p-Index From 2021 - 2026
2.757
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL BAHARI PAPADAK
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

IDENTIFIKASI JENIS-JENIS LAMUN PADA PESISIR TAMAN WISATA ALAM TELUK KUPANG, KOTA KUPANG Huky, Rut K.; Toruan, Lumban N. L.; Paulus, Chaterina A.
Jurnal Bahari Papadak Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak –Taman Wisata Alam (TWAL) Teluk Kupang berfungsi sebagai kawasan konservasi dan wisata laut. Ekosistem lamun merupakan ekosistem yang dapat ditemukan pada TWAL Teluk Kupang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji habitat dan jenis lamun pada pesisir Kota Kupang yang terdapat pada di kawasan TWAL Teluk Kupang. Penelitian ini menggunakan metode transek kuadran dan membandingkan jenis yang ditemukan menggunakan buku identifikasi. Jenis-jenis lamun yang ditemukan adalah E. acoroides, T. hemprichii, H. ovalis, C. rotundata, H. uninervis, dan H. pinifolia. Jumlah spesies ini mencakup 46,2% dari jenis lamun yang ditemukan di Indonesia dan 66,67% jenis lamun yang ditemukan di NTT. Kata kunci: Lamun, TWAL Teluk Kupang, Konservasi. Abstract – The Kupang Bay Marine Tourism Park (TWAL) functions as a marine conservation and tourism area. One of the ecosystems in the TWAL of Kupang Bay is sea grass. This study aims to examine the types of seagrass and their habitat on the coast of Kupang City which is in the TWAL area of Kupang Bay. The research was conducted at four stations. The method used was quadrant transects and comparing the species found using an identification book. The types of seagrass found were E. acoroides, T. hemprichii, H. ovalis, C. rotundata, H. uninervis, and H. pinifolia. The number of these species includes 46.2% of the seagrasses species found in Indonesia and 66.67% of the seagrasses species found in NTT. Keywords: Seagrass, Kupang Bay Marine Tourism Park, Conservation.
HASIL TANGKAPAN IKAN TERBANG (EXOCOETIDAE) DENGAN JARING INSANG DI PERAIRAN ABUDENOK DESA UMATOOS, KECAMATAN MALAKA BARAT, KABUPATEN MALAKA Nahak, Maria Warlince; Tallo, Ismawan; Toruan, Lumban N. L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Jaring insang adalah salah satu alat tangkap yang mudah dioperasikan karena karena bahannya lebih mudah diperoleh secara efisien dan ekonomis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasill tangkapan ikan terbang dan komposisinya menggunakan jaring insang di perairan Abudenok serta nilai CPUE hasil tangkapan jaring insang. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 33 kali dalam satu bulan dan metode yang digunakan adalah survei deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam jenis ikan terbang yaitu Cheilopogon articeps, Cypselurus calopterus, Cypselurus abei, Cheilopogon doederleinii, Cheilopogon spilonotopterus dan Cheilopogon spilopterus, dengan komposisi sebesar spesies Cheilopogon articeps sebesar 63 % Cypselurus calopterus sebesar 20 %, Cypselurus abei 10 %, Cheilopogon doederleinii sebesar 4 %, Cheilopogon spilonotopteru sebesar 2% dan Cheilopogon spilopterus sebesar 2 %. Total produksi setiap jenis ikan terbang hasil tangkapan jaring insang ini secara total bervariasi dalam 1 bulan. Jumlah produksi tertinggi ditemukan pada ikan terbang jenis Cheilopogon articeps sebesar 1941 kg dengan nilai CPUE sebesar 59 kg/trip dan produksi terendah pada ikan terbang jenis Cheilopogon spilopterus sebesar 49 kg dengan nilai CPUE sebesar 1 kg/trip. Total nilai CPUE ikan terbang selama 1 bulan sebesar 94 kg/trip. Kata Kunci : Ikan Terbang, Komposisi Jenis, Produksi hasil tangkapan, Jaring Insang, Perairan Kabupaten Malaka. Abstract - The gill net is one of the fishing gear that is easy to operate because the material is easier to obtain efficiently and economically. The purpose of this study was to determine the catch of flying fish and its composition using gill nets in Abudenok waters and the CPUE value of gill net catches. Sampling was carried out 33 times in one month and the method used was a descriptive survey. The results showed that there were six types of flying fish, namely Cheilopogon articeps, Cypselurus calopterus, Cypselurus abei, Cheilopogon doederleinii, Cheilopogon spilonotopterus and Cheilopogon spilopterus, with a composition of 63% species Cheilopogon articeps, 20% Cypselurus calopterus, 10% Cypselurus ainiiiiii. 