari, Muchtar
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v2i2.31

Abstract

Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) are NU-based educational values that benefit Muslims’ life in society, nation, and state. These values appear in literary works, one of which is from novels. This study aims to determine the values of Islamic education in Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) in the novel Bidadari Bermata Bening by Habiburrahman El Shirazy. The research method used is the descriptive qualitative method. The data used in this study is written data in the form of novel texts related to the character of Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) in the novel Bidadari Bermata Bening by Habiburrahman El Shirazy. The data source in this study is the novel Bidadari Bermata Bening by Habiburrahman El Shirazy published by Republik second edition, in May 2017, with a total of 337 pages. The technique used to collect data in this study is the reading-note technique. The data analysis technique uses a character approach by looking at the contents and goals implied in literary works by interpreting the values of Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja). The results show that the values of Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) in the novel Bidadari Bermata Bening by Habiburrahman El Shirazy include four attitudes. The first attitude is Tawasuth in doing justice and taking the middle way. The second attitude is Tawazun, balance in doing something (deliberation). The third attitude is Tasamuh, intolerance, mutual respect, and mutual respect for differences. And the fourth attitude is Amar Ma’ruf Nahi Munkar, in enjoining good deeds and forbidding bad deeds.   Abstrak: Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) merupakan nilai-nilai pendidikan berbasis ke-NU-an yang bermanfaat bagi kehidupan seorang muslim dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai tersebut pun muncul dalam karya sastra, salah satunya di dalam novel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan Islam dalam Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy. Metode penelitian yang dipakai adalah metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tertulis berupa teks novel yang berhubungan dengan karakter Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy yang diterbitkan oleh Repuplika cetakan kedua, bulan Mei 2017, dengan jumlah 337 halaman. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data pada penelitian ini adalah teknik baca-catat. Teknik analisis data menggunakan pendekatan karakter dengan melihat isi dan tujuan yang tersirat di dalam karya sastra dengan menginterpretasikan nilai-nilai Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy mencakup empat sikap. Sikap pertama adalah Tawasuth, dalam berbuat adil dan pengambilan jalan tengah. Sikap kedua adalah Tawazun, seimbang dalam bertindak (musyawarah). Sikap ketiga berupa Tasamuh, dalam tenggang rasa, saling menghormati, dan saling menghargai perbedaan. Dan sikap keempat adalah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, menyuruh perbuatan baik dan melarang perbuatan buruk. Kata Kunci: Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja), Bidadari Bermata Bening, Novel
Melodi Kiasan: Pengungkapan Dampak Wabah Pandemi dalam Cerpen “Apa yang Paul Mccartney Bisikkan di Telinga Jantira?” Sofyaningrum, Rosita; Tyas, Raissa Dwiani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12836

Abstract

Cerpen merupakan salah satu jenis karya sastra yang menggunakan bahasa estetis dengan penggunaan gaya bahasa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penggunaan gaya bahasa kiasan pada cerpen kompas yang berjudul “Apa Yang Paul McCartney Bisikkan Di Telinga Janitra?”. Dalam cerpen tersebut menjelaskan keadaan satu keluarga yang terkena dampak dari bencana Internasional yang pernah melanda yaitu wabah pandemi Covid-19. Kajian ini secara khusus membahas gaya bahasa kiasan yang terkandung dalam cerpen tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data berupa salah satu cerpen yang diambil dari buku “Cerpen Pilihan Kompas Macan 2020” dengan judul “Apa Yang Paul McCartney Bisikkan Di Telinga Janitra?” karya Sasti Gotama dengan data penelitian adalah teks berupa kata, frasa, klausa atau kalimat dalam teks cerpen “Apa Yang Paul McCartney Bisikkan Di Telinga Janitra?”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat jenis gaya bahasa kiasan yang ada pada cerpen antara lain; gaya bahasa kiasan simile terdiri dari empat kalimat, gaya bahasa kiasan metafora terdiri dari dua puluh kalimat, gaya bahasa kiasan personifikasi terdiri dari tiga kalimat, dan gaya bahasa kiasan hiperbola terdiri dari satu kalimat. Makna yang terdapat dalam penelitian ini berupa penggambaran dari; suara hati seorang istri sekaligus ibu yang mendapatkan kekerasan dalam rumah tangganya, dampak dari wabah pandemi, dan persoalan ekonomi.
Eksplorasi Penamaan Kota di Jawa Tengah: Perspektif Semantik Sofyaningrum, Rosita; Faujiyah, Faujiyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12837