4%, Cheilopogon spilonotopteru 2% and Cheilopogon spilopterus 2%. The total production of each type of flying fish caught in this gill net varies in total in 1 month. The highest production was found in Cheilopogon articeps flying fish of 1941 kg with a CPUE value of 59 kg/trip and the lowest production in Cheilopogon spilopterus flying fish of 49 kg with a CPUE value of 1 kg/trip. The total CPUE value of flying fish for 1 month is 94 kg/trip. Keywords : Flying Fish, Species Composition, Catch Production, Gill Nets, Waters of Malaka Regency.
JENIS-JENIS IKAN KONSUMSI HASIL TANGKAPAN NELAYAN PADA MUSIM PERALIHAN I DAN MUSIM TIMUR DI TPI OEBA KOTA KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR Kopong, Angelina Olivia Prima; Toruan, Lumban N. L.; Sine, Kiik G.
Jurnal Bahari Papadak Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Ikan merupakan hewan vertebrata akuatik berdarah dingin dan bernafas dengan insang. Ikan adalah hasil laut yang dapat dikonsumsi dan banyak diminati oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis ikan konsumsi yang ada di TPI Oeba menggunakan metode analisis deskriptif. Penelitian dilakukan pada Bulan Maret (musim peralihan I) dan Bulan Juni (musim timur) Tahun 2022. Penelitian ini dilakukan pada TPI Oeba, Kota Kupang. Data diperoleh menggunakan metode survei yaitu pengamatan langsung ke lokasi untuk memperoleh informasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian yaitu observasi untuk mencatat dan pengambilan gambar. Populasi yang didata adalah semua jenis ikan yang ada di TPI Oeba. Wawancara dilakukan dengan proses tanya jawab dengan pedagang ikan yang ada di TPI Oeba yang berkaitan dengan jenis-jenis ikan konsumsi yang ada di TPI. Berdasarkan hasil penelitian maka ikan yang didaratkan pada musim peralihan I terdapat 48 jenis ikan, pada musim timur terdapat 51 jenis ikan, dan 17 jenis ikan ditemukan pada musim peralihan I dan musim timur. Total jenis ikan yang didapatkan pada musim peralihan I dan musim timur sebanyak 82 jenis ikan. Jenis ikan Tuna mata besar (Thunnus obesus) termasuk dalam kategori rentan (Vulnerable/Vu). Scarus spinus dan Scarus rubroviolaceus merupakan ikan konsumsi yang berperan penting dalam interaksi antara karang dan makro alga. Kata Kunci: Kota Kupang, Tempat Pelelangan Ikan Oeba, Ikan Konsumsi Abstract – Fish are cold-blooded aquatic vertebrate animals and breathe with gills. Fish is a seafood that can be consumed and is in great demand by the public. This study aims to determine the types of fish consumption in TPI Oeba using a descriptive analysis method. The study was conducted in March (transitional season I) and June (eastern season) of 2022. This research was conducted at TPI Oeba, Kupang City. Data obtained using the survey method, namely direct observation to the location to obtain information. Data collection techniques in research are observation to record and take pictures. The populations recorded are all types of fish in the Oeba TPI. The interview was conducted with a question and answer process with fish traders at TPI Oeba related to the types of fish consumption in TPI. Based on the results of the study, there were 48 types of fish landed in the transitional season I, in the eastern season there were 51 types of fish, and 17 types of fish were found in the transitional season I and the eastern season. The total number of fish species obtained in the transitional season I and the eastern season was 82 types of fish. The type of large-eyed Tuna (Thunnus obesus) belongs to the vulnerable category (Vulnerable/Vu). Scarus spinus and Scarus rubroviolaceus are consumable fish that play an important role in the interaction between corals and macro algae. Keywords: Kupang City, Oeba Fish Auction Place, Fish Consumption
IDENTIFIKASI JENIS SAMPAH PLASTIK PADA PANTAI WISATA DI PESISIR KOTA KUPANG Hamin, Felisa Isindia; Toruan, Lumban N. L.; Saraswati, Suprabadevi A.
Jurnal Bahari Papadak Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Produk plastik merupakan material yang ekonomis sehingga banyak digunakan dalam berbagai aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis sampah plastik pada pantai wisata di Kota Kupang. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Juli - Agustus 2022. Penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling dengan sepuluh lokasi penelitian yaitu: Pantai Lasiana, Pantai Nunsui, Pantai Oesapa, Ekowisata Mangrove, Pantai Pasir Panjang, Pantai Pasir Panjang, Pantai Tedis, Pantai Nunbaun Delha, Pantai Namosain dan Pantai Alak. Metode pengamatan menggunakan garis transek, dengan panjang transek 100 m dan lebar transek 10 m. Total sampah plastik yang ditemukan adalah 3227 potongan. Jenis sub kategori sampah plastik yang paling banyak ditemukan adalah sampah plastik lain-lain (1464 potongan), bungkus makanan (301 potongan), sedotan/garpu/sendok (231 potongan), kantong kresek (167 potongan) dan gelas minum mineral (131 potongan). Kata Kunci: Sampah Laut, Identifikasi Sampah Plastik, Pantai Wisata Kota Kupang Abstract- Plastic products are economical materials that are widely used in various human activities. This study aims to identify types of plastic waste on tourist beaches in Kupang City. This research was conducted in July - August 2022. The location was determined using a purposive sampling method with ten research locations namely: Lasiana Beach, Nunsui Beach, Oesapa Beach, Mangrove Ecotourism, Pasir Panjang Beach, Pasir Panjang Beach, Tedis Beach, Nunbaun Delha Beach, Beach Namosain and Alak Beach. The observation method uses a transect line, with a transect length of 100 m and a transect width of 10 m. The total amount of plastic waste found was 3,227 pieces. The most common types of sub-categories of plastic waste found were other plastic waste (1464 pieces), food packaging (301 pieces), straws/forks/spoons (231 pieces), plastic bags (167 pieces) and mineral drinking glasses (131 pieces ). Keywords: Marine Debris, Identification of Plastic Waste, Kupang City Tourism Beach
DINAMIKA KELIMPAHAN FITOPLANKTON PADA LINGKUNGAN BUDIDAYA TIRAM MUTIARA (Pinctada maxima) DI KAWASAN PT. TIMOR OTSUKI MUTIARA (TOM), BOLOK, KABUPATEN KUPANG, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Takua, Irmina; Toruan, Lumban N. L.; Sine, Kiik G.; Saraswati, Suprabadevi A.