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna dan sejarah dibalik penamaan kota di Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Dalam pokok permasalahannya adalah untuk mengetahui julukan di setiap kota di Jawa Tengah. Data tersebut menggunakan teknik baca catat dari data dokumen dokumen, baik dokumen tertulis, gambar, hasil, karya maupun elektronik berupa web sesuai dengan kotanya. Dari hasil yang diperoleh bahwa dari penelitian ini adalah penamaan kota diambil dari asal-usul, letak geografis, dan berdasarkan proses sejaral? yang berkaitan dengan penamaan kota serta implikasinya dalam koteski budaya dan masyarakat Jawa Tengah, pembahasan mengenai penamaan ini tertuju pada kota kota Magelang yang dikenal juga dengan Kota Seribu Bunga. Kota Pekalongan Kota Batik, Kota Salatiga Kota Enting-Enting Gepuk, Kota Semarang Kota Atlas, Kota Surakarta (Solo) Kota Batik, Kota Budaya, Kota Liwet dan Kota Tegal Kota Bahari. Dalam kajian semantik ini bisa digunakan dalam proses penamaan kota baik dari segi asal-usul, letak geografis dan sejarah di setiap kota, karena sangat membantu dalam memilih atau menggunakan kata dengan makna yang tepat untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat umum.
Menggagas Kontribusi Green Economy melalui Cerpen Pilihan Macan dalam Kajian Teori Ekokritik Buell Sofyaningrum, Rosita; Sangdiyah, Halimatus
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14403

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan elemen lingkungan hubungannya dengan pesan lingkungan dan menghubungkan pesan lingkungan tersebut dengan konsep Green economy dalam kumpulan Cerpen Pilihan Kompas Macan dengan menggunakan kajian ekokritik Buell. Data dalam penelitian ini menggunakan teks-teks berupa kalimat dalam kutipan yang ada di dalam kumpulan Cerpen Pilihan Kompas Macan yang mengangkat masalah kesadaran manusia dalam menjaga ekosistem yang semakin memprihatinkan. Sumber data dalam penelitian ini adalah kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2020 Macan pada empat cerpen yaitu Asap-asap Itu Telah Menghilang, Macan, Mengantar Benih Padi Terakhir ke Ladang, dan Makam. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik baca dan teknik catat. Hasil penelitian berupa elemen-elemen lingkungan yang muncul dalam cerpen-cerpen antara lain: 1) elemen tanah terdapat 3 kutipan, 2) elemen udara terdapat 2 kutipan, 3) elemen makhluk hidup terdapat 1 kutipan dan hubungannya dengan pesan lingkungan. Penelitian juga menggambarkan hubungan antara Green economy, praktik ekonomi berkelanjutan, teknologi bersih, inovasi ramah lingkungan, kebijakan ekonomi pro-biodiversitas, dan pengembangan ekonomi yang menghormati ekosistem.
Menelusuri Jejak Religius Cinta Dilan dalam Novel Dilan 1997 : Kajian di Balik Novel Fenomenal Winanda, Hanif Arya; Sofyaningrum, Rosita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nilai religius merupakan suatu nilai yang dianggap esensial bagi kehidupan manusia. Dengan religiusitas seseorang diharapkan mampu memiliki perilaku dan moralitas yang baik sehingga dapat memanusiakan manusia. Hal itu karena segala perbuatannya selalu disandarkan pada Tuhan. Sebagai nilai yang penting dan berguna, novel sebagai karya sastra rekaan, seringkali menghadirkan nilai tersebut sebagai pesan dan pelajaran bagi pembacanya. Alasan tersebut yang menjadi latarbelakang sekaligus tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui jejak religiusitas pada novel Dilan 1997 . Dengan demikian objek material pada penelitian ini yaitu novel Dilan 1997 , sementara objek formal terkait dengan jejak religiusitas. Metode pengambilan data melalui baca, Simak, teknik catat disertai analisis secara deskriptif. Hasil penelitian pada jurnal ini yaitu nilai religiusitas pada novel digambarkan melalui impelemntasi dalam kehidupan sehari-hari tokoh dalam bentuk perbuatan seperti kepedulian pada sesama, empati, kejujuran dan keadilan, serta moralitas yang kuat ditunjukkan oleh tokoh Dilan.
Menelusuri Kedalaman Emosi: Analisis Psikologi Tokoh Utama dalam Novel Hujan Karya Tere Liye melalui Perspektif David Krech Wulandari, Meysin Puspa Ayu; Sofyaningrum, Rosita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tujuh dimensi emosi manusia dalam novel Hujan karya Tere Liye menggunakan pendekatan psikologi sastra David Krech. Penelitian ini berfokus pada konsep emosi yang meliputi rasa bersalah, rasa bersalah yang dipendam, menghukum diri sendiri, rasa malu, kesedihan, kebencian, dan cinta, serta bagaimana emosi-emosi tersebut membentuk karakter utama dalam novel ini. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif dengan mengidentifikasi kutipan-kutipan dalam teks yang mencerminkan emosi-emosi tersebut. Data yang ditemukan terdiri dari 39 kutipan yang dikategorikan berdasarkan tujuh dimensi emosi, yaitu: rasa bersalah (3 kutipan), rasa bersalah yang dipendam (3 kutipan), menghukum diri sendiri (2 kutipan), rasa malu (7 kutipan), kesedihan (12 kutipan), kebencian (6 kutipan), dan cinta (6 kutipan). Hasil analisis menunjukkan bahwa emosi-emosi ini memainkan peran penting dalam perkembangan karakter Lail dan memengaruhi jalannya plot cerita, memberikan kedalaman pada konflik internal yang dihadapinya. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami bagaimana emosi membentuk karakter dalam karya sastra dan bagaimana psikologi sastra dapat digunakan untuk menggali lapisan emosi dalam teks sastra. Signifikansi penelitian ini adalah sebagai acuan untuk studi lebih lanjut mengenai psikologi sastra dalam menganalisis karakter dan hubungan antara emosi manusia dengan perjalanan hidup tokoh dalam karya sastra.
Membidik Masa Depan Bahasa Di Era Society 5.0; Kajian Pemertahanan Bahasa Sofyaningrum, Rosita; Hidayah, Ningsih Lailatul
SULUK : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2023): September
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/suluk.2023.5.2.190-211