Jurnal Bahari Papadak Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – PT. Timor Otsuki Mutiara (TOM) merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang budidaya tiram mutiara jenis Pinctada maxima. Kelimpahan fitoplankton sebagai produsen primer berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tiram mutiara di PT. TOM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika kelimpahan fitoplankton di kawasan budidaya PT. TOM, Bolok, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga stasiun di Bulan Juli 2023, Agustus 2023, Desember 2023, Januari 2024, Februari 2024, dan April 2024 menggunakan metode purposive sampling. Sampel fitoplankton diperoleh melalui penyaringan air laut menggunakan planktonet sebanyak 100 L dari permukaan perairan. Hasil penyaringan sampel kemudian dimasukkan kedalam botol bervolume 110 ml dan diawetkan dengan menambahkan larutan lugol. Sampel fitoplankton diidentifikasi menggunakan mikroskop untuk mendapatkan data kelimpahan fitoplankton. Pengukuran parameter lingkungan dilakukan secara in situ untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan fitoplankton. Data yang diperoleh dianalisis untuk menentukan kelimpahan fitoplankton, sementara parameter lingkungan dianalisis secara deskriptif. Analisis data menunjukan kelimpahan fitoplankton tertinggi secara spasial terdapat pada stasiun yang memiliki aktivitas perikanan, seperti pembersihan tiram mutiara dan budidaya rumput laut (Stasiun 1), sedangkan kelimpahan terendah terdapat pada stasiu Kata kunci: Kelimpahan fitoplankton, Kawasan PT. TOM, Budidaya tiram mutiara. Abstract – PT. Timor Otsuki Mutiara (TOM) is a private company engaged in the cultivation of pearl oysters of the Pinctada maxima type. The abundance of phytoplankton as primary producers plays an important role in the growth and development of pearl oysters at PT. TOM. This study aims to determine the dynamics of phytoplankton abundance in the cultivation area of ​​PT. TOM, Bolok, Kupang Regency, East Nusa Tenggara Province. Sampling was carried out at three stations in July 2023, August 2023, December 2023, January 2024, February 2024, and April 2024 using the purposive sampling method. Phytoplankton samples were obtained by filtering seawater using planktonnet as much as 100 L from the surface of the water. The results of the sample filtration were then put into a 110 ml bottle and preserved by adding lugol's solution. Phytoplankton samples were identified using a microscope to obtain phytoplankton abundance data. Measurement of environmental parameters was carried out in situ to determine their effect on phytoplankton growth. The data obtained were analyzed to determine the abundance of phytoplankton, while environmental parameters were analyzed descriptively. Data analysis shows that the highest abundance of phytoplankton spatially is found at stations that have fisheries activities, such as pearl oyster cleaning and seaweed cultivation (Station 1), while the lowest abundance is found at stations adjacent to the PLTU (Station 2). Temporally, the highest abundance of phytoplankton occurs in the West Season (January), and the lowest abundance occurs in the East Season (August). Keywords: Phytoplankton abundance, PT. TOM area, Pearl oyster cultivation.
GENUS SERTA BENTUK PERTUMBUHAN KARANG DAN ASOSIASINYA PADA WILAYAH TAMAN WISATA ALAM LAUT TELUK KUPANG DAN SEKITARNYA Ledoh, Ardy Rion; Toruan, Lumban N. L.; Kangkan, Alexander L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Terumbu karang adalah hewan bentik yang umumnya hidup berkoloni yang tersusun atas kalsium karbonat (CaCO3) sebagai hasil sekresi dari Zooxanthellae. TWAL Teluk Kupang meliputi hampir seluruh perairan teluk yang terletak di sebelah barat Pulau Timor termasuk pulau kecil yang tercakup didalamnya seperti Pulau Kera. Salah satu potensi yang dimiliki oleh TWAL Teluk Kupang adalah terumbu karang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji genus-genus karang beserta bentuk pertumbuhannya di perairan TWAL Teluk Kupang dan Sekitarnya. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Oktober 2023. Pengambilan sampel menggunakan transek sepanjang 50 m dan pemotretan dilakukan dengan interval 1 meter. Hasil penelitian mengidentifikasi sebanyak delapan bentuk pertumbuhan karang yaitu Acropora Branching, Coral Branching, Coral Encrusting, Coral Foliose, Coral Massive, Coral Mushroom, Coral Submassive dan Soft Coral. Terdapat sembilan belas genus karang yang ditemukan yaitu Acropora sp, Astreopora sp, Diploastrea sp, Echinopora sp, Favia sp, Favites sp, Fungia sp, Goniastrea sp, Montastrea sp, Montipora sp, Pachyseris sp, Pavona sp, Pectinia sp, Platygyra sp, Pocillopora speciosa, Porites sp, Psammocora sp, Seriatopora sp, Stylophora sp. Kata kunci: Bentuk pertumbuhan, Genus, Teluk Kupang, Terumbu karang Abstract - Coral reefs are benthic animals that generally live in colonies composed of calcium carbonate (CaCO3) as a result of secretions from Zooxanthellae. The Kupang Bay TWAL covers almost all bay waters located on the west side of Timor Island, including small islands such as Kera Island. One of the potentials of the Kupang Bay TWAL is coral reefs. The purpose of this study was to assess the genus of corals and their growth forms in the waters of TWAL Teluk Kupang and its surroundings. This research was conducted in October 2023. Sampling used 50 m transect and photographing was done at 1 meter intervals. The results identified eight forms of coral growth, namely Acropora Branching, Coral Branching, Coral Encrusting, Coral Foliose, Coral Massive, Coral Mushroom, Coral Submassive and Soft Coral. There are nineteen coral genus found, namely Acropora sp, Astreopora sp, Diploastrea sp, Echinopora sp, Favia sp, Favites sp, Fungia sp, Goniastrea sp, Montastrea sp, Montipora sp, Pachyseris sp, Pavona sp, Pectinia sp, Platygyra sp, Pocillopora speciosa, Porites sp, Psammocora sp, Seriatopora sp, Stylophora sp. Keywords : Life form, Genus, Kupang Bay, Coral reefs
RENDEMEN PRODUK SEKUNDER PADAT PENGOLAHAN FILLET IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp) DI PT. MATSYARAJA ARNAWA STAMBHAPURA KOTA KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR Tore, Eufrasia Putri; Soewarlan, Lady Cindy; Toruan, Lumban N. L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen limbah padat yang dihasilkan dari pengolahan fillet Kakap Merah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada 100 sampel yang diambil secara acak periode bulan Juli-Agustus 2024. Informasi yang dikumpulkan mencakup penanganan sisa samping olahan, berat total ikan utuh, berat fillet, dan berat limbah padat (meliputi kepala, tulang, sirip, sisik, tetelan, dan jeroan). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan disajikan dalam persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil fillet adalah 40,54%, dengan proporsi limbah padat sebagai berikut: kepala 30,65%, tulang 13,39%, sirip 4,58%, sisik 2,64%, tetelan 4,26%, dan jeroan 3,91%. Dari total limbah padat, PT. MAS memanfaatkan bagian kepala dan tetelan sebesar 34,91%, sehingga total produksi yang bernilai ekonomi dan sosial mencapai 75,45%, sementara 24,52% sisanya dibuang. Sesuai dengan tujuan SDGs 12.3, sisa produksi sebaiknya dioptimalkan untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari industri pengolahan ini. Kata kunci: Kakap Merah, Fillet, Rendemen, Sisa Samping, Ekonomi Sirkular Abstract - This study aims to determine the yield of solid waste generated from the processing of Red Snapper fillets. Data were collected through observation, interviews, and documentation on 100 randomly selected samples during the period of July–August 2024. The collected information includes the handling of processing by-products, total weight of whole fish, fillet weight, and solid waste weight (including head, bones, fins, scales, trimmings, and viscera). Data were analyzed using descriptive statistics and presented in percentages. The results showed that the average fillet yield was 40.54%, with the proportions of solid waste as follows: head 30.65%, bones 13.39%, fins 4.58%, scales 2.64%, trimmings 4.26%, and viscera 3.91%. Of the total solid waste, PT. MAS utilizes the head and trimmings, accounting for 34.91%, resulting in a total production with economic and social value of 75.45%, while the remaining 24.52% is discarded. In line with SDGs target 12.3, the remaining by-products should be optimized to reduce environmental impact while enhancing the economic value of this processing industry Keywords: Red Snapper, Fillet, Yield, By-products, Circular Economy