Abstract

  The development of technology in the era of Society 5.0 has influenced social interactions and language changes. This research aims to describe the forms and functions of slang, as well as the importance of language maintenance that needs to be enhanced in the era of Society 5.0. The method used in this research is a qualitative descriptive method. This method describes language changes in terms of the formand function of slang, as well as the importance of language maintenance because of technological advancements in the era of Society 5.0. Data collection techniques were carried out through observation and note-taking. This method allows researchers to gain a deep understanding and insight that may not be visible through other approaches. Data was collected by observing language data used in digital platforms and then identifying them in the process of language formation and analysis of language functions.The results of this research include the existence of fifty slang words with the following formation processes: (1) phonemic structure reversal, (2) changes in the final syllable with -ay, (3) acronym, abbreviation, and phrase forms, (4) word reversal forms, and (5) words from regional languages. Data were analysed based on their functions as: (1) expressive, (2) directive, (3) informative, and (4) fative. As for research in the field of language maintenance resulting from technological changesand language usage, the required attitudes include: (1) language loyalty, (2) language pride, and (3) language norm awareness.
Membangun Kesadaran Green Economy melalui Pulau Plastik dengan Kecerdasan Ekokritik Sastra Sofyaningrum, Rosita; Bagiya, Bagiya; Sistiyaningrum, Karina
Aksara Vol 36, No 1 (2024): AKSARA, EDISI JUNI 2024
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v36i1.4136.29--50

Abstract

This research highlights the importance of supporting and disseminating the concept of green economy as a critical step towards the sustainability of human life on this planet. The main focus of this study is to analyze the usage of plastic and the damage caused by plastic waste, as illustrated in the documentary film "Plastic Island". In this context, the research explains the concept of green economy and its relevance in reducing plastic usage. This research adopts a qualitative approach with eco-critical literary text analysis. Data were obtained through literature review and content analysis of the film "Plastic Island". Subsequently, the data were transcribed and analyzed in detail to identify scenes related to plastic usage and its negative impacts. The results of the research show that the documentary film "Plastic Island" clearly illustrates the environmental damage caused by plastic waste, including damage to agricultural land, threats to human health, and air pollution. Furthermore, the film also depicts the concept of green economy policies applied to reduce plastic usage. Thus, this research emphasizes the importance of the sustainability of human life and the environment for future generations, and highlights the significant role of the green economy concept in addressing the challenge of plastic usage. Emphasizing cross-sector cooperation and community participation in implementing green economy policies is key to achieving positive environmental change. AbstrakPenelitian ini menyoroti pentingnya mendukung dan menyebarkan konsep green economy sebagai langkah kritis menuju keberlanjutan kehidupan manusia di planet ini. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis penggunaan plastik dan kerusakan yang ditimbulkan oleh sampah plastik yang diilustrasikan dalam film dokumenter “Pulau Plastik”. Dalam konteks tersebut, penelitian ini menjelaskan konsep green economy dan relevansinya dalam mengurangi penggunaan plastik. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan analisis teks ekokritik sastra. Data diperoleh melalui studi literatur dan analisis konten film "“Pulau Plastik”". Selanjutnya, data ditranskripsikan dan dianalisis secara detail untuk mengidentifikasi adegan yang berkaitan dengan penggunaan plastik dan dampak negatifnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film dokumenter “Pulau Plastik” mengilustrasikan secara jelas kerusakan alam yang disebabkan oleh sampah plastik, termasuk kerusakan lahan pertanian, ancaman kesehatan manusia, dan pencemaran udara. Selain itu, film ini juga menggambarkan konsep kebijakan green economy yang diterapkan untuk mengurangi penggunaan plastik. Dengan demikian, penelitian ini menekankan pentingnya keberlanjutan kehidupan manusia dan alam untuk generasi mendatang, serta menyoroti peran penting konsep green economy dalam menghadapi tantangan penggunaan plastik. Penekanan pada kerja sama lintas sektor dan partisipasi masyarakat dalam menerapkan kebijakan green economy menjadi kunci dalam mencapai perubahan positif dalam lingkungan hidup